Arsip Tag: borobudur

Candi Buddha di Jawa Tengah

Borobudur and Prambanan Tour from Semarang Port

Borobudur Prambanan Tour
is Semarang shore excursions to visit both Borobudur Temple the world’s biggest Buddhist ancient monument built at 8th century and Prambanan Temple the most biggest Hindu temples complex in central Java built at 9th century from Semarang Port. Borobudur Prambanan Tour Package only suggested if your ship stay longer at Semarang Port with departure after 19.00… further information http://semarangtour.com/borobudur-and-prambanan-tour-from-semarang-port.htm

Iklan

BOROBUDUR RENT CAR provide Rent Car From Jogjakarta to Borobudur

Get the rent car from Jogjakarta to Borobudur ?

BOROBUDUR RENT CAR  (www.borobudurrentcar.com ) provide the rent car from Jogjakarta to Borobudur For Borobudur One Day Tour, rent car for Borobudur Sunrise tour , rent car for  Borobudur Prambanan Tour, rent car for Transfer from Airport to Hotel in Borobudur, from Hotel in Borobudur to Jogjakarta Aiprort  Get the best service for Borobudur Rent car further information —>

Harga Tiket Borobudur Sunrise Tour

DSCN0683
Ingin mengunjungi candi Borobudur pada saat yang paling indah ?

Coba datanglah ke candi Borobudur pada saat matahari terbit. Alasan mengapa mesti ke Borobudur pada saat pagi hari adalah
1. Udara disekitar candi masih dingin
2. Letak matahari masih sangat rendah sehingga memungkinkan untuk membuat foto dengan pencahayaan yang sangat kotras den berwarna
3. Balum banyak pengunjung
Akan tetapi untuk menikmati keindahan Borobudur  disaat matahari terbit kita harus berangkat dari Jogjakarta ke Borobudur dari hotel pada pukul 03.30 karena perjalanan memerlukan waktu 1 jam.

Ingin menikmati Borobudur Sunrise ? Sebelum memutuskan untuk  mengambil tour ini ada disarankan untuk memimbang karena  dengan  budged yang anda siapkan  untuk membeli tiket masuk.  Informasi terbaru harga tiket masuk Borobudur sunrise adalah:
1. Wisatawan Domestik: RP 230.000
2. Anak-anak Domestik: RP 125.000

Untuk sebagaian orang Indonesia  harga tersebut  dianggap tidak masuk akal  untiuk ukuran mereka padahal harga di atas adalah sangat murah mengingat Borobudur adalah  mahakarya  terbesar bangsa Indonesia menjadi  satu dari tempat exotis di dunia  sekelas dengan Piramid di Mesir ataupun Tour Eiffel di Paris. sehingga artis Holywood seperti Julia Robert sampai dengan Zack Zuckerberg pemilik Facebook pun sampai tertarik datang ke Borobudur untuk menikmati matahari terbit.

Sayangnya memang ada sebagian orang kita yang membuat comment  tiket mahal borobudur sunrise mahal, mereka adalah orang-orang yang tidak punya apresiasi dengan mahakarya bangsa indonesia, mereka lupa kalau ke mall, membeli 1 loyang Pizza dengan harga RP 300.000 tidak pernah komplain.

Yogya Tour Indonesia

You seek an reliable tour operator and travel service in Jogjakarta ?

Yogya Tours Indonesia (www.yogyatours.com) is very recommended tour operator and travels service  located in Jogjakarta  for you to visit the tourist objects in Jogjakarta  Yogya Tours Indonesia is a travel shop offering the tour service to visit Jogjakarta such as:

Jogjakarta Tour Packages
Yogya Tour Indonesia (www.yogyatours.com) has a good experience to provide the best tour package on regular tour package or tour package by client request for individual or by group. We offer tour packages both local tour package such as: Borobudur One day Yogyakarta Dieng Tour Package or overland tour package such as: Jogjakarta Bromo Ijen Tour Package.

Rent Car in Jogjakarta
Yogya Tour Indonesia c(www.yogyatours.com) offer you the rent car service to run the tour itineraries as mentioned as tour package use all new kind of coach and conducted by English speaking driver

Yogyakarta Bromo Ijen Tour (5 days 4 Nights)
This tour package allow you to visit tourist attractions such as Jogjakarta, visit Borobudur, visit Bromo and visit Ijen Crater before transfer to Bali. Yogyakarta Bromo Ijen Tour Itinerary is as followed:

Day 01Arrival at Yogyakarta Prambanan Temple Tour
On arrival in Yogyakarta airport pick up and Visit Prambanan the biggest and the most beautifull hindu temple in Java where we could see the Ramayan History depicting on the wall of the temple , direct transfer to hotel for overnight.

Day 02 Yogyakarta City Tour and Borobudur Temple Tour
Breakfast at hotel. Morning, proceed Yogya City Sightseeing visiting Kraton (Sultan’s Palace), Bird Market, Water Castle, Sonobudoyo Museum, Batik Home Industry and Silversmith at Kotagede with its processing and beautiful collections. Then, drive to Borobudur to admire one of the wonder worlds, Borobudur temple. On the way back to Yogya, visit Mendut and Pawon temples as well. Overnight at Santika. In the evening drive to Purawisata to have dinner and see the Ramayana Ballet Performance (as optional program)

Day 03 Yogyakarta Transfer to Bromo
Breakfast at hotel. Morning. drive to Bromo with stop at Solo visiting Mangkunegaran Palace and Triwindhu Antique Market. Then continued to Bromo for overnight at hotel in Bromo Area

Day 04 Bromo Tour and Transfer to Banyuwangi
Morning call at 03.00 AM and start BROMO TOUR at 04.00 AM to enjoy the Panoramic view of Tengger (Bromo and Semeru) and the splendid sunrise at Penanjakan the proceed to Mt. Bromo crater through the shimmering sea of sand. Breakfast at hotel. Leaving for Ijen crater via Banyuwangi

Day 05 Ijen Crater Tour and transfer to Bali
Breakfast at Guest House. Early morning depart to the whole day excursion to Mt. Ijen. Ijen Crater shows a special type of volcanic feature common to Indonesia, about 1 km in diameter and 175 meters deep. The floor is covered completely by a warm lake, milky blue green in color, held back by a dam built many years ago by the Dutch, in order to keep the hot mineral, laden water from raining for the crop lands below. Trekking down the mountain and rejoin the coach and directly drive to Ketapang, Banyuwangi, the ferry harbour, to cross to Gilimanuk harbour Bali. Three hours later you will arrive at your hotel in Kuta / Sanur / Nusa Dua area.

Inclusions
1.Hotels
– 2 Nights at Jogjakarta
– 1 Night at Bromo
– 1 Night at Banyuwangi
2. Transport with AC Van
3. All entrances fees and admission
4. Local Tour guide
5. Jeep 4×4
6   Ferry boat fees

Need assistance or buy this tour package please contact us

Visiting Borobudur From Semarang

Visit BorobudurBorobudur temple is a biggest Buddhist temple in the world built at 8th century by Sanjaya Dynasty  located in central Java of Indonesia, Borobudur means Monastery on the hill as the temple built on the hill. This temple compound by 10 levels that symbolize the spiritual life in Buddhism. Visit Borobudur is the “must do” shore excursions or tour package very suggested during your ship docking at Tanjung Emas semarang Port.

Proudly introducing Borobudur Holiday (Tour Operator and Travel Service) a local tour operator and travel service located  in Jogjakarta, has very good experiences to provide tour package for  individual or your group to visit Borobudur Temple the biggest monument Buddhist in the world from Tanjung Emas Semarang Port. Borobudur Holiday offers Borobudur  tour for individual or for group tour on request (customized tour package).

