Evakuasi Dinasti Mataram

Sepuluh hari terakhir ini, Penduduk di belahan selatan Jawa Tengah dan Jogjakarta,disibukkan oleh aktivitas Gunung Merapi yang sangat menyita energi.

VS pribadi,sebenarnya baru akan menikmati reses yang cukup panjang,dengan berkhirnya Musim panas di dunia belahan Utara sambil memonitor kawan kawan tercinta yang kupercaya menjalankan usaha VS ,masih ada beberapa kedatangan wisatawan baik di jawa Timur maupun di Jogjakarta sendiri,party kecil sehingga cukup VS percayakan kepada kawan kawan.

VS berencana liburan bersama istri tercinta, liburan yang terpaksa tidak melibatkan anak semata wayang, karena Juniorku tidak senang reses, jadi cukup kami berdua yang menikmatinya.

Tetapi rencana liburan berantakan,karena aktivitas Merapi,yang mau tidak mau mengharuskan VS stand by,mengantisipasi segala kemungkinan yang (akan) terjadi.

Sudah belasan kali VS mencoba membersihkan rumah dan pekarangan yang sangat berdebu,pasca hujan abu yang terjadi pada hari Sabtu lalu,tanggal 30 Oktober lalu.

VS sangat berharap hujan segera turun pasca hujan abu tersebut,tetapi karena tidak juga hujan,dengan sedikit memutar otak,saluran kompresor air panas yang sudah di instal semi permanen,VS alihkan ke selang sepanjang 25 meter,sehingga VS sangat leluasa untuk menyemprotkan air panas bertekanan tinggi,untuk melunturkan abu yang terlanjur menggumpal di sela sela genteng.

Langkah ini harus dilakukan,karena sudah terlalu banyak `korban` yang berjatuhan,diantaranya 3 sapu rusak ,5 ember yang sudah penuh abu pekat,seperti bubuk semen,lubang kunci motor mengerak karena kemasukan abu berbelerang,dan kanopi yang  meliuk liuk menahan abu.dan ancaman drainage yang mampet.

VS sedikit lega,setelah per hari Selasa lalu(seminggu pasca letusan awal),Rumah sudah sangat bersih dari abu,tetapi tetangga kanan kiri juga masih sangat kotor,banyak rumah di kanan kiri Vs yang ditinggalkan pemiliknya.Mereka orang orang berduit yang hanya bermaksud membelikan rumah untuk keperluan anak anak mereka selama kuliah di Jogja.Daripada kost, mereka berpikir lebih afdol,kalau anak anak mereka dibekali rumah yang nyaman selama melangsungkan pendidikannya di kota Jogja.

Usai Kuliah,anak anak mereka berkarya ke kota lain, sehingga menjadikan rumah rumah itu kosong. Daripada tidak berpenghuni,akhirnya disewakan ke orang lain, beberapa diantaranya Expatriat,yang sudah barang tentu tingkat kepedulian terhadap lingkunganya,tidak seperti pemilik aslinya.Ya , mereka tidak mempedulikan atap rumah dan pekarangan mereka yang sangat berdebu,walaupun rumah VS sudah sangat bersih,dengan kekuatan angin yang sepoi pun,akan sanggup emmindahkan debu dan abu vulkanik kembali ke pekarangan VS.

Singkat cerita,pasca tanggal 30 Oktober,sebenarnya sudah tidak ada lagi kiriman debu vulkanis dari Gunung yang Perkasa di utara sana,tetapi hanya pengaruh kanan kiri yang membuat rumah VS terpaksa kotor lagi,sangat mengganggu,terutama di hari hari reses VS.Ditengah kepasrahan dan kefrustasian,alhamdulilahirobbil Alamin, hujan deras dikirim Alloh 2 haru bertutur turut,Rabu dan Kamis lalu.

Cukup signifikan menggelontorkan abu vulkanis di tetangga kanan kiri VS.

