GUIDE NASIONALISME

Ketika sumpah pemuda 1928 bergema lagi, dikumandangkan anak muda dimana-mana, ada sesuatu tersisa hingga 2010 dari sumpah kesetiaan Mas Punewu, arti kebangsaan, semangat pemuda dan simbol rasa tanggung jawab yang melekat bagi patriot bangsa. Saatnya Guide dimanapun membedah ketiga siraman sumpah tersebut bagi seluruh sisi dan aktivitas pemuda, apakah profesi Pemandu Wisata memiliki kedekatan makna nasionalisme.

SUMPAH KESETIAAN MAS PUNEWU

Hari Jum’at ini abu Merapi masih bertaburan di desa-desa lereng gunung paling aktif itu, kemarin wedhus gembel sampai ke Dsn Kinarejo dan menewaskan 31 warga disana, lima orang bahkan ditemukan di dalam rumah Juru Kunci Merapi, termasuk mengubur kesetiaan Mbah Maridjan (82), selamat jalan Mas Punewu. Nama pemuda linuwih Penjaga Gunung itu dikenal sebagai Mas Punewu, saat memperoleh tugas abdi dalem Kraton Ngayogyakarta memperoleh titel penugasan Surakso Hargo oleh Sri Sultan Hamengkubhuwana IX. Ya, titel baru berarti mewisudanya menjadi orang yang bertugas menjaga gunung. Mas Punewu lalu bertekad ‘tanggung-jawab telah aku terima, pantang lari meninggalkan tugas’ hingga nyawanya meregang saat seluruh keluarga telah dievakuasi turun.

 

Sumpah kesetiaan almarhum Mas Punewu memompa etos pengabdiannya kepada Tuhan Allah sebagai Juru Kunci Tradisi Jawa hingga batas kematian dengan bahaya yang tak terperi. Terlepas cara pandang yang dianut Mbah Maridjan, kita patut meniru kepemimpinannya.. totalitas pengabdiannya dan seterusnya.. Pribadinya mewakili sosok local genius atas kepercayaan orang Jawa pada gunung dan laut, simbol sangkan paran penciptaan manusia dan semesta isi alam.

Membayangkan tekad & sumpah almarhum bagi suri toladan setiap Pemimpin Negeri bedebah penuh bencana ini. Membayangkan relawan menemukan Mas Punewu meninggal dunia dalam posisi bersujud menghadap ke selatan, ke arah Laut yang juga ke hadapan Tuan Raja di singgasana Kraton. Membayangkan simbol kematiannya bagi pemuda dan khususnya profesi Guide yang memandu wisatawan, pantang desersi meninggalkan tugas sekalipun nyawa taruhannya, sebuah sumpah pengabdian total yang dibuktikannya sendiri di mihrab rumahnya.

NASIONALISME GUIDE

Letusan Merapi 26/10 jam 17:02 yang merenggut nyawa Mas Punewu diatas, mengingatkan kita dan para Guide akan bencana bangsa, besarnya keprihatinan yang menggugah nasionalisme pemuda itu terus menerus muncul. Sehari 25/10/2010 sebelum Merapi terjadi pula Gempa 7,2 SR diikuti Tsunami terjadi di Mentawai meninggalkan duka mendalam, sejumlah desa rata dengan tanah, 365 korban jiwa meninggal, ratusan lain kehilangan keluarga juga bangunan lain di Pulau itu. Akankah kita membaca ini semua sebagai bencana biasa ataukah sebagai penanda lain nasionalisme?

Pemandu wisata atau tourist guide memiliki tugas & tanggung jawab yang menjalin seluruh kepentingan layanan jasa pariwisata. Wilayah tugas Guide jelas meliputi tanah dan air Nusantara, bukan selingkup batasan Yogja, Menado atau Bali. Peran Guide amat bersunggungan dengan kewilayahan lain karena sifat pariwisata adalah borderless, guidepun mengemban tanggung-jawab nasional karena layanan yang diberikan menyentuh seluruh kebutuhan informasi wisatawan. Bahkan Guide berada dalam tugas-tugas kesemestaan dan kemanusiaan.

Belajar dari sumpah pemuda bahwa Guide berbangsa – bertanah air – berbahasa satu yakni tumpah darah Indonesia, maka orientasi pengabdian seorang Guide adalah cermin nasionalitas bangsa, tanah air dan bahasa Indonesia. Seluruh pertautan nasionalisme harus diresap di dalam langkah kerja professional seorang Pemandu Wisata. Dimana kapanpun bertugas, dia bertanggung-jawab menjaga nama baik bangsa dan Negara, itulah kenapa pengetahuan, sikap & ketrampilannya juga meliputi kebutuhan nasionalisme. Gimana lahar terbaru Merapi sejumlah 8juta M3 disikapi seorang Guide saat tugas memandu dan menginformasikan aktivitas Merapi kepada klien, hingga wisatawan tertulari nasionalisme bahkan humanisme sebenarnya dari keberadaan Merapi diantara 127 gunung api disini.

Bagi kita, pelajaran berharga dari almarhum husnul khotimah Mas Punewu adalah keteguhannya mempertahankan prinsip pengabdian total sebagai Abdi Dalem Kraton yang akan dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT. Selamat tinggal Mas Punewu..!!***

One thought on “GUIDE NASIONALISME

  1. hpijogja Penulis Tulisan

    http://nasional.vivanews.com/news/read/185470-ribuan-orang-berteriak–mbah-maridjan-sae

    sungguh pelajaran berharga bagi guide agar pengabdian kpd profesi tidak setengah-hati memiliki persepsi penuh siapa mengapa menjadi GUIDE..

    Rekan2 guide seluruhnya saja perlu berhitung ulang terhadap tugas-tugas di lapangan (sesuai GO), jangan donk ilegal.. tetap memiliki sense profesionalitas kerja

    mbah Maridjan alias Mas Punewu si Juru Kunci Merapi..tak berhenti utk dibaca sbg sosok Pengabdi total yg bertanggung jawab,

    Hanya, bgmn jika itu adalah anda para Guide?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s