Kali Penjuru Merapi

Tanah Nusantara kita memiliki 78 gunungapi teraktif dari 829 gunungapi dunia, 21 diantara nya berada di tanah Jawa. Merapi adalah gunungapi termuda di kumpulan selatan Pulau Jawa, di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah ini berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu berjenis letusan efusif, kemudian menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Merapi sendiri dikenal sebagai gunung berapi teraktif di Indonesia, disebut Penjuru Gunungapi diantara gunung aktif. Oleh International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior (IAVCEI) Gunung setinggi 2.968 itu dimasukkan ke dalam kategori ‘decade volcano’, salah satu dari 16 gunung berapi dunia yang memiliki letusan paling destruktif dan dekat dengan populasi banyak penduduk.

2010-11-07_das_merapi Ternyata kawah Merapi mengalirkan laharnya ke arah 16 Sungai atau disebut Kali di Kabupaten Magelang, Kab. Sleman dan Kab. Klaten. Aliran lahar tidak ditemui di Kab. Boyolali Jawa Tengah. Aliran lahar inilah yang selalu menimbulkan kerusakan dan kematian penduduk saat terjadi erupsi besar gunung api Merapi.

Dari catatan sejarah, Merapi meletus sebanyak 71 kali sejak tahun 1548. Dengan letusan-letusan kecil terjadi tiap  2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan besar gunung ini terjadi antara lain pada tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan tahun 2010 kali ini tergolong amat besar, mengingatkan erupsinya yang mengukur Candi Sambisari di kedalaman 2,5 meter.

Sebagai perbandingan, letusan tahun 1006 menjadikan bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Sementara 18 Desember tahun 1930-1931, letusan Merapi menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1.370 orang. Letusan 26/10 mengubur desa Kinahrejo dengan Juru Kunci Merapi dan erupsinya 05/11 tahun 2010 melumat habis desa Argomulyo yang berjarak 15km serta mengirim abunya sejauh 30 km (Kraton) hingga Istana Bogor Jawa Barat yang berjarak 680 km dari puncak Merapi.

Lainnya Gunungapi aktif Tambora terletak di Pulau Sumbawa. Ledakan terhebatnya terjadi tahun 1815, erupsinya menewaskan 92.000 orang. Saking dahsyatnya letusan Tambora, abu vulkanik yang dilepaskan terlempar hingga lapisan stratosfer udara, akibat dari letusan itu masih dirasakan sepanjang tahun 1816, seperti perubahan iklim, tsunami kecil dan hujan abu vulkanik. Ini mengingatkan erupsi Krakatau 1883 dengan 36.417 tewas dan kota-kota sekitar.

Secara alami Gunungapi membentuk Sungai-sungai tempat lahar erupsi mengalir menjauhi kawah, seperti Gunung Merapi bahkan memiliki 16 buah Sungai atau disebut pula Kali. Sisi gunung wilayah Kecamatan Selo Jawa Tengah ada Sungai/Kali Apu, K. Pabelan dan K. Tlising; dimana ketiganya ditambah K. Senowo bertemu di K. Pabelan yang terletak di Kab Magelang; disini ada pula Kali Blongkeng, K. Lamat, K. Putih. Yang searah aliran lahar masuk mulai Kali Bebeng, K. Krasak, K. Bedog  dan  K. Batang.

Letusan Merapi tahun 2010 ini mengalirkan lahar panasnya ke arah Kali-kali Boyong (gambar diambil mas Agus Pras/2007) dan Kali Kuning, melalui Kec. Pakem di wilayah Kabupaten Sleman; ada juga K. Boyong mengalirkan lahar dinginnya ke Kali Code yang membelah wilayah Kota Yogyakarta melalui 8 Kecamatan. Sedang  K. Gendol dan K. Opak mengarah ke Kec. Cangkringan, Kec. Ngemplak hingga Kec. Kalasan dan K. Woro mengalir lewat Kec. Kemalang, Kec. Manisrenggo hingga Kec. Prambanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s