Guide Bintang Lima

GUIDE adalah profesi kerja beretika yang menggabungkan antara ketrampilan teknis dan wawasan kepariwisataan di atas sikap individu yang jujur, militan dan terlatih baik dalam bertugas melayani seluruh kebutuhan wisatawan. Klasifikasi profesi ini merentang di atas cara pandang individu guide, maka salah satu solusi yang perlu dilaksanakan adalah meningkatkan kemampuan kinerja Pramuwisata seperti diatur Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Seseorang Guide harus menguji kompetensinya secara sadar, mengenali kemampuan bahasanya, teknik guiding yang standard dan terutama sikap profesionalitas kerja di lapangan.

Standard pelayanan pariwisata sebetulnya bisa diukur dan seseorang guide harus memaksimalkan pelayanan dengan zero complain. Itulah sebabnya Himpunan Pramuwisata Indonesia Yogyakarta mengumandangkan tahun 2011 sebagai Zero Complain Services. Karena itu Pemandu Wisata perlu bertekad menyatukan lima elemen pokok guiding, yakni menyeimbangkan ruang porsi penguasaan antara ketrampilan bahasa – materi destinasi – sikap profesional – wawasan guide – gaya penampilan dalam skema Bintang Bersudut Lima. Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya Sumber Daya Manusia berkualitas memiliki guide standard yang warna-warni, kini dalam persoalan menyangkut esensi siapa Jati Diri Guide itu sebenarnya dan bagaimana masa depan profesinya.

Hasil dialog panjang dengan beberapa kawan seprofesi, terungkap betapa seseorang yang gigih menjadi professional dengan caranya itu terbukti kini dihargai sepadan jasanya oleh user, baik Biro Perjalanan Wisata maupun individu dan institusi. Sebaliknya yang bertahun tanpa belajar mandiri akan ‘mentok’ dan tetap demikian adanya. Betapa Guide sejati saatnya menyadari kondisi telah berubah, namun masih saja ada yang merasa bisa dan menjadi paling tahu diantara yang lain. Senioritas umur dan pengalaman disini masih koma, selama guide sebagai manusia melekat dalam dirinya sifat nisyan atau lupa diri, tampak dari sikap yang ditampilkan adalah wujud pemikiran dan cara pandangnya. Lihat tulisan http://hpijogja.org/guide-worldview.htm.

Ketika diusulkan; Ayolah kawan sering-sering ketemu sarasehan santai!! Membahas elemen penting sebagai GUIDE untuk mengkaca diri terhadap profesi tanpa blankonan, sekaligus Bintang Lima mau menularkan yang positif baik itu kepada saudaranya tanpa reserve dan meninggalkan negativisme citra profesi…gayungpun bersambut! Dibutuhkan tekad kuat, kejujuran juga proses panjang untuk berubah menjadi baik, namun mulai darimana? Penulis menyasar pola uji kompetensi dan pendidikan latihan guide adalah kunci terdalam perubahan jangka panjang citra guide nasional yang diawali dengan perombakan fungsi struktural HPI, seperti fungsi koperasi menguatkan kesejahteraan anggota.

Bersemilah tekad itu; yang suka menulis mulai menuangkan pikirannya ke dalam sebuah tulisan yang ditangkap sarinya oleh guide lain. Guide pekerja mengatakan, bahwa porsinya adalah membuat konsep kerja dan guiding tanpa menoleh ke yang lain. Ada pula jumlah terbanyak yang acuh dan apatis terhadap diri, profesi dan asosiasi dimana dia hidup, maka muncullah Guide Bintang Lima dalam tubuh HPI. Menurut si fulan, demikianlah sejarah watak guide dan asosiasi nirlaba ini butuh energi ekstra, hanya orang gila yang mau memimpin disini, terlepas apapun yang terjadi akan dibebankan kepadanya seluruh kebaikan sekaligus keburukan organisasi.

Nah berikutnya diantara solusi tulisan menggigit yang berasal dari seorang sahabat Guide Assessor, mungkin bisa membuka cakrawala pandang teman2 kelas Bintang Lima dalam memandang profesionalitas kerja di lapangan saat ini. Intinya sepintar apapun seseorang guide perlu menguji kelima kemampuan elementer kompetensinya dengan alat ukur yang disepakati dunia disini melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Pemandu Wisata seperti telah diprogramkan Pemerintah.

Guide perlu mendapatkan Sertifikat sebagai Pramuwisata Profesional dan dibuktikan dengan Uji Kompetensi, prosesnya seseorang harus terbukti lulus Ujian minimal empat Unit Kompetensi baik tertulis, maupun lisan yang diselenggarakan oleh Sebuah LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PARIWISATA bidang PRAMUWISATA atau seperti sedang diusahakan melalui Lembaga Diklat HPI TRAINING CENTRE.

Materi Ujian tersebut meliputi Pengetahuan Dasar tentang: Sejarah, Geografi, Transportasi, Museum, Atraksi Kesenian dan Budaya, Heritage Kota, Komunikasi Bahasa, Destinasi Obyek Wisata Menarik. Tentu juga termasuk ragam materi standard keterangan apapun dalam tugas layanan operasional “City Tour” saat Transfer In serta Transfer Out sebelum paket wisata tertentu berakhir.

Peserta ujikom terdiri atas anggota HPI, simpatisan profesi pramuwisata yang telah mengikuti diklat Pramuwisata baik formal maupun non formal oleh lembaga pendidikan resmi. Ujikom bisa pula diikuti oleh seseorang yang sudah bekerja sebagai pemandu wisata di sebuah Biro Perjalanan Wisata, Perusahaan Kepariwisataan, Petugas Museum dan masyarakat umum lain yang berwawasan kepariwisataan.

