Recruitment tour guide yang tidak reliable

Kami menemukan artikel yang berhubungan dengan tour guide di Facebook, kali ini judulnya adalah

“Recruitment tour guide yang tidak reliable”

Bekerja menjadi tour guide tidak semudah seperti yang dibayangkan. Menjadi tour guide harus mempunya kompetensi yang lengkap karena tour guide diibaratkan sebuah motor penggerak pariwisata dan perjalanan wisata, Didalam penyediaan tour service diperlukan tour guide dapat mengetahui fungsi dan perannya dalam pemanduan. Untuk itu diperlukan sosok tour guide yang multi talenta, kaya akan ilmu pengetahuan, actual obyek wisata, supel dan mempunyai pengusaan bahasa dengan baik serta bisa bekerja profesional

Ada seorang teman yang mengirim info bahwa ada recruitement tour guide di sebuah kota besar akan tetapi tema dan tujuan pengetesnya adalah sosok tour guide yang telah lama not operated dan bahkan bisa di bilang tour guide STEMPEL krn ngakunya guide tapi kurang di kenal sebagai guide yang profesional di eranya dan bahkan berbahasa inggrisnya kurang bisa di mengerti dan di pahami oleh lawan bicaranya. Buka cuma itu saja pertanyaan testpun tidak bermutu karena tidak menyangkut sama sekali kompetensi yang diperlukan untuk menjadi tour guide yang baik.. Sepertinya tes recruitement hanya formalitas aja atau sebatas akal2an agar ada anggaran yang bisa di manfaatkan. Ini bisa kita lihat saat salah satu peserta curhat mengenai kwalitas penguji. Peserta yang rata2 menunggu antrian 1,5 – 2 jam tapi hanya di tes cuma 1 menit dan kwalitas pertanyaan nya pun gak matching dgn tujuan dari acara itu sendiri.  Ngono yo ngono tapi ojok ngono…….wis gak jaman ne.

Loh yang ngetes saja sudah out of date dan tidak mengetahui tujuan recruitement,  bagaimana hasil saringananya? yang pasti cm abal2. Hasilnya adalah tour guide yang sama sekali tidak mempunyai kompetensi dan kwalitas yang diperlukan sebagai tour guide yang baik dan profesional. karena tidak mengetahui obyek wisata, management pariwisata, ataupun pengusaan bahasa yang memadai.. sehingga akan timbul hanya guide-guide yang hanya dapat cari muka, nuntut fee tinggi, dan tenaga marketing art shop. Itu klo laku, gmana klo gak laku?

Semoga artikel ini berguna bagi tour guide pada umumnya untuk menambah wawasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s