LAGI GUIDE BINTANG-5

http://hpijogja.org/five-star-tour-guide.htm by hpijogja, on January 26th, 2011

…yang dimaksud five star tour guide adalah tour guide yang mempunyai kemampuan untuk menaklukan tantangan dalam dunia pariwisata, sebagai contoh menaklukan tourist orang India yang terkenal sulit, meng-arrange tamu sendiri dari A sampai Z  seperti deskripsi di atas adalah contohnya, dan sebutan five star tour guide hanya untuk tour guide yang  dianggap telah   memenuhi kriteria  antara lain:

1. Mempunyai Standard kompetensi seperti yang ditetapkan oleh HPI.

2. Mempunyai reputasi ZERO komplain dari tamu yang dipandu ataupun dari pemberi order.

3. Mempunyai jiwa entrepreneur.

4. Mempunyai jiwa enterteiner dalam aktivitas memandu.

5. Non Shopping minded tour guide.

Untuk orang lain boleh menyebutkan dirinya sebagai “five star tour guide”, apabila telah memenuhi persyaratan tersebut di atas, namun apabila belum memenuhi persyaratan diatas berarti belum pantas menyebut dirinya sebagai “five star tour guide” karena hanya individu tour guide sendirilah  yang mangetahui apakah dia dapat disebut “five star tour guide” atau belum.  Sebutan “Five Star Tour Guide” sebagai tataran (kasta) tertinggiseorang guide itu hanya ada di dunia virtual saja  belum dapat wujudkan dalam bentuk serifikat atau pengakuan resmi dari HPI .

http://hpijogja.org/guide-bintang-lima.htm by hpijogja, on January 19th, 2011

GUIDE adalah profesi kerja beretika yang menggabungkan antara ketrampilan teknis dan wawasan kepariwisataan di atas sikap individu yang jujur, militan dan terlatih baik dalam bertugas melayani seluruh kebutuhan wisatawan. Klasifikasi profesi ini merentang di atas cara pandang individu guide, maka salah satu solusi yang perlu dilaksanakan adalah meningkatkan kemampuan kinerja Pramuwisata seperti diatur Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Seseorang Guide harus menguji kompetensinya secara sadar, mengenali kemampuan bahasanya, teknik guiding yang standard dan terutama sikap profesionalitas kerja di lapangan.

Standard pelayanan pariwisata sebetulnya bisa diukur dan seseorang guide harus memaksimalkan pelayanan dengan zero complain. Itulah sebabnya Himpunan Pramuwisata Indonesia Yogyakarta mengumandangkan tahun 2011 sebagai Zero Complain Services. Karena itu Pemandu Wisata perlu bertekad menyatukan lima elemen pokok guiding, yakni menyeimbangkan ruang porsi penguasaan antara ketrampilan bahasa – materi destinasi – sikap profesional – wawasan guide – gaya penampilan dalam skema Bintang Bersudut Lima. Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya Sumber Daya Manusia berkualitas memiliki guide standard yang warna-warni, kini dalam persoalan menyangkut esensi siapa Jati Diri Guide itu sebenarnya dan bagaimana masa depan profesinya.

Sekitar awal Januari 2011 di akun facebook teman-teman HPI Yogyakarta juga mendiskusikan hal  ‘Guide Sejahtera’, cuplikannya bercerita seorang teman dari leaflet kisah Maya…bla bla berikut ini;

“…Seminggu setelah meninggal Ratu Maya melahirkan Pangeran Sidharta.. ” Dengan alasan praktis dan tidak perlu kerja keras seperti buruh, banyak kolega kita yang bangga dengan IT dan menganggap Google dapat melakukan segalanya,  sehingga menerjemahkan dengan teks dengan menggunakan  Google, pada akhirnya  harus bertekuk lutut sampai hilang seyumnya setelah terjemahannya yang salah dicetak dan beredar sampai Beijing!.

Tapi omong omong, kalau kita bertemu di airport atau di lokasi wisata, berapa gelintir guide saja yang memakai wajah sumringah, energetik dan ramah. Sebagian besar berpenampilan sangat kontras dengan misi jual jasanya. Kalau kelelahan atau kurang sehat normal saja jadi murung tapi tiap hari murung macam langit mendung yang tak kunjung hujan bisa berabe profesi kita.”

