Konvensi HPI I di Bali

Bertempat di Gedung Yayasan U Learn International (30/11) Denpasar, Konvensi Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pramuwisata Indonesia untuk pertama digelar sejak HPI lahir 1983. Merujuk bab xii Pasal 19 Anggaran Dasar HPI, bahwa konvensi diadakan jika ada yang dianggap penting dan mendesak untuk mencapai kemudahan-kemudahan yang hasilnya akan dipertanggung-jawabkan dalam Musyawarah tertinggi sesuai tingkatannya.

DPP HPI perlu mensosialisasikan Keputusan Rakernas X Papua 23-26 Nov 2009, Rapat Internal DPP di Jakarta, 3 Februari 2010 tentang alasan pelaksanaan Munas yang semestinya digelar 2010 mundur menjadi Mei 2011 sehingga terjadi miskomunikasi diantara DPD se-Indonesia. Masalah lain yang disampaikan dalam Konvensi adalah pengunduran diri DPD Kalimantan Tengah dan DPD Bengkulu sebagai host Rakernas xi 2010.

Keputusan Konvensi yang dihadiri 13 DPD dengan 8 DPD proxy utusan melalui surat dan sms ini menyiapkan beberapa rangcangan keputusan Munas v HPI yang akan diadakan akhir Juli 2011, sebagai host diterima usulan Mahlizar, S.Pd Ketua DPD HPI Aceh dan penetapan cadangan tuan rumah yakni DPD HPI DKI. Konvensi dihadiri oleh pendiri HPI Bpk Dr. Phil. AA Tentrem W, MBA dan mantan Sekretaris DPP I Made Sumada.

Agenda strategis lain dibahas disini yakni materi perubahan AD-ART, desakan pentingnya DPP memperjuangkan peraturan tentang lisensi pramuwisata, Lembaga Diklat & Sertifikasi Profesi Pramuwisata, tugas pemanduan lintas batas, kesejahteraan guide dan asuransi keselamatan kerja. Menarik disini adalah usulan Jogja menggagas masa depan Himpunan yang menyorot keseluruh aspek penting dengan mencontohkan program kerja internal DPD berupa draft usulan Perda Pramuwisata 2010, Training Center HPI yang telah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata setempat dan LSP Par Yogyakarta dalam 3 bulan mendidik Calon Guide. Terakhir yaitu tentang proses pendirian Koperasi Serba Usaha HPI DIY, dimana berdiri diatasnya badan-badan usaha milik guide Jogja.

Lust but not least, kehadiran utusan DPD HPI se-Jawa dan Kalimantan ke acara Konvensi HPI adalah rangkaian undangan grand promo gratis Oleh-oleh Khas Bali KRISNA yang membuka gerai keempat secara meriah. Ternyata pendiri Krisna asal Seririt Buleleng Gusti Ngurah Anom, 39, adalah putra Bali kebanyakan memiliki hoby bekerja dan bekerja hingga dalam tiga tahun berhasil membuka 4 gerai usaha CokKonfeksi di pusat pariwisata Bali dengan 700 lebih karyawan total membayar pajak ke pemerintah melebihi angka Rp 300 juta/bulan. Dia mengambil laba sebesar 5% sementara sebagian terbesar keuntungan dikembalikan bagi Kelompok Yayasan tak mampu, disamping bekerjasama dengan para pekerja Pariwisata seperti Guide-Supir dan lain-lain.***

One thought on “Konvensi HPI I di Bali

  1. Made Bartha

    Bapak ketua saya ngebatin apa substansi yang di bawa ke konvensi DPP HPI di Bali benar-benar akan memberikan benefit bagi anggota HPI jogja khususnya? tapi karena pak ketua mengatakan perjalanan dinas ke Bali itu di sponsori oleh sebuah toko oleh-oleh kas Bali di Bali saya hanya menunggu realisasi apa yang bapak sudah sampaikan ke kami semoga hasil konvensi itu benar-benar terwujud makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s