Pergub DIY 28/2012 Tentang Lisensi Guide

<!—

Setelah sekitar 3 tahun sejak 2009 Himpunan Pramuwisata Indonesia mempelajari keresahan Anggota soal ada tidaknya dasar legalitas profesi dan organisasi, tahun 2010 muncul jawaban Peraturan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan no 92 tentang Pendaftaran Usaha Jasa Pramuwisata, dan Tahun 2012 disahkan Peraturan Pemerintah no 52 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Usaha di Bidang Pariwisata, maka terbitnya Peraturan Gubernur DIY no 28 tahun ini melengkapi Propinsi ini menjadi pengawal pembangunan kepariwisataan nasional.

Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 14 Maret 2012 telah lahir pula mengawali daerah lain yakni Perda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta no 1/2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi DIY yang di dalamnya merencanakan peningkatan SDM bidang pariwisata agar bersaing dalam layanan standard tinggi di antara destinasi pesaing bahkan sejajar dengan 10 Negara Anggota ASEAN Tourism Forum khususnya bidang SDM Pramuwisata.

Jika ditilik tepat sekali difinisi profesi ujung tombak industri pariwisata, sebab pramuwisata adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penjelasan dan petunjuk tentang obyek wisata Indonesia, serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan. Maka di manapun profesi ini berlaku lisensi yang merupakan kartu identitas pramuwisata, sebagai izin operasional yang diserahkan rinciannya kepada Peraturan Daerah setelah merujuk kepada PP 52 Tahun 2012 di atas.

Persyaratan umum sosok profesi ini diperjelas, antara lain; warga Negara Indonesia, usia minimal 18 tahun, menguasai Bahasa Indonesia dan atau paling sedikit satu bahasa asing dengan baik, memiliki Sertifikat Kompetensi Bidang Pramuwisata dan berlisensi pramuwisata. Diisyaratkan baik permohonan lisensi baru, perpanjangan lisensi, pemutakhiran dan urusan lisensi hilang (rusak) seseorang harus membuktikan diri kompeten melalui uji kompetensi profesi pramuwisata yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang tepatnya dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata.

 

Tentang syarat ijazah dan portofolio lain, seorang professional disini mampu membuktikan dirinya kompeten di bidang pramuwisata, bisa saja atas bantuan Asesor Kompetensi dalam pengumpulan bukti-bukti kerja kepemanduan dari minimal 5 unit unjuk kerja pramuwisata. Kelima unit merujuk ketentuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang ini mencakup pengetahuan – sikap – ketrampilan guiding misalnya: Bekerjasama dengan kolega dan wisatawan; Bekerja dalam lingkungan sosial yang berbeda; Bekerja sebagai pemandu wisata; Memberikan pelayanan penjemputan dan pengantaran wisatawan; Mengembangkan dan memelihara pengatahuan  umum yang diperlukan oleh pemandu wisata.

Adapun ketentuan yang mengeluarkan lisensi pramuwisata adalah Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, diurus baik individu maupun kolektif melalui pintu asosiasi profesi pramuwisata yang legal dan sah diakui secara hukum. Hal ini dimaksud agar kualitas pemanduan disini terjaga sesuai etika kerja pramuwisata, membantu pemerintah dalam pengembangan kepariwisataan, maka wajib bagi profesi ini memiliki dan membawa Lisensi Pramuwisata saat bertugas. Jika demikian dia berhak mendapatkan perlindungan dari pemberi kerja, pembinaan serta imbalan jasa sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Bagi khalayak umum selengkapnya bisa melihat Peraturan Gubernur DIY 28/2012 ini selengkapnya melalui lembar berita daerah provinsi DIY, sebab pelanggar ketentuan diawasi bahkan dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan sementara atau pencabutan Lisensi Pramuwisata setelah tiga kali berturut-turut peringatan tertulis dari Dinas Pariwisata, otomatis selama itu yang bersangkutan dilarang melakukan tugasnya.

Maka bagi Pramuwisata yang telah mendapatkan Lisensi sebelum ditetapkannya Pergub DIY ini wajib mendaftarkan diri kembali paling lambat 1 (satu) tahun setelah ditetapkannya Peraturan Gubernur ini. Dan bahwa lisensi yang diperoleh sebelum pergub dinyatakan tetap berlaku sampai dengan habis masa berlakunya. Semoga dengan diundangkannya pergub ini menginspirasi daerah lain dalam peningkatan unjuk kerja 15.000 anggota Himpunan pramuwisata legal di seluruh destinasi Nusantara. []

–>

Jangan takut untuk menjadi guide

Karena kita sebagai warga negara punya hak dan kewajiban yang sama sehingga Tidak ada larangan bagi siapa saja untuk menjadi pemandu wisata, lah kalau ada walking guest minta diantar ke borobudur sebagai orang lokal yang bisa berbasa inggris apa disebut guide ?

Kalau dipermasalahkan jadi pemandu amatir, ya kita bilang sama sama tourist  atau pas bawa group bilang kita adalah office boy yang ditugaskan

  1. mbagi aqua didalam bis
  2. memunjukan pintu keluar
  3. mencari tamu kalau hilang diobyek
  4. membelikan tiket masuk

3 thoughts on “Pergub DIY 28/2012 Tentang Lisensi Guide

  1. M.Ridwan taukhid

    saya guide rusia di Yogyakarta, saya ingin mendapatkan lisensi guide.
    bagaimana cara mendapatkan lisensi legalitas guide?

  2. Ping balik: 3 Perbedaan Tour Leader dan Tour Guide - Studi Pariwisata

  3. Ping balik: Menjadi Tour Leader yang baik |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s