Herewith we inform you tour itinerary of One Day Borobudur Tour Package from Semarang Port as followed;

08.00
The ship docking at “Tanjung Mas” Semarang Port/pier.
08.30
Meeting service with tour guide and depart to Borobudur Temple pass through the bustling route, see the countryside a long the route
10.30
Arrive at the Borobudur Temple, visiting the temple and learning the story of Buddha Gautama story on the relief depicting on walls of Borobudur Temple (on walk), the magnificent panoramic view around of Borobudur temple
12.30
The lunch time at local restaurant or Use your rest of your time to visit handicrafts home industry.
13.30 stop in Ambarawa (if the time permit) for coffee plantations or the old locomotive museum at Ambarawa where there are 21 old steam trains in the museum and mostly production of Esslingen, Henschel, Hartmann Chemnitz [Germany] and operated by Dutch in Indonesia.
14.00
Go back to Semarang Port to rejoin your ship
16.00
Arrive Tanjung Mas Semarang Port

You need professional assistance for your self or for your group to visit Borobudur from Semarang Port, please contact by click here !

Jejak Astronomis di Candi Borobudur

Jejak Astronomis di Candi Borobudur

Kemegahan Candi Borobudur (satellite view coordinate 7°36’28″S 110°12’13″E) tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangun nenek moyang bangsa Indonesia yang mengagumkan.

Penempatan stupa terawang maupun relief di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan alias astronomi.

Penelitian selama 2,5 tahun yang dilakukan Tim Arkeo-astronomi Borobudur, Institut Teknologi Bandung, menunjukkan, stupa utama candi Buddha terbesar di dunia itu berfungsi sebagai gnomon (alat penanda waktu) yang memanfaatkan bayangan sinar Matahari.

Stupa utama yang merupakan stupa terbesar terletak di pusat candi ada di tingkat sepuluh (tertinggi). Stupa utama dikelilingi 72 stupa terawang yang membentuk lintasan lingkaran di tingkat 7, 8, dan 9. Bentuk dasar ketiga tingkat itu plus tingkat 10 adalah lingkaran, bukan persegi empat sama sisi seperti bentuk dasar pada tingkat 1 hingga tingkat 6. Jumlah stupa terawang pada tingkat 7, 8, dan 9 secara berurutan adalah 32 stupa, 24 stupa, dan 16 stupa.Jarak antar stupa diketahui tidak persis sama. Pengaturan jumlah dan jarak antar stupa diduga memiliki tujuan atau makna tertentu.

“Jatuhnya bayangan stupa utama pada puncak stupa terawang tertentu pada tingkatan tertentu menunjukkan awal musim atau mangsa tertentu sesuai Pránatamangsa (sistem perhitungan musim Jawa),” kata Ketua Tim Arkeoastronomi ITB Irma Indriana Hariawang di Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Tim beranggotakan satu dosen dan empat mahasiswa Astronomi ITB, satu mahasiswa Matematika ITB, dan seorang peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Temuan mereka dimuat dalam prosiding 7 International Conference on Oriental Astronomy di Tokyo, Jepang, pada September 2010.

Sebelum korelasi antara bayangan stupa utama dan stupa terawang diketahui, tim terlebih dahulu menentukan bayangan lurus stupa utama saat Matahari berada di garis khatulistiwa (garis nol pada grafik lintasan awal musim). Pada saat itu Matahari terbit tepat di titik timur garis dan terbenam tepat di titik barat garis.

Hasil ini menunjukkan posisi Borobudur sesuai arah mata angin. Arah utara-selatan menunjuk posisi kutub utara Bumi dan kutub selatan Bumi, bukan utara-selatan kutub magnet Bumi. Posisi itu ditentukan tanpa bantuan alat penentu posisi global (GPS).

Dosen Astronomi ITB yang juga anggota Tim Arkeoastronomi Borobudur ITB, Ferry M Simatupang mengatakan, sekitar tahun 800 masehi saat Borobudur dibangun, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mampu menentukan arah utara-selatan dengan benar menggunakan teknik bayangan Matahari.

Cara paling sederhana menentukan arah utara-selatan secara benar adalah menandai bayang-bayang gnomon (jam matahari sederhana) pada lingkaran simetris. Jika bayang-bayang gnomon pada dua sisi lingkaran yang berseberangan dihubungkan, menunjukkan arah timur-barat dengan benar. Garis yang tegak lurus dengan garis timur-barat dengan benar adalah garis utara-selatan yang juga benar. ”Fakta bayangan stupa utama Borobudur sebagai penanda awal musim dalam Pránatamangsa baru temuan awal penelitian, masih banyak penelitian-penelitian lanjutan yang harus dilakukan,” katanya.

Menurut Simatupang, tim akan meneliti hubungan bayangan stupa utama dengan stupa terawang dalam tiga dimensi. Hasil ini akan menajamkan garis awal musim yang sudah diperoleh dari citra dua dimensi. Saat ini citra tiga dimensi Borobudur sedang dikerjakan oleh pengelola Candi Borobudur. Tim juga berencana melihat apakah posisi stupa atau bayangan stupa memiliki hubungan dengan prediksi gerhana Matahari atau gerhana Bulan.

Konfigurasi situs megalitik umumnya memiliki kaitan dengan penentuan waktu, baik kalender maupun prediksi gerhana. Selain itu, tim juga berencana mengetahui tahun tepat Borobudur didirikan berdasarkan struktur asli Borobudur. Struktur Borobudur saat ini merupakan hasil rekonstruksi beberapa kali yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda maupun Pemerintah Indonesia atas bantuan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (Unesco).

Saat ditemukan tahun 1800 oleh tim yang dipimpin Sir Thomas Stamford Raffles dari Inggris, Borobudur hanya berupa puing-puing. Namun, penelitian ini tidak mudah. Penelitian arkeo-astronomi masih baru di Indonesia. Aspek astronomis dalam candi Buddha juga jarang ditemukan.Ahli dan literatur yang ada pun terbatas. Kerja sama antara astronom dan arkeolog perlu dilakukan untuk lebih memperlancar penelitian.

Pengetahuan astronomi

Sejumlah relief di Candi Borobudur juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam penguasaan ilmu perbintangan. Hal itu, menurut Irma, salah satunya ditunjukkan dengan gambar perahu-perahu pelaut berbagai ukuran di dinding candi.

Gambar perahu itu menunjukkan mereka adalah bangsa pelaut. Untuk mampu mengarungi lautan, dibutuhkan kemampuan navigasi (menentukan arah) yang panduan utamanya bintang-bintang di langit.

Kapal Borobudur, Samudera Raksa sedang berlayar di Tanjung Priok, Jakarta (2003). dalam Ekspedisi Cinnamon. Dari Jawa hingga ke Accra, Ghana di pantai barat benua Afrika, membuktikan bahwa hal tersebut memang terjadi bagi kapal tradisional dengan cadik ganda persis seperti awal abad 8 Masehi yang tergambar pada relief di Candi Borobudur. Namun sebelumya terlebih dahulu akan berlayar ke Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) di Afrika Selatan kemudian barulah ke Accra di Afrika Barat. Beberapa saintis percaya kapal ini dibuat oleh orang Indo-Melayu kuno. Replika modern kapal layar cadik ganda Samudera Raksa relief dari Borobudur tiba di Durban, Afrika Selatan pada tanggal 1 Desember 2003 sebelum melanjutkan perjalanan ke Accra, Ghana di Afrika timur (2003—2004). Kapal layar cadik ganda asal Indonesia abad ke-8 dahulunya memiliki misi menjalin hubungan dagangan antara Indonesia – Afrika melalui “Rute Cinnamon” yang ditempuh pedagang Indonesia dari dan ke Afrika. Kapal sepanjang 15m ini dibangun dengan metode tradisional yang didasarkan pada desain yang sama dari ukiran relief di Candi Borobudur.

