MUSEUM GUNUNG API MERAPI

Indonesia berada di pertemuan lempeng benua dengan zona pununjaman tumpukan lempeng memanjang dari Sumatera ke Jawa, Nusa Tenggara hingga Papua. Wajar kita memiliki 78 gunungapi teraktif dari 829 gunungapi dunia, 21 diantara nya berada di tanah Jawa seperti Gunung Merapi.

Gunung termuda dalam kumpulan gunungapi di bagian selatan Pulau Jawa, di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah ini berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu berjenis letusan efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava. Kini kita bisa banyak belajar karakternya di Museum Gunungapi Merapi. Demi hidup dan kesejahteraan orang perlu belajar karakter gunung teraktif ini dalam rangkaian rings of fire yang dimiliki Nusantara, yaitu 129 gunungapi bermagma aktif bagian dari 829 pancang aktif tiang semesta.

Musium Gunung Merapi seluas 3.5 ha berdiri sejak tahun 2005 atas kerjasama Kementrian Energi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Propinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Dibangun atas prakarsa Kementrian ESDM, destinasi MGM ini terletak sekitar 45 menit dari pusat Kota Yogyakarta. Gedung seluas 6500 M2 diresmikan tanggal 1 Oktober 2009 dan soft opening tepat 1 Januari 2010 dengan Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman yang dibantu oleh tenaga Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

VISI & FASILITAS MUSEUM

Musium Gunung Merapi memiliki visi meningkatkan geowisata kegunungapian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sarana edukasi ilmu kebumian. Merapi berketinggian 2.986 meter/dpl adalah gunung bertipe strato paling aktif dengan periode erupsi 2-7 tahun, erupsi besar 10-15 tahun.

Letusan besar tahun 1006 membuat bagian tengah Pulau Jawa tertutup abu, menyebabkan kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Juga letusan tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan meninggalkan kisah yang hanya bisa digambar lewat kunjungan ke museum ini.

Area rekreasi dan destinasi edukasi MGM dilengkapi Gedung Utama, Ruang Peraga, Ruang Konferensi, Kegunungapian dan Open Theater di lantai pertama. Sedang Ruang Rapat, Sinema, Café dan Restoran terletak di lantai 2 serta keberadaan lantai 3 belum berfungsi.

Sarana edukasi dan rekreasi MGM merupakan tempat indah yang masih alami di desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Di sekitar terdapat pula kawasan Agrowisata seluas 2.5 ha yang cocok untuk keperluan jelajah wisata, Out-bond, camping dan pengembangan wisata tematik di lokasi MGM yang membentang di kaki Gunung Merapi.

TEMPAT MEMBACA MERAPI

Dibutuhkan waktu sampai satu jam untuk mengelilingi Ruang Peraga magmatik gunungapi di MGM. Sejak pintu Ruang Utama, pengunjung disambut visualisasi gemuruh Merapi dengan merahnya lava pijar dan kemana saja lahar dingin mengarah. Dikenali pula aktivitas magma gunungapi dunia mulai zaman pra-sejarah hingga letusan mutakhir gunung-gunung lain lengkap dengan kisah memilukan dari gambar yang tersaji.

Bisa kita bayangkan paniknya penduduk sekitar Boyong, Kaliadem, Turgo, Kaliurang atau wilayah Magelang dan Klaten atas dadakan letusan Merapi. Abu dan awan panas ± 5000 yang meluncur 4-6 km dari kawah gunungapi siap melelehkan apa saja yang dilewati.

Disini pengunjung mengenal proses monitoring, peningkatan gunungapi dan rekaman 48 letusan Merapi sejak letusan 1786, 1872, 1883, 1930 hingga 1961 dan 1994 dengan lima Pos Pengamatan gunungapi selama 24 jam.

 

 

TANGGAL LETUSAN MERAPI,  DATA KORBAN JIWA

4    Agustus                                    1672          3.000   jiwa meninggal

27-30 Desember                         1822           100       jiwa

25 Desember                                 1832           32          jiwa                            0  korban luka.

14-15 Sepetember                       1849

15-20 April                                     1872                200

22 Septermber                               1888

30 Januari                                       1904                    16

12 Oktober                                       1920                      35

18 Desember                                   1930-1931       1.369   jiwa                          0

18 Januari                                        1954               64        jiwa                              57  luka

5-9 April                                           1961              6          jiwa                              0

7-8 Januari                                      1969              3                                              0

7  Nov–Des                                       1976              29                                            2    luka

22 November                                 1994               69   korban meninggal  23  luka

17 Januari                                        1997                0                                              0

19 Juli                                                1998               0                                              0

10 Februari                                      2001               0                                              0

22 November                                  2004               0                                              0

14 Juni                                                2006               2   Relawan meninggal

(sumber Kompas 2005/Japos2006 diolah dari BPPTK)

GEMPA JOGJA 2006

Bencana yang memilukan sebelum letusan tahun 2006, terjadi saat sebagian orang membaca serius aktivitas Merapi, datanglah petaga pagi 27.05. Gempa bumi tektonik terjadi jam 05.53.57 selama 57 detik itu menelan korban 5.778 jiwa, ±1 juta pengungsi, 779.287 orang atau 90% adalah warga Bantul dengan lebih >290.000 bangunan rusak. Gempa itu berkekuatan 6,2 MW/ 5,9 SR berepisentrum 7,944 LS dan 110,33 BT atau di sesar Opak ± 25 km selatan kota Jogja pada kedalaman 33 km dengan batas radius ±9,8 km. Di MGM, rekaman ini tervisualisasi jelas diantara gunungapi aktif sejagad dengan ragam lava, batu pijar, lahar dingin dan awan panas (wedhus gembel).

