DAYA TARIK PANTAI

Jutaan km2 panjang pantai Nusantara dari Sabang hingga Merauke, yang dikunjungi wisatawan manca Negara adalah yang terkenal, seperti: Menado, Pangandaran, Belitung, Parangtritis, Kuta Bali dan pesisir Senggigi Lombok. Banyak faktor mengapa hanya pantai tertentu dikunjungi, salah satunya karena manajemen destinasi kurang memperhitungkan penurunan daya tarik pantai oleh sebab abrasi, proses pengikisan pantai oleh gelombang dan arus laut. Batas kekuatan alam tak mampu menampung hasrat eksploitasi dan pembangunan destinasi berlebihan.

Bandara Ngurah Rai, sarana akomodasi, transportasi maupun insan pariwisata Bali tentu siap dengan jumlah turis yang masuk, namun betapa kita tercengang membaca data-data kerusakan pantai (2009) sepanjang 181,70 km atau sekitar 24% terabrasi dari total 437,70 km panjang pantai Pulau Bali. Data Kementrian PU Ditjen Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali-Penida mengidentifikasi abrasi pantai di Karangasem tahun lalu melonjak dari 9 km (2008) menjadi rusak sepanjang 34,80 km (48,5 %) dari panjang seluruh pantai Bali (sumber: www.kompas.com abrasi pesisir 29/7/2010).

Wilayah pantai Belitung sepanjang ± 2.293 km2 terkenal sebagai Bumi Laskar Pelangi tahun 2005 pernah diadakan Sail Indonesia di Tanjung Kelayang, beberapa jengkal pesisir strategis telah lama dimiliki pengusaha kaya Jakarta. Pemda setempat kerepotan mengelola potensi destinasi pantai molek disana. Di Jogjakarta, pernah dieperbincangkan soal Parangtritis Tourism Development Center yang mencontoh keberhasilan tata kelola Nusa Dua dengan Bali Tourism Development Center. Koordinasi pengelolaan destinasi pantai terpulang kepada pengambil kebijakan, jika saja fair berjalan di atas koridor hukum, keindahan pantai-pantai kita kian menarik kunjungan wisatawan.

Keberhasilan promosi pantai besar-besaran tentang destinasi Bunaken Maluku Utara telah diadakan melalui kegiatan Sail Indonesia 2009 lalu terbukti sebagai trigger yang berhasil menarik kunjungan ribuan wisatawan manca kesana hingga tahun 2010. Direncanakan tahun 2011 diadakan promosi wisata model ini di tiga titik sekaligus, yakni Banda – Belitung – Bunaken. Pulau Belitung nampaknya tak mau ketinggalan ingin menikmati hasil promosi pariwisata seperti saudaranya di Banda dan Bunaken.

Suatu hal yang disebut diatas, jika kekuatan suatu wilayah pantai terbatas atau telah dibatasi, seharusnya insan pariwisata dan terutama investor serta pengambil kebijakan memperhatikan faktor abrasi. Cukuplah Pulau Bali yang mengalami pengikisan hebat oleh gelombang dan arus laut, jangan lagi manusia mengatas nama pembangunan pariwisata, lantas saja keindahan pantai-pantai kita terlupakan. Pembangunan wilayah pesisir pantai untuk pariwisata sejatinya merujuk pada ketentuan moral etik bahwa manusia perlu mengelola lingkungan alam agar menjadi seimbang dan lestari indah serta menarik untuk terus dikunjungi..semoga. ***

2 thoughts on “DAYA TARIK PANTAI

  1. Yurita Vivi Yani

    Pantai yang cantik tak bosan memandang membentang dilaut lepas
    Hutan bakau di tepi bibir pantai lebat rimbun tak jemu untuk di pandang
    Suatu saat aku akan kesana memandangmu tak kasat mata
    Dalam deburan ombak yang tak tersibak oleh waktu disaat menghiba
    Di hati yang terus membara saat lara terus mengembara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s