Salah satu bintang yang menjadi penunjuk arah adalah bintang Polaris (Ursae Minoris / Alpha Ursae Minoris) kadang disebut juga sebagai Bintang Kutub Utara.

Polaris adalah bintang paling terang di rasi Ursa Minor. Bintang ini terletak sangat dekat dengan kutub langit utara atau bintang yang terletak tepat di atas kutub utara Bumi hingga disebut sebagai Bintang Utara.

Polaris alpha ursae minoris (Bintang utara)

Polaris menjadi acuan arah utara bangsa-bangsa di belahan Bumi utara. Nama bintang ini banyak disebut dalam sejumlah manuskrip umat Buddha.

Sebelum tahun 800, Polaris dapat dilihat dari Nusantara di sekitar Borobudur. Bintang terang ini mudah diamati karena hanya bergerak di sekitar horizon (ufuk langit).

Namun, sejak tahun 800 hingga kini, posisi Polaris semakin di bawah horizon akibat gerak presesi (gerak Bumi pada sumbunya sambil beredar mengelilingi Matahari) sehingga Bintang Utara tidak mungkin lagi dilihat dari Nusantara.

Karena Polaris tak bisa diamati, pelaut mencari bintang penanda utara lain, yaitu rasi Ursa Mayor (Beruang Besar). Jika dua bintang paling terang dalam rasi ini, yaitu Dubhe dan Merak, ditarik garis lurus, akan mengarah ke Polaris. Hal ini membuat Ursa Mayor menjadi penanda arah utara lain.

Tampak pada relief Borobudur diatas, bintang Ursa Mayor (7 buah bulatan ditengah bagian atas) diapit oleh bulan sabit (kiri) dan matahari (kanan)

Pentingnya rasi Ursa Mayor (koordinat 11j 18m 46d, +50° 43′ 16?) bagi masyarakat saat itu ditunjukkan oleh gambar relief bulatan-bulatan kecil pada tingkat ke-4 Borobudur di sisi utara. Tujuh bulatan kecil itu diapit oleh lingkaran besar yang diduga Matahari dan bulan sabit yang dipastikan simbol bulan.

Dari Bumi, Ursa Mayor terlihat sebagai tujuh bintang terang. Nama Dubhe dan Merak berasal dari bahasa Arab.

Dubhe dari frasa thahr al dubb al akbar (punggung beruang besar), sedangkan Merak dari kata al marakk yang artinya pinggang karena posisinya di pinggang beruang.

Irma menambahkan, selain Ursa Mayor, tujuh bulatan itu diduga sebagai Pleiades (tujuh bidadari). Masyarakat Jawa mengenal kluster bintang terbuka ini sebagai Lintang Kartika. Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta krttikã yang menunjuk kluster bintang yang sama.

Peta rasi bintang Ursa Major

Kluster (kumpulan) bintang ini populer di Jawa karena kemunculannya menjadi penanda dimulainya waktu tanam.

Dugaan tujuh bulatan itu adalah Pleiades muncul karena hampir semua bangsa memiliki kesan mendalam dengan kluster bintang ini.

Bangsa Jepang menyebutnya sebagai Subaru, sedangkan masyarakat Timur Tengah menamainya Thuraya.

Namun, jika diamati dari Borobudur, posisi Tujuh Bidadari ini di dekat arah timur benar saat terbit dan di dekat arah barat benar saat terbenam. Posisi kluster ini tidak cocok dengan letak tujuh bulatan di dinding utara Borobudur.

”Kecil kemungkinan tujuh bulatan itu adalah Pleiades, melainkan Ursa Mayor karena posisinya menghadap penanda arah utara,” kata Irma.

Sumber: http://indocropcircles.wordpress.com/2011/05/25/jejak-astronomis-di-borobudur

Dalang ora kurang lakon

DALANG  ORA  KURANG  LAKON

Bagi pelaku  wisata di tanah air, khususnya di pulau jawa, bulan bulan Juli – Agustus, pasti akan mengalami kurang tidur , dikarenakan bulan bulan musim panas di Eropa, akan membuat pulau tercinta dibanjiri Pendatang bule selama masa  peak season ini.

Kunjungan tamu asing yang akan melimpah ruah, selalu saja akan terjadi , bersamaan dengan masa liburan mereka, meskipun, mereka juga akan tetap kita temui di Low season, sepeti bulan bulan Nov – Maret.
Kami menyebut, aktivitas  mengorganisir kegiatan liburan mereka di pulau Jawa, sejak dari kedatangan di pintu masuk internasional ( airport ) , menyiapkan akomodasi , transport, paket wisata , sampai dengan mengantar mereka kembali ke pintu keluar ( airport ), dgn satu istilah untuk memudahkan diingat ; MOVEMENT ! ya , pergerakan, dimana pergerakan mereka juga akan  sangat bervariasi, ada yang hanya bergerak selama 2 hari , atau 5 hari.
Satu istilah yang sangat menggairahkan : BERGERAK !!
Dalam artian, mereka , tamu tamu terhormat itu, akan juga menggerakkan semua lini yang menjadi cakupan kerja kita !, menggerakkan  roda kendaraan, menggerakkan  tukang masak di hotel , menggerakkan  Tour Guide ( bangun pagi, memandu tour , sampai menyelesaikan rangkaian paket wisata yang menjadi tanggung jawab Tour Guide ybs ).
Pendek kata , kedatangan mereka akan menggerakkan perekonomian di tanah air tercinta.

Selama kurun waktu Juli – Agustus itu, VS mendapat reservasi sekitar 50 an ( limapuluhan ) pergerakan, dalam berbagai varian, seperti yang disebut diatas, ada yang 2 hari, 7 hari, terpanjang adalah 30 hari ( kunjungan keluarga SIEGERS , Indo belanda di java Bali dari 1 – 30 Juli ), bahkan ada yang hanya 1 hari ( TRANSIT ), seperti biasa, yang dilakukan wisatawan jepang ( Family  TAKESHI  HASEDA , 4 orang , hanya 11 jam berada di Jogja untuk kunjungan singkat ke Borobudur dan Prambanan ).
Agak menarik, grup BHIKSU dari Thailand  sebanyak 21 orang,( salah satunya adalah MONK tertinggi ke-3 di Thailand ) , yang melakukan sembahyangan di Borobudur , mereka menginap di Sheraton selama 2 malam.

Seperti halnya tahun tahun sebelumnya, selalu saja ada kunjungan yang fenomenal, dalam arti menantang untuk ( harus ) kita penuhi, apa yang menjadi keinginan Wisatawan tersebut.

Adalah Mr.EVANGELOS , berkebangsaan Yunani , seperti kita ketahui bersama, Yunani ( Greeceland ) , memang sedang gonjang ganjing saat ini, tetapi, dalam satu Negara , tentu ada segelintir orang orang yang memiliki uang berlebih, dimanapun , semlarat apapun Negara tersebut.

Kita tidak perlu serakah, dengan berharap,mendapat ribuan tamu, VS hanya berharap beberapa gelintir saja , tidak perlu (terlalu ) banyak, mengingat keterbatasan cakupan ( coverages ) yang mereka inginkan, lebih baik, mendapat kesempatan 2 atau 3 Wisatawan, tetapi semua bisa  confirm ( pemesanan hotel, tiket pesawat , dll ), daripada mendapat ratusan tamu, tetapi tidak ada satupun yg confirm, kembali lagi dikarenakan keterbatasan fasilitas wisatawan yang tersedia di Pulau kita.