3 kali, VS menyempatkan diri meninjau daerah bahaya.Banyak teman teman tercinta VS yang tinggal di daerah bahaya.Diantaranya hanya tinggal dalam radius 9 km dari titik api,daerah wajib mengungsi,di awal awal mereka mengungsi ke Santika ( bintang 4 ).belakangan karena musibah tidak juga berhenti setelah berganti Minggu,acara evakuasi bergeser ke Apartemen MM  UGM , tentu dengan rate yang lebih murah (bintang 3 ).Sementara si kepala keluarga,sesekali masih menengok rumah merangkap usahanya di jalan kaliurang km 24.

Keadaan diatas sana , yang mengharuskan VS berkendara selama 30 an menit, memang sangat mencekam , diluar perang spanduk produk kapitalis dan Parpol yang berlomba menuai simpati di tengah bencana,sangat oportunis!

Malam itu,langit begitu cerah,sehingga  sesekali luncuran lava pijar bisa terlihat dengan sangat jelas.
Kunjungan lainnya, ke seorang Pemandu Gunung yang sering mangawal turis Asing menyaksikan keelokan sun rise di lereng Merapi sebelah barat.VS sering mengorganize tours dengan minat khusus ini,tetapi dengan team yang lain,berangkat dari penginapan peninggalan Belanda di Kaliurang.

Malam itu,suara gemuruh terdengar sesekali,mirip suara pesawat, ternyata suara gemuruh tersebut adalah suara yang datang dari Puncak Merapi,bukan suara letusan gunung,tetapi suara luncuran batu batu raksasa yang berjatuhan.

Hari ini, 5 November , agenda VS hanya Jumatan,sambil supervisi tamu tamu yang masih berkenan datang. Ada 2 arrival di Jawa Timur,info dari staff VS yang bertugas, bromo masih cukup aman untuk dikunjungi.Di Jogja,masih ada beberapa tamu juga,mereka mengagendakan kunjungan ke Dieng  dan Borobudur.Mudah mudahan Borobudur dibuka hari ini.

Jam 4.45 begitu bangun pagi, untuk yang kesekian kalinya,VS dikejutkan oleh rumah yang kotor lagi. Hujan Abu turun lagi semalam.

Kali ini,justru lebih tebal dari yang hari Sabtu lalu.

Hari Selasa lalu,VS hampir pingsan bersih bersih rumah.Kondisi letusan Merapi tahun ini,sudah mendekati kondisi di saat gempa 2006 lalu,dalam arti sebagian besar masyarakat sudah sibuk dengan dirinya sendiri.

Tidak ada tukang batu yang available,untuk sekedar naik naik atap menyemprotkan air ataupun mengumpulkan endapan  abu yang menggumpal dan sudah mirip lumpur Lapindo.

Peristiwa semacam ini cukup langka,sehingga VS sangat exiting membereskannya,ditambah tidak adanya asisten profesional yang available,jadi Vs terpaksa membereskannya seorang diri.Endapan abu,yang terlanjur melekat di paving blok,baik di depan maupun belakang rumah, plus di sun roof room yang sangat mengganggu,sedikit demi sedikit VS kumpulkan,sampai memenuhi ember demi ember sudah VS persiapkan sebelumnya.

Belasan kantong plastik ukuran besar juga Vs pakai untuk menampung abu dimaksud.

Pagi itu,Vs belum sempat sarapan,karena terlalu exiting,jadi lupa sarapan.

Menjelang siang malah lupa sarapan.Tiba saatnya makan siang,karena pekerjaan belum tuntas, VS bermaksud menunda acara makan,karena sekujur tubuh yang sangat kotor karena abu. Hingga beberapa saat kemudian,tubuh VS bergetar hebat,lemas lunglai,kepala mendadak pusing,tanda tanda bahwa kandungan gula dalam darah VS turun drastis,DROP!!!!

VS mendapat warisan berharga dari ibu kandung Vs yang harus di waspadai,yaitu Hipoglikemia,alias kadar gula yang cenderung turun,utamanya kalau terkuras energi yang cukup ekstrim dan perut dalam kondisi kosong.

Sebagian kasus Diabetis,adalah kadar gula tinggi.

