WISDOM LOKAL ANAK MERAPI

Ketika 41 anak-anak Sahabat Merapi diajak santai tanggal 28/11, 30/11 dan 1/12 oleh para Relawan Guide Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY dan Relawan Psikolog UII-UIN-UGM ke beberapa obyek wisata Yogyakarta, banyak hal penting terungkap selama perjalanan. Sebuah pendampingan positif bagi anak-anak korban bencana yang perlu diteruskan HPI bersama Dinas Pariwisata Kebudayaan dimanapun paska bencana. Bacalah artikel terdaulu kisah anak sahabat Merapi di http://hpijogja.org/ atau blog lain http://www.hpijogja.wordpress.com!

Hasil perjalanan trauma healing diatas, anak-anak belajar bagaimana hidup bersama aktivitas gunungapi, mencoba mengerti dan berbagi ruang dengan Merapi  dalam menyeimbangkan semesta alam. Pemerintah perlu memperhatikan kelangsungan belajar anak Sekolah dan program pemulihan non-fisik bagi seluruh keluarga di pengungsian. Asosiasi seperti HPI bisa pula mengajak serta Komisi Anak Indonesia atau Lembaga Psikologi Perguruan Tinggi dalam kegiatan recouvery ikut menjaga pertumbuhan emosi dan kejiwaan sahabat korban.

Saat ketemu keluaga Korban di forum World International Converence on Culture, Education and Science and Collogium in Honour of Dr. Ann Dunham Soetoro and Prof Dr. Mubyarto, 5-8 Desember di Grha Sabha UGM, terungkap cerita-cerita menarik. Hingga sebulan dari erupsi Merapi masih ditemui anak yang murung memasuki gelap malam, sahabat yang takut ditinggal di rumah sendiri, enggan melewati jalan dimana terlihat olehnya gunung, terdiam mendengar kisah Merapi. Di sisi lain ada sahabat Merapi yang bangga menceritakan pelarian dari kejaran wedhus gembel dan yang masih bisa bersyukur saat keluarga selamat di tengah keluarga lainnya habis oleh ganasnya awan panas.

Terungkap dari kehidupan lereng Merapi sederet kisah-kisah lingkungan yang memilukan, masyarakat yang butuh pendampingan serta mereka itu perlu perhatian serius Relawan Sahabat Merapi di masa datang. Ini mengingatkan keprihatinan lain kehidupan masyarakat tiga Kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur oleh musibah Lumpur Lapindo. Berdasar pendampingan disana, mereka memiliki ‘psychological well being’ hingga masih ada ruang mengembangkan diri lebih baik, inilah pula poin yang perlu diperhatikan Relawan Sahabat Merapi.

Diskripsi mengenai kondisi psikologi korban bencana, termasuk disini Sahabat Merapi maupun Tsunami dan seterusnya adalah anak-anak yang masih ceria dan mampu bercerita dengan baik, menerima musibah apa adanya, mampu beromunikasi hangat dengan orang lain, memiliki arti dalam hidup, merealisasikan potensi dirinya serta mampu mengontrol lingkungan eksternal (Sugianto, 2000) seperti dilaporkan penelitian 2008, 148 halaman oleh Endah Mastuti dan Herdina Indrijati, tertuang dalam buku kumpulan Reseach Excellence With Morality, Airlangga University, 2010:388-393.

Pengalaman mengajak anak Sahabat Merapi dalam program trauma healing ke Ratu Boko, Prambanan dan Taman Pintar Yogyakarta mengajarkan; bahwa Sekolah perlu menjalin hubungan sinergis dengan orangtua agar bisa mendeteksi gangguan psikologis akibat bencana dan jalan keluar efektif bagi anak-anak. Guru-guru disini seperti dilaporkan hasil penelitian (2008) bagi Korban Lapindo harus tanggap terhadap tiap perubahan prilaku Sahabat korban. Sedangkan saran bagi Pemerintah; bahwa bantuan tidak hanya konsentrasi fisik namun juga pendampingan psikologis dan recouvery korban bencana harus menjadi fokus perhatian serius, seperti program pemulihan mental, pembangunan taman bermain anak-anak, Sekolah yang melibatkan Guru-guru mereka dengan wisdom lokal.

Yang mengejutkan kami, bahwa para Sahabat Merapi itu lebih tegar dari kekuatiran banyak pemerhati. Seperti dikisahkan Orangtua Anak usia Kelas 5 SD di atas itu sangat fasih berbicara tentang aktivitas Merapi termasuk menggambarkan kearifan lokal masyarakat lereng Merapi lebih dari hasil penelitian diatas, kebetulan itu peran Ibunda anak tersebut yg tak jemu mengajak serta berkeliling kepada sanak saudara yg jadi korban. Catatan penting tulisan ini, HPI dan lembaga pemerhati program trauma healing anak-anak harus terus bekerjasama di kemudian hari setelah usai tour perjalanan pendampingan usai..keseimbangan aktivitas bahwa manusia tumbuh alami di wilayah pasang surut peradaban termasuk suasana bahagia dan perihnya peristiwa bencana.***

One thought on “WISDOM LOKAL ANAK MERAPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s