Wisata Kota Gede Kawasan Cagar Budaya

Kota Gede terletak sekitar 10 km arah tenggara Kota Yogyakarta, kawasan  cagar budaya yang kaya akan berbagai bangunan khas traditional Jawa sperti Joglo, Limasan, puing-puing Istana Kerajaan Mataram  peninggalan rumah tradisional seperti rumah Kalang yang merupakan perpaduan arsitektur antara Jawa dan Eropa, dan tapi juga yang terpenting adalah peninggalan keahlian membuat kerajinan perak buatan tangan.

Ketika gempa tahun 2006, banyak rumah tradisional peninggalan dari masa kerajaan Mataram rusak.  Namun sekarang dengan berkerjasama dengan berbagai pihak akhirnya  kawasan cagar budaya di Kota Gede direnovasi, sehingga dapat kita kunjungi sebagai  daerah tujuan wisata sejarah budaya di Jogjakarta.

Kota Gede merupakan kota kuno bekas ibu kota Kerajaan Mataram yang awalnya dibuka oleh Ki Ageng Pemanahan di abad 16, yang dianggap sebagai cikal bakal kota Jogjakarta yang sekarang . Kota gede menyimpan banyak sekali peninggalan  budaya dan bangunan bersejarah yang berasal dari masa peralihan dari jaman Hindu Buddha ke jaman Islam dan ke Jaman penjajahan Belanda.

Salah satua peninggalan  yang berasal dari masa periliran dari jaman Hindu Budda ke jaman Islam adalah kompleks masjid makam Panembahan Senopati beserta keluarga,  masih terdapat peninggalan Kerajaan Mataram berupa pintu gerbang masuk komplek makam Kota Gede yang berbentuk gapura paduraksa  yang dikenal  sebagai arsitek peninggalan jaman Hindu sejak zaman Majapahit.

Masyarakat Kota Gede yang mayoritas beragama Islam telah dikenal sejak lama sebagai  pedagang dan membuat kerajinan tangan dari perak. Kemampuan berdagang mereka dapat secara turun temurun sehingga membetuk masyarakat yang dikenal sebagai mayarakat kalang.. Pada masa kejayaan Mataram di Kota Gede, orang Kalang menjadi konglomerat pribumi dan orang di masa kini masih bisa menyaksikan kehebatan orang Kalang melalui ukiran yang dipahatkan pada kerangka bangunan rumah mereka, yang mencerminkan kejayaan mereka pada masa itu, sampai dengan pekerjaan mereka sebagai pengerajin perak, dan emas yang masih dilanjutkan oleh generasi demi generasi sampai sekarang.

Terinspirasi dari istilah “jasmerah” istilah yang dilontarkan  Bung Karno dalam suatu pidatonya yang kepanjanganya adalah “Jangan Melupakan Sejarah”, Wisata Kota Gede sebuah kunjungan yang wajib dilakukan oleh orang Jawa untuk mengetahui betapa adiluhungnya warisan nenek moyang dan kunjungan yang

manyajikan sebuah petualangan sejarah yang mambawa kita ke kehidupan di masa lampau ke abad 16 jaman sebelelum berdirinya Kesultanan Yogyakarta, dengan mengunjungi rumah-rumah tradisional yang penuh dengan simbol-simbol philosophy asli budaya  dan tradisi masyarakat Jawa, komplek Makam Raja Kota Gede  yang penuh dengan peninggalan arsitektur campuran antara Hindu Budda dan Islam, serta dibawa ke aktivitas-aktivitas keseharian pada masa lampau. Kunjungan ke Kota Gede  Cagar Budaya lengkap dikemas dalam sebuah paket wisata dimana perserta berpakaian adat Jawa dan menggunakan alat angkut tradisional seperti sepeda onthel untuk individu dan menggunakan andong untuk group akan dipandu oleh penduduk lokal dan pecinta budaya  Kota Gede yang tergabung dalam komunitas The House of Kota Gede yang tidak saja menunjukan obyek-obyek bersejarah namun disertai dengan pemberian informasi-informasi sejarah yang akurat dengan obyek sejarah langsung di lokasi. Sebuah Paket Wisata Budaya yang sangat layak untuk wisatawan asing maupun domestik keluarga  sekolah ataupun instansi. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s