CANDI IJO

Terletak di bukit Ijo desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman , DIY pada ketinggian ± 427 meter diatas permukaan laut, Candi Ijo merupakan Komplek peninggalan pengaruh agama Hindu diperkirakan di bangun abad 9 – 10 M, ditemukan oleh H.E DOORPAAL, administrator pabrik gula SOROGEDUG pada tahun 1886.  Pada tahun yang sama C.A ROSEMEIER menemukan 3 area batu, kemudian penelitian dan penggalian arkeologis candi induk oleh DR. J. GRONEMAN pada tahun 1887. Pada penggalian ini ditemukan : Lembaran – lembaran emas bertulisan, Cincin Emas dan  Beberapa jenis biji – bijian

 

Situs Candi Ijo ini di bukit berkapur yang berhawa sejuk, lokasi komplek candi membujur dari barat ke timur dengan berbentuk teras – teras dengan ketinggian yang berbeda, semakin ke timur semakin tinggi, posisi yang mengingatkan wisatawan pada Komplek Pura Besakih di Bali. Menurut penelitian arkeologis, di sebelah Teras terdapat 17 gugusan bangunan  (Candi) yang bisa dikelompokkan menjadi 2 candi : Kelompok 1 Bangunan candi yang keseluruhan materialnya dari bahan batu. Dan Kelompok 2 Bangunan tidak beratap cuma struktur pondasi memakai bahan batu, banyak ditemukan ompak – ompak batu sebagai penyangga tiang – tiang kayu.

 

Dari 17 gugus tersebut terbagi menjadi 6 kelompok, berdasar letak di masing – masing teras yaitu XI : Teras tertinggi paling timur ada 4 candi + 4 lingga sewu; Candi A  ( Induk ), Candi C ( Candi wahan tengah / Nandi dan Padmasana ), Candi B ( Perwara Kiri ) dan Candi D ( Perwara Kanan ). Teras IX terdapat satu candi (E) Teras VIII ada Tujuh Candi ( Candi F, G, H.I,J,K,L). Teras V ada  Tiga Candi ( Candi M,N,O ). Teras IV ada Satu Candi ( Candi P). Teras I ada Satu Candi ( Candi Q). Pada tahun 1886 teras ke V ditemukan tiga arca oleh  CA. Rosemeier yaitu arca Ganesha, Shiwa dan sebuah arca tanpa kepala bertangan empat. Pada teras IX ditemukan batu bertulis “GUYWAN”.

 

M.M SOEKARTO menemukan fragmen arca Siwa Mahaguru dan batu bertulis mantra – mantra.  Pada tahun 1985 ditemukan pula arca Durga, Agastya, dan empat arca pariwara. Di candi Perwara tengah ditemukan area Nandi, Padmasana  Cermin  (Darpana), Gerabah, Keramik.

 

Candi Induk

Candi Induk ( Utama ) menghadap ke barat kaki candi dengan selasar yang cukup lebar sehingga pengunjung bisa mengelilingi tubuh Candi. Tangga masuk ke kamar Candi hanya satu yaitu dari arah barat, dan yang unik disebelah kiri tangga masuk dibawah selasar Candi ada Rongga kecil ada semacam batu kubus berlubang ( mirip Yoni ?) diatasnya  berlubang mungkin? ( Tempta Lingga?)

Tubuh Candi berbentuk persegi, setelah menaiki tangga seperti ada terasan untuk memasuki ke kamar candi, diatas teras ini di hiasi kepala KALA, dan kepala KALA KEDUA, menempel di dinding candi. Disebelah kanan dan kiri pintu masuk, di dinding candi ada masing – masing satu relung (kosong) kemudian di dinding candi sebelah kanan, belakang dan kiri masing – msing ada Tiga Relung, relung yang tengah lebih besar, diatas bagian relung dihiasi Kala dan pahatan seperti atap candi.

 

Di dalam ruang candi terdapat Lingga – Yoni yang cukup besar ukurannya. Dibagian bawah ujung Yoni terdapat hiasan kura – kura dan Naga, mengingatkan pengunjung pada Candi Sambisari atau Merak yang ada kemiripan bentuk. Selain Lingga – Yoni yang besar ukurannya, di dalam ada relung dinding yang dikanan kirinya dihiasi Absara.

 

Atap Candi

 

Diantara tubuh Candi dan Atap Candi terdapat ragam hias sulur bunga – bunga horizontal diselang – seling relief gana atau manusia kerdil. Di bagiaan atap yang tambun, paling bawah dengan hiasan atau motif bentuk Tumpal ada patung relief, setengah badan yang tangan kanan dan kirinya memegang bunga teratai (Apsara?). puncak candi berujud bulat ( Lingga) kemudian dasarnya teratai bertingkat. Perlu dicatat disini terdapat Pahatan sangat halus, dalam, dan indah (mirip pahatan di Candi Prambanan)

 

Di depan Candi Induk berderet dari utara ke selatan 3 buah Candi Perwara (Penulis menyebut wahana ) menghadap ke timur. Candi Perwara yang terletak di tengah ukurannya lebih besar dari 2 perwara ( Wahana ) yang lain. Di dalam kamar candi ini terdapat area Nandi (Lembu) kendaraan Dewa Shiwa dan Altar ( Padmasana ). Sedangkan 2 Candi Perwara yang lain Cuma ada Yoni dan yang satunya Sumuran. Yang unik dati ketiga Candi Perwara (Wahana) ini hiasan dinding luarnya berbeda – beda. Yang tengah dinding luarnya tidak berelung, ada hiasan motif bungazan. Sebelah kanan ( kala kita menghadap ke timur ) dinding luarnya memiliki relung yang tidak begitu dalam diatasnya ada hiasan Kala, tapi punya rahang bawah ( banaspati?). Candi Wahana ketiga sebelah kiri, dinding luarnya terdapat jendela ventilasi yang dihiasi motif geometris, seperti belah ketupat dan dipahat tembus.

 

Catatan: *Ditemukan juga Prasasti dari tahun 906 M yang menyebutkan pada suatu upacara di Candi ada tamu yang bernama “Wuang Hijo” anak wanua – i, wuang hijo berdasar prasasti ini umur candi ± 1100th. Di situs sekitar candi ijo, ada situs Gupolo dan Sumur Bandung pada tahun 1980 ditemukan 2 Area Langka yaitu: Narasimha, jelmaan Dewa Wisnu berujud manusia kepada singa dan Wisnutriwikrama ( Brahmana Kerdil), satu-satunya wujud patung di Indonesia yang pernah ditemukan.

 

Oleh: Suryadi / Ketua Divisi Bahasa Jerman DPD HPI DIY, untuk materi pengayaan guide 5/2/2011 pada acara Tour Motoring Pemandu Wisata HPI Yogyakarta ke Komplek Candi Ijo – Barong dan Candi Merak.

 

2 thoughts on “CANDI IJO

  1. arbi

    waahh..,kompleks sekali penjelasannya, bagus tuh untuk promosi pariwisata kita apa lagi seperti candi ini yang umurnya sudah ratusan tahun, harus tetap dijaga keasliannya. Tetap semangat promosikan pariwisata Indonesia.

  2. Stick

    Candi ijo memang tempat wisata yg menyuguhkan pemandangan alam, !

    B’erkunjung d’sana d’pagi hari ntuk melihat matahari terbit, dn sore hari ntk melihat matahari terbenam, sumpah keren ! Gak ada 2nx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s