Lingking Tourism Culture

Judul di atas merupakan tema perayaan hari pariwisata se-dunia di pelataran parkir komplek Kraton Ratu Boko Yogyakarta, dilaksanakan Jum’at sore 30/10/2011  yang dihadiri seratusan lebih Undangan insan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk para pejabat Dinas Pariwisata se-propinsi DIY. Begitu seorang Guide penguhubung memanggil satu persatu para Pemandu Wisata Himpunan Pramuwisata Indonesia Jogja ke atas pentas, semua hadirin riuh menyambut demo langka menampilkan ketrampilan multi bahasa ini.

Menarik dalam suasana keakraban, peringatan tingkat dunia ini diawali dengan pemotongan tumpeng di atas panggung oleh Kepala Dinas Pariwisata Propinsi DIY Bpk Tazbir S.H., M.Hum lalu diserahkan kepada Pimpinan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Bpk Agus Canny disaksikan Ketua ASITA, Ketua HPI, Ketua PHRI, Ketua BP2KY, Ketua Barahmus, BPPS dan unsur Perguruan Tinggi Pariwisata Yogyakarta. Selain dimeriahkan oleh kolosal tarian tradisi dan konteporer Mahasiswa STIEPRAM acara diramaikan demo spektakuler tim HPI DI-Yogyakarta, yakni demo ketrampilan 12 bahasa minus Belanda, Jepang dan Italy. Dihantarkan oleh teman Sekretaris DPD Bpk Chandra Prabantoro dalam bahasa Indonesia memperkenalkan satu persatu sambil naik ke panggung para Guide presenter sore itu, aplaus menggema dari para hadirin..

Giliran pertama adalah R. Dwi Djokohadi yang memutih itu mempresentasikan bahasa Inggris-nya: ‘Selamat sore hadirin yang kami hormati.. Selamat datang pada peringatan Hari Pariwisata Sedunia Tingkat Propinsi DIY. Peringatan yang dihadiri seluruh elemen pariwisata di DIY ini sangat membanggakan bagi kita semua, karena insane pariwisata bisa berkumpul bersama demi upaya memajukan pariwisata Jogja. Perkenankanlah kami para Pemandu Wisata Se-DIY yang tergabung dalam HPI DIY menyapa hadirin sekalian di KratonRatu Boko ini dengan ucapa ‘salam pariwisata!’ (semua presenter serentak mengepalkan tangan kanan sambil bersama mengucap salam pariwisata, yess…!)

Demo disambung sebetulnya oleh Mrs. Sri Pujiyati yang siap dengan bahasa Jepang; Kono tabi watashi tachi Ratu Boko kyuuden ni irashaimasu.. Isa ryoiki ga bunmei sono toki deshita.. itsu made motekito na miharu hazu desu node..kono momento sekkai ryokou kinen shite.. Watashi tachi to isho ni yakusoku shimashou.. Jogja no kankou ryouko ga susumemasu..kanko ryokou no wa Jogja no shouri desu node.. kankou ryouko no wa yaku shirareta desu node. Kanko ryokou no watachi tachi ima wa isshouni taitotsu ni shimasu Jogja no tozen no toku shoku desu..

Sebagai penghubung penterjemah demo, Pak Chandra menyelingi dengan menerjemahkan isi bahasa Jepang seperti; saat ini kita berada di situs Ratu Boko, kawasan peninggalan sejarah budaya masa silam yang sepantasnya kita jaga dan pelihara sampai kapanpun. Pada perayaan Hari Pariwisata Se-Dunia ini mari kita bersama berikrar memajukan pariwisata Yogyakarta. Karena dengan pariwisatalah Jogja berjaya, dikenal dan oleh pariwisatalahJogja menyatukan kita semua sekarang ini.. Jogja memang istimewa..

Bahasa ke-3 adalah presenter Melayu oleh Mr. Totok Sugondo yang isinya; Hadirin insane pariwisata Jogja yang saya banggakan.. Meski erupsi Merapi 2010 pernah menurunkan kunjungan wisata Jogja…meski gempa 2006 menggetarkan Jogja kita tercinta, tapi tetaplah kita yakin Jogja adalah ladang terbaik mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya.. Pariwisata adalah ladang dan periuk usaha kita. Ayo jadikan Jogja sebagai tempat yang nyaman bagi turis domestik dan mancanegara..

Pak Alam menggunakan bahasa Mandarin memukau para hadirin saat itu, yang isinya; Hadirin yang saya banggakan, dewasa ini sektor pariwisata amatlah penting, termasuk di Jogja. Secara nasional menjadi sektor unggulan penghasil devisa. Bagi kita, pariwisata terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik langsung maupun tak langsung semua merasakan manfaat industri kepariwisataan. Karena itu, mari bersama meningkatkan kualitas layanan pariwisata Jogja..

Mr. Gunawan memaparkan dengan bahasa Spanyol, yang isinya kurang lebih bahwa;  Digelarnya peringatan tingkat dunia ini mestinya mengingatkan kita pada slogan Sapta Pesona.. Pada kesempatan langka ini, mari kita kuatkan tekad menjadikan Jogja yang Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah tamah dan penuh Kenangan..