Itulah cuplikan diskusi kita ‘sharing’ bagaimana menjadi guide yang baik dan bermartabat, diskusi menarik soal SOP guiding… menjelah Musyawarah Nasional HPI di Jakarta bulan September esok; sekaligus menunjukkan pramuwisata tak abai atas profesi yang dijalani, di tengah suasana kepariwisataan nasional yang masih saja berjalan di tempat..

Silahkan memandang profesi ini dari sudut anda…siapa tahu banyak yang akan mengambil sari kebijaksanaan.. matur nuwun. []

One thought on “LAGI GUIDE BINTANG-5

  1. Made Bartha

    Saya tertarik mengomentari artikel yang diposting oleh DPD HPI JOGJA karena pada alinea pertama tulisan ini ada kalimat berbunyi “mampu menaklukan orang india”. saya tidak tahu apa temen-temen mendapatkan masalah besar kalau menghandle tamu berasal dari india ? atau keturunan India atau India yang sudah menjadi warga negara Amerika,Canada,Malaysia dll? Saya tidak bermaksud menggurui temen-temen memang karakter orang India itu sudah seperti itu mau apa lagi maksud saya 1.senang menggurui 2.selalu mau yang lebih murah.3.orang India tertentu merasa dirinya lebih tinggi martabatnya dibandingkan orang lain.4.kepada kita orang Indonesia orang India merasa sebagai saudara tua secara budaya.5.kebanyakan orang India menganut pola hidup vegetarian Kalau saya menghandle tamu orang India prinsif jangan langsung menjejali mereka informasi tentang obyek yang akan dikunjungi apa lagi berubungan dengan obyek agama Hindu atau Buddha jangan lupa kedua agama itu muncul dan berkembang di negara mereka India lumrah kalau mereka tahu lebih dibandingkan dengan kita.berbasabasilah terlebih dahulu tanyakan apa keyakinanya? Dewa siapa Istha Dewatanya artinya Dewa mana yang dipujanya kalu sudah tahu jangan mengomentari Dewa itu sesuai pengetahuan anda lebih baik anda bertanya merendahkan diri, mereka dengan senang hati menerangkan pada anda siapa Dewa tersebut bagaimana tradisi mereka memujanya dll.Tanyakan pada tamu anda mau makan dimana kalau tamu itu mengatakan mereka vegetarian jangan mencoba meyakinkan mereka restoran tertentu menyajikan makanan vegetarian,biasanya kalu orang india sudah mengatakan vegetarian mereka benar-benar tidak bisa menerima masakan Indonesia kecuali nasi putih,apakah anda memaksa tamu hanya makan nasi putih tok? karena menurut keyakinan mereka masakan yang lainya tidak halal bagi mereka,harap dimengerti!!! secara budaya orang India merasa lebih tua,tingi,luhur budayanya dibandingkan dengan budaya kita kalau saya bisa menerima pola pikir mereka itu nyatanya dasar kebudayaan kita sangat dipengaruhi oleh budaya Hindhustan perlukah kita perdebatkan dengan mereka??? orang India kalau berbelanja maunya murah,nawar saudara kita dari Sumatra Barat juga sama senang tawar menawar selalu minta yang murah minta barang kualitas terbaik (maaf tidak bermaksud apa-apa hanya membandngkan)itu kesukaan orang India melakukan tawar menawar. kalau orang India yang anda handle bersikap dia lebih bermartabat dibanding anda ya itulah pola pikir berkonsep kasta di India konsep kasta masih berlaku sehingga dimanapun orang India yang digolongkan Brahmana atau kesatria selalu merasa dirinya lebih tingi martabatnya dibandingkan orang lain itu karakter mereka.yang lainnya adalah orang India yang datang sebagai wisatawan memang orang India yang sudah sukses secara ekonomi sehingga mereka rada sombong karena kebanyakan kondisi ekonomi orang India di India sana tidak mampu pelesiran ke luar negeri. Kalau 5 poin ini bisa anda jadikan senjata pada saat handle tamu orang india saya yakin anda terbebas dari kerewelan orang India terbukti saya punya tamu 3 keluarrga besar sudah saya layani mulai dari kakek nenek mereka sampai anak cucunya pasrah bongkokan sama saya selamat mencoba!!!!!Made

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s