Arsip Tag: prambanan

Borobudur and Prambanan Tour from Semarang Port

Borobudur Prambanan Tour
is Semarang shore excursions to visit both Borobudur Temple the world’s biggest Buddhist ancient monument built at 8th century and Prambanan Temple the most biggest Hindu temples complex in central Java built at 9th century from Semarang Port. Borobudur Prambanan Tour Package only suggested if your ship stay longer at Semarang Port with departure after 19.00… further information http://semarangtour.com/borobudur-and-prambanan-tour-from-semarang-port.htm

Yogya Tour Indonesia

You seek an reliable tour operator and travel service in Jogjakarta ?

Yogya Tours Indonesia (www.yogyatours.com) is very recommended tour operator and travels service  located in Jogjakarta  for you to visit the tourist objects in Jogjakarta  Yogya Tours Indonesia is a travel shop offering the tour service to visit Jogjakarta such as:

Jogjakarta Tour Packages
Yogya Tour Indonesia (www.yogyatours.com) has a good experience to provide the best tour package on regular tour package or tour package by client request for individual or by group. We offer tour packages both local tour package such as: Borobudur One day Yogyakarta Dieng Tour Package or overland tour package such as: Jogjakarta Bromo Ijen Tour Package.

Rent Car in Jogjakarta
Yogya Tour Indonesia c(www.yogyatours.com) offer you the rent car service to run the tour itineraries as mentioned as tour package use all new kind of coach and conducted by English speaking driver

Yogyakarta Bromo Ijen Tour (5 days 4 Nights)
This tour package allow you to visit tourist attractions such as Jogjakarta, visit Borobudur, visit Bromo and visit Ijen Crater before transfer to Bali. Yogyakarta Bromo Ijen Tour Itinerary is as followed:

Day 01Arrival at Yogyakarta Prambanan Temple Tour
On arrival in Yogyakarta airport pick up and Visit Prambanan the biggest and the most beautifull hindu temple in Java where we could see the Ramayan History depicting on the wall of the temple , direct transfer to hotel for overnight.

Day 02 Yogyakarta City Tour and Borobudur Temple Tour
Breakfast at hotel. Morning, proceed Yogya City Sightseeing visiting Kraton (Sultan’s Palace), Bird Market, Water Castle, Sonobudoyo Museum, Batik Home Industry and Silversmith at Kotagede with its processing and beautiful collections. Then, drive to Borobudur to admire one of the wonder worlds, Borobudur temple. On the way back to Yogya, visit Mendut and Pawon temples as well. Overnight at Santika. In the evening drive to Purawisata to have dinner and see the Ramayana Ballet Performance (as optional program)

Day 03 Yogyakarta Transfer to Bromo
Breakfast at hotel. Morning. drive to Bromo with stop at Solo visiting Mangkunegaran Palace and Triwindhu Antique Market. Then continued to Bromo for overnight at hotel in Bromo Area

Day 04 Bromo Tour and Transfer to Banyuwangi
Morning call at 03.00 AM and start BROMO TOUR at 04.00 AM to enjoy the Panoramic view of Tengger (Bromo and Semeru) and the splendid sunrise at Penanjakan the proceed to Mt. Bromo crater through the shimmering sea of sand. Breakfast at hotel. Leaving for Ijen crater via Banyuwangi

Day 05 Ijen Crater Tour and transfer to Bali
Breakfast at Guest House. Early morning depart to the whole day excursion to Mt. Ijen. Ijen Crater shows a special type of volcanic feature common to Indonesia, about 1 km in diameter and 175 meters deep. The floor is covered completely by a warm lake, milky blue green in color, held back by a dam built many years ago by the Dutch, in order to keep the hot mineral, laden water from raining for the crop lands below. Trekking down the mountain and rejoin the coach and directly drive to Ketapang, Banyuwangi, the ferry harbour, to cross to Gilimanuk harbour Bali. Three hours later you will arrive at your hotel in Kuta / Sanur / Nusa Dua area.

Inclusions
1.Hotels
– 2 Nights at Jogjakarta
– 1 Night at Bromo
– 1 Night at Banyuwangi
2. Transport with AC Van
3. All entrances fees and admission
4. Local Tour guide
5. Jeep 4×4
6   Ferry boat fees

Need assistance or buy this tour package please contact us

Panca Sradha

PENGANTAR PEMANDUAN WISATAWAN

DI CANDI PRAMBANAN ATAU CANDI-CANDI HINDU LAINYA

Makalah Ketua Bidang Pendidikan DPD HPI DIY ini sebagai materi pengantar  field study di kalangan Keluarga Besar Guide DIY, Sabtu 5/2/2011 ke situs peninggalan candi-candi kecil Merak, Ijo dan Barong  yang  tertelak di sebelah timur komplek Candi Prambanan.