Mr. Evangelos , adalah suatu keistimewaan.
Bahkan kiriman email dari beliau baru terbaca setelah mengendap selama 1 bulan di junkmail. Dengan rasa pesimis diawal, VS meluangkan  waktu untuk membalas emailnya. 2 hari kemudian mendapat jawaban : Bahwa dia pun menerima balasan email VS di  junkmail inbox !
Yang menarik adalah, belum ada Tour operator / agen / sub agen tours, yang sanggup memenuhi keinginan beliau.
VS tidak pernah berkata TIDAK terhadap keinginan sang tamu, sepanjang semua keinginan mereka masih dalam batas etika timur.
Apa sebenarnya yang diinginkan oleh seorang Mr.Evangelos, yang rencana hanya akan datang sendirian ! beliau sudah 4 kali berkunjung ke tanah air, masing masing menjelajah Papua, Sulawesi, Kalimantan dan Bali.
Jawa…………..?? pernah sekali numpang lewat, karena pesawatnya harus transit ( dalam perjalanan ke  Australia, katanya sekian tahun silam )
Beliau berusia  sekitar 55 tahunan, msh sangat energik.

VS, cukup cerdik, memulai conversation, yang akan membawa Mr. Evangelos , ke irama permainan korespondensi ala VS , A la carte Specialist.
Pepatah  Belanda mengatakan : LIEFDE  GAAT  DOOR  DE MAAG , Cinta itu datang dari perut ( lambung )

Mendengar beliau sdh 4 x berkunjung ke Indonesia, VS tidak mau kalah .
VS juga pernah 2 x berkunjung ke yunani, diantaranya ke Pireaus dan Athena, kukatakan juga pada beliau, bahwa VS pernah menjumpai 2 kota dgn nama Athena di belahan dunia yang lain , masing masing kota ATHEN  di Negara bagian Georgia, dan Negara bagian Ohio, sangat kebetulan sekali, mungkin, 2 yang disebut berada di USA, dan dua duanya adalah kota pelajar ( universitas ), ya Amerika sering meminjam nama kota di Eropa, barangkali karena luasnya benua yang mmenjadi satu Negara itu, sehingga, mereka kehabisan nama, ada nama belanda di new York ( HAARLEM, MANHATTAN , dan Nieuw York sendiri ), juga nama Inggris, seperti BIRMINGHAM , itu kota terbesar di Negara bagian ALABAMA, kota dagang yang diapit bukit, berarti berada di lembah yang molek, sementara ibukotanya sendiri berada di kota Montgomery,  dan juga kota tua di tepi laut Baltik, yang dulu bernama LENINGRAD ( eks ibukota Rusia sebelum berpindah ke Moscow ), , kota itu kini bernama St.Petersburg, dan kita akan menemukan nama kota yang sama , di Negara bagian Florida ( tepatnya di pantai sisi kiri, di atas kota Tampa, Orlando, dan di bawah ibukota Negara bagian Florida, yang bernama Tallahase , di sisi utara )

Kembali ke pepatah Belanda diatas, untuk memulai pembicaraan yang kian akrab , VS menceritakan , bahwa VS pernah berteman dengan orang asli Athen, yang bernama SPYROS , dan Spyros selalu memberi VS makanan  khas Yunani, bernama BAKLAVA  dan satu nama lagi yang masih VS ingat : DOLMADAKIA , ya , nama makanan yang sangat popular di Yunani.

Seusai membaca email dengan menyebut 2 makanan khas diatas, inilah jawaban seorang Mr. EVENGELOS :
Hi Antonie Van Suryo,   It seems you are a fan of my country, as I am of yours.

Dolmadakia, it is. Rolls of vine leaves filled with chopped meat and rice, white lemon creamy sauce.  As is Souvlaki (pieces of meat on a skewer), Mousaka (layered eggplant, chopped meat, white bechamel cream, baked), Greek salad with feta cheese, etc

 Just a few words about preferred ceremonies, not excluding whatever you might additionally propose:
Wayang golek,  Wayang kulit, Debus performances, Ram fighting, Jaipongan KUDA LUMPING, Seblang Bakungan, Kebo-Keboan, etc. in Java.

Please have a look at the attached youtube clips. They seem ….delicious(!)

Ya, to make the long stories short, akhirnya, Evangelos, menanyakan keseriusan VS mengorganize private tour dari 9 – 22 agustus 2011 di Jawa dan Bali, dengan TINGKAT KESULITAN TINGGI.

Betapa tidak ? dan kesulitan kesulitan tersebut, yang membuat belum ada sebuah tour operator di tanah air, yang  menyanggupinya,  setidaknya sampai dengan pertengahan bulan Juli.

Dan dengan keberanian yang luar biasa, VS menyatakan : SANGGUP !

Sebenarnya, apa yang diinginkan beliau :
pendek kata : memotret event event yang sudah mulai langka di seantero pulau jawa dan Bali, ritual keagamaan, dan hal hal yang agak berbau mistis.
Sederetan event ditulis dengan sangat detail, seperti SELIKURAN di Jogja, Kuda Lumping , Kebo keboan, KESADA di Bromo , SEBLANG di ujung timur pulau Jawa, REYOK,  lintang ngalih di daerah Wonosobo, tentu juga Debus di  Banten, dan tidak lupa tentu , Ngaben , odalan, dan Pangkur Gigi di Bali.

Permasalahannya adalah : Upacara tradisional tadi, hanya akan kita temui, bersamaan dengan  aktivitas  keluarga yang sedang punya  hajatan.
Padahal, waktu sudah dipatok oleh beliau, antara tanggal 9 – 22 aug 2011, dimana kita tahu, periode itu adalah saat berlangsungnya   bulan Ramadhan di pulau jawa, dan kita semua tahu, TIDAK  ADA ORANG  JAWA YANG  MENGADAKAN  HAJATAN di bulan suci ramadhan ini.
Kenyataan inipun, sangat VS sadari, tetapi, kalau VS bilang tidak ada ceremony ??? ya, Mr EVANGELOS tidak akan pernah menyambangi Indonesia
Liburan beliau yang  juga hanya akan terjadi dalam musim panas, akan dia habiskan di India, atau AFrika Selatan, atau ke Chile / Bolivia disana, mencari voodod, mungkin??

Maka, untuk (setidaknya ) membuat dia mau berkunjung ke Jawa, VS harus bilang : ADA !!!!!!!

Mendengar kesanggupan VS, beliau, si calon tamu agung, sangat bergembira, tentunya. VS bergerak cepat , semua pihak yang pernah berkorelasi dgn VS di ke-2 pulau VS kontak.

Untuk daerah jawa tengah dan jawa timur, sepertinya tidak akan ada masalah, tetapi di BALI ??? , dealing dengan orang kulit putih, utamanya, segala sesuatunya harus JELAS , waktu tempat dan aktivitas yang kita presentasikan.
Untuk itu, VS khusus, membayar kurir di bali, untuk menelusuri seluk beluk segala macam upacara keagamaan yang akan terjadi dalam periode tersebut.

Cukup rumit, tetapi, dengan ketelatenan dan kesabaran , akhirnya, untuk BALI, masih OK , begitu survey awal, VS sadar, bali masih sangat reliius, tidak akan menjadi kesulitan berarti, untuk mendapatkan upacara ngaben, SABUNG  AYAM , Odalan, dll. Yang agak bertabrakan dengan Ngaben ( kremasi besar di Ubud ) adalah upacara Pangkur Gigi ( diadakan menjelang pernikahan seseorang ), karena waktunya bersamaan dengan Ngaben besar di Ubud.
Dengan berkelakar, VS berpesan pada My Boy di Bali, “ KALAU TIDAK  ADA PANGKUR  GIGI,  YA  GIGI SAMPEAN SAJA YANG DIPANGKUR”

Ya, untuk porsi Bali , akhirnya tersusun event yang sangat kronologis dan menarik.
Giliran Jawa ???
Kembali lagi ke bulan ramadhan , disitulah penyebab utama mengapa tidak ada upacara traditional yang aneh aneh.