Seperti halnya tekanan darah (yang dalam bahasa Belandanya adalah BLOED DRUK , Bloed = darah , Druk = tekanan ).

Seringkali kita salah kaprah meminjam istilah kolonial, apabila ada orang gampang marah, kita menyebutnya BLUDREK ( bloeddruk ), yang dimaksud sebenarnya adalah Tekanan darah tinggi, yang terjemahan lengkapnya adalah HOGE  BLOED DRUK.

Mengapa dikatakan tinggi ( hoog ) ? , ya karena ada juga kasus darah rendah ( LAGE BLOED DRUK ) .

Begitu juga dengan kadar gula dalam darah.

Ada kadar gula tinggi, tentu ada juga kadar gula rendah.

Warisan ini, VS syukuri , bukan suatu yang harus disesali.

Solusinya juga tidak sulit,sepanjang isi perut penuh, tidak akan DROP. Sesederhana itu,dengan kata lain, VS tidak boleh lapar !! lambung harus stabil terisi nutrisi yang siap giling,sehingga tidak akan drop. Maklum ini khas penyakit Kasta Paria !! tidak boleh lapar!.Itu sebabnya,dimanapun, utamanya kalau sedang bepergian,selalu ada potongan roti ataupun kue di tas kerja VS.

Setidaknya 4 lembar toast, kulapisi mentega,selai sari buah,dan 2 potong keju iris,plus  potongan daging asap ( slice smoked beef,atau tuna atau ayam ),kubungkus pakai paper napkin,masuk tas dengan aman.

VS tidak perlu malu,awalnya agak ribet juga,terlebih di beberapa hotel ( bintang 5 ) yang hampir tidak pernah menyediakan paper napkin di dining room,mereka hanya menggunakan formal linen napkin, masak serbetnya aku bawa pulang?ha ha ha .

Ya,satu dua kali,terpaksa VS membawa dari kamar,kalau hotel berbintang 4, masih saja menggunakan paper napkin.

Itu di awal penyakit ini mewarnai hari hari VS.

Lama kelamaan, VS sangat familier,dan petugas Hotel,sudah hafal kalau VS selalu perlu sesuatu untuk membungkus roti??ha ha ha .

Mereka orang orang baik yang tahu kebutuhan VS! Ada imbalanya ? tentu !!

VS selalu menyarankan ( agak sedikit memaksa) tamu tamu bule , dengan gurauan khas VS untuk bagaimana caranya tetap mengkonsumsi alkohol di acara makan pagi.

Bagaimana caranya ?

VS selalu ber korelasi dgn 2 bangsa berlainan yang berbicara dalam satu bahasa (seperti Indonesia dan malaysia ).

Mereka adalah bangsa Belanda dan belgia.

2 bangsa ini,memang jarang akur ! yang satu merasa lebih superior dari yang satunya.

Bangsa Belgia sangat menginginkan kekalahan team Oranje di acara final Piala Dunia 2010 lalu,mengapa ? Mereka sangat khawatir,semakin tidak mampu mengejar hegemoni superioritas Bangsa Belanda,kalau sampai Belanda Menjadi Juara Dunia! Prestasi yang hanya Belgia peroleh melalui 2 ratu tenisnya.

Nah, di Belgia ada ratusan merk bir. Dan Orang Belgia,akan sangat bangga kalau dikomporin untuk meminum bir bersama santapan makan paginya.Terutama di tempat umum !

Itu yang VS lakukan . Kalian tidak minum bir pagi,ini? Sapaan yang menantang,dan selalu disambut dgn antusias.

Apabila mengawal tamu Belanda,sama dan sebangun, “ tempo Hari Aku kesini,makan pagi bersama grup Belgia,mereka minum bir semua ! “ , Orang Belanda ( generasi tertentu ),merasa panas mendengar statement itu ! Kalau Orang Belgia bisa, mengapa kami tidak? Begitu barangkali pemikiran dalam benak mereka.

Ya,akhirnya belasan botol bir terkonsumsi pagi itu !

Petugas hotel,selalu saja tidak siap,untuk penyajian beverage yang tidak lazim ini !