Di candi Prambanan, tugas guide antara lain menerangkan siapa Brahma, Visnu dan Siwa di balik nama-nama candi di Komplek Candi yang dibangun pada abad ix tersebut. Seorang guide sering menyampaikan informasi penting ini kepada wisatawan berbeda dari keterangan guide lainya, bisa diduga disebabkan referensi yang berbeda-beda pula. Kamus yang bukan Kamus Khusus Agama Hindu sering tidak tepat mengartikan Brahma, Visnu dan Siwa seperti dimaksud di dalam keyakinan Hindu. Saya, I Made Bartha mencoba mengartikan apa itu agama hindu berdasarkan apa yang penulis yakini seperti yang termuat didalam beberapa kitab.

Kata Agama Hindu terdiri dari dua kata yaitu kata agama dan Hindu, kata agama berasal dari kata bahasa sansekerta akar katanya “gam” mendapat awalan “a” dan akhiran “a”. Awalan “ a” artinya tidak, akar kata ”gam” artinya pergi, kata gam masuk kedalam kosa kata bahasa Inggris menjadi “go” yang artinya pergi, dan akhiran “a” artinya tidak, jadi kata agama artinya” tidak pergi tidak” kalau dicari padananya sama dengan “abadi atau langgeng”. Bahasa nasional kita bahasa Indonesia mengadopsi kata agama dengan makna sebagaimana telah dimaklumi.

Hindu sebenarnya adalah nama sebuah sungai yang tercantum didalam kitab Yayur Veda yaitu ada tujuh sungai yang diyakini sebagai sungai suci di India: yaitu Gangga, Yamuna, Saiwa, Godawari, Saraswati, Narmade, Sindhu dan Kaweri. Ketika bangsa Persia masuk ke lembah sungai Sindhu disana sudah ada suku bangsa yang menetap dan sudah memiliki peradaban yang sangat tinggi yaitu bangsa Dravida. Sistem keyakinan bangsa Dravida itu disebut Hindhu oleh bangsa Arya juga bangsa Romawi, orang dravida sendiri menyebut keyakinannya ”saanatana dharma” artinya kebenaran abadi.

Didalam teologi Hindhu diyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa kalau di Bali sering di sebut Ida Shang Hyang Widhi Wase dalam bahasa aslinya bahasa sansekerta disebut“Brahman”. Kata Brahman ini kalau diterjemahkan kedalam bahasa sehari-hari artinya “dariNYA kita berasal dan kesanalah kita akan kembali”.

Selain kata Brahman, dikenal pula kata Dewa, Betara dan Sang Hyang. Dewa berasal dari “dev” bahasa sansekerta yang artinya sinar atau bersinar jadi dewa tidak sama dengan Brahman atau Tuhan yang sering rancu tersampaikannya, brahma, visnu dan siwa tidak sama dengan Brahman (brahma, visnu and siwa are not gods they are creature created by the god). Sedang betara berarti roh leluhur yang sudah diupacarai dengan pengabenan. Dan kata sang hyang bermakna roh para resi yang diyakini sangat berjasa mengembangkan agama Hindu atau tokoh yang sangat berjasa kepada masyarakat di jaman dulu sehingga dipuja sebagi tokoh suci.

Sebutan tokoh Tri Murti itu adalah Brahma,Visnu dan Siwa. Untuk informasi standar kebanyakan tersampaikan bahwa Brahma adalah dewa pencipta, Visnu adalah dewa pemelihara sedangakan Siwa adalah dewa perusak. Disini kurang pas. Siwa itu bukan dewa jahat yang pekerjaannya merusak, bukan samasekali, dewa Siwa itu adalah dewa pemralina artinya mengembalikan apa yang tercipta dipralina kembali ke asalnya

Ketiga dewa utama di candi Prambanan ini mohon dipahami tidak sama dengan Brahman atau Tuhan Yang Maha Esa. Orang Hindu disini menganalogikan Brahman itu seperti presiden di dalam sistem pemerintahan, presidenlah satu-satunya tokoh yang mempunyai otoritas penuh didalam penyelenggaraan pemerintahan sebuah Negara. Namun untuk melaksanakan semua otoritas itu, ia tidak mampu sendirian sehingga sebagian besar otoritas itu didelegasikan kepada para mentrinya. Dalam contoh urusan guide, otoritas presiden sudah didelegasikan kepada menteri parawisata. Beliaupun tidak melaksanakannya sendiri, otoritas itu didelegasikannya kepada dirjen dan seterusnya sehingga pengurusan lisensi guide cukup di kantor dinas parawisata saja. Begitulah alur berpikir orang Hindu terhadap Brahman sebagai pemilik otoritas tunggal yang absolut.