Persyaratan wajib minimal telah Lulus Tes  BAHASA Lisan dan Tulisan, terdiri dari BAHASA ASING pilihan, BAHASA NASIONAL INDONESIA dan BAHASA DAERAH tempat domisili PESERTA dengan penguasaan jumlah suku kata tertentu, gramatika dan tentu saja pengetahuan budaya setempat. Team Penguji dikordinasi Assessor oleh LSP Pariwisata yakni para Pakar Bahasa dan Komunikasi yang kompeten dan memiliki Sertifikat Assessor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi tersebut, disyaratkan:

1). Surat keterangan Dokter: tidak terjangkit penyakit menular kronis, seperti: ketergantungan pada NARKOBA, Fungsi Panca Indera normal dll.

2). Lulus test psikologi, yakni Penguasaan Emosi pada batas normal dan Kesadaran potensi diri / tes bakat.

3). Memiliki KTP tetap di wilayah Jateng – DIY.

4). Bukti minimal sudah 1 tahun bertugas sebagai pemandu wisata dari lembaga atau perusahaan atau asosiasi tempat dia bertugas.

5). Membayar Uang pendaftaran Ujian yg ditentukan oleh panitia

Ujikom melalui tiga tahap; pertama, Ujian Tertulis tentang Profesi Tourist Guide, berupa Pertanyaan Pilihan (Multiple Choice) dan Mengarang. Peserta harus menjawab dengan benar 80 % dari total yang diujikan dengan mempresentasikan 10 slides yang telah disediakan. Peserta mampu menjelaskan secara detail dan benar setiap Slide selama 2 ata 3 menit, tentu saja segala aspek yang berhubungan dengan kepariwisataan. Minimal 8 slides bisa dipresentasikan Peserta Ujikom secara benar.

Dilanjut kedua, Ujian Praktek dengan short visit selama 3 jam tour (City Sightseeing ) sesuai SOP dengan team penguji seperti tersebut di atas. Peserta harus telah menjalankan tugas pemanduan 3-4jam “city Tour” wisata kota misalnya selama minimal satu tahun berkomunikasi efektif dan dibuktikan oleh portifolio atau lembaga yang menerangkan bahwa yang bersangkutan dapat dipertanggung-jawabkan.

Tahap ketiga, yakni Routing & Itineraries, peserta harus mampu memberikan arah dari berbagai rute transportasi umum, taxi, bus kota, angkot dan nama-nama jalan secara benar dan akurat tanpa melihat peta, beserta ongkos pembiayaan yang “up to Date” serta aturan main perjalanan menuju Obyek Wisata. Teknik meluaskan pola membaca peta di dalam tahap ini, amatlah berguna menajamkan visi seorang guide menjalani profesinya di masa depan. Peta apa saja, termasuk mind mapping menjadi lebih professional mencapai tujuan zero complain tersebut diatas.

Seluruh studi Topik dalam rangka Uji Sertifikasi Kompetensi bertujuan agar Pramuwisata mampu secara baik berdiskusi dan menjelaskan topik-topik menarik tentang Sejarah Kebudayaan dan Obyek-obyek Wisata di sekitar Jawa yang kelak berdampak jangka panjang ikut meningkatkan standard layanan informasi, CITRA destinasi Jateng – DIY dan jumlah wisatawan yang berkunjung. Demikianlah ujikom pintas dalam mewujudkan profesionalitas GUIDE secara terukur, aktual, akurat dan bertanggung jawab kepada profesi. Terima kasih dan mohon respon kawan-kawan Guide Bintang Lima! **[]

Note & Reference:

  1. Budi Triyono dalam RESEP UJIAN SERTIFIKASI PRAMUWISATA PROFESIONAL KOTA BANDUNG, Agustus 2006. Silabus disusun berdasar Standar Pendidikan Internasional tentang ‘Vocational Study’
  2. European Tourist Guide Lectures, published 1982.
  3. Donald A E Cross, Some Educational Aspects of Tourist Guide Training in British Isles and Parts of Europe, Copyright B.T.E.T., 1979.
  4. SKKNI Bidang Pramuwisata dan Pengatur Wisata, copyright BNSP, Jakarta.
  5. Ettore Amato, Manual for Guiding Techniques, Yogyakarta, 1993.
  6. Andi Mudhi’uddin, Guide & Worldview, 2011, dimuat web DPD HPI DIY http://hpijogja.org/guide-worldview.htm.     

3 thoughts on “Guide Bintang Lima

  1. Ping balik: LAGI SOAL PERDA GUIDE « HPI JOGJA-Jogjakarta Tour Guide Association Official Blog

  2. Ping balik: LAGI GUIDE BINTANG-5 « HPI JOGJA-Jogjakarta Tour Guide Association Official Blog

  3. Ani

    Pak, saya mau menanyakan beberapa hal mengenai teknik guiding.
    Jadi begini pak, saya ditunjuk untuk mengikuti lomba pemanduan wisata langsung on the spot. Materi yang diberikan yaitu tentang culture . Dan saya menjelaskan tentang objek wisata yang berkaitan dengan culture. Kira – kira apa yang harus saya jelaskan terlebih dahulu ? Dan penjelasan apa saja yang harus saya sampaikan kepada tamu ?

    Mohon bantuannya. Karena saya merupakan pemula di dunia guiding🙂

    Thank you so much

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s