Passport

PASSPORT Sudah 66 tahun usia rebublik ini, tetapi inovasi yang akan membawa bangsa ini menjauh dari keterbelakangan masih belum terjadi, diantaranya inovasi di bidnag penyelenggaraan pemerintahan. Contoh yang masih terjadi adalah masalah keimigrasian. Sedikit Saya batasi , dengan gemuknya system pemerintahan, kita memiliki kementrian Dalam Negeri, yang mengatur Kependudukan, dan kementrian Kehakiman, yang berwenang mengatur , diantaranya masalah ke imigrasian. Per maret atau April,kalau tidak salah 2006 , kita mengenal system pembuatan passport dengan menggunakan teknik BIOMETRI , yang mana dgn system baru ini, identitas pemilik passport akan terdeteksi di semua kantor imigrasi yang sudah LINK ! Baik kantor imigrasi setingkat sub karesidenan ( type C ) , atau kota besar ( type B ) atau kota yang lebih besar lagi ( type A ). Di wilayah Jateng DIY , ada kantor imigrasi dgn kualifikasi kota besar seperti Semarang , Solo dan Jogjakarta. Sedikit yang lebih kecil diantaranya Purwokerto , tegal , Cilacap. Sedang yang lebih kecil lagi, diantaranya Wonosobo , atau Jepara. Kesemua kantor yang saya tulis diatas, menerapkan sistem yang baru ( biometri ) , dimana kalau misal , pasport kita di terbitkan oleh kantor imigrasi Solo , maka data diri kita juga akan terlisted di kantor kantor imigrasi diatas ( jepara , Cilacap , tegal,dsb ), bahkan di seluruh kantor Imigrasi di seanteri Negara kita, begitu yang dilaporkan oleh instansi berwenang pasca system baru ini diterapkan. Konsekwensinya, pembuatan PASPORT , harus bisa diberikan kepada setiap warga Negara yang membutuhkan, dimanapun , sepanjang dalam batas wilayah RI , tanpa melihat asal KTP si pelamar . Tak ada keharusan bahwa seseorang dgn KTP asal Semarang , harus membuatnya di Semarang , TIDAK LAGI !! Mereka bisa membuat dimanapun. Hanya saja, kembali ke statement saya diatas, bahwa inovasi yang belum juga terjadi, diantaranya adalah HAMBATAN MENTAL PETUGAS imigrasi, dari semua level, untuk selalu mempersulit pengadaan passport tersebut. Dengan berbagai alasan, seperti misalnya : DOKUMEN YANG TIDAK LENGKAP , seperti surat keterangan dari kepolisian , RT / RW , referensi kerja , dll , yang sering sering tidak relevan dengan misi pembuatan passport itu sendiri. Ini yang kemudian menjadikan tarik ulur , dgn satu UOTPUT final, bahwa petugas imigrasi menjadikan ketidak lengkapan dokumen itu , untuk menaikkan nilai tawar , agar penerbitan passport menyertakan dana extra yang harus dibayarkan oleh Aplikan ! Pada akhirnya, mereka akan bisa mendapatkan pasportnya, selengkap apapun mereka membawa persyaratannya , toch selalu saja masih akan dianggap tidak lengkap .
