Usaha jasa pariwisata

Bukan hal yang sulit untuk mendaftarkan usaha yang kita miliki kepada pihak penyelenggara pemerintah di daerah. Sesederhana apapun usaha yang berhubungan dengan perturisan, tentu memiliki identitas permanen. Kemudian, untuk memudahkan hubungan bisnis dengan relasi, yang langsung didapatkanya, pemilik usaha jenis ini, tentu juga memiliki rekening di bank terpercaya, sehingga, untuk memiliki rekening bank, tentunya mereka juga memiliki NPWP, kalau memiliki NPWP, berarti sudah barang tentu mereka juga memiliki SIUP, ataupun TDP (tanda daftar perisahaan) dengan demikian, keberadaan mereka SAH adanya / legal secara hukum. Begitu yang sebenarnya terjadi.Perkara, mereka tidak menjadi member Assosiasi, itu perkara lain, ibarat tukang ojek, tidak semua tukang ojek wajib / diharuskan menjadi anggota paguyuban di perempatan ~ A ~ misal  tanpa menjadi anggota paguyuban di perempatan dimaksud, si tukang ojek yang bersangkutan, tetep saja legal ber praktek sbg tukang ojek, dengan kepemilikan SIM.

Begitu perumpamaannya karena,  dengan akses langsung kepada konsumen, tanpa sekat / broker yang menjadi perantara, sebenarnya kawan kawan yang memiliki tamu direct tadi, agak keberatan kalau dianggap anggota Assosiasi, yang notabene hanyalah Agen atau Sub Agen Wisata, sementara operasional mereka justru langsung kepada konsumen,  dalam kasus seperti ini, sebenarnya kawan kawan tadi justru bisa disetarakan dengan TOUR  OPERATOR, bedanya, keberadaan meraka bukan di negara asal wisatawan, tetapi, berada di negara tujuan, LUAR  BIASA  prestasi fenomenal, bisa memindah Tour operator di negara tujuan, engan leluasa, seperti yang sudah disebut di tulisan awal, mereka, kawan akwan baik tadi, menyuplai tamu langsung ke hotel, pemilik transport, obyek wisata, dan juga restaurant, tanpa meninggalkan jejak hutang, apabila, kehadiran penyuplai tamu, diantaranya ke resataurant, juga tidak diapresiasi oleh pemilik restaurant, bukan hal yang sulit memindah ke restaurant yang lain,  banyak pilihan wisata kuliner di sekitar Jogja.

Intinya, hanya kebodohan yang mengingkari kehadiran kemajuan pemasaran wisata, dengan cara apapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s