Tetapi, Bukan VS kalau menyerah di ronde pertama.
Apabila secara natural , kegiatan dimaksud tidak ada,,  ya harus kita rekayasa , supaya ADA !

Nah, hal inilah yang sebenarnya menjadi tantangan VS. Dan seni dari menjual produk wisata semacam ini adalah ; Tingkat kesulitan dimana dan bagaimana kita menemukan atraksi yang mulai langka itu?

VS sempat dibuat  stress juga karenanya, untuk mencari pertunjukan  Kuda Lumping saja, VS perlu mengadakan survey di 4 kabupaten, Dari Wonosobo, temanggung , kabupaten magelang dan terakhir di kabupaten Sleman.

Jawaban mereka sama : TIDAK  MAU MENGADAKAN PERTUNJUKAN   SELAMA  BULAN RAMADHAN

Cukup masuk akal, karena mereka harus puasa. Sementara salah satu yang membatalkan puasa adalah HILANG  AKAL, ya kita tahu, bahwa pemain jatilan akan mengalami TRANCE , yang mmembuat mereka kehilangan akal ( untuk sementara ).

Setelah bertanya kesana kemari, termasuk inspeksi ke rumah pak Lurah Bugisan, di utara candi Sewu, yang mengoperasikan grup jatilan, jangankan mendapatkan jawaban akan bisa tidaknya diselenggarakan pertunjukan Jatilan, bahkan keluar rumah pun tidak, saat VS berkunjung ke rumah pak Lurah.

Sesulit itukah ?

VS, mampir ke rumah mertua, yang saat itu sedang istirahat siang, maklum bulan puasa , saat itu adalah puasa hari ke -4.
VS bertemu kakak ipar, guru matematika di Madrasah milik Pemerintah.
VS sedikit berkeluh kesah, susah mencari jatilan.
Kakak ipar menjawab : sudah dicoba di desa DOMPYONGAN ??
Dimana itu ? di sisi selatan gunung Merapi, utara pabrik gula Gondang ( pabrik peninggalan HVA = Handels vereneging van Amsterdam, dibangun thn 1860, dan saat ini masih berproduksi dengan menggunakan STOOM MACHINE , mesin uap , belanda memang hebat )

Dengan diantar kakak ipar, kesanalah VS pergi.
Bila ada kemauan, pasti ada jalan ! Pucuk dicinta ulampun tiba.
Masyarakat di desa itu, kebanyakan menganut aliran Abangan , ya di sisi / lereng gunung, masih banyak kita temui etnis jawa tradisional bergaya abangan, sangat menarik : mereka juga memiliki grup jatilan, dan siap mengadakan pertunjukan sewaktu waktu.
VS sempat memutar cuplikan video Youtube yang disertakan Mr.Evangelos,dalam lampiran emailnya,  yang diinginkan beliau adalah atraksi jatilan, yang diantaranya , si Penari harus mau makan ayam hidup hidup, maka beliau menggaris bawahi : that was delicious ! selain itu, si penari, harus bias memanjat pohon kelapa, kemudian turun dengan posisi kepala dibawah !!

Dan hal ini pula yang VS garis bawahi, bahwa salah satu atraksi harus ada adegan makan ayam hidup, plus, menaiki pohon kelapa, memetik buah kelapa, dan menuruni pohon kelapa dengan posisi kepala dibawah !! sangat atraktif !!

Semua syarat mereka sanggupi, dan pagelaran akan dibagi dalam 4 sessions, kategori, anak , remaja dewasa dan pemain senior.

Dengan cara yang sama, VS mendapatkan grup reyok ponorogo, kawan VS dari divisi Jepang, Mas Harjito ( lulusan Sastra Prancis UGM, tetapi lebih suka menjadi anggota divisi jepang), yang asli dari ponorogo, karena alas an hobby, memiliki peralatan Reyok lengkap ( termasuk dadak merak seberat 35 kg )
Permasalahannya adalah : TIDAK  ADA PEMAINNYA !!!

Tidak Ada pemain reyok professional yang hanya menggantungkan hidupnya dari bermain reyok, itu sebabnya mereka bertebaran di seantero kota dengan bekerja di berbagai macam bidang. Ada yang jadi karyawan fotokopi, ada juga yang jadi Satpam Bank , pegawai di restoran Pramusaji, sampai penunggu kost mahasiswa.
Dengan bantuan mas Jito, VS beerhasil mengumpulkan mereka di suatu malam, untuk kemudian kami berunding tentang seluk beluk pagelaran dadakan ini. Intinya mereka menyanggupi dengan satu catatan, apabila mereka sudah menyelesaikan jam kantorannya, sehingga waktu ideal yang harus kami pilih adalah di malam hari. Sementara tempatnya , kita tentukan di lapangan voli , dekat rumah mas Jito , lapangan voli tersebut, dikelilingi kebun tebu yang lebat.

Sementara untuk event dadakan di Ujung timur pulau Jawa, sudah aku serahkan my boy , Heru, sopir Off road di kawah Ijen yang merangkap mandor bangunan proyek resort yang masih dalam tahap finishing.

Setelah ada ilustrasi yang sangat jelas, VS menyodorkan quotation ke Mr.Evangelos, agak terkejut juga beliau, setelah VS menyebut nominal yang agak fantastis untuk ukuran single traveler! , tersebutlah angka Euro 3.600,- tiga ribu enam ratus euro !

Sedikit heran, dia memastikan bahwa  yang diinginkannya adalah pertunjukan yang disertai hajatan tradisional, bukan pertunjukan private , VS menjawab : BETUL, itulah yang akan kami persembahkan untuk paket wisata nyleneh ini !
that`s all about money , saat kemudian Mr. Evangelos bertanya : `what made them expensive ????

VS menjawab dengan cerdas :  MY  RESEARCH !!!
Ya, risetku yang sangat melelahkan , yang membuat semua cost jadi ( agak ) mahal !
Jawaban diatas, membuat beliau tambah penasaran, untuk kemudian meminta VS menyusun itinerary dengan lebih kronologis ! termasuk time to time, juga day to day event dengan segala macam keterangan lengkapnya !
Satu request final, yang terpaksa tidak VS luluskan, mengapa ?
Karena belum ada FINANCIAL  DEAL apapun sampai detik itu.
Kalau semua info lengkap ( venue dan event nya ) sudah berada di tangan calon tamu, ya , bias saja beliau meminta pihak lain yang mengadakannya, bukan dgn VS lagi.

So what ?? ya , VS meminta Mr. Evangelos mengirim VOORSCHOT dulu , setidaknya , sebelum kami melangkah ke step berikutnya..
VS  meminta 30 % dari total cost, untuk dikirim didepan , expenses tersebut, termasuk untuk mengcover  hotel reservation selama 13 malam dan  domestic flight ticket dari Jakarta – Jogja , dan juga dari Jogja – Surabaya.
Karena Evangelos, VS masukkan dalam kategori PREMIUM CLIENT , maka first class hotel juga yang VS pilih untuk mengakomodir beliau selama kunjungan di Jawa dan Bali . Kami sepakati paket diatas, dan tersusunlah list dibawah ini :

1).Le Meridien – Jakarta  on Aug 09 -10 2011
2).Plataran – Borobudur    on Aug 10 – 11 2011
3).Hyatt Regency – Jogja on Aug 11 – 13 2011
4).Majapahit – Surabaya   on Aug 13 – 14 2011
5).Java Banana – Bromo    on Aug 14 – 15 2011
6).Ijen resort and Villa     on Aug 15 – 17 2011
7).Mansion – Ubud             on Aug 17 – 22 2011

Deal tercapai, dan pada hari yang sudah terschedule, terbanglah manusia Yunani bernama Evangelos ke Jakarta. Kontak terakhir beliau terjadi di bandara DOHA , saat beliau transit menuju Cengkareng.