Tetapi dgn sedikit asistensi Vs, semua lancar. Dan harga sebotol bir merk lokal lisensi impor,seperti Bir Bintang adalah Rp.120.000 ( bintang 4 ) ,dan sekitar Rp.170.000 ( bintang 5 ).yang paling penting adalah , 11 % dari harga yang harus dibayar oleh tamu tamu peminum alcohol itu dikembalikan sebagai service charge untuk peningkatan kesejahteraan staff hotel ! disitulah inti utama kegiatan wisata,dgn konsep simple VS : EVERYBODY  HAPPY !!

Nah,simbiosis inilah yang VS kedepankan. Staff hotel dapat tambahan service charge, dan VS dapat roti bungkus ! cukup acceptable !

Ya singkat cerita ,karena sangat antusias membersihkan debu tebal yang berlapis lapis,membuat VS terlambat mengkomsumsi hidrat utamanya,sehingga terjadi penurunan kadar gula darah yang sangat signifikan.

Pagi ini, asap letusan Merapi dilaporkan mencapai 6 km.

Kemarin,tanggal 4 November,VS melihat asap yang vertikal bergerak keatas,sangat tinggi,walaupun seluruh bagian Merapi tertutup awan,tetapi tidak dengan bagian diatasnya,terlihat jelas sang wedhus gembel yang bergerak ke atas, luar Biasa Indah !!VS sempat mengabadikan dalam radius 25 km,dan masih cukup elok hasil fotonya!! VS berharap inilah akumulasi puncak dari kegiatan dalam 8 hari terakhir.

Ternyata VS keliru,karena hari Jumat ini,dilaporkan terjadi erupsi yang lebih heboh dari erupsi erupsi sebelumnya.

Anak semata wayang VS ,sudah siap siap berangkat sekolah pagi ini,ketika jarak pandang hanya 10 m di depan mata,VS agak ragu untuk mengantarnya ke sekolah!

Senior VS sesama wali murid, mas Yoyok,menanyakan sekolah masuk tidak ?

Anak VS juga lebih suka mbolos kayaknya.

Kuputuskan untuk tinggal di rumah saja.Tidak usah masuk sekolah hari ini.tidak lama kemudian,justru ada sms darurat dari Wakil kep.Sek urusan kesiswaan, yang memberitahukan bahwa Sekolah resmi diliburkan !Alhamdulilah.sekalian Sabtu besok?jadi bertambah koleksi long week endnya !

Sebagai Pelaku Pariwisata, pengetahuan sejarah budaya tanah air menjadi produk wisata yang sangat andal untuk digulirkan menjadi paket wisata yang menarik,

Apa yang setiap kali kita ceritakan kepada wisatawan asing yang berkunjung ke pulau Jawa,kaitanya dengan eksodus Wangsa Mataram ( Syailendra dan Sanjaya ) menjuju Jawa Timur,selama ini hanya kita fahami sebagai teori yang sangat logis.

Tetapi kita tidak pernah menelaah lebih dalam,substansi apa yang terjadi kala itu?

Baiklah,coba kita kembali tengok masa lebih dari 1000 ( seribu ) tahun silam.

Memang disebutkan dalam semua lembar sejarah,bahwa pindahnya pusat kekuasaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur disebabkan oleh bencana alam.

Pertanyaannya adalah,seberapa hebat / parah bencana yang timbul saat itu ?

Diatas VS sudah memaparkan,betapa aktivitas VS sangat terganggu dgn aktivitas Merapi,padahal VS tinggal dalam radius 27 kms dari titik api.daerah yang sangat aman. Toh,abu vulkanis yang terkirim Sabtu lalu,membuat semuanya berantakan.

Alhamdulilah belum sampai mengganggu pernapasan,tetapi sangat mengganggu pandangan,dan cukup pedas di mata.

Bagaimana dgn penduduk di lereng Merapi yang lebih parah menuai bencana ini?

