Borobudur dibuka kembali

Kompas.com – Wisata bersejarah Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah akan kembali dibuka pada Minggu (21/11/2010) besok setelah ditutup berhari-hari karena diselimuti abu vulkanik erupsi Gunung Merapi.Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Iskandar M Siregar mengatakan, besok Borobudur mulai dibuka namun ruang gerak pengunjung akan dibatasi. Pengunjung, katanya, hanya diperbolehkan memasuki area pelataran candi dan tingkat bawah candi atau yang disebut Kamadatu. “Karena yang di bagian atasnya belum layak dikunjungi karena masih tebal debunya,” ujar Iskandar di kompleks wisata Candi Borobudur, Sabtu (20/11/2010).Dikatakan Iskandar, abu vulkanik yang berhasil dibersihkan dari tubuh candi baru mencapai 7,5 persen atau sekitar 20 meter kubik debu. “Belum bersih sepenuhnya. Target kami 3-4 minggu akan bersih,” tambah Iskandar.

Sekitar 60 personel petugas dari balai konservasi, lanjut Iskandar akan membersihkan abu vulkanik yang melekat. “Kami juga betuh pengawas arkeologi karena terkadang relawan yang ikut membersihkan tidak mengerti jadi merusak bangunan,” ujarnya.

Sebanyak 2000-2500 pengunjung setiap harinya, mendatangi candi dengan 72 stupa yang pernah terdaftar dalam tujuh keajaiban dunia itu. Bagi wisatawan dalam negeri yang ingin mengunjungi Candi Budha itu hanya perlu membayar tiket masuk Rp 20.000, sedangkan wisawatawan mancanegara dikenai tarif masuk 15 dollar AS.

Setelah airport Adisucipto dibuka kembali, dan maskapai luar negeri membuka kembali penerbangan ke Yogyakarta, ditambah berita bahwa Borobudur telah dibuka kembali, menjadi berita yang menggembirakan  bagi dunia pariwisata di Yogyakarta, seluruh tour guide dan , sampai dengan masyarakat sekitar Borobudur, yang sangat bergantung kepada Borobudur sebagai obyek pariwisata utama, setelah sekian lama terpuruk dengan adanya bencana alam meletusnya gunung Merapi. Walaupun kunjungan ke Borobudur masih terbatas hanya pada bagian kaki candi (Karmawibagga),   akan lebih baik bila dibandingkan dengan kunjungan yang hanya dari luar pagar, karena wistawan akan lebih dekat unttuk menyaksikan keindahan Borobudur dibanding hanya dari luar pagar.

Akibat letusan Merapi kira-kira hampir 1 bulan pariwisata di Yogyakarta berhenti dan karena tidak dapat diprediksi kapan letusan akan berakhir , maka dampak letusan Merapi bukan saja mengakibatkan pembatalan kunjungan bulan November akan tetapi telah merembet sampai bulan  February 2011,  telah terjadi banyak pembatalan reservasi untuk kunjungan awal tahun 2011  dan pengalihan minat kunjungan dari kunjungan ke Borobudur  atau Yogyakarta ke daerah tujuan wisata  yang lain,  bahkan  ditambah lagi dengan bencana tsunami di kepulauan Mentawai , kunjungan ke Indonesia dialihkan ke negara yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s