IN MEMORIUM: BUDI BOROBUDUR

Pada liburan bertepatan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah 3-8 juli lalu Yogyakarta selalu macet oleh kendaraan wisatawan. Pelaku jasa wisata saat itu perlu bekerja maksimal, turis siap saat berkunjung serta berhati-hati memanfaatkan sarana prasarana yang tersedia di kawasan destinasi pariwisata, khususnya di komplek Candi Borobudur. Jangan lagi terjadi kecelakaan disana saat kunjungan seperti menimpa teman profesi Tour Guide seminggu lalu 25/6. Sarana permainan dan hiburan seperti flying fox disana, dimungkinkan tali pengamannyalah yang merenggut Mas Budi, sahabat Pemandu Wisata Bahasa Belanda anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY asal Gendingan Borobudur.

Meninggalnya Budi Rahayu, 42, license guide 559/01 menyisakan ironi, terjatuh saat bertugas memandu wisatawan asing. Dia sempat menjalankan ibadah sholat Jum’at siang itu di komplek candi, sementara di sebuah hotel kota bersama stakeholder menejemen PT Taman menghadiri promosi pemasaran wisata tingkat dunia. Berita kepergian sahabat ini cepat menyebar pukul 3:54 pm sore, semua tertegun kaget tidak percaya dan seketika berdo’a atas korban yang husnul khotimah dikebumikan malam harinya jam 19:45 di desa dekat candi. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko tidak boleh lepas tangan atas tragedi ini dan harus mengevaluasi menejemen pelayanan mereka.

KEAMANAN PENGUNJUNG CANDI

Kita merasakan perubahan positif di kawasan candi, namun patut disorot keamanan pengunjung, petugas dan pemandu wisata. Tragedi hilangnya nyawa dengan sia-sia seorang guide handal asal Desa Borobudur yang menguasai bahasa Inggris, Belanda dan sedikit Jerman diatas sungguh menyakitkan. Siapa penanggung jawab sarana wisata di luar fungsi operasional keberadaan candi tersebut. Bisakah manajemen PT Taman menjawab problem pendidikan bagi penduduk lokal sepeninggal almarhum.

Flying Fox adalah game tantangan nyali individu yang diadaptasi dari pelatihan militer, dilakukan dengan cara meluncur dari ketinggian tertentu. Kenapa game ini beroperasi disana, Tag status face book HPI Yogyakarta hari Sabtu 26.06.2010 pk 7:02 am bertanya Bagaimana sebetulnya SOP Flying Fox serta pertanggung-jawaban pelaksana? Salam Solidaritas profesi yg telah merenggut Guide HPI DIY..”

Diantara respon pembaca FB; bahwa…instiden jatuhnya flying fox 25/6 di kawasan candi Borobudur yang merenggut nyawa guide adalah tanggung jawab TWC.. hikmahnya agar Guide Resmi bisa bekerja dengan AMAN.. memiliki asuransi keselamatan kerja dan hak keluarga almarhum.. Semoga semua pihak mengambil pelajaran dari peristiwa ini.. khususnya, TWC perlu membantu masa depan enam orang anak beliau.. keluarga yang ditinggal tetap tabah dan sabar menjalani hidup.. bahwa perlu solusi atas fakta-fakta diatas, tidak mungkin adanya permainan flying fox di area candi tanpa izin resmi dari PT Taman.

Belum kering perselisihan lama soal kewajiban transfer Guide Borobudur dengan stakeholder, gangguan kenyamanan wisatawan, munculnya tragedi rekan seprofesi itu memperingatkan keras menejemen TWC. Terlebih datang short message service Ketua DPC HPI Magelang esoknya 27.06.2010  05:09 PM isinya “15 menit yg lalu kepala anak kecil masuk lubang Stupa teras bawah candi, baru dapat dikeluarkan selama 15 menit walau harus dikikis batunya. –ADA TANDA2 APA INI? ALLAHU AKBAR.-

BOROBUDUR BUKAN TAMAN BERMAIN

Bagi yang sehari