Rent Jeep in Bromo

Bromo Tour tour to visit Bromo will better when you profite  your moment, to see the most splendor sunrise and see the panoramic view of Bromo you need climb up to the higher point  Penanjakan Peak, and to get to this point the  route is accesible only by Jeep 4×4 from Cemoro Lawang Village or from Ngadisari Viilage,  jeeps  4×4  during week end or public holiday, perhap  will be an tresors as the jeep demand is very high but total jeep  available will not sufficient.

Rent jeep 4×4 in Bromo

Being located  in Bromo, our team offers  reservation service to book Jeep 4×4 for Bromo Tour as  along time as possible before you tour to Bromo. Our team supported by 50 jeeps driver Bromo area who have a good atitude and dedication,  we ready to pick you up from your  Hotel in Bromo Area or from Probolinggo train station or in Surabaya or Malang.

You need to book Jeep 4×4 for Bromo Tour ?

Please book jeep 4×4 for Bromo Tour to BROMO IJEN RENT CAR our team  ready in 24 hours to provide you the service and contact us !


Borobudur Surise Tour

Never miss  to enjoy the beauty of Borobudur Temple ?

Borobudur Sunrise Tour, a special Borobudur tour package organized by departure from Jogjakarta to catch the magnificent sunrise and see the panoramic view of Mount Merapi and Merbabu on the top of legendary Buddhist temple built at 8th century located on the middle of the Java Island “Borobudur Temple” that means “monastery on the hill” where the temple will be in very spectacular  view with golden sunlight.

Why Borobudur Sunrise Tour on the top of Borobudur  ?
Borobudur Sunrise Tour is very recommended tour to visit Borobudur temple, because you could enjoy the most splendor view of Borobudur temple with reason as followed:
1. It will not  too crowded with the local people (June, July and  August is the public and school holiday in Indonesia, it will be more the people on all parts or Borobudur temple)
2. Not too hot with sun bright (I will very hot after 08.00 to 16.00 h)
3. You could take peacefully the best  photos of Borobudur temple in the morning



Tour itinerary is as followed:
03.30 – pick up from your hotel in Jogjakarta pick up and transfer to Borobudur
04.30 – 06.00 arrive at Borobudur stay enjoy Sunrise and see the panoramic view in its surrounding see the sun rise between  the Merapi and Merbabu on the eastern ..
07.00 – visit the temple see the relief story of Buddha depicting on the wall of the temple
08.00 – take morning cafe in Manohara Resort inside the complex of  Borobudur Temple
08.30 – back to your hotel in Jogjakarta stop over at Mendut Temple
10.00 – arrive at hotel and  end of service

Our Service will included
1. Transport with minivan air conditioned
2. Entrances  tickets to Borobudur
3. Local tour guide
4. morning cafe at Manohara

1. all personal expenses

We highly recommend Borobudur Sunrise Tour   ( as reliable tour operator that organize tour to visit Borobudur  to see sunrise on the top of Borobudur temple  Please  contact us !

After Borobudur Sunrise Tour you may be adjusted
1. Prambanan Temple tour  to visit The biggest and most beautifull Hindu temple in Java
2. Yogyakarta city tour To Visit Jogjakarta Sultan Palace (Kraton) and Taman Sari the water castle with continue to Prambanan temple tour

Yogya Tour Indonesia

You seek an reliable tour operator and travel service in Jogjakarta ?

Yogya Tours Indonesia ( is very recommended tour operator and travels service  located in Jogjakarta  for you to visit the tourist objects in Jogjakarta  Yogya Tours Indonesia is a travel shop offering the tour service to visit Jogjakarta such as:

Jogjakarta Tour Packages
Yogya Tour Indonesia ( has a good experience to provide the best tour package on regular tour package or tour package by client request for individual or by group. We offer tour packages both local tour package such as: Borobudur One day Yogyakarta Dieng Tour Package or overland tour package such as: Jogjakarta Bromo Ijen Tour Package.