Tamu Negara itu, mendarat on time , jam 15.20 WIB tanggal 09 Aug , di Jakarta , dijemput oleh mas LENDRA , tour guide member HPI DPD DKI.
Selain event event yang sudah beliau cantumkan, VS masih menjanjikan beberapa event tambahan yang kemungkinan akan bias kita temui secara spontan di semua destinasi yang kita lewati..
Dan VS membuktikan  statement diatas.

Sebelum c/I di Le Mer, pak Lendra , VS amanatkan untuk membawa tamu yang baru landing ke Grand Mosque, ISTIQLAL , menjelang buka  puasa ( hari ke -9 Ramadhon ), dengan maksud meliput  event : NGABUBURIT ! salah satu yang menjadi klausul beliau adalah : EVENT YANG  DISERTAI  KERUMUNAN MASSA !!
Jadilah  Mr Evangelos , ditemani mas Lendra ikutan Buka puasa bahkan meliput kegiatan di Istiqlal sampai selesainya tarwih !!

Result di day 1 : SATISFIED !!!  1-0 skor kita.
————————————————————————————

Day 2 : pagi hari, sebelum take off ke Jogja , seempat mampir pelabuhan yang dulu Berjaya di jaman VOC , Sunda kelapa, kemudian setelah mendarat di Jogja, langsung menuju Plataran, untuk mengatur letak kamera menjelang SUN RISE keesokan harinya.Plataran memang dibangun dgn posisi yang sangat strategis untuk membidik Borobudur di waktu sun rise, dengan panorama 2 gunung di belakangnya ( merapi dan Merbabu ) , cukup sesuai dengan harga sewa kamarnya ( US $ 225 / night ).
Tetapi, malamnya , kawan CORRY yang memandu, mengajak beliau menonton pagelaran Wayang Kulit yang saat itu masih main di SOno Budoyo.

Day 3 : JATILAN di Dompyongan
Borobudur tertutup kabut pagi itu , ya , apa boleh buat , barangkali kurang sesaji, ha ha tak mengapa , karena atraksi seperti ini, tidak terlalu menjadi focus beliau.
Yang lebih penting sudah menunggu , lepas lunch nanti siang.
tetapi terlebih dulu, istri VS sudah siap menunggu Mr. Evangelos di kota tercinta, untuk pelunasan cost yang masih tersisa 70 % !! Dengan menyodorkan invoice sesuai item yang sudah kami sepakati di beberapa korespondensi terakhir, pelunasan 70 % dari total cost, DIBAYAR TANPA  PERLAWANAN ! Lunas  nas !  2-0 jadinya.

Ipar VS , sudah stand by dengan semua bolo kurowonya, 60 pemain jatilan termasuk penabuh gamelan dan DUKUN  group Jatilan  dari desa Dompyongan.
Kawan Corry , yang bertugas , ditanya oleh Mr Evangelos, “ event apa yang akan kita lihat ? “ dijawab Corry : atraksinya adalah jatilan, eventnya adalah : peringatan 17 August , hari kemerdekaan !!
Evangelos, adalah  sosok terpelajar yang tentunya juga sempat membaca sejarah ( Indonesia ), bahwa kemerdekaan baru akan diperingati nanti tanggal 17 Aug , tetapi lha ?? today baru tanggal 11 Aug , kok sudah ada peringatan kemerdekaan RI ?
VS , di tengah kesibukan yang padat ( saat itu , tanggal 11 Aug , posisi VS berada di Bandung ), tetapi melalui fasilitas telephone, VS sudah wanti wanti sama kawan Corry untuk menjawab pertanyaan itu dengan satu alur cerita yang kronologis dibwah ini :
KAMPUNG DOMPYONGAN ADALAH KAMPUNG  ABANGAN , DI LERENG MERAPI, TETAPI DI SISI LAIN, MEREKA SANGAT MENGHORMATI HARI HARI KERAMAT , SALAH SATU YANG DIKERAMATKAN ADALAH : BAHWA 1 AUGUST BERTEPATAN DENGAN 1 ROMADHON , JADI 17 AUGUST ADALAH JUGA  17 ROMADHON, DIMANA KITA KETAHUI BERSAMA 17 ROMADHON  ADALAH  HARI  NUZULUL  QUR`AN , SEHINGGA PADA  TANGGAL 17 AUG ( 17 ROMADHON ) TIDAK BOLEH DIADAKAN EVENT APAPUN KECUALI PERINGATAN NUZULUL QUR`AN, APABILA AKAN ADA PERINGATAN LAIN ( SEPRTI MISAL UPACARA PERINGATAN KEMERDEKAAN  RI ) , MAKA HARUS DISELENGGARAKAN SEBELUM ATAU SESUDAH TANGGAL 17 AUG , ITU HANYA BERLAKU DI KAMPUNG INI , KAMPUNG LAIN MUNGKIN ADA RULE LAIN “

Disinilah mengapa VS harus keluar dana extra untuk melakukan survey awal, untuk menemukan event ini. Ya, sudah kami sepakati , bahwa event tanggal 11 Aug  bertema 17 an , sehingga semua ornament di lokasi pagelaran Jatilan, direkayasa sangat meriah seperti  umbul umbul dan bendera Merah Putih yang mendominasi lapangan SMP Dompyongan !
VS semula agak ragu, karena Evangelos menginginkan adanya kerumunan massa, kalau bulan bulan puasa, apa masih ada penduduk setempat yang mau ikutan nonton?? tetapi keraguan ini dijawab oleh kakak ipar : Nanti biar aku yang menyosialisasikan event ini ! “ jawab pak Guru mantap.
Betul juga,  menjelang sahur , dan sesudah Subuh, diumumkan di corong pengeras suara dari berbagai mesjid di 8 penjuru mata angin, tentang adanya pagelaran jatilan siang itu.
Finally, Evangelos merapat ke lokasi, dan mengabadikan expresi masing masing penari dari detik ke detik selama 4 sessions, dengan sangat antusias !! dan Pagelaran jatilan itu, dihadiri oleh 300 an penonton, plus belasan penjual mainan anak anak, bakul dawet , bakso cilok , dll , Roda Ekonomi di kampong pelosok itupun bergerak. Betul betul ditonton oleh khalayak ramai, menjadikan event rekayasa ala VS ini, menjadi semakin natural : Menambah skor menjadi 3 – 0
Sebelum pulang ke Hyatt , Corry masih menemani beliau Dinner plus menyaksikan Ramayana di Panggung terbuka sebelah barat Candi Prambanan

Day 4 : REYOK ( ala ) PONOROGO

Siang itu beredar kabar d isms, salah satu kawan VS kesripahan  mertuanya.
Schedule Mr Evangelos siang itu Cuma free di Hyatt , santai , renang renang , sambil menunggu pagelaran reyok.
VS mengontak Corry , untuk menemui Mr. Evangelos, ajak beliau ke lokasi kematian, tepatnya di dekat candi Plaosan , ikuti prosesi sejak memandikan , mengkafani sampai meenguburkan, Corry bergerak cepat , dan kurang dari 1 jam, Evangelos yang bermodalkan 3 kamera Canon, dengan  asesori yang mencapai berat 10 an kg , sudah merapat di lokasi Sripah. Atas izin tuan rumah , ratusan bidikan Evangelos merekam prosesi upacara pemakaman ala Muslim di pulau jawa, termasuk pemotretan pocongan di dalam keranda mati sebelum dimakamkan.
lama lama jadi horror juga kegiatan potret memotret ini.

