Evakuasi

Highlight menjadi seorang guide terjadi pada tahun 2005 ketika harus memandu 2 orang wistawan yang dari seorang ibu yang berumur 70 tahun dan anaknya yang berumur sekitar 40 tahun.  Tour dimulai dari Yogyakarta untuk mengunjungi Borobudur, Prambanan Yogyakarta city Tour dan dilanjutkan dengan overland tour menuju ke Bromo, semua berjalan lancar seperti itinerary, hingga menjelang hari terakhir tour ketika stay di Margo Utamo.

Sore itu pukul 15.00 kita sampai ke hotel cuaca saat itu gerimis .. setelah check in di hotel kita tertidur pulas melepas kepenatan perjalanan yang teramat melelahkan., menjelang sore pukul 17.00, reception mengetuk pintu, tergesa-gesa, “Mas tamu anda kecelakaan jatuh terpeleset di tangga dekat kolam renang…!” Ah kita lari-lari… ke kamar tamu untuk melihat keadeaan… Ah sangat mengenaskan.. sang ibu merintih kesakitan…, segera saja hotel memanggil ambulan untuk penanganan emergency di sebuah rumah sakit kecil di Kalibaru… setelah di analisa oleh rumah sakit tidak ditemukan frakture…akan tetapi si ibu tetap mengerang kesakitan…  sebagai guide kita bolak balik ke rumah sakit selalu siap apabila jasa kita diperlukan..!!

Di hari kedua pagi itu kita stand by di Rumah Sakit lebih pagi, sementara si anak sibuk menelephon kantor asuransi di Perancis untuk kondinasi penanganannya. ..oleh perwakilan asuransi dijelaskan bahwa si ibu akan dievakuasi dengan helicopter menuju rumah sakit international di Bali besok pagii, karena memang keadaannya yang tidak memungkinkan dievakusi dengan mobil ambulant,… sehingga  sore itu kita harus menyiapkan segala sesuatunya untuk  persiapan pendaratan dan kalkulasi biaya rumah sakit yang kelak akan ditagihkan ke pihak  asuransi.

Di hari ketiga, pagi hari satpam berkordinasi dengan polsek setempat untuk mengamankan lokasi pendaratan helikopter di lapangan sepak bola yang terletak tidak jauh dari Rumah Sakit. Pukul 9 sebuat Helikopter Bell.. melintas di atas rumah sakit.. ternyata  sang pilot kurang awas untuk melihat lokasi pendaratan sehingga Helicopter melewati  sejauh 10 km dan harus berbelok lagi menuju lokasi pendaratan…

Sang dokter menelephon bahwa Helicoter sudah menemukan lokasi dan segera mendarat.. Ambulan rumah sakit segera datang  ke lokasi pendaratan menjepur sang dokter yang datang bersama Helicopter… ngobrol sejenak dengan dokter.. ternya beliau berasal dari Yogyakarta. .. ah ketemu tetangga…!. Dokter memeriksa si ibu dan brifing sejenak dengan kru rumah sakit bagaimana cara mengevakuasi sang ibu yang dari hasil diagnosa sang dokter siibu diperkirakan mengalami cidera tulang punggung. Sang dokter memberi inrtuksi tata cara menggunakan tandu khusus  untuk helikopter yang tandu yang terbuat dari kantung, agar mengeras dan dapat digunakan sperti tandu pada umumnya harus dipompa. Dengan disaksikan oleh kru rumah sakit akhirnya dokter mempraktekan cara kerja perlatan tersebut… satu…. dua tiga.. digotonglah menuju ambulant. dan semuanya lancar.. terbanglah si ibu ke Bali..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s