Rent Car in Jogjakarta
Yogya Tour Indonesia c( offer you the rent car service to run the tour itineraries as mentioned as tour package use all new kind of coach and conducted by English speaking driver

Yogyakarta Bromo Ijen Tour (5 days 4 Nights)
This tour package allow you to visit tourist attractions such as Jogjakarta, visit Borobudur, visit Bromo and visit Ijen Crater before transfer to Bali. Yogyakarta Bromo Ijen Tour Itinerary is as followed:

Day 01Arrival at Yogyakarta Prambanan Temple Tour
On arrival in Yogyakarta airport pick up and Visit Prambanan the biggest and the most beautifull hindu temple in Java where we could see the Ramayan History depicting on the wall of the temple , direct transfer to hotel for overnight.

Day 02 Yogyakarta City Tour and Borobudur Temple Tour
Breakfast at hotel. Morning, proceed Yogya City Sightseeing visiting Kraton (Sultan’s Palace), Bird Market, Water Castle, Sonobudoyo Museum, Batik Home Industry and Silversmith at Kotagede with its processing and beautiful collections. Then, drive to Borobudur to admire one of the wonder worlds, Borobudur temple. On the way back to Yogya, visit Mendut and Pawon temples as well. Overnight at Santika. In the evening drive to Purawisata to have dinner and see the Ramayana Ballet Performance (as optional program)

Day 03 Yogyakarta Transfer to Bromo
Breakfast at hotel. Morning. drive to Bromo with stop at Solo visiting Mangkunegaran Palace and Triwindhu Antique Market. Then continued to Bromo for overnight at hotel in Bromo Area

Day 04 Bromo Tour and Transfer to Banyuwangi
Morning call at 03.00 AM and start BROMO TOUR at 04.00 AM to enjoy the Panoramic view of Tengger (Bromo and Semeru) and the splendid sunrise at Penanjakan the proceed to Mt. Bromo crater through the shimmering sea of sand. Breakfast at hotel. Leaving for Ijen crater via Banyuwangi

Day 05 Ijen Crater Tour and transfer to Bali
Breakfast at Guest House. Early morning depart to the whole day excursion to Mt. Ijen. Ijen Crater shows a special type of volcanic feature common to Indonesia, about 1 km in diameter and 175 meters deep. The floor is covered completely by a warm lake, milky blue green in color, held back by a dam built many years ago by the Dutch, in order to keep the hot mineral, laden water from raining for the crop lands below. Trekking down the mountain and rejoin the coach and directly drive to Ketapang, Banyuwangi, the ferry harbour, to cross to Gilimanuk harbour Bali. Three hours later you will arrive at your hotel in Kuta / Sanur / Nusa Dua area.

– 2 Nights at Jogjakarta
– 1 Night at Bromo
– 1 Night at Banyuwangi
2. Transport with AC Van
3. All entrances fees and admission
4. Local Tour guide
5. Jeep 4×4
6   Ferry boat fees

Need assistance or buy this tour package please contact us

Kapan Tour Guide Harus Pensiun

Ada tulisan mas Andi tentang enaknya menjadi tour guide dan juga ada lagi tulisan tentang mau kemana tour guide, semuanya adalah tulisan yang sangat menarik dan perlu dibaca, untuk dijadikan  sumber inspirisi kalau ingin menjadi tour guide yang sungguhan, diposting kali ini disuguhkan tentang tour guide yang pensiun.

Sekitar tahun 2006 setelah gempa bumi… selama tiga bulan sama sekali tidak ada jobs, dengan alasan situasi tidak aman, dunia pariwisata tergoncang, semua reservasi terkensel semua, semua kedatangan tertunda, effeknya masih terjadi tiga bulan kemudian, bahkan memerlukan bertahun-tahun untuk memulihkan image lagi sehingga orang akan merasa aman untuk datang lagi ke Yogyakarta, itulah masa yang teramat sulit bagi kehidupan tour guide

Betapa rapuhnya profesi tour guide hanya karena kaki lecet atau hanya dengan sakit  pilek dia harus kehilangan peluang minimal 1 hari kerja, apalagi ada isu yang lebih mendunia misalnya  penyakit menular seperti diare SEARS, Menengitis dll .. order langsung lepas, tourist kabur dan tak mau datang lagi,  ada isu terorist .. semua memindah liburan dari Indonesia ke negara lain yang lebih aman.., bencana alam apalagi .. turis tak lagi mau datang takut terken bancana..  Oleh karena bagaimananapun juga profesi tour guide adalah berhubungan langsung dengan turis , maka kehidupan tour dapat digambarkan dengan proverb “tourist datang,  ada uang,  itupun kalau ordernya tidak nyasar ke orang lain, tak ada tourist tak ada uang !!”