VS sudah memberi  schedule, bahwa acara reyok akan diselenggarakan ; AFTER DINNER , jam berapa tepatnya , ya kalau VS mengatakan dari awal, nanti keburu  beliau give up, ngantuk menunggunya : maka itu bahasa yang lebih comfort diterima adalah ; AFTER DINNER.
VS menunggu sinyal para penari reyok, yang baru akan ready sekitar jam 21an , dan mereka baru akan siap siap manggung nanti jam 22.00
Ketika ditanya Evangelos, mengapa harus begitu larut ??
VS menjawab : INI BULAN ROMADHON, JADI SEMUA EVENT  YANG BERBAU ENTERTAINTMENT SEMATA, HARUS DIADAKAN SETELAH SHOLAT TARAWIH!!  Padahal alas an yang sesungguhnya adalah karena para penari pocok-an tadi hanya bias bekerja setelah took tutup !
WAROK dengan kumis palsu yang menyeramkan sudah ready , dan DADAK  MERAK , yang dibeli mas Jito dengan harga 15 juta, berhias muka kepala macan asli, dan bulu burung merak, juga sudah ready, pagelaran berjalan sesuai yang kita rencanakan.
Pertanyaan Evangelos yang lain adalah ; EVENT APA LAGI KALI INI , untuk pagelaran reyok ??
VS menjawab lewat my  SPEAKER ,, kawan Corry :  SYUKURAN TKI YANG BARU PULANG BUAT MUDIK , SUDAH 5 TAHUN KERJA DI ARAB, , KARENA ASLI ORANG PONOROGO, MAKA YANG DIHADIRKAN DALAM ACARA SYUKURAN ADALAH PAGELARAN REYOK !!!!! sangat  masuk akal !
dan kekhawatiran VS akan minimnya penonton ( lapangan voli dimaksud tidak jauh dari kampus AKAKOM – Janti – Bantul ), dijawab oleh pemilik sanggar reyol , mas Jito : MAS, YANG NAMANYA REYOK, BEGITU GAMELAN DITABUH, PASTI ORANG AKAN BERDATANGAN !!

Ya, begitulah, malam itu pagelaran reyok dadakan tersebut, ditonton oleh sekitar 100 an orang , skor bertambah lagi  4 – 0

Giliran Daerah Brawijaya yang menjadi sasaran patrol VS , di hari ke-5 , Corry harus berpisah dengan beliau ! Mr. Evangelos harus take off sore itu, ke Surabaya , dan my good boy , A-AN , sudah menunggu di Juanda.
Acara malam itu adalah ; LUDRUK !! malam Minggu , mestinya memang harus ada pertunjukan Ludruk, tapi tidak untuk malam itu ( karena Puasa romadhon ).
Padahal yang diinginkan Mr. Evangelos, bukan sekedar pertunjukan ludruk , tetapi lebih kepada moment moment saat para pemain ludruk, berganti MAKE UP, kita ketahui bersama, pemain ludruk, mayoritas adalah WARIA , mereka akan menjalankan peran drama tradisional tersebut dengan berganti ganti,  di awal pertunjukan , bias saja mereka akan menjadi HANSIP, untuk kemudian bertransformasi menjadi SUSTER , kemudian Pak Lurah , Polisi , mahasiswa, dsb !
Nah, prosesi make up inilah, yang menjadi daya tarik beliau !

Salah satu kolega VS di Malang , mas John ALif, menawarkan pagelaran ludruk di Malang, tetapi , sayang sekali, criteria diatas tidak terpenuhi,

Sebelum kehabisan akal , VS menelepon mas Andi , ketua umum HPI DPD  DIY , mas Andi jebolan Sastra Jerman UNES, dan VS tahu banget bahwa yang jadi ketua umum HPI Jatim saat ini, satu alumni dengan mas Andi, dialah  Can NARTO.
Dari sanalah VS akan menelusuri Ludruk tersebut.
VS meminta kontak person seksi keseenian HPI, yang bernama mas ISAL !!
Ya, dari nara sumber Cak ISAL inilah, VS mendapatkan info akurat mengenai coordinator Waria yang sering manggung di Balaikota , tepatnya di THR Surabaya.
Pimpinan Ludruk itu bernama : SAKIA , aduh cantik sekali namanya !

Dari pembicaraan awal di telepon, memang mereka tidak main selema bulan Romodhon, VS sangat maklum, ! tetapi target kontak dengan mbak SAKIA adalah ; SHOW MUST GO ON !!! at any f*ck cost !
kalau tidak jadi manggung, wah … skor bias berubah nanti, padahal janji / garansi VS di email terdahulu adalah : A D A , kalau sekarang tidak ada , dengan alas an apapun, wah bias minta duitnya kembali nanti ! Padahal duit dah terlanjur dipakai buat bayar utang !!

So what ??
halangan utama adalah ; TIDAK CUKUP ADANYA PEMAIN ! menjelang lebaran, mereka sudah pada pulang kampong , ke Pasuruan, Lamongan, Gresik, Mojokerto, madiun, dan sekitarnya.
BERAT !!!! , wah kayaknya, skor akan berbalik ini !
Apa tidak ada cara lain ?
Di Surabaya, tentu juga banyak pengamen tutup botol, yang juga Waria , daripada mereka ngamen di pinggir jalan yang panas, suruh ikut main ludruk saja, mbak !! begitu my top request kepada mbak SAKIA.
mereka bukan pemain professional, tetapi bisalah, di upgrade sedikit untuk pertunjukan ala kadarnya ! yang penting , moment make up artist , bias diabadikan oleh mr Evangelos !

Satu kompromi yang tidak sulit ! , mbak SAKIA menyebut MINIMUM  COVER CHARGE sebanyak 150 penonton, untuk mengganti beaya operasional… Waduh kok jadi mahal, VS berpikir, bias habis jutaan ini nanti , untuk menyelenggarakan PRIVATE  LUDRUK  SHOW !!
satu penonton harus bayar berapa, mbak ? “  dijawab oleh Saskia : LIMA RIBU , MAS!!!!  Masya ALloh, sebegitu murah ternyata pekerja seni itu dibayar ! ini tariff resmi THR , hanya 5 ribu / orang.
Jadi untuk meng cover 150 audiences, hanya Rp.750.000 !!!
Spontan VS berteriak ; SAMPEEAN MAIN WIS< MAIN MBAK< NANTI UANGNYA TAK TITIP SOPIRKU !!!!

