Guide Bekerja Untuk Empat Hal

Ketika hari-hari pick seasson dalam industri pariwisata, profesi pemandu wisata bak kendaraan yang dipacu demikian kencangnya..tanpa berhenti membawa beban dengan sopir dan penumpang yan g terus bergerak menuju sasaran tujuan..maka apapung mengenai kendaraan tersebut tak akan lagi bisa optimal dalam hasil dan kinerja, demikian ibarat spare parts dan fungsi-fungsi keseluruh sistem laju motorik pasti ada pengaruh atas kinerjanya..

Maka, itulah ibarat Guide yang terus menerus bekerja menjalankan tugas pemanduan wisata di lapangan.. marilah bertanya pada diri sendiri untuk apa bekerja membanting tulang, jika roda tak maksimal berputar, lampu tak lagi menyala dengan sempurna, rem kurang pakem, fungsi gas yang memacu kecepatan juga tak lagi seperti dulu.. Melihat kinerja Guide, amatlah wajar memperhatikan keselamatannya – kesehatannya – kepuasannya dan kenyamanan bekerja sehari-hari dengan prima melayani wisatawan di lapangan..

Paling tidak pengalaman lapangan mengharuskan Guide bekerja untuk empat tujuan; pertama agar menjaga kesehatan fisiknya dengan memperhatikan asupan gizi, makanan dan minuman yang cukup..tips berolah raga bagi profesi ini melekat dalam tugas-tugas lapangan, namun bisa saja seorang Guide melakukan senam rutin saat pagi atau sore di tempat yang memudahkannya berimprovisasi atas kesehatannya..

Kedua, agar bekerja dengan nyaman tapi memperhatikan keamanan dengan mengasuransikan pekerjaan pemanduan sebagai hak sosial tenaga kerja. Bahwa seseorang Guide sudi membayar tiap bulan yang terjangkau pemasukannya kepada jaminan sosial tenaga kerja, mengingat profesi ini telah diakui syarat dengan risiko kecelakaan kerja seperti banyak merenggut teman-teman Pramuwisata yang terpaksa kehilangan nyawa oleh satu sebab dan lain hal dalam tugasnya..Tahun 2010-2011 ini saja Jogja kehilangan guide bahasa Belanda senior berturut-turut Mas Budi, Pak Taryo, Mas Padmo, Mas Boby.. semoga amal baik mereka diterima Tuhan YME, sebuah pelajaran berharga buat kita Pramuwisata juga terjadi beberap minggu lalu Guide Belanda asal Jakarta Bu Sandra (58) meninggal dalam kecelakaan Tangkuban Perahu bersama tamu2 Belgia dan Belanda..

Ketiga, agar Guide mulai menabung untuk hari tuanya. Sebuah program asuransi Jamsostek (misalnya yang akan kita ikuti) bisa meringankan beban sekaligus dengan alasan keempat, yakni agar Guide bersama Keluarga mengasuransikan kesehatan dimanapun dan kapanpun mereka membutuhkan perawatan dengan jaminan beaya yang digantikan kemudian oleh Perusahaan Asuransi.

Pelaksanaan keempat hal diatas bagi Guide HPI terkait dengan program Dewan Pimpinan Daerah bidang Kesejahteraan dan bidang Organisasi. Bahwa seorang Guide peminat, kelak harus mengisi form lembar penugasan yang dapat melaporkan ke Pengurus HPI kemana dia bertugas membawa tamu lengkap dengan penjelasan tour itenerary, sehingga pihak Jamsostek dapat mengetahui berkala seseorang Guide dan Keluarga yang tercover asuransi tersebut manakala mereka membutuhkan pembiayaan perawatan kesehatan, jaminan hari tua hatta pemakaman jika mengharuskan adanya.

Semoga teman-teman Pramuwisata juga menghitung resiko bekerja melayani wisatawan dengan proporsi asuransi yang cukup. Itulah wujud penghargaan seorang Guide terhadap profesinya di saat program pribadi menuntutnya sehat prima bekerja dan tanggung-jawab keluarga membuatnya menyisihkan tabungan hari tua sebagai hasil jerih payah bekerja bertahun menekuni guiding… []

Baca juga  artikel yang berhubungan dengan asuransi untuk tour guide klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s