Ternak sandaran hidup yang menjadi bangkai,rumah hancur luluh tak bersisa,dan masa depan tak menentu yang menjadi bayang bayang suram mereka.Sangat tragis !

Inipun masih harus terjadi,di era IT , GPS , Satelit actual,sarana transportasi berkecepatan tinggi,ambulans,Rumah Sakit yang stand by dgn fasilitas UGD 24 jam,jalur aliran lahar yang sudah di set up modern ala proyek SABO , plus bantuan dana sumbangan relawan yang mengalir deras,dan hal hal pendukung yang dimaksudkan untuk memiminalisir  efek efek yang lebih parah.

Penduduk sekitar akan dgn sigap melakukan apa yang menjadi kebijakan otoritas, salah satunya mengungsi di saat yang tepat.

Semua bisa mereka prediksi,dgn berbagai variasi hitung hitungan ala manusia.

Walaupun Tuhan penguasa jagad barangkali memiliki rencana yang tidak selalu sama dgn skenario ilmiah.

Saat itu, semua kemajuan teknologi belumlah ada tentunya.

Sabda raja barangkali satu satunya instruksi yang mereka patuhi.Dan raja yang bijak tentunya juga sudah melalui perdebatan dgn sesepuh dan penasehatnya, sebelum memutuskan memindahkan pusat kekuasaan ke Jawa Timur.

Istilah Jawa Timur, barangkali juga belum ditemukan saat itu.Bahwa pulau Jawa berakhir di Banyuwangi,untuk kemudian menyeberang melalui selat Bali menuju pulau exotic lainya, itupun baru di temukan 200 tahun kemudian, di era Gajah Mada.

Mereka hanya bergerak ke arah yang lebih aman,bergerak dan terus bergerak. Dan kebetulan yang dipilih adalah kea rah timur. Mungkin ada juga arah lain yang mereka tempuh,tetapi tidak dilaporkan secara resmi.

Bisa kita bayangkan,saat itu belum ada jalan atau jalur utama seperti yang kita lihat pada saat ini ( Jogja – Solo – Sragen – Mantingan – Ngawi – Caruban – Nganjuk – Kediri ,dst ), mereka sudah baranag tentu juga tidak langsung bisa menemukan daerah yang menjadi target utama.

Eksodus ini,diikuti bisa jadi ratusan ribu penduduk juga,melebihi jumlah pengungsi dari 2 propinsi yang hari ini,dilaporkan mencapai 100.000 orang ( seratus ribu orang ).

Proses evakuasi ini, tidak hanya terjadi dalam waktu 20 menit, seperti mengevakuasi jenazah Mbah marijan ke RS  Sarjito . Tetapi sangat lama. Berapa lama kira kira ? Tidak bisa di jelaskan secara pasti. Tetapi,dalam rentang waktu sekian lama, mereka ( para refugee tersebut),sampai berhasil membangun candi SUKUH dan Ceto di lereng gunung Lawu dalam perjalanan menuju ke timur !

Luar Biasa. Mereka adalah orang orang super religius,yang masih juga menyempatkan diri membangun tempat peribadatan yang memakan waktu bertahun tahun,dalam status mereka sebagai refugee !

Dan cukup mengherankan juga,karena disaat mereka menghindari ganasnya gunung api,mereka justru bergerak menuju gunung lain yang juga aktif ( sampai saat ini gunung LAWU di perbatasan Jawa Timur dan Tengah ,termasuk dalam golongan gunung api type A ). Jawabnya adalah : barangkali mereka tidak tahu bahwa gunung lawu juga gunung yang tidak aman.

Sedikit VS ulas, gunung Merapi dilaporkan meletus hebat pada abad 11. kemungkinan besar terjadi pada angka tahun 1006.Letusan yang juga disertai dgn Gempa Bumi yang dahsyat.Sehingga bangunan raksasa yang menjadi master piece kerajaan Mataram waktu itu ( BOROBUDUR  mewakili dinasti Budha – Syailendra  dan PRAMBANAN mewakili dinasty Hindu-SANJAYA ),LULUH  LUNTAH  tak bersisa.

