Harga Bencana Merapi

Ahad, 7/11 pasar Ngasem di tengah Jogja masih buka seperti biasa, meski abu vulkanik memenuhi Kampung-kampung dekat Kraton Ngayogyakarta. Bangunan pasar tradisional itu hampir rampung direnovasi  setelah Pasar Burung dipindah ke perbatasan Kota (PASTY). Di sepanjang jalan  banyak parkir Becak yang mengantar ibu-ibu belanja. Istri bercerita, harga-harga sayuran telah berlipat-lipat dari nilai semula, sebabnya pemasok sayuran asal lereng Merapi yang dua minggu terakhir telah mengungsi dan tidak bisa kirim barang dagangan ke pasar.

Bacaan http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/11/07/awas-jakarta-terkirim-abu-merapi/-12 dan tulisan tentang dampak abu vulkanik bagi bahan makanan yg akan dikonsumsi warga (http://www.kr.co.id/web edisi 9/11) membenarkan perubahan harga-harga di pasar dipengaruhi putusnya pasokan dan supply barang. Harga sayuran dan cabai melonjak; kualitas buruk kena abu vulkanik. Debu vulkanik mengandung logam berat kadium (Cd), tembaga (Cu), silica (SiO2) bukan saja bisa mencemari air sumur, menutupi mesin pesawat saat mengudara, merusak Taman Nasional Merapi, tentu mamatikan ribuan ternak dan jumlah tak terhingga sayur-mayur yang diproduksi tanah lereng Merapi.

Harga bencana merapi yang perlu diperhatikan tentu menyangkut nyawa manusia, hingga tulisan ini 09/11 terdapat 141 meninggal, 406 dirawat dan 286.653 mengungsi. Sejumlah tempat musnah seperti Desa Kinahrejo, Argomulyo, Kepuharjo, Umbulharjo, dimana 85% harta benda milik warga musnah. Untuk Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan saja mencapai kerugian ratusan Miliar dari ratusan hektar lahan, ribuan rumah rusak, ribuan sapi mati akibat terjangan awan panas.

Pembaca perlu merinci harga kerugian non-material atas bencana ini paska kondisi darurat terlewati dengan baik.. Sebagai warga ada baiknya kita menengok aktivitas Relawan yang sehari-hari tak mengenal lelah mencari sumbangan dana, mendata titik-titik pengungsian yang amat membutuhkan, menentukan jumlah barang yang dipersiapkan sekaligus mengantarkannya ke barak-barak pengungsian seantero lereng Merapi.

Dari sisi Posko HPI (+62274484559 mobile +62818465933) sejak 2/11 diperoleh contoh data-data diantara ratusan Posko di penjuru lereng Merapi di luar Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Posko HPI berbagi tugas menyasar Anggota dan warga terdekat di sejumlah barak tak resmi sampai detik ini dengan 600an lebih Nasi Bungkus, 300 pcs roti, air minum, masker, senter, selimut, pakaian layak, handuk, obat-obatan (minyak gosok, kayu putih), peralatan mandi dst dari yg terkumpul. Ini terus berjalan hingga dana habis.

Kami berpikir solusi yang bisa dilakukan Himpunan Pramuwisata Indonesia khususnya terhadap korban paska darurat bencana ini terlewati, misalnya wujud bantuan otomatis ikut tercouver asuransi keselamatan kerja yang sedang berjalan. Sekitar 10 orang Anggota HPI yang menjadi korban bisa ikut program Asuransi Takaful Yogyakarta membayar Rp 50.000,- per-Tahun yang saat ini terealisir Angkatan pertama sebanyak 34 Guide atau kemungkinan diikutkan Angkatan ke-2 memiliki nilai pertanggungan atas premi per-Tahun Rp 275.000,-.

Semua melihat kekuatan dana sumbangan yang masuk rekening Posko HPI, hingga detik ini baru sejumlah Rp 2.900.000,-  semoga nyusul teman2 saudara kami semua ikut meringankan harga bencana Merapi. Minimal ikut membangun suasana batin Guide korban atas masa depan Pemanduan Wisata Yogyakarta***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s