Membaca Arah Merapi

Seperti awan biasa, bergerak tiap hari di atas langit Jogja meliuk-liuk, menari-nari kesana kemari membumbung tinggi sekali.. Dengarkanlah kawan suara-saura dari sana.. menggelegar dalam sekali di perut bumi.. sesekali kilat menyambar di atas kubahnya.. akan kita temukan hikmah besar disana..dari rintihan, ujian dan doa.. dari arah sebaran abu yang jauh terikrim.. subhanallah; mengapa Merapi semarah itu…?

Kajian geologis terhadap gunungapi teraktif sejagat setinggi 2.968M itu tak pernah tamat, yang menarik perhatian menyebutkan muasal aktivitasnya disebabkan lokasi Merapi di wilayah inti zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Disimpulkan bak Penjuru Gunungapi, sejak lama sekali ia meletusperiodik secara efusif dan eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Uraian membaca arah Merapi ini diinspirasi berita, bacaan, dan kabar sahih beredar diantara para Pelaju yang bolak-balik kampoeng-barak pengungsian. Mereka ini membaca arah wedhus, berlomba dengan waktu, menembus bahaya tanpa Haegglunds, saat tertentu berjalan tanpa melepas pandangan dari wedhus gembel yang panasnya ±100 0Celcius. Semisal ketebalan abu vulkanik di tanah edelweis Cangkringan menyisakan bara api, meski lewat empat hari sepatu bot tebalpun bisa bolong saat melangkah..

Pra erupsi 4/11 kami sering naik menemui sobat yang tinggal 9 km dari puncak Merapi. Sobat ini berkisah di rumahnya yang asri di pinggir jalan.. pernah saat radius aman 10 km sebelum erupsi 30/10, dia amankan logistik Crew TV swasta saat pemiliknya lari tunggang langgang.. Sekritis itu dia siapkan kendaraan dalam kondisi mesin hidup dan harus menghadap ke bawah, jika sirine meraung langsung tancap gas sebelum wedhus itu lewat.. O lala..sahabat pelaju ini bagian dari Relawan kami..hari ini mengabarkan, tetangganya habis bersih kemalingan.. masya Allah! Pelaju korban lain mengabarkan (9/11) dari Jumoyo Muntilan, telah seminggu hidup diantara 1.400an Pengungsi, kadang pulang sekedar melihat kondisi kampoeng, rumahnya dipenuhi debu setebal 5 cm. Bagi kebanyakan Pelaju deras arah angin yang membawa debu vulkanik lebih ringan dari resiko dilibas wedhus beneran. Tak dihiraunya warna pakaian yang memutih, tangan selalu menutup hidung yang terbungkus kain basah, kaki mengayun cepat agar terhindar dari luncuran wedhus.

Merapi selalu mengeluarkan sulfatara vulkanik dan tetap aktif di zona seismikaktif. Abu berawan yang dikeluarkan bukan saja bersifat asam yang korosif, tapi mengandung logam berat kadium (Cd), tembaga (Cu), silica (SiO2) dan lainnya yang membahayakan dan mematikan. Abu letusan-letusan itu mengingatkan tulisan Bernice de Jong Boers, Mount Tambora in 1815: A Volcanic Eruption in Indonesia and Its Aftermath, suara letusan terdengar hingga 1.700 km, mencapai index 7 dari paling tinggivolcanic explosivity index 8.***

One thought on “Membaca Arah Merapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s