Bukti bahwa pasca erupsi dan gempa bumi 1006, Jawa Tengah ditinggalkan oleh kedua dinasti tersebut,adalah diantaranya, bahwa tidak ada lagi usaha renovasi pasca bencana.

Sehingga disimpulkan,memang tidak ada penduduk di daerah sekitar Borobudur dan Prambanan.Singkat cerita, kedua master piece itu,betul betul dilupakan orang,terbenam dalam peradaban Jawa, dan semakin parah dirusak oleh ganasnya alam.

Borobudur sangat megah.dgn segala keindahnnya !Boro = bukit , sedangkan budara = tempat suci. Borobudur adalah tempat suci diatas bukit. Bukit buatan,yang sengaja disusun untuk menopang candi yang bervolume 55.000m3 batuan lava.

Lapisan didalam candi Borobudur tidaklah solid,seperti dugaan banyak orang, tetapi akhirnya keropos,karena gerusan erosi ( elemen di dalamnya, sekali lagi bukan batuan,tetapi bukit yang dibangun dari tanah liat,pasir dan lumpur beku ).

Borobudur kemudian disempurnakan oleh generasi berikutnya,dgn membangun PRAMBANAN , yang memiliki struktur konstruksi yang berbeda dgn Borobudur.Prambanan lebih kokoh,dan memiliki bentuk arsitektur yang lain,barangkali ini adalah bentuk penyempurnaan dari borobudur ( Prambanan lebih muda umurnya dibanding Borobudur ).

Setelah masa itu, agama  Islam masuk ke pulau Jawa , antara abad ke-13.

Dan kedua master piece tadi, betul betul terlupakan, akhirnya tertutup oleh material vulkanik yang susul menyusul terjadi , hingga pada akhirnya ditemukan kembali oleh gubernur jendral Inggris, Sir Stamford Thomas RAFFLES !

Gempa yang terjadi pada 1006 , dipercaya oleh beberapa kalangan, berulang dalam siklus 1000 tahun. Itu sebabnya gempa yang terjadi pada tahun 2006 lalu, adalah anniversary gempa yang ke-1000 !!

Kembali ke proses evakuasi ke arah timur.

Setelah melalui kesulitan selama bertahun tahun,akhirnya, para refugee korban bencana alam tadi menemukan tanah harapan di sisi  Barat Daya bagian timur pulau Jawa.

Daerah inipun, sebenarnya juga tidak 100 % aman dari ancaman bahaya gunung. Karena tidak jauh dari daerah yang mereka pilih terdapat gunung Kelud.

Tetapi,mereka cukup eksis selama beberapa abad. Hingga melahirkan banyak kerajaan seperti : Kediri,Tumapel,jenggala,Singasari,dan tentunya satu nama yang snagat masyhur ; MAJAPAHIT !! dan juga melahirkan raja raja legendaris ,seperti Airlangga,Jayabaya,Raden Wijaya,Kertarajasa,dan juga maha patih Gajah Mada.

Mereka menyebut diri dgn nama baru ; dinasti  ISYANA !

Bukan tanpa kesulitan tentunya mereka menyusun pusat pemerintahan, infra struktur,sarana irigasi ,dan tatanan masyarakat dgn segala permasalahan sosial ekonominya. Sampai kemudian mereka ( Majapahit) membentuk Angkatan Laut yang super kuat dgn pelabuhan dagang dan militer di Ujung Galuh ( kelak dinamakan Surabaya ).

Kejayaan kerajaan kerajaan di Jawa Timur , justru dimulai dgn eksodus yang harus terjadi karena bencana alam.

Perbandingan apa yang terjadi 1000 tahun silam,dengan apa yang terjadi saat ini,tentu tidak relevan untuk disetarakan.

Tetapi , sekarang jadi sangat jelas,mengapa perlu dilakukan evakuasi besar besaran? Jawabannya adalah karena bencana meluas dan sangat dahsyat, bisa jadi lebih dahsyat dgn apa yang terjadi pada tahun ini.