Ya, begitulah , cost pertunjuukan reyok dan jatilan tadi rata rata Rp. 2 juta / show
Kalau ludruk di THR `hanya ` Rp.750.000 , ya  tentu bukan suatu masalah sama sekali, walaupun pemainnya adalah mereka yang duduk di bangku cadangan atau SECOND  LINER  ala Kesebelasan Oranye !
Skor semakin tak terbendung : 5 – 0

Selepas Surabaya, Mr Evangelos bertolak ke Bromo.
sengaja VS susun acaranya untuk sebisanya c/I di java banana menjelang Lunch time, jadi after lunch, biar beliau istirahat total dulu, karena event di bromo akan terjadi sepanjang malam,
Event apakah itu ? Upacara tahunan , mempersembahkan sesaji ke kawah gunung, atau yang terkenal dengan nama KESADA.
Malam itu, tepat BULAN PURNAMA , tanggal 15 jawa / 15 Romadhon !
dan KESADA adalah satu satunya event yang terjadi tanpa REKAYASA  seorang VS.
Betul betul terjadi secara natural ! not by my design !! ha ha ha
Yang sulit tentunya, membuat time nya manjadi MATCH ! itu saja kesulitannya, dan VS bias menyusun schedule dgn sangat KLOP dan AKURAT
skor menjdai 6 – 0

Tibalah kemudian Mr Evangelos merapat di ujung timur pulau Jawa, wilayah banyuwangi.
ada 2 destinasi yang mendunia di kawasan ini, pertama adalah bagi pecinta surfing, kita mengenal pantai Plengkung  di selatan ( samudra Indonesia ), dan di perbatasan dgn kab. Bondowoso, kita kenal kawah gunung berapi yang berhias telaga warna warni, bernama : I J E N .
Masyarakat di sekeliling kawah, menyebut diri mereka : OSING !
Di daerah ini, selain acara mendaki kawah ( sejauh 3,2 km dari pos PAL TUDING ), Mr Evangelos, dijadwalkan meliput 3 macam event : tari SEBLANG , kemudian upacara JARANAN dan Kebo keboan !
Di awal survey, VS sudah mengirim my boy , HERU off roader , untuk meminta si Penari , bernama mbak SUPINAH ( saat ini, beliaulah pemegang tahta ahli waris penari , tarian ini hanya akan bias dilakukan oleh mereka yang terplilih secara garis keturunan, tidak aka nada  duplikat yang mampu melakukannya ) begitu sedikit cerita di balik seni tradisi SEBLANG tersebut.
Agenda rutin yang sudah terpola secara nasional, baru akan  bias ditemui antara 1 – 7 syawal, ya 7 malam berturut turut.
Tetapi , bukan VS kalau tidak mampu menggeser pelaksanaan harinya, di sesuaikan dengan jadwal keberadaan Evangelos, yang hanya akan berada di banyuwangi antara tanggal 15 – 17 Romodhon, beraryi sekitar 2 minggu sebelum event natural.

Kebetulan, VS berada di kawasan Ijen, 3 hari sebelum kedatngan Evangelos , VS bermaksud melakukan inspeksi proyek di Ijen Clift resort , yang hari hari itu, sedang melakukan pemasangan atap ( genteng ).

VS member  DP seperlunya, kepada si penari dan sanggar tarinya, untuk kemudian, member instruksi pada KIKI dan Hendrix , 2 tour guide dengan 2 spesialisasi yang berlainan, Hendrix bertugas mengantar sampai kawah ( berangkat tengah malam ), karena Hendrix harus masuk kerja ( dia salah satu staf FO di Ijen resort ), maka gentian Kiki yang melanjutkan mengantar Evangelos menghadiri upacara tradisional dimaksud!

Pertanyaan beliau adalah : what kind of event ?? selalu saja itu yang menjadi focus.
Kiki , sbg speaker VS, sudah mendapat arahan yang gambling ; jawabnya adalah ; PANEN  RAYA , ya , memang , Seblang pada dasarnya diadakan untuk memperingati / syukuran panen raya.
Bukan hal yang sulit, mancari kampong, yang sedang sibuk emanen padi , disanalah tari Seblang akan kami adakan.

Kawasan desa LICIN ( nama kecamatan, desa terakhir sebelum mendaki kawah Ijen dari Arah Banyuwnagi ), masih sangat kental nuansa tradisionalnya, sehingga pada saat diadakan acara yang menyedot perhatian massa, membuat satu satunya jalan raya , berdekatan dengan pasar di pertigaan ke arah kawah Ijen, menjadi sangat padat. Sheingga untuk tidak menimbulkan hal hal yang diluar control kawan kawan VS< korlap  mas HERU  sudah VS tugaskan untuk mengurus ijin keramaian dari Polsek setempat.

Semula, pertunjukan akan dilangsungkan di ruang tertutup, tetapi karena diperkirakan massa akan sangat antusias ikut menonton, maka dipindahkan ke garasi paguyuban off road .
kesulitan awal,  sanggar tari Seblang tidak menyediakan SPEAKER / sound system yang memadai untuk pertunjukan  OUT DOOR , akhirnya , Mas Heru menyiasati dengan menyewa speaker yang biasanya dipakai LAYATAN ! jadi sangat meriah tentunya.
3 polisi anggota Polsek LICIN ikut mengamankan event Seblang ini, kira kira 500 an orang yang menyaksikan.
Perlu digaris bawahi, kondisi kampong Licin memang sangat pelosok, itu sebabnya pecinta eco tourism sangat sering mendatangi kawasan ini.
Masyarakat di sekitar kampong Licin, juga masih sangat antusias menyaksikan tarian yang emmang semakin langka itu.

Pagi berikutnya, yang adalah hari terakhir , setelah malam sebelumnya melakukan pendakian ke puncak Kawah Ijen, Mr evangelos, masih kami agendakan menyaksikan upacara Kebo keboan dan jaranan.
Kurang lebih masih seperti Trance dance yang kita temui di Jawa tengah , seperti jatilan, hanya untuk kebo keboan, diadakan di sawah yang masih berlumpur !

Kemudian pertanyaan yang timbul dari Mr Evangelos mengenai Jaranan , apa sebenarnya yang melatar belakangi Jaranan ?
VS menjawab : Syukuran orang baru bangun rumah.
kebetulan calon Ijen Clift resort sudah tertutup genteng, dan temboknya baru saja di PLAMIR.
Sehingga disanalah event di adakan , dengan maksud syukuran bangun rumah.

Ya, usai sudah rangkaian kegiatan di jawa.
Tibalah , Mr Evangelos di pulau tetangga , Bali.
tanpa banyak kesulitan, petugas di lapangan ( team dari Bali ) mengantar Mr Evangelos menikmati satu per satu ritual di pulau Dewata.
Tanggal 18 Aug , seperti terjadwal, dilangsungkan NGABEN besar , jenazah ibu dari Buparti Gianyar, tentu  berasal dari kasta tinggi.

3 hari sebelum pelaksanaan Ngaben dimaksud, VS kebetulan berada di bali, melewati Ubud, dan persis melewati juga patung SAPI ( diibaratkan sebagai kendaraan yang akan dipakai si arwah terbang menuju surge )
Patung sapi itu, sudah dihias berbagai macam ornament yang sangat indah, memiliki ketinggian sekitar 8 m. dan siap untuk di kremasi 3 hari kemudian.

Selain Kremasi / Ngaben, Mr evangelos, masih memiliki agenda lain, seperti disebut didepan, yaitu : SABUNG  Ayam , ODALAN , dan kunjungan ke Bali primitive di tenganan .

Ya, diawal VS memiliki konsep sederhana dalam ikut berperan meramaikan jagad wisata di tanah air , konsep sederhana : EVERYBODY  HAPPY
kalau hanya segelintir orang yang merasakan berkah kedatangan tamu tamu asing itu, JELAS  TIDAK  FAIR.
Barangkali, ada orang pintar yang menyebut dengan kata : MULTI FLYER EFFECT , ya begitulah kurang lebihnya
1 turis asing dating ke Negara kita, manfaatnya harus bias dirasakan oleh semua khalayak , seperti :
pegawai hotel, pemilik airline , sopir , PEKERJA  SENI , tukang kuda di bromo , General tour guide, sampai tour guide di masing masing situs, POLISI yang ikutan nge-PAM ,  masyarakat umum, yang tentunya ikut terhibur dengan atraksi kesenian tradisional di kampong mereka

Dan, VS dengan kreativitas yang ada, mencoba mengkombinasikan semua potensi yang ada , menjadi paket yang menarik, kalaupun tidak ada event regular, ya , kita rekayasa dengan segenap kemampuan yang ada , ibarat pertunjukan wayang kulit : DALANG  ORA KURANG  LAKON

Bandung, Sep 27  2011