Inflasi sangat mempengaruhi nilai pendapatan tour guide, semakin hari  nilai rupiah yang didapat tidak digunakan untuk memenuhi kehidupan keluarga,  semakin hari semakin sulit  dengan pendapatan sebagai tour guide.  Ingin meningkatkan pendapatan tidak mungkin , manusia ada titik lelah sehingga order yang didapat maksimal  4 order perbulan, itupun kalau tanggalnya tidak bertabrakan satu  order dengan order yang lain, sebagai contoh order yang sangat tidak berisi  untuk satu order terdiri dari itinerary seperti dibawah ini:
hari 1 check in.(1 Jam)
hari 2 Borobudur dan City Tour. (5 Jam)
Hari 3 Prambanan tour .(3 jam)
hari 4 transfer to Airport. (1Jam)
Order yang  seperti di atas sangan tidak menguntungkan  walau durasi kerja adalah 4 hari akan tetapi  fee dihitung berdasarkan jam kerja sehingga  4 hari kerja hanya mendapatkan 10 jam kerja.  Satu kali order mendapatkan fee dari hasil kerja adalah  sebesar RP 150.000  dan sebulan  hanya dapat mengerjakan x 4 order (Rp 150.000x 4 = Rp 600.00), Rp 600.000 nilai yang teramat tipis untuk memenuhi kebutuhan pokok sebulan.  Pendapatan yang tidak dapat diprediksi adalah dari hasil  komisi, tips tamu yang apabila dikumpulkan sebulan hanya berkisar RP 400.000. Jadi kalau ditotal semua satu bulan mendapatkan RP 1.000.000, sehingga untuk mendapatkan tambahan biasanya menjual tour optional, misalnya menjual  Ramayana Ballet, dan hasilnya akan masuk kantong sendiri setelah dibagi dengan driver dll.

Dengan nilai sebanyak itu ketika harus di bagi-bagi  sesuai kebutuhan ternyata hanya dapat memuhi sebagaian kebutuhan pokok, untuk keperluan yang lain seperti jaminan social, kesehatan,  pengadaan kendaraan, tempat tinggal tidak pernah terpikirkan bagaimana caranya, karena memang tidak ada uang pendapatan yang tersisa untuk itu.

Seperti pada umumnya  tour guide akan bermimpi mendapatkan kehidupan yang sejahtera dan  lebih baik, mampu membeli pakaian baru buat anak dan istri, mempunyai rumah yang bagus, kendaraan yang nyaman, akan tetapi masa menjadi tour guide adalah masa dimana kita memenjarakan diri atau memaksakan diri dengan keadaan,  keadaan dimana  tour guide mau tidak mau, untuk sehari berkerja selama 10 jam hanya mendapatkan maximal RP 75.000. Ingin meminta tambah fee, tidak memungkinkan karena pasar mengatakan bahwa guide fee itu sehari hanya sampai Rp 75.000, apabila tour guide  meminta kenaikan tour guide  akan terdesak oleh  teman seprofesi yang mengatakan “Mas …. (isilah titik ini) order kanggo aku wae, aku dibayar berapun mau, asal order itu buat aku  !”.

Masa pakai tour guide digambarkan sebagai diagram hiperbola, yang manjelaskan bahwa fase  masa pakai seorang  tour guide, seperti berikut:

Fase 1, seorang tour guide pemula setelah keluar dari  masa penggemblengan di kawah candradimuka akan mengalami masa dimana dia harus mendapatkan existensi dengan mempromosikan dirinya ke mana saja agar dirinya dikenal sebagai pendatang baru.
Fase 2  adalah fase di mana tour guide mampu mangatasi fase pertama dan pada fase ini tour guide dapat  bekerja full power, laris manis dipakai dimana-mana  banjir duit tips, komisi dan optional.
Fase 3  adalah fase dimana tour guide menjadi low power karena  semakin aus, semakin lelah jiwa dan raga, jenuh dengan kegitan monotone dan  semakin dekat dengan banyak penyakit dan semakin tidak mendapatkan order, karena ditinggalkan oleh travel biro.