Yang sering juga terjadi, dan ini sudah saya alami sendiri, saya datang ke kantor Imigrasi, dengan membawa passport lama, yang sdh hampir kadaluwarso, 6 bulan sebelum tanggal berlaku yang tertera habis, saya datang dengan dokumen pendukung lainnya. Sebetulnya, kalau Petugas Imigrasi dimanapun, MAU MENGGUNAKAN SEDIKIT OTAKNYA , cukup mengechek passport lama ( yang akan segera expired ) yang sudah saya bawa, mencocokkan dgn FOTO YANG TERPAMPANG di Pasport tsb, mentok mentoknya, meminta SECOND ID Card ( SIM atau KTP ) , kemudian memverifikasinya, dan segera memproses, tinggal memasukkan data baru, kapan passport akan diterbitkan, dan kapan akan berakhir , SELESAI !! Semudah itu, dan system yang sudah di upgrade dgn dana milyaran (PLUS ADA YANG NYANGKUT DISANA SINI SBG AKIBAR MENTAL KORUP ) , emngamanatkan proses yang simple itu. Tetapi yang terjadi adalah : bahwa pemilik passport lama PUN, masih diharuskan membawa seabreg abreg dokumen lainnya !! seperti diantaranya KK / C-1 , buku nikah , SKCK , dll ! Dan itupun masih harus melalui antri mengular, dan tidak kita ketahui dgn jelas mana ujung dan mana akhir antrian itu. Tidak ada kejelasan kapan kita harus dipanggil untuk proses yang berikutnya. Itu Saya lakukan dgn cara yang LEGAL, membayar sesuai tarif yang ditetapkan resmi pemerintah ( waktu itu Rp.275.000 ) , sehingga saya tidak memberi peluang terjadinya PUNGLI ! Dan kejujuran dengan tidak memberikan peluang PUNGLI tadi, seperti halnya orang orang jujur di negeri ini,akan otomatis menempatkan kita pada posisi paling dasar urutan KASTA pencari pasport ! Tersita energi besar , untuk mengurus perpanjangan sebuah pasport. 3 – 4 hari, disuruh kembali ke kantor yang sama , dan setelah saya datang memenuhi panggilan di hari-H pun, masih disuruh menunggu beberapa hari lagi. Petugas itu, bernama Ahmad Muslim, berarti orang Islam, yang kelas jelas belum mengerti arti surat Al-Ashr ( wal asri innal ingsana la fi kusrin ilaa, dst = surat tentang penghargaan WAKTU ). Beberapa tahun silam, saya masih sering membantu adik adik yang ingin bekerja dgn kontrak musiman ( musim panas atau musim dingin, dgn kontrak resmi yang sangat layak dan manusiawi antara perusahaan resort resort terkemuka di USA dan Eropa ), dimana syarat utama yang harus mereka miliki adalah pasport yang dikeluarkan oleh pihak imigrasi. Sepengetahuan saya, memiliki pasport adalah hak setiap warga negara. Passport tidak lebih adalah sebuah kartu identitas, yang berdasarkan konvensi internasional diterima di seluruh dunia. Dengan kata lain, kantor imigrasi sebagai instansi berwenang , WAJIB melayani kebutuhan warganya untuk menerbitkan passport atas nama Aplikan. Sesuai kebutuhan yang bersifat internasional itu, maka pemegang passport bisa melakukan kegiatan lintas batas Negara , untuk maksud apapun, terserah pemilik pasportnya mau ngapain. Tetapi, pada saat akan membuat passport, selalu ada pertanyaan : BUAT APA MAU BIKIN PASPORT ? ya , akan selalu terjadi interview di loket pembuatan pasport, dalam kondisi khusus, kalau petugas imigrasi tidak mau orang lain mendengarkan percakapan itu, maka proses interview akan dilakukan di ruangan khusus!!