Setiap orang yang berpikiran maju,dari generasi manapun,wajib hukumnya mengenal kata inovasi. Begitu juga yang terjadi di era Mataram di masa lalu, dengan berpindahnya ke Jawa Timur, mereka sangat sadar sesadar sadarnya, bahwa betapa megah bangunan yang berhasil mereka persembahkan untuk maksud maksud pemujaan terhadap raja dan agama yang mereka yakini ( kuil Prambanan juga dijadikan tempat mouseleum alias tempat dikuburkannya abu jenazah beberapa Raja Mataram ).

Secara teknis,tentu setelah berselang ratusan tahun,Bangsa Jawa di Jawa Timur memiliki pengetahuan teknis yang lebih dibanding pendahulunya di Jawa Tengah.

Apabila Pendahulunya berhasil mewujudkan master piece sehebat Prambanan dan Borobudur,tentu generasi Airlangga dan Jayabaya pun mampu melakukannya.

Tetapi apa yang terjadi di Jawa Timur? Ada candi Panataran, candi Jawi , candi Singasari,candi Kidal , Tikus, jago , bajang ratu ,dll,yang semuanya tak lebih tinggi / besar dari candi Perwara di komplex Prambanan.

Mengapa ? replika candi candi di Jawa Timur yang rata rata berusia 700 – 800 tahun ( 300 – 400 tahun lebih muda dibanding Prambanan dan Borobudur ) bisa kita lihat di sisi kanan kiri perbatasan kedua propinsi di Mantingan.

Mereka berpikiran sangat futuristik dan efisien.

Begitu besar candi yang mereka bangun,pada akhirnya toh juga berantakan karena bencana alam. Berdasar pengalaman tersebut,mereka berinovasi,dengan hanya membangun candi yang sederhana,tanpa mengurangi makna fungsi candi dimaksud.

Kedua , material yang digunakan pun,tidak lagi dgn menggunakan bongkahan batu lava ( ANDESIT ) , yang sangat berat , tetapi dgn menggunakan batu bata ( tanah liat yang dibakar ) yang jauh lebih ringan.

Ketenaran Majapahit,kita semua ketahui akhirnya dgn melewati beberapa ekspansi,berhasil menundukkan wilayah Asia Tenggara secara umum.Belum ada si mungil yg cantik bernama Singapore ( Tumasik ), belum juga ada menara kembar di Petronas ( Kuala Lumpur ). Mereka berada dibawah cengkeraman Majapahit ( dalam suatu kesempatan VS pernah menulis,apabila , taruhlah Singapore masih berada dibawah kekuasaan NKRI pada saat ini, VS dgn segala macam prediksi dan hitungan ilmiah,berani mengatakan bahwa Singapur dibawah NKRI, tidak akan menjadikan Singapura berincome per kapita US $ 30.000 an, karena Singapore,Malaysia dan NKRI berangkat bersama sama memulai sejarah barunya setelah ditinggal Kolonial yang menguasai mereka berabad abad.

Tetapi? Ya NKRI masih berkutat dgn kemiskinan ( istilah penghibur penguasa adalah: Pra Sejahtera ),kebodohan dan keterbelakangan,sementara 2 tetangga kita sangat maju dalam berbagai hal !

Sudah VS jawab, karena penyebabnya adalah ; MISHANDLING , bukan karena ketiadaan sumber daya alam dan faktor lain penyejahtera penduduknya.tetapi karena oportunis murahan yang selalu mengusai negeri ini,melupakan satu konsep dasar pembangunan: pemerataan kesejahteraan,sehingga sama dan sebangun dgn konsep sektor tourism yang menjadi jargon VS : EVERYBODY  HAPPY.

Saat ini ? oh..jauh sekali, yang happy hanya segelintir orang di negri ini,termasuk oknum yang baru saja melepas saham Krakatau Steel dgn harga sangat murah ! innalillalhi !

Sejarah adalah  kesepakatan dgn bukti yg ada, tetapi lebih banyak yg masih menjadi misteri.

Jogjakarta,Nov 5 2010
Van Suryo

2 thoughts on “Evakuasi Dinasti Mataram

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s