Melihat fase diatas sangatlah penting bagi tour guide melihat berbagai kemungkinan yang terjadi dengan diri tour guide sendiri dimasa mendatang, masa tua adalah masa masa dimana tour guide sudah tidak kuat lagi memanjat candi Borobudur, tidak kuat lagi naik ke gunung  Bromo, melihat teman seprofesi yang terkena strok ,yang  mati terkena serangan pada saat berkerja, masa dimana anak-anak tour guide mulai memerlukan biaya yang sangat tinggi untuk melanjutkan sekolah.  Berprofesi sebagi tour guide, bukan  seperti buah kelapa semakin tua semakin banyak santannya, guide semakin tua, bukan semakin baik, akan tetapi semakin tua tour guide semakin tidak ada yang mau memberi order, dengan alasan semakin tua tour guide semakin beresiko mati saat sedang guiding, atau semakin tua semakin pikun , sedangkan  sang pemberi order tidak mau mananggung resiko itu kematian tour guide, atau dikomplain tamu karena mempekerjakan seorang yang sudah udzur.

Keadaan semakin lama semakin tidak menguntungan, oleh  karena itu  tour guide harus memikirkan untuk segera menggantungkan seragam batik sebagai  tour guide, dan harus dipertimbangkan dan dikaji akibat buruk dan akibat baiknya terlebih dahulu, sehingga tidak manyesal dikemudian hari dengan keputusannya untuk menggantungkan seragam batiknya,  dan setelah itu  tour guide diharapkan segeralah berpamitan dari dunia perguide-an dan pensiun menjadi tour, adalah sebuah solusi yang terbaik… selagi ada waktu untuk bermanuver mengatasi waktu tua seorang tour guide.

Loh kok pensiun bukannya nanti tidak ada pendapatan ?? Iya betul tidak ada pendapatan dari bekerja memandu, akan tetapi  sangat disaran untuk tour guide yang sudah tidak enjoy dengan profesi, atau lelah psikis dan fisik untuk segera mengakhiri profesinya sebagai tour guide,  karena dengan mamaksakan diri untuk bekerja dengan semangat yang tidak maksimal akan mengakibatkan hasil yang tidak maksimal sama sekali, dan dengan hasil yang tidak maksimal karena kelelahan psikis dan fidik, yang akan mengakibatkan tour guide menjadi bahan pergunjingan bagi orang yang melihat misalnya “wong wes tuwo kok isih guiding,  gak tahu diri, wes tuwo  kok srakah, dll “. Oleh sebab itu untuk mengantisipasi masa tua yang  tidak sejahtera,  tour guide harus jauh-jauh hari memikirkan usaha lain di luar dunia perguidan.

Usaha apakah yang cocok untuk tour guide atau tour guide yang sudah pensiun ?
untuk seorang guide tentu saja yang berhubungan dengan dunia pariwisata betahun-tahun tentunya akan lebih baik kalau mempunyai usaha yang berhubungan dengan dunianya karena tidak perlu belajar dari nol, misalnya punya transport, punya hotel resort, atau ikut usaha yang dirintis oleh istri misanya buka restaurant, toko pakaian dll ataupun usaha yang berhubungan dengan hobinya misalanya buka bengkel atau beternak ikan lele ataupun buka pemancingan yang membuka terjadinya perjudian yakni mancing dengan sistem kompetisi atau membuka lahan yang ditanami tanamana misalanya pohon gaharu, jati atau tanaman dll.

