Guide & Worldview

Sejarah manusia Himpunan Pramuwisata Indonesia dalam beragam kiprah tercermin dari cara pandang sebagian mereka dalam memahami persoalan yang terefleksi kemudian dalam sikap merespon suatu peristiwa dan kegiatan usaha pramuwisata. Di tingkat lokal maupun nasional terlalu sedikit yang berani mengemukakan perbedaan pendapat dan sikap pribadi dalam urusan-urusan besar, tetap masih ada meskipun didasari oleh jam terbang tinggi, kerangka konsep berpikir paripurna dan memang super menonjol dari sesama sahabat lain tapi jumlah terbesar adalah yang statis membisu. Segelintir yang berusaha hasilnya tak maksimal diterima sebagai tips keluar dari kebekuan serta menafasi kinerja kolektif organisasi hingga secara sistemik jangka panjang membaik.

Sumber Daya Manusia HPI terkuras bukan oleh misi mendasar, namun habis energi untuk mendudukkan persepsi dalam memandang satu tujuan sama dengan pola pendekatan budaya yang beragam cara mengeksekusi kesepakatan tersebut. Tujuan dan cara perlu dikemas dan dipertemukan dalam naungan kebersamaan. Beda pandangan sering membuahkan persepsi salah yang otomatis membangun gunungan kerikil penghambat. Proses selanjutnya lalu muncul suhu Rahib-rahib di dalam kelompok kecil struktur organ tubuh Guide. Sasaran kompetensi serta profesionalitas kerja terhambat bisa oleh sebab perbedaan yang amat teknis, namun merusak komitmen tujuan yang disepakati. Sekedar contoh klasik yang berakibat lanjutan, diantara mental guide maunya iuran minimalis, kalau bisa gratis asal menguntungkan. Alam pikiran homo ekonomikus berseliweran soal eksekusi idealisme himpunan ke dalam tatanan organisasi maupun eksekusi setiap pelaksanaan program di lapangan. Apakah peristiwa ini merupakan era clash of worldview dalam miniatur HPI.

Sari buku The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order (1996) karya Samuel P. Huntington mengindikasi bahwa konflik global sekarang ini, bersumber dari konflik peradaban ummat manusia, sebab semua orang kini cenderung mengidentifikasi diri dengan identitas kultural. Jika kultur atau peradaban adalah identitas, maka identitas peradaban itu sendiri adalah worldview dan clash of civilization dengan demikian berindikasi clash of worldview.

Apakah cara pandang dan persepsi tentang dunia atau worldview (weltanshaung) termasuk pemikiran dan konsep kerja bahkan humor dan lelucon guide disebut worldviem dan lalu persepsi keilmuan yang terbangun darinya bisa digiring kepada persepsi tentang kondisi himpunan saat ini. Bisakah merubah mind set berpikir bagaimana menjadikan anggota menjadi lebih militan dalam tugas profesi dan tanggung-jawab memandu wisatawan serta mengemban tujuan mulia mencari jati diri. Janganlah kawan hanya menulis dan mengusulkan, namun lebih mementingkan guiding daripada sekedar urusan HPI, kecuali disitu posisimu.

Seorang guru bijak selalu disematkan ke dalam kepribadian guide yang berharga dan bernilai lebih hingga merubah kebiasaan buruk teman lain atau menggeser prioritas mereka, atau malah itu semua sebagai clash of worldview yang kemudian jadi benturan peradaban dunia pramuwisata menuju kehancuran eksistensial. Darurat HPI perlu disikapi dengan mengumpulkan guide yang kompeten dan memiliki hati nurani menyiapkan SC rakernas serta mau turun gunung memegang kunci kendali organisasi, bukan hanya altar keberadaan visi dan misi program teknis serta penasehat level marketing.

Kata MLM harusnya difahami sebagai usaha pembelajaran multi ruang waktu diatas kecerdasan majemuk dan minat guide Jogja yang beragam untuk merubah nasib tanpa mengalahkan dan merendahkan, termasuk menabrak tatanan sistem yang disepakati. Harus diketahui bersama, bahwa kesepakatan level DPD DIY melalui keputusan raker tahunan pengurus (2010) bahwa urusan usaha dibebankan kepada Koperasi HPI DIY, dimana pemilik sahamlah kelak akan menikmati buah yang dihasilkan sekaligus meringankan beban organisasi, maka marilah segera mewujudkan impian. Itu pula penulis maksudkan saat berkesempatan menulis buku Multi Level Learning, mengapa perlu dijauhkan dari minat pembelajaran menjadi baik seperti diisyaratkan bahwa belajar tak perlu dibatasi level-level tertentu..merupakan bukti percikan clash of  worldview dalam asosiasi.

Metafor clash of worldview dalam tubuh HPI ini bukan mengada-ada, bahkan dicerminkan struktur puncak hingga hirarki paling rendah elemen organisasi. Dari kegiatan kumpul-kumpul formal non-formal, program pengenalan InfoTek hingga pensikapan terhadap pentingnya IT bagi guide sampai yang mendasar, yaitu konsep amandemen konstitusi HPI, soal persiapan diklat pemandu wisata bagi regenerasi kompetensi direspon seadanya. Sebentar lagi kawan, inilah pula saatnya struktur kepemimpinan kita disini juga disana akan, telah dan selalu diuji hasilnya oleh keadaan dan tuntutan pasar jasa pramuwisata. Haruskah terkalahkan oleh sebab-sebab perbedaan cara pengelolaan tujuan ataukah ini sekedar langkah pembukaan agar bidak-bidak langkah sebenarnya sudi turun gunung memimpin langsung adik-adik yang dianggapnya masih hijau.

Betapa strategis seseorang guide ilmuan menuliskan pandangan mencerahkan soal materi pemanduan wisatawan jelas tidak terlepas dari metodologi berpikir maupun jam terbang dia. Sahabat guide sejagad menyambut baik identitas pandangan luhur atas masalah tertentu maupun konsep profesi dan tujuan ideal bekerja sebagai pramuwisata. Sebaiknya para suhu tersebut sudi duduk bersama menyatukan langkah dan tidak perlu membentur-benturkan worldview yang dimiliki guide, apalagi melalui komunikasi maya yang tanpa komitmen perubahan. Idealisme permainan perlu dilakukan dengan cara mulia yaitu ikut bermain, bukan diceramahkan di arena, tulisanpun agar membuahkan hasil maksimal demi perkebaikan organ HPI. Tuliskan konsep perubahan itu di sisa waktu menuju rakernas 2011. Kami semua menunggu dari dalam arena sebagai sesama pemain, bukan sekedar menonton lalu menyoraki permainan yang sedang berlangsung.

Hanya Allah SWT Maha Tahu dan sebaik-baik tempat kembali. Maaf dan Salam Pramuwisata Indonesia. *andi []

3 thoughts on “Guide & Worldview

  1. admin

    – Tentang MLM sebetulnya lebih sebagai Multi Level Learning, sebuah tawaran pembelajaran multi ruang dan waktu, karena belajar kini menembus batasan materi pelajaran dan tempat dimana seseorang hrs belajar sepanjang hayatnya..asal demi perubahan menjadi baik. So, sblm berkomentar bacalah terlebih dulu ‘jangan membcanya dari judul buku, tapi minimal resensi di https://hpijogja.wordpress.com/books-to-sell-buku-pariwisata/

    – HPI tentu membutuhkan org2 yg MAU BERBUAT lebih dari sekedar MAU MENGKRITIK tapi lebih memilih guiding, atau di luar konteks tanggung-jawab organisasi guide.. meski seseorang ‘pakar’ yg melebihi pengurus manapun..pls jika Pengurus atau jika Anggota, bahkanpun sekedar Simpatisan utk dpt berbuat cukup MELAKSANAKAN idealisme terbaik di posisi anda masing-masing.. dari pada sekedar komentator kesalahan-kesalahan HPI dimasa lalu-kini maupun yg blm dijalani tapi sdh dipersepsi selalu SALAH..

    – Mohon maaf dan terima kasih

  2. HR. JUNEP

    Kawan,
    Ketika engkau berada dipucuk gunung sebagai pemimpin maka ada dua hal yang yang tampak. sekelompok orang yang tidak peduli dan sebagian kecil yang peduli. sekelompok yang tidak peduli bisa saja tiba tiba menyodorkan sesuatu dengan maksud tersembunyi untuk menjatuhkanmu. Dan yang pedulipun dengan rasa cinta dan hormat akan menggempurmu tetapi dengan maksud memperkuatmu. baik yang mau menjatuhkanmu atau yang mencintaimu sama sama dapat mepersulitmu.

    jalan keluarnya adalah perpegang teguhlah dalam aturan main. kita bersyukur punya orang yang mau berbenturan dengan kita sebab bila tidak ada kedua jenis orang itu kita bukanlah pemimpin tetapi boneka.

    ketika kita membangun pada puing puing yang bahkan pondasinya saja tidak ada maka kita harus membersihkannya terlebih dahulu dan menggali pondasi dan memulai batu demi batu agar bangunan bisa berdiri kokoh. kita tak bisa terus mengeluhkan pendahulu kita yang tidak membuat pondasi kuat dizamannya. kitalah yang harus meneruskan ide ide yang dahulunya sederhana menjadi canggih demi kelangsungan pembangunan kita.

    semua kita boleh mengkritisi dan dikritisi agar kita saling menggosok. intan terkemilaupun membutuhkan orang untuk menggosoknya kalau tidak, niscayalah ia hanya seonggok permata dalam gumpalan tanah yang tiada berguna. kita juga tak dapat menuntut orang lain agar datang membantu kita menyusun bangunan karena bila semua terjun siapakah yang menjaga keamanan, konsumsi, hiburan dst.?. mari kita lakukan apa saja yang dapat kita lakukan, bahkan mengkritik pedas siapapun namun jangan lupa memberi solusi. salam dan maaaf.

  3. Ping balik: GUIDE BINTANG LIMA « HPI JOGJA Yogyakarta Tour Guide Association

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s