Pemandu Wisata Ingin Ada Titik Aman Merapi

Yogyakarta, 28/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Puluhan pemandu wisata,yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia DI Yogyakarta,berharap pemerintah bisa menentukan titik-titik yang aman untukdikunjungi di sekitar Gunung Merapi.

Selain para pengungsi dari lereng Merapi yang menjadi korbanlangsung, industri pariwisata juga merupakan korban sekunder dari erupsi Gunung Merapi. Kami sangat prihatin dengan penderitaan wargalereng Merapi. Tapi, kami juga sebagai korban sekunder dari bencanaini. Dengan terjadinya bencana, kami jadi jobless, ujar Budiharto,anggota HPI, dalam kunjungan di Media Center Tanggap Darurat MerapiJalan Kenari No 14 A, Yogyakarta, Minggu (29/11).

Mewakili puluhan rekan-rekannya, Budiharto mengaku resah denganadanya pemberitaan di media massa yang memberitakan ada wargamamasang spanduk berisikan larangan memasuki lokasi tertentu.Berita semacam itu, menurutnya, menimbulkan situasi mencekam bagisiapapun yang membacanya.

Atas kondisi itulah, lanjut Budiharto, HPI berharap melaluiMedia Center dapat disebarluaskan pemberitaan yang lebih kondusif.Semisal disampaikan kepada para wisatawan agar bersabar menunggusituasi aman. Setelah tanggap bencana ini usai, kami ingin membawawisatawan. Tentunya banyak sekali wisatawan yang tertarik denganLava Tour. Kalau situasi normal, Lava Tour itu sangat menarik,jelasnya.

Intinya, tambah Budiharto, pihaknya tidak ingin terjadi konflikantara pemandu wisata dan warga di lereng Merapi. Sehingga, butuhperan pemerintah, khususnya Pemda Sleman, untuk dapat memetakantitik-titik mana yang bagus untuk dikunjuungi, sekaligus amandengan akesibiltas terjangkau. Kalau itu sudah teridentifikasi,sangat membantu industri pariwisata untuk merancang paket wisata kelereng Merapi dan daerah yang tidak bersinggungan dengan warga yangsaat ini masih sensitif, jelasnya.

Menanggapi hal ini, juru bicara Media Center tanggap DaruratMerapi Selamatta Sembiring mengatakan sangat memahami apa yangmenimpa industri pariwisata akibat erupsi Gunung Merapi sejak 26Oktober 2010. Namun, ia menegaskan larangan aktivitas di sekitarMerapi bukan hanya sektor kepariwisataan saja. Status Merapi masihAwas, sehingga siapapun tidak diperbolehkan untuk kegiatan apapun.Kita tunggulah Status Awas ini turun dulu, jelasnya.

Ditambahkan, jika keadaan nanti benar-benar sudah aman, DinasPariwisata setempat diundang ke Media Center Tanggap Darurat Merapiuntuk memberikan keterangn kepada media massa terkait pemetaanlokasi mana saja yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Sekaligusbisa pula nanti dijelaskan kepada media bahwa kedatangan wisatawanakan memulihkan perekonomian, termasuk perekonomian masyarakatsekitar. Kita masih wait and see, tegas Sembiring. (MCMerapi/dry)

Sumber: http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/pemandu-wisata-ingin-ada-titik-aman-merapi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s