Kini kurang lengkap wisatawan ke Jogja jika belum mengunjungi Museum Gunungapi Merapi. Selamat menikmati jenis wisata edukatif, membaca gejala alam ciptaan Allah SWT yang amat menarik ini..! ***

11 thoughts on “MUSEUM GUNUNG API MERAPI

  1. andi

    Kok ya setelah ke MGM, merapi meletus..
    gunung merapi tak habisnya menjadi studi kebumian, karena mempelajari wataknya tak jauh bgmn manusia hidup.

    Msalahnya jika si manusia itu adalah juru kunci yg menjaga merapi, apalagi saat 26/10 gunung tsb memperlihatkan watak aslinya..meluncurkan ‘wedhus gembel’ maka dunia heboh..

    Tulisan kawan kita? ini menampilkan kisah mbah Maridjan dari sudut paling manusiawi.. utk memahami apa arti merapi bagi manusia; sejahtera dari suburnya skaligus bencana yg menghadang..

    Silahkan baca sendiri http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/himpunan-pramuwisata-indonesia-jabar/kisah-merapi-mbah-maridjan-tutur-wawan/449246429334

  2. ema

    awan panas merapi pelajaran bagi kita..apakah terus mendiamkan perusakan alam disana..?

    saat ini korban merapi mencapai 38 org meninggal, 3000an ternak tewas, ratusan ha tanaman rusak termasuk 1000 ha kawasan lereng merapi hrs direhabilitasi..

    sungguh memprihatinkan..

  3. I Made Bartha

    Melihat jumlah korban meninggal kerusakan yang ditimbulkan oleh meletusnya Merapi tentu kita sangat prihatin,namun kalau kita renungkan kita manusia bagian terkecil dari planet bumi ini dan Tuhan menganugrahkan kepada kita kelebihan mampu berpikir namun tidak maksimal kita gunakan dalam hal mensikapi aktifitas gunung Merapi yang selalu beraktifitas sesuai dengan kodratnya sebagai gunung berapi pasti akan aktif. Kita mulai lupa membaca tanda-tanda yang dikirim alam pada kita bahwa akan terjadi aktifitas gunung merapi seperti turunnya beberapa jenis binatang yang habitatnya di lereng gunung merapi atau memang kita sudah benar-benar percaya dengan alat canggih yang dipakai oleh para ahli gunung api atau memang kebutuhan perut sudah membutakan kita terhadap kekuasaan alam (gempa bumi ,gunung api meletus,tsunami,banjir dll)mestinya tidak kita lawan kan? seharusnya kita mensikapi dengan bijak dengan jalan menganbil jarak dengan sumber bencana yang sebenarnya sudah dipetakan oleh para ahli tapi itu semua kelihatanya tidak berarti apa-apa kalau sudah berhadapan dengan kebutuhan perut….MD

  4. Ping balik: 2010 in review « HPI JOGJA-Jogjakarta Tour Guide Association Official Blog

  5. among

    rupanya merapi memiliki daya tarik luar biasa, hingga tulisan yg dimaksud utk guide malah dibaca 300an pamirsa web ini…

    tak bisa dipungkiri daya tarik lainnya juga disebabkan berita ttg merapi yg melebihi seharusnya..hingga pembaca perlu tahu lebih banyak dan menghadiri museum gunungapi terlengkap indonesia tsb.

    blm lagi berhenti..berita2 soal lahar dingin merapi hari2 ini membakar naluri rasa ingin tahu org utk lebih dalam memasuki data-data apapun ttg merapi, letusannya, potensi wisatanya dst dst..

    selamat dan terimakasih hpijogja!!

  6. 5000aja

    Knp gunung itu bisa meletus kan ada juru kuncinya,,,apa ada yang salah dengan juru kuncinya!!!yang salah bukan juru kunci nya yang salah adalah orang2 sononya udah tau mau meletus masih aja di percaya tuh orang,,,,percaya tuh ama Allah tuhan semesta alam bukan ama manusia emang manusia tuhan
    pikir dong pke logika kemampuan orang itu hanya sesaat pasti ntar akan diambil lagi ama yang kuasa….zaman semakin maju,,,semakin maju malah semakin mengarah kepada kehancuran jadi mending kamu2 pada tobat masuk islam

  7. Halra

    gan, tu alamatnya dimana ya tepatnya, saya kalo ke jogja pengin mampir kesana untuk melihat lihat apa aja yang ada di museum tersebut, makasih banyak ya Gn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s