Teror Merapi

Minggu 07 November, Seperti suasana perang di Yogyakarta, dari kejauhan lebih dari 30 km terdengar menggelegar guguran lava pijar yang berkelanjutan dari arah puncak Merapi. Bergolak lahar Merapi di perut bumi mendorong magma keluar dan membuat aktivitas Merapi untuk mengeluarkan lahar panas, meluncur ke bawah mengikuti alur sungai kering menuju ke kaki gunung Merapi, membuat tanah bergetar, membuat dentuman mega bass, menggelegar terus menerus sepanjang malam menjadikan suasana mencekam ibarat suasana perang. Awan panas menyembur keatas menyembur melontarkan kerikil, abu volcanik dan awan panas… hiii ngeri.!!!!  ke arah barat, selatan,timur dan utara… menabur abu dan mencabut nyawa.

Sambil menghitung detak jantung, batin berkata “Wouuw malam ini  monster  itu telah keluar dari sarangnya dan sedang bergerak mencari mangsa, hiiiii……… betapa besarnya telapak kaki raksasa itu hingga langkah sanggup mengetarkan seluruh tanah di Yogyakarta bergetar, betapa besar mulutnya hingga kerikil-kerikil yang tertiup jatuh menimpa rumah mungil kami, akankah raksasa itu  sampai ke desa kami… untuk menghancurkan rumah kami, untuk memangsa ternak, tanaman serta anak-anak kami ?”. Oh.. jangan-jangan… ! Kami orang bodoh, miskin, kampungan dan terbelakang yang kami inginkan hanya  kedamaian… kami sudah kenyang diteror gempa bumi.. .kami sudah muak diteror bualan-bualan dan janji politik.

Menjelang pagi .. cari info di koran atau di media online, atau apa saja untuk bertanya… apa yang terjadi tadi malam, berapa orang yang terenggut jiwanya ! Eh…  yang didapat hanyalah  berita bualan sang punggawa dan ramalan  gombal klenik Permadi  dengan “Mbah Petruknya” dan ramalan menyesatkan sebuah program infotement RCTI “Silet” Feni Rose … ! Celakalah kalian, penderitaan kami dan nyawa-nyawa saudara saudara, teman dan tetangga kami, pengabdian relawan, dijadikan bahan dagelan…bahan tertawaan!. Tunggu cepat atau lambat musibah yang menimpa pasti kami akan datang pada kalian, kaum bedebah.. !

Kami betul-betul sedang dalam masalah tertimpa musibah, yang sama sekali bukan kehendak kami !” Heee pengecut… Kalau kalian berani, datang lah ke tempat kami… jadilah kami, jangan hanya mengumbar bacot dari tempat ber-AC dan makan KFC di Jakarta, tanpa turun ke lapangan  … !!! Kami menjerit “Jangankan musibah yang menimpa kami dijadikan obyek kampanye, obyek mencari popularitas, obyek mengeruk uang, dan obyek untuk mendapatkan rating acara TV ..!

Ah.. it was really nightmare … ! Malam jahanam yang penuh dengan teror dari gunung Merapi, akankah kembali terulang malam nanti ???

2 thoughts on “Teror Merapi

  1. made bartha

    sudah lama media elektronik dan cetak terlalu membesar-besarkan berita aktifitas merapi terutama berita tentang Mbah Marijan hlm sampai masyarakat sekitar merapi terpola mindsetnya bahwa Mbah Marijan mengetahui segalanya tentang merapi termasuk berbahaya tidaknya aktifitas merapi,masyakat jadi sulit diberi pengertian yang rasional ya jatuhlah korban merapi……..tapi nasi sudah basi apa mau dikata…….hidup tidak berakir disini……bangkit lagi maju dan lebih maju lagi……bravo HPI.made2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s