Dengan  pensiun  sebagai tour guide akan mandapatkan waktu  akan terfokus untuk menciptakan aktivitas yang akan lebih mandapatkan banyak uang dengan tanpa berpanas-panasan diterik matahari, tampa mengeluarkan air liur untuk berbicara didepan bus.., ngajak tamu berkunjung ke segitga emas  atau ke KKK, tanpa stress dengan pedagang asongan, tanpa makian karena tidak mendapatkan gratuity, tanpa kekecewaan dengan order yang terkensel, dan yang penting tampa dering telephon… ah tidur nyenyak , dan bulan Agustus dapat berlibur bersama anak-anak………

Note: Posting ini adalah pendapat pribadi penulis, bukan pendapat HPI

Berkah Pasir Merapi

Berkah aktivitas Merapi 2010 sungguh mencengangkan bersanding dengan penderitaan dan ujian kesabaran. Erupsi besar sejak 26 November itu telah mengeluarkan lava dan lahar efeknya mematikan, abu panas 400an derajat menggumpal tebal bergulung-gulung mengandung pyroclastic sehingga warga menyebut karakter erupsinya‘wedhus gembel’. Namun erupsi Merapi membuat endapan tanah kelak sesudahnya menjadi amat subur menghidupi penduduk, melahirkan peluang lava tour dan berkah butiran material pasir terbaik di dunia dalam jumlah fastastik dan merupakan bahan material bangunan kwalitas nomer satu paling diburu Toko-toko Penjual Bahan Bangunan.

Tujuh bukit sekitar puncak gunung kini rata dipenuhi pasir vulkanik. Dari 12 Sungai yang mengalirkan lahar Merapi, erupsi kali ini membuat Sungai Gendol dan Boyong yang berkedalaman 3-5 meter jadi penuh tumpahan material pasir. Total volume pasir yang dimuntahkan sejumlah 140 juta M3. Jika diperkirakan per-M3 sesuai harga pasar sekarang maka erupsi kali ini, menurut sebuah sumber melahirkan keuntungan bagi penduduk sepanjang Kali yang dilewati mencapai nilai Rp 7 Triliun, subhanallah.. Inikah nikmat di balik anugrah bersahabat dengan aktivitas Merapi..

Kian jauh aliran material pasir Merapi mengalir, berarti kualitas pasirnya kian bagus, otomatis harga jual jadi lebih mahal. Tumpukan material vulcanik Sungai Gendol di hulu atas mengalir ke Cangkringan terus menuju hilir Kali Opak di bawah hingga wilayah Prambanan, di Klaten dst..Sedangkan aliran pasir Sungai Boyong bergerak ke arah Kali Code dan menumpuk di selatan. Warga sepanjang kali 12 Kelurahan se-Kotamadya misalnya siaga memantau ketinggian lumpur, berjibaku mengeruk endapan dan meninggikan bantaran Code dengan karung berisi pasir dilengkapi tiga buah back-hoe, tak sedikit pula yang menambang dadakan untuk penghasilan mereka.

Di daerah Surokarsan selatan Jembatan Sayidan Kota Yogyakarta, usai masa kerja bakti warga bekerjasama dengan Pengusaha Material Bangunan menambang pasir Merapi. Kendaraan truk besar berjejer dan bergantian keluar masuk membawa material pasir. Hingga hari Rabu 24/11 seorang Pengurus Rukun Warga mengatakan telah berhasil menambang 20 truk dan sebelumnya 25 truk berisi pasir hingga total sejumlah 45 truk mereka peroleh. Lebih ke selatan lagi ke wilayah Bantul, tak sedikit pula warga memiliki penghasilan tambahan dari menambang pasir kiriman Merapi.

Jika saja gedung-gedung tinggi kota-kota seperti Jakarta tak lagi mendapatkan material pasir Merapi, pasti kualitas bangunan tak sekokoh yang diharapkan. Jika saja penghuni tiap kantor mengetahui, bahwa material gedung berasal dari pasir Gunung Merapi, penderitaan paska erupsi 2010 akan dibayar dengan jalinan tali rahim kemanusiaan, seperti Semangat Rakyat Jogja memulihkan kondisi paska bencana yang mulai berlalu. Bahwa butiran pasir itu bagai alunan harapan masa depan kehidupan yang asri bersama warga lereng Merapi.***