Khusus Bahasa Rusia oleh Bpk Daryana yang artinya kurang lebih begini; Kabupaten dan Kota di DIY memiliki daya tarik wisata yang lengkap.. diantaranya obyek wisata alam, wisata sejarah seperti candi Prambanan & Ratu Boko yang merupakan warisan dunia. Digelarnya peringatan pariwisata tingkat dunia di situs Boko ini makin menyadarkan kita akan arti pentingnya pelestarian peninggalan purbakala. Karena itu, mari bersama melestarikan asset pariwisata yang adiluhur termasuk Kraton Boko ini…

Demo Bahasa Perancis oleh Toni Suyutno meyampaikan presentasi satu menit yang isi terjemahnya; Jika kita pegang teguh spirit ikrar insane pariwisata DIY, tentu kita akan konsisten menjaga Pantai Baron di Gunungkidul agar tetap indah dan menarik..Pantai Parangtritis kian dikunjungi, demikian juga Pantai Glagah di Kulon Progo akan dikenang sebagai obyek daya tarik wisata yang memikat hati wisatawan yang datang..Mari pada kesempatan ini kita bersama mengucapkan: ‘Salam Pariwisata Jogja!!’

Presentasi multi bahasa HPI dimeriahkan Mr. Budi Susetyo dengan membawakan bahasa Suriname alias Jawa Ngoko yang penggalannya antara lain; Sedulur kabeh..Perayaan Dina Pariwisoto sak nDunyo ono ing papan iki ngingetke kaluhuran kabudayan manungso ono ing tlatah Jowo, sebab papan iki arupo Kraton Ratu Boko (manuk Blekok kang endah) tondo kadigdayan lan kaluhuran budhi pakerti ugo sekabeh kabudhayan.. mengkono ugo papan situs Candi Prambanan, Candi Borobudur lan liyo liyane…presentasi kali ini sungguh mendapat aplaus luar biasa, sebab HPI ternyata telah siap menerima temu-tamu yang berasal dari Suriname dengan bahasa Jawa yang khas itu..

Presenter ke-sembilan Mr. Wagiyo menampilkan bahasa Korea yang isinya kurang lebih; Sebagai insan pariwisata Jogja, mari kita bersama-sama menyatukan langkah, bergandengan tangan, bersama mengembalikan Jogja sebagai destinasi utama Indonesia bahkan dunia.. Kami para Pemandu Wisata mengajak para hadirin semua untuk benar-benar membawa Jogja ke tingkat dunia dan sekaligus membawa wisatawan dunia ke Jogja dengan mendatangkan mereka sebanyak-banyaknya…

Kali terakhir diantara 10 presenter Pak Andi berpesan; Liebe Damen und Herren, bitte fragen Sie mal, was haben wir uns schoen im Tourismus hier abgegeben? Auf welche Seite machen wir schoen unsere Arbeit..ist das genug oder gut bearbeitet wird? Sollen wir anhalten, meine Damen und Herren…Bitte besheiden wir…Jogja Tourismus in Supper zukunf auch immer besser gewesen wird.. Alle auf uns abhaengig!!! Diterjemahkan oleh Mr. Chandra Prabantoro, kurang lebih; Insan Pariwisata DIY yang tercinta, Marilah kita bertanya pada diri sendiri..Apa sajakah yang sudah kita berikan untuk pariwisata Jogja? Sejauh mana kita perbuat dalam memajukan usaha pariwisata Jogja? Akankah ini semua akan berhenti di sini..ataukah kita bersama menyambut masa depan pariwisata Jogja yang gilang-gemilang…semua terserah dan terletak di tangan masing-masing insane pariwisata Jogja..

Berbahasa Arab dengan fasih Ketua DPD HPI DIY, bpk Andi menutup demo multi bahasa dengan jelas mengerek peran sentral pemandu wisata di tataran kepariwisataan, seperti; Hadirin yang mulia..sebagai destinasi kebanggaan nasional..Jogja memiliki SDM pariwisata beragam bahasa seperti Pemandu Wisata HPI ± 400 guide multi bahasa yang patut terus ditingkatkan dan ikut serta melengkapi sarana-prasarana layanan kepariwisataan nasional dari waktu ke waktu.. Marilah bergandengan tangan mengangkat citra posisitf DIY di pentas dunia atas kunjungan wisatawan yang terus tumbuh disini..mari hilangkan ego sektoral demi kemajuan, kepuasan dan kenyamanan para tamu yang datang…

Sungguh isi demo langka ini mencerminkan tema peringatan ‘international tourism day’ yang tertunda, mestinya bertepatan tanggal 27 September ini berlangsung sungguh di luar dugaan, bahwa Himpunan Pramuwisata Indonesia telah memikat para industriawan nasional, antara lain pihak PT Garuda Indonesia melalui Bpk Aryo Darmawan selaku sales executive berharap bisa kerjasama saling menguntungkan dengan HPI seperti juga telah dilakukan teman2 HPI Jawa Timur. Bagi pemandu wisata, semua menunggu apakah momentum ini menjadi fakta..profesi ini dihargai sepadan dan yang menggunakan jasanya terpuaskan.. Bravo HPI..Saslam Pariwisata..!!![]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s