Di dalam agama hindu ada banyak sampradaya atau sekte-sekte. Di dalam sebuah kuil, mandir atau temple yang di puja hanya satu dewa saja sesuai sekte pemujanya. Konon yang paling banyak di India adalah Mandir pemujaan Dewa Siwa, Dewa Visnu, Dewa Ganesha, kuil parwati, kuil Uma, temple of Kresna, temple of Rama, temple of Anoman. Brahma tidak begitu popular di India. Sedangkan di candi prambanan, Dewa Brahma menempati posisi setinggi Siwa dan Visnu ini berarti nenek moyang kita dulu lebih luas wawasannya selain itu toleransi beragama sungguh sangat dihormati walaupun mereka menganut sekte-sekte yang berbeda namun bisa melaksanakan ritual agamanya pada waktu, hari dan tempat yang sama.

Teologi hindu menganut sistem agama yang mempercayai adanya Tuhan yang tunggal atau “monotheisme”. Ditekankan disini bahwa dewa Brahma, Visnu, Siwa itu tidak sama dengan Brahman atau Tuhan. Disebut dalam Kitab Purana bahwa hanya orang bijak yang menyampaikan tuhan itu banyak artinya kepada siapa kita sampaikan informasi itu kalau kepada petani tentu kita harus menggunakan bahasa petani kalau kita menyampaikan dengan bahasa professor perguruan tinggi tentu tidak sampai informasi kita. Nama Made dipanggil anak oleh Bapak, sedangkan istri menyapa saya dengan kata suami dan anak-anak memanggil saya dengan nama bapak. Apakah saya berarti tiga orang yang berbeda, tidak kan! Made hanya satu dengan tiga sebutan berbeda, karena ketiga orang yang berbeda itu melihat saya dari sudut pandangnya masing-masing.

Setiap agama mempunyai krangka dasarnya masing-masing begitu juga agama hindu memiliki krangka dasar yang terdiri dari: 1.TATWA (filsafat), 2. SUSILA (ethika) dan 3.UPACARA (retuil). Selain krangka dasar juga memiliki kepercayaan mutlak atau rukun iman yang terdiri dari lima kepercayaan mutlak yang disebut “Panca Sradha” yaitu: Percaya adanya Sang Hyang Widhi, Percaya adanya Atman (roh leluhur), Percaya adanya Hukum Karma Phala, Percaya adanya samsara (punarbhawa / reinkarnasi) dan Percaya adanya Moksa.

Rukun iman pertama yaitu percaya adanya Brahman atau Tuhan Yang Maha Esa. Sradha kedua adalah percaya adanya Atman, unsur kehidupan yang ada pada masing-masing individu, kalau atman itu tidak ada individu itu dikatakan meninggal, disini atman itu sama dengan jiwa. Atman itu diyakini tidak pernah mati, tidak bisa disakiti, tidak bisa dibasahi dengan air juga tidak bisa terbakar oleh api, atman abadi adanya. Orang disebut meninggal karena sang atman meninggalkan wadahnya atau badannya yang sudah tidak sesuai lagi dengan sang atman jadi seperti berganti pakaian, kalau telah usang kita berganti dengan baju baru, begitulah atman itu berganti wadah.

Sradha ketiga hukum karma phala yaitu hukum alam atau Rta yang berlaku kepada semua mahluk ciptaan Tuhan, contoh kalau dipukul pasti sakit, siapa menanam pasti memanen. Kata karma itu artinya berbuat, phala artinya buah atau hasil. Hasil karma itu apakah baik atau buruk tergantung bagaimana perbuatan itu dilaksanakan dan phala dari karma itu pasti dan hanya kembali kepada yang berkarma atau pelaku. Pribahasa Jawa anak polah bapak kepradah itu bukan ajaran karma phala.

Sradha keempat; samsara atau punarbawa (reinkarnasi) yaitu keyakinan hindu bahwa kehidupan kita sekarang ini lanjutan dari kehidupan kita sebelumnya dan akan berkelanjutan pada kehidupan mendatang. Digambarkan bahwa manusia sebagai mahluk yang paling tinggi derajatnya diantara ciptaan Tuhan akan sulit mencapai derajat itu kalau tabungan phala karma buruknya lebih banyak dari phala karma baiknya, malah akan bereinkarnasi menjadi lebih rendah. Sebaliknya menjadi mahluk yang derajatnya lebih tinggi dari manusia dalam hal ini tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui perbuatan apa phala karmanya apa, setiap umat hindu bercita-cita mencapai moksa bukan bereinkarnasi walaupun menjadi mahluk yang derajatnya lebih tinggi.

Sradha terakir yaitu moksa, yang dimaksud dengan moksa adalah berhentinya proses hokum karma phala menjadi kematian seseorang yang tidak lagi bereinkarnasi ke dunia lagi, artinya atman orang itu berhasil kembali ke Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa. Semoga tulisan ini ada mafaatnya, tentu saja masih sangat jauh dari sempurna, terimakasih. **[]

BRAVO HPI. Jogja 21 Januari 2011. barthassi@yahoo.com

Literatur Bacaan Tambahan :

  1. Titib, I Made, 2001, Teologi & Simbol-Simbol Dalam Agama Hindu, PHDI-Paramitha Surabaya, cetakan pertama Februari.
  2. Sudharta, Tjok Rai, 1997, Manusia Hindu dari Kandungan Sampai Perkawinan, Dharma Naradha.
  3. Hadiwijono, Harun, 1989,  Agama Hindu dan Budha, Gunung Mulia, Jakarta.
  4. Koentjaraningrat dkk., 2002, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Djambatan.

DAFTAR KURSUS GUIDE..

DEWAN PIMPINAN DAERAH
HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA
PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Periode 2009 – 2013)
Jln. Laksda Adi Sucipto Km 7 Yogyakarta  telpon / fax +62 274 487650. Email: info@hpi.org Blog http://www.hpijogja.wordpress.com website: www.hpijogja.org

=============================================================

PENGUMUMAN DIKLAT PEMANDU WISATA

Koperasi HPI DIY bekerjasama dengan Training Center HPI mengadakan 3 bulan Diklat Pemandu Wisata. On Job Training dilaksanakan kerjasama dengan Travel Agent, PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko dan destinasi wisata lain sesuai minat bahasa peserta. Beaya sebesar Rp 2.5 juta termasuk Tutorial, Makalah, Sertifikat HPI dan beaya praktek (OJT) di lapangan.

Kurikulum pendidikan terdiri dari praksis teknik guiding sesuai ketentuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan rincian Materi-materi Pelajaran berikut, yaitu:

Kategori No Materi Pelajaran Jam / 110
Materi Umum 1. Kapita Selekta Pramuwisata 4
2. Sejarah Kebudayaan 12
3. Seni dan Kerajinan 12
4 Flora Fauna 6
5 Lands & People 6
Materi Khusus 6 Guiding Technique (Teori) 12
7 Geografi Pariwisata / Paket Wisata 10
8 Kepabeanan (Imigrasi, Bea Cukai, Karantina) 6
9 Kepemimpinan dan Organisasi Pariwisata 6
10 Dokumen Perjalanan Wisata 6
Materi Penunjang 11 Table Manner 4
12 Etiquette & Protokoler 4
13 PPPK, SAR & Sitem Pengamanan Wisatawan 4
14 Teknik Penulisan & Presentasi 8
Materi Uji Praktek 15 Public Speaking di Lapangan Guiding 10

Komposisi materi kurikulum 40% teori Pemanduan Wisata mix, 60% praktek dan simulasi guiding, dipandu tenaga Instruktur Assesor Guide HPI hingga diharap Peserta Kursus kompeten dan professional sebagai sosok Pramuwisata. Lembaga Diklat tidak menjamin urusan kerja, namun Peserta berhak memperoleh lisensi Pramuwisata Muda dari Dinas Pariwisata agar bisa bersaing di dunia kerja kepemanduan.

Syarat pendaftaran:

  1. Menyerahkan Surat Keterangan Sehat dari Dokter
  2. Pendidikan minimal tamat SMU / sederajat.
  3. Diutamakan menguasai salah satu bahasa asing.
  4. Menyerahkan FC Ijazah terakhir yang dilegalisir.
  5. Pas foto berwarna 2×3, 3×4 dan 4×6, masing-masing 3 (tiga) lembar.
  6. Mengisi formulir pendaftaran.
  7. Melunasi beaya Rp 2.5 juta sebelum Kursus dimulai. Pelunasan (bisa diangsur tiga kali) ke Sekretariat atau mengirimkan bukti transfer ke Bendahara HPI di BRI Unit Pandeyan Yogyakarta a.n. Sdri Rudatin Murniati nomer rek. 3006-01016337-535.

Sekretariat: DPD HPI DIY Jln. Adi Sucipto Km.7 Maguwoharjo Yogyakarta (ex. Kantor Wilayah Pariwisata) telp 0274-487650 email klik disini, pada hari kerja mulai 2 November 2010 hingga batas akhir 22 September 2011. Kursus Angkatan II dimulai Senin tgl 01 Oktober 2011 seminggu setelah pendaftaran ditutup, bertempat di Ruang Kelas ’TC-HPI’ Jln. Laksda Adi Sucipto Km 7 Yogyakarta. Jangan lewatkan kesempatan ini. ***