Risiko Tugas Guide

Keseluruhan kegiatan yang terkait dengan dunia pariwisata adalah cakupan layanan kepariwisataan. Di sini membutuhkan beragam fasilitas pendukung, berupa sarana prasarana dan aneka layanan jasa pariwisata. Sedangkan aneka usaha jasa pariwisata dalam pasal 14 UU Kepariwisataan No 10 Tahun 2009 yakni: daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, jasa informasi pariwisata, konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi, pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan pameran, wisata tirta, dan usaha spa.

Dengan demikian industri jasa pariwisata bersifat multidimensi usaha serta multidisiplin layanan dari kebutuhan setiap orang perorang atau bahkan intervensi negara. Di dalamnya terdapat wujud interaksi antara wisatawan dan calon investor di satu sisi dengan stakeholders yaitu seniman budayawan masyarakat setempat, pelaku jasa wisata tersebut di atas, perguruan tinggi, pemerintah, pemerintah paerah, dan pengusaha. Suatu posisi penting diemban oleh Jasa Pemandu Wisata yang menghubungkan wisatawan (calon investor) di satu sisi dengan pemangku kepentingan tersebut, dan itulah mengapa profesi ini disebut ujung tombak layanan pariwisata.

Diantara tugas yang melekat pada profesi Pemandu Wisata antara lain; memberi informasi daya tarik wisata mengantar perjalanan wisatawan, memberi jasa layanan kepemanduan berupa bimbingan, penerangan dan petunjuk wisata, menjaga rasa aman perjalanan, menjelaskan tujuan kedatangan di Daerah Tujuan Wisata, menciptakan kesan positif pada wisatawan, memberi kenyamanan atas pengalaman wisata, memberi ‘nilai’ atas perjalanan wisata agar lebih bermakna serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan.

Sebagai gambaran tugas diatas, seseorang Pemandu bertanggung-jawab menjamin kepuasan berlibur wisatawan yakni tour terlaksana sesuai promosi yang dijanjikan. Untuk itu Pemandu Wisata harus melakukan rekonfirmasi komponen tour yang wajib selama bekerjasama dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW), memimpin rangkaian penjemputan (check-in) dan pengantaran (check out), menjual jenis tour optional yang diharapkan, melaksanakan rangkaian tour, mengurus masalah dasar tour dan menyempurnakan laporan & data wisatawan kepada pihak kepentingan.

Maka apakah ujung tombak layanan disini seorang Pemandu Wisata Umum, pemandu domestik atau mancanegara, seorang guide lokal atau minat khusus seharusnya memiliki sikap professional dan ketrampilan yang cukup, yaitu berupa: Pengetahuan ilmu bumi pariwisata, wasasan tentang posedur teknik layanan informasi ke pusat-pusat destinasi baik perjalanan wisata kota maupun perjalanan wisata dalam negeri, pengetahuan tentang sejarah, heritage kota, kependudukan, seni kerajinan, adat tradisi dan kebudayaan, tour planner, wisata kuliner dan pengetahuan lainnya.

Penjelasan seorang Guide disini amat penting, sebab dengan adanya jasa pemanduan di atas setiap wisatawan yang datang ke suatu obyek wisata berhak memperoleh: informasi yang akurat mengenai daya tarik wisata; pelayanan kepariwisataan sesuai dengan standar; perlindungan hukum dan keamanan; pelayanan kesehatan; perlindungan hak pribadi; dan perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata berisiko tinggi.

Setiap wisatawan di dalam UU Kepariwisataan disebut berkewajiban: menjaga dan menghormati norma agama, adat   istiadat, budaya, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat setempat; memelihara dan melestarikan lingkungan; turut serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan; dan mencegah segala bentuk perbuatan yang melanggar kesusilaan dan kegiatan yang melanggar hukum.

Sebagai risiko lain yang perlu disadari, bahwa seorang Pemandu Wisata saat ini harus menyiapkan Pengetahuan yang tentang ekowisata, yakni bangunan kesadaran kesehatan lingkungan, ikut menjaga konservasi alam agar tetap hijau sehingga bumi kita bisa terus mensejahterakan penghuninya keseluruh penduduk. Saat ini dimana-mana wisatawan menginginkan layanan terbaik demi mengenal lebih dari sekedar bacaan buku, maka persiapan dini bagi pekerja lapangan kepemanduan amatlah penting dilakukan sebaik-baiknya termasuk dengan aktif belajar dan mengikuti kegiatan KURSUS pembekalan, SEMINAR kepariwisataan dan semacamnya, sehingga pembangunan pariwisata bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya profesi layanan jasa pariwisata sendiri. []

4 thoughts on “Risiko Tugas Guide

  1. mysweet ladyluck

    Tulisan yang menarik, maju terus insan pariwisata yg mpkn slh satu ujung tombak dlm ikut serta mempromosikan dan memajukan dunia pariwisata Indonesia. salam kenal🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s