Mau dipakai Shopping ke Singapore , atau sekedar buat koleksi , ditaruh sebagai ganjal meja makan yang miring, adalah HAK setiap warga Negara ! Kembali karena kejujuran yang polos, adik adik itu menjawab : MAU DIPAKAI KERJA KE EROPA ! Jawab petugas imigrasi : MANA BUKTI SKEP ( surat keputusan ) bahwa adik adik itu sudah diterima bekerja di Eropa ??? SATU KETOLOLAN YANG SANGAT SEMPURNA. Untuk melamar bekerja di Eropa , adik adik itu harus mengisi formulir aplikasi, dimana salah satu item / klausul dalam formulir itu adalah : nomer pasport , tanggal kapan diterbitkannya pasport, dan kapan berkhirnya, serta tentunya juga di negara mana pasport tsb diterbitkan. Satu satunya yang berwenang mengeluarkan pasport adalah kementrian kehakiman / dinas imigrasi, sehingga, kesanalah adik adik malang itu memproses pasport mereka. Bagaimana mereka bisa melampirkan SKEP dari perusahaan yang akan mempekerjakan mereka, kalau melakukan lamaran saja belum !! Dan PETUGAS imigrasi TIDAK ada urusan apapun dengan menanyakan privacy diatas, karena, dasar nya adalah kepemilikan pasport adalah hak setiap warga, seperti halnya KTP !!!! Diatas sudah saya tuliskan, bahwa tarik ulur tentang persyaratan penerbitan pasport adalah rekayasa pribadi petugas, SUSAH UNTUK DIKATAKAN OKNUM !! Karena mayoritas petugas imigrasi melakukan hal yang sama, sehingga dengan simple saya lebih gampang mengatakan sbg suatu proses mempersulit yang tersistem ! Tetapi, apabila kita menyerahkan segala macam urusan kepada CALO , maka semua kesulitan diatas SAMA SEKALI tidak akan kita temui, sehingga asas HAK SEMUA WARGA NEGARA untuk memiliki pasport , akan terjadi dengan sangat mudahnya. Karena suatu sebab, bisa saja terjadi, bahwa seseorang pemilik pasport, KEHILANGAN pasportnya ( korban kejahatan , rampok atau di copet , MUSIBAH kebakaran, banjir , bencana alam , yang membuat pemilik pasport kehilangan pasportnya ). Apabila hal ini TERJADI, dan pemilik pasport tersebut, menginginkan penerbitan pasport baru, tanpa bisa menerbitkan pasport lama ( meskipun ada foto copy pasport lama ), pasal yang dikenakan oleh petugas imigrasi adalah ; MENGHILANGKAN DOKUMEN NEGARA , tanpa kecuali, dan akan dikenakan DENDA sebesar Rp.3.000.000 ( tiga juta rupiah ) saat ini.
Saya memiliki pengalaman lainya , masih dengan maksud yang sama, yaitu memperpanjang pasport ( renewal ). Saat itu, pertengahan tahun 1999. Saya berada di negara bagian Tennesse. Juni 29 tahun 1999 , pasport bernama Agung Fitri Awan , akan berakhir masa berlakunya. Status saya , sangat nagging waktu itu, antara memperpanjang passport, atau tetap melanjutkan proses untuk berpindah warga Negara , begitu wacana yang ada. Saya belum terpikir untuk kembali ke tanah air, dan masih ingin FIGHT untuk meneruskan usaha memperopleh status warna Negara di USA. Sehingga , saat semua FILE sudah ada di INS ( Immigration and naturalization Service = dinas imigrasi dan naturalisasi AS ) , walaupun belum ada approval final, saya merasa tidak ada gunanya memiliki passport RI , begitu kurang lebihnya.Kalau pengajuan naturalisasi gagal, setidaknya saya akan memperoleh status PR ( permanent resident ). Dan hal nomer dua, yang membuat saya sebagai warga Negara tidak mendapat PERHATIAN yang semestinya oleh deplu ( dalam hal ini petugas bagian konseler di Konjen RI di Chicago ) adalah karena mereka ( waktu itu petugas yang saya hubungi bernama GUMELAR ) , sangat AROGAN dalam memberikan asistensi sebagaimana yang sudah menjadi kewajiban mereka. Setahu saya, proses perpanjangan passport di konsul jendral Ri di seantero USA ( ada 1 kedubes kita di Washington DC , dan 5 konjen masing masing di : San Francisco , Los Angelos , Chicago, new York dan Houston-texas ), adalah dengan mengirimkan berkas passport lama, kemudian disertai foto terbaru,danmelampirkan uang admisnistrasi US $ 40 ( waktu itu setarat dgn Rp.400 rb , jadi tak jauh beda dengan tariff di dalam negeri ). Sekali lagi, cukup mengirimkan berkas passport lama, setelah melalui kontak sebelumnya, pihak konjen akan mengirimkan formulir ke alamat aplikan, formulir untuk di isi terlebih dulu ( barangkali sekarang bisa dgn men-download formulir tersebut , kalau 12 tahun lalu,kita masih akan dikirimi formulir terlebih dulu ). Nah, selesai mengisi form, kemudian kita lengkapi dgn berkas yg diperlukan, plus uang ( dalam bentuk money order, ditujukan kepada INDONESIAN CONSULATE GENERAL c/o Concullar staff , ) maka perpanjangan passport akan segera dip roses. Dan dalam waktu tak lebih 1 mingguan, passport yang sudah jadi tadi akan dikirim ke alamat kita. Mengingat luasnya wilayah USA , yang panjang pantai / pesisir kanan ke kiri sekitar 8 rb km, maka keberadaan 1 Kedubes dan 5 konjen tadi dimaksudkan untuk membagi ZONE / wilayah, yang akan memudahkan / mendekatkan ke 6 instansi kepanjangan Deplu + Dep kehakiman untuk melayani warganya, begitu misi awal. Perlu diketahui, petugas Deplu yang berdinas di Luar Negeri, DIBAYAR dengan mata uang internasional ( Us $ atau Euro ) , mendapat fasilitas membawa keluarga, mendapat MESS , libur sampai 2 x /. Tahun ( pulang ke tanah air, gratis ) , dan mengikuti LIBUR setempat ( jadi libur nya double, misalkan berkantor di New York, kalau di USA ada hari libur peringatan Kemerdekaan USA setiap tanggal 4 Juli, maka kantor kedubes RI juga akan TUTUP , sebaliknya walaupun mereka ngantor di USA , saat ada peringatan Maulid nabi Muhammad, misalkan, maka Kantor kedubes kita di USA , juga akan ikut TUTUP !
Nah,mereka yang mendapat fasilitas sangat menawan itu, ternyata tidak LINIER dengan peruntukannya, yang diantaranaya untuk melayani warga RI di Negara ybs. Banyak kasus di kantor Kedubes yang bernuansa Koruptif,diantaranay yang belum lama menimpa mantan Kapolri , kalau tidak salah namanya RUSDIHARJO di KBRI Kuala Lumpur. Saat saya berdomisili di Tennesse , maka secara zone , saya harus menghubungi pihak konjen RI di Chicago , Negara begian Illinois ! Saya bicara baik baik, tentang keinginan memperpanjang passport, sehingga terjadi percakapandi bawah ini : Penulis : “ Saya bermaksud memperpanjang passport , bernomer B 665223 , dst dst GUMILAR ( petugas Konjen ) : “ Kapan kadaluwarsanya ? ” Penulis : ” masih 2 minggu ke depan ” GUMILAR : “ saudara harus datang ke Chicago !” Penulis : “ mengapa harus datang ,pak ? “ GUMILAR : “ Ini ATURANNYA !” Penulis : “ Aturan yang mana,pak ? kalau di tempat lain, di Houston, kita bisa kirim saja dokumennya , kan, Pak ? ” GUMILAR : ” Chicago lain, ini aturan disini” Penulis : “ Bukankah sesame konjen RI , mengapa aturanya lain lain?” GUMILAR : ” Saudara tidak bisa menentukan, disini saya yang menentukan !” Sangat arogan dan tidak akomodatif untuk seukuran petugas pelayan masyarakat ! Penulis : ” kalau saya harus datang ke Chicago , itu jauh sekali pak, perlu waktu 15 jam naik mobil dari Tennesse !” GUMILAR : ” Itu urusan saudara !” Penulis : ” baiklah, kalau saya harus datang, pertanyaan saya : apakah kantor bapak buka pada hari Sabtu atau Minggu ?” GUMILAR : ” Saudara ini pernah makan sekolahan kan? Yang namanya instansi resmi, seperti kantor konsulat, tentu akan TUTUP di akhir pekan!” Penulis : ” Ya , itu masalahnya ,pak, Saya di sini kan juga sekolah dan bekerja, dimana saya Cuma libur hari Sabtu atau Minggu , maka itu kalau saya mutlak harus datang ke Chicago, saya hanya bisa melakukannya kalau akhir pekan . GUMILAR : ” Itu urusan saudara !” Karena tidak ada toleransi sama sekali, dan tidak ada solusi lain, maka saya mengakhiri percakapan di telepon itu dengan kalimat yang sangat sopan : ” FUCK YOU !” Umpatan normal ang wajib dilontarkan dengan siapapun karena kekecewaan kita, TAK TERKECUALI terhadap petugas negara di USA bernama Gumilar yang arogan. Singkat cerita, penulis bertolak ke kota Atlanta , menemui seorang teman, untuk meminjam telepon dan sekaligus meminjam alamat. Perlu waktu 3 jam , untuk menempuh perjalanan dari kota Nashville , di tennesse , menuju Atlanta di Georgia. Kemudian saya menelepon konjen RI di Houston , yang diterima oleh saudara EKO , bertolak belakang dgn statement dan RULE tolol Chicago yang diwakili GUMILAR !
Sdr.EKO, menanyakan alamat lengkap saya, di Atlanta , kemudian berjanji mengirimkan formulir aplikasi perpanjangan pasport, sesimple itu. Pertanyaannya adalah : Mengapa saya harus pergi ke Atlanta untuk sekedar melekukan percakapan telepon ke Houston ( texas ) ? Ya, 12 tahun lalu, bahkan puluhan thn lalu, di USA kita sdh mengenal Id Caller, jadi kalau saya melakukan kontak telepon di Tennesse , maka akan muncul juga kode area negara bagian Tennesse, sehingga pihak Houston akan MENOLAK melayani perpanjangan pasport karena saya TIDAK berdomisili di ZONE yang menjadi tanggung jawab Konjen RI di Houston. Itu sebebnya, harus jauh jauh pinjam telepon, dan alamat milik seorang teman. Setelah teman yang saya titipi, menerima formulir tadi, barulah, saya melakukan step step selanjutnya untuk maksud tersebut ! SANGAT MENYITA ENERGI, dan menambah cost yang sangat mahal, tetapi saya berpikiran positif saja,setidaknya jadi bisa bersilaturahmi dengan kawan lama di negara bagian tetangga. Nah, setelah semua formulir di tangan, saat itu, justru saya berubah pikiran !!! Menjadi malas melakukan RENEWAL, dan baru 6 bulan kemudian, saat aplikasi kepindahan warga negara DITOLAK oleh INS, saya baru sadar untuk memperbaharui pasport yang sudah kadaluwarsa 6 bulan !!!! Tidaklah mungkin saya mengulangi proses semula, karena akan ada sanksi ,dan jelas akan tambah dipersulit. Sehingga , skenario saya rubah sedemikian rupa. Bagaimana caranya ? Saya tidak mengatakan AKAN MEMPERPANJANG PASPORT , tetapi saya meminta penerbitan pasport baru saya , karena pasport yang lama HILANG !!!! Semudah itukah ? KIP ZONDER KOP , ternyata , untuk mencari pasport pengganti pasport lama yang hilang, juga diminta melampirkan, setidaknya COPY pasport yang hilang tadi. Ya, sama juga bohong, karena di copy pasport lama akan terbaca kapan pasport tsb kadaluwarsa.
Bagaimana ini ? Setelah utak atik kelemahan sistem renewal pasport versi Konjen, akhirnya penulis , mengontak rumah di Jogjakarta , untuk mengirim copy pasport siapa sajalah, asal masih berlaku, cukup COPYNYA saja ! Itulah yang terjadi, ada kerabat saya yang bernama ANTONIUS SURYAWAN! Kerabat itu sudah meninggal karena kecelakaan , kemudian pasportnya masih berlaku, sehingga istri saya , saya perintahkan untuk segera mengirim COPY pasport atas nama Antonius Suryawan tadi ke Tennesse! Selanjutnya, saya menerima COPy pasport atas nama Antonius Suryawan. Kemudian, saya menempel FOTO saya terbaru , ukuran pasport, setelah itu, saya MEMFOTO COPY nya lagi. Sehingga , jadilah sudah : ANTONIUS SURYAWAN dengan foto saya terbaru. Sama saja dengan foto Sony laksono , yang terpampang di passport Gayus ! Nah, lampiran COPY tadilah yang saya mintakan RENEWAL di Konjen Houston- Texas ,tetunya juga dilampiri BUKTI KEHILANGAN dari kepolisian setempat , ya apa susahnya datang ke kantor polisi, waktu itu di pusat kota / downtown Nashville, ada police station besar , kemudian dengan menanda tangani berita acara kehilangan , saya mendapatkan POLICE STATEMENT tentang dokumen yang hilang , semudah itu , dan setelah semua lengkap , semua berkas saya kirim ke Houston ( masih dengan meminjam alamat seorang kawan di Atlanta sebagai alat korespondensi ), dan tentu dengan membayar nominal yang sama, ke pihak Konjen RI di Houston , maka TERBITLAH , passport RI bernama Antonius Suryawan . Bermodal passport baru tsb, akhirnya, setelah menimbang nimbang untuk merayakan tahun baru millennium 2000, bersama keluaraga di tanah air, saya membeli tiket Singapore Airlines , jurusan New York – Amsterdam – Singapore – Jakarta, dengan nama Antonius Suryawan! Saat saya membeli tiket di pusat kota Atlanta, kebetulan bertemu dengan kawan Indonesia yang juga mau pulang , dia membawa adiknya yang baru saja tiba dari tanah air. Adiknya bernama Rudi, sementara teman saya yg juga ikut beli tiket tadi bernama Hendro. Hendro akhirnya mendahului pulang , dan meninggalkan adiknya RUDI bersama saya di agen penjualan tiket SINGAPORE Airlines. Sampai detik ticket di-issued , Rudi masih bersama saya. Sehingga sampai detik itu, tanpa konfirmasi dengan kakanya, si adik yang bernama RUDI , tetap mengenal saya dengan nama ANTONIUS SURYAWAN.
Setiba di bandara Cengkareng, saya masih memasuki wilayah Negara RI dengan nama Antonius Suryawan ( sesuai nama di tiket pesawat ). 6 bulan di tanah air, kemudian Juni 2000 , saya kembali terbang ke Amerika, kali ini dengan nama saya yang asli ( agung fitri awan ) , setelah saya melakukan RENEWAL pasport yang lain, atas nama Agung Fitri Awan( passport tersebut kadaluwarsa per Juni 1999 ) Mengapa tidak menggunakan nama Antonius Suryawan lagi, saat terbang balik ke Amerika ? Jawabannya adalah : Saat itu, di pasport yang lama ( yang sudah kadaluwarsa, masih terlampir , VISA dari Kedubes USA yang masih berlaku untuk 2 tahun kemudian) , sehingga dengan alasan yang praktis, saya tidak perlu aplikasi US Visa lagi ( hal yang semakin rumit ). Sehingga, pasport lama, saya sertakan saat melakukan perjalanan ke luar negeri ( utamanya ke USA) , karena di pasport lama itulah, saya masih memiliki US Visa yang SAH. Suatu hari, sekembali di daratan USA, saya bertemu dengan dik RUDI lagi, dan dia masih sangat mengingat saya, dan tetap saja mengenal saya dengan nama : ANTONIUS SURYAWAN !. ”apa kabar mas Antonie?” kapan datang dari tanah air ? ”
Cerita diatas, hanya sebuah contoh betapa LEMAH dan SIMPLE nya sistem ke-imigrasian kita. Penulis adalah orang yang TIDAK PUNYA DUIT , dengan masksud `penyelewengan` perpanjangan / penerbitan pasport di dalam cerita diatas. Saat itu, karena sesuatu hal, penulis ingin pulang ke tanah air , menemui keluarga yg sudah cukup lama saya tinggalkan. Dan hanya untuk mempermudah urusan keluarga itulah, terjadilah `penyederhanaan` kepemilikan pasport. Dan tarifnya juga sangat murah , Rp.400.000 diluar uang bensin bermobil dari Nashville ke Atlanta pp ) , TIDAK PERLU sampai Rp.900.juta seperti yang dilakukan Gayus sang kancil. Jadi kalau seorang Agung Fitri Awan, warga negara RI yang tidak memilki kekuasaan dan status sosial apapun, BISA melakukannya, apalagi GAYUS ????? Apakah sistem kita terlalu longgar ? Dalam kasus saya di USA , bisa jadi iya !! karena kita tidak perlu BERHADAB HADAP AN dengan petugas Imigrasi. Tetapi dalam kasus Gayus, utamanya bahwa itu toh terjadi setelah diterapkannya sistem Biometri ( yang bisa mengontrol kepemilikan pasport ganda, dgn pemeriksaan SIDIK JARI ) , maka jelas jelas itu adalah bentuk PENYELEWENGAN TERKENDALI ! ( dalam arti BY DESIGN. Dan kasus itu terjadi, karena juga unsur SDM yang terlibat. Sebagus apapun sistemnya, akan kembali lagi ke istilah klasik : THE MAN BEHIND THE GUN! Tergantung manusianya, dan sepanjang manusianya adalah inlander tolol yang korup, maka dimanapun itu masih akan terjadi, apalagi dgn iming iming US $ 100.000 , Oh, My GOD !!!!! hampir Rp. 1 M , untuk sebuah passport. Akan lebih jelas tentunya, diusut lebih tuntas, kalau untuk sebuah passport sampai ditebus dgn angka fantastis, tentu ada agenda terselubung di balik kepergian Gayus ke LN ! ini, yang justru belum DIBAHAS oleh siapapun, termasuk pemimpin tertinggi di negri ini ! , yang masih dibahas adalah mengapa sampai bisa terbit passport tsb, diusut, dan saling mencari pembenaran masing masing, bahwa pihak kantor Imigrasi Jakarta Timur, juga menyanggah terlibat ! lalu tanda tangan siapa di passport itu? Kepala imigrasi Jak Timkah ? atau siapa ? dipalsukan ? masternya siapa yang pegang ? Bukan hal sulit menginvestigasi. Tetapi, untuk urusan yang sesimple itupun, sengaja di perlambat, dgn kehati hatian yang dubuat buat, tidak setrengginas, langkah seorang Anak bangsa yang bergerak cepat, naik mobil menembus belantara di Higy Way Inter State 75 , yang menghubungkan Tennesse dan Georgia, untuk sebuah aplikasi renewal passport !
Coba kita bandingkan dengan system aplikasi VISA di US Embassy di seantero dunia. Apabila aplikan pernah melakukan aplikasi, dan ternyata DITOLAK , kemudian melakukannya lagi , dgn identitas lainnya , missal dgn mengganti nama, atau mengganti tanggal lahirnya, maka , PIHAK Kedutaan akan mengusirnya ( kadang bukan lagi Satpam kedubes, tetapi Marinir berseragam lengkap yang berjaga di dalam kantor kedubes ) , dan kedubes akan langsung mengetahui pemalsuan ini, hanya sekali lagi berdasar SIDIK JARI , yang link ke seantero dunia ( jauh hari sebelum ada teknologi internet ). Aplikan VISA ( untuk berbagai keperluan, visa perjalanan wisata, bisnis, studi, dll ) , dalam kasus ini, tentu tetap saja dianggap sabagai CUSTOMERS oleh pihak US Embassy , dan customners tadi harus pula membayar ( saat ini US $ 135 / pemohon ). Sekalipun sudah membayar ( tanpa jaminan DAPAT atau TIDAK DAPAT ) . bukan alasan untuk mengusir dari kantor Kedubes , apabila terbukti si Pemohon Visa melakukan penaggaran yang dianggap merugikan pihak US embassy . Satu step yang lebih modern, setiba di banndara di daratan Amerika, pemegang visa ybs, masih akan di screening lagi, bukan hanya dgn sidik jari kali ini, tetapi juga dgn sensor RETINA MATA , di banyak airport sibuk. Jaid , sudah bisa dipastikan , hanya mereka yang apply sendiri visa merekalah , yang akan tiba di daratan Amerika. Dengan dimodernisirnya system Biometri, hal ini ( sidik jari ) akan lengsung menunjukkan petugas imigrasi akan penggandaan kepemilikan passport dll, tetapi, sekali lagi memang akan berpulang kepada pelaku ( SDM ) di lapangan ! Semua tergantung
The Man Behind The Gun. Jogjakarta , Jan 12 2011

One thought on “Passport

  1. HR.JUNEP

    Luar biasa bung Wawan. Trimakasih atas ulasan yang membuka boborok keimigrasian kita. Saya merasakan sekali kalau mereka memang membuat urusan jadi sulit. Mari kita lawan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s