Guide dan Asosiasi HPI

Kian banyak profesionalis Pemerhati berbicara serta menulis siapa Guide tanpa mengetahui altar kebenaran asbabun-nuzul dan bagaimana seharusnya guiding secara professional kemudian inilah musabab yang menjadikan wadah profesi bernama Himpunan Pramuwisata Indonesia semakin penting atau tak dipentingkan, terutama menghadapi problematik persoalan internal eksternal organisasi Guide ini. Saatnya bekerja dan beramal baik demi kelangsungan HPI sendiri. Jika setuju, canangkan hari-hari di bulan-bulan terakhir pra-Munas HPI menjadi era baru pertanggung-jawaban sebuah profesi kepemanduan wisata, mari membedah satu persatu peran ujung tombak industri ini.

Jika dipetakan persoalan aktual Pemandu Wisata nasional antara lain meliputi; sejarah profesi, klasifikasi guide, syarat menjadi pramuwisata, bagaimana guiding yang baik (Standar Operasional Profesi Pramuwisata), soal teknis menjawab legalitas dan pernik profesi pasca munculnya PP Nomer 38/2007 dan UU Kepariwisataan 10/2009 seterusnya. Guide Jogja mengingikan perubahan fundamental profesi dengan mencari solusi kesejahteraan, menawarkan Lembar SOP, seperti keharusan calon Guide mengikuti Kursus 110 jam Diklat TC-HPI yang berujung pada Uji Kompetensi LSP Par dan perolehan Lisensi Pramuwisata dari Dinas Pariwisata setempat.

Hal-hal mendasar dalam Facebook HPI, berseliweran pendapat Pengurus dan Anggota menghadapi Musyawarah Nasional V 26-28 Juli 2011 di Nangro Aceh Darussalam, atau alternatif terakhir, Konvensi menempatkan agenda strategis HPI ini di Jakarta. Sebaiknya dialog soal2 draft Amandemen Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta usulan Peraturan Organisasi dirumuskan serius oleh Stering Committee. Ini saatnya mempersiapkan dengan baik, bukan mendiskusikannya melulu dengan menghujat sana-sini apalagi cenderung bacaan tertentu mencerminkan masalah baru, bukan mencari sebuah solusi bagaimana HPI dirumuskan dengan baik.

Dewan Pimpinan Pusat memiliki waktu sisa enam bulan, artinya persoalan Oranizing Committee Munas harus dilakukan dengan taktis bertanggung-jawab. Taruhlah misalnya soal krusial Laporan Keuangan bakal mendapat perhatian serius peserta Sidang-sidang Komisi, demikian pula hal pertanggung-jawaban program selama periode kepemimpinan Bli Nyoman berjalan. Disini bukan soal nama-nama Pengurus, tetapi kejujuran dan kontrak kerja memandu kepengurusan DPP masa datang. Soal lain yang menghadang tentu SC bisa langsung aja membentuk segera 3 team ad-hock sesuai bidang Komisi Pendidikan – Organisasi – Kesejahteraan merampungkan konsep draft yang didiskusikan Konvensi Bali lalu.

Para Pelontar gagasan segar Facebook tersebut baiknya membaca Buku Panduan Konvensi DPP HPI, Denpasar, 30 Nov 2010 setelah mengkritisi Buku Laporan Hasil Munas Banten 2006 demi enam bulan waktu persiapan Panitia Munas Aceh, seperti Tatib Sidang dan drafr amandemen konstitusi organisasi telah disiapkan SC. Yang pasti team Pemerhati masa depan Himpunan baiknya masuk dalam team perumus atau  Kandidat pemegang Mandat DPP mendatang. Apa artinya berkoar dengan berdiri di luar sistem kepengurusan HPI, seperti bahwa seseorang adalah bagian dari Pengurus tetapi selalu bertugas menjadi komentator pedas oleh sebab ragam perbedaan pribadi yang tak perlu. Apa yang telah kau perbuat memajukan Himpunan?

So, marilah merumuskan konsep terbaik yang pernah dijalankan di masing-masing Dewan Pimpinan Daerah maupun 150an lebih Dewan Pimpinan Cabang dimana HPI bercokol di 564 daerah Kabupaten Kota se-Indonesia. Kembalilah ADMIN Facebook (SC) mengkomando ALUR diskusi mencari SOLUSI menatap masa depan Guide dan Asosiasi, sisihkan perbedaan tampilkan Visi Kepemimpinan Himpunan. Jika tidak, catatan keluh kesah ini akan memuncak dalam sejarah penyesalan asosiasi HPI, bahwa memang Guide tak lagi dipentingkan hanya diomongkan penuh riuh rendah. Semoga perjalanan ini merubah sejarah menjadi lebih ceria bermartabat.
https://hpijogja.wordpress.com/2010/12/23/hpi-jogja-go-international/ ***

Sumber Rujukan:

Ø      Bacaan inspiratif tulisan kakak2 Guide HPI yang pernah resmi diterbitkan, seperti tertuang beberapa di website https://hpijogja.wordpress.com/books-to-sell-buku-pariwisata/

Ø      Buku Panduan Konvensi DPP HPI, Denpasar, 30 Nov 2010

Ø      Buku Laporan Hasil Munas HPI, Serang Banten 2006

Ø      News Letter Cendrawasih, bulletin DPD HPI DIY periode pertama – terakhir, 2009 – 2010.

Ø      Topik diskusi Anggota DPD dan DPC Kota & DPC Sleman, 2009 – 2010, sebagian dimuat di http://hpijogja.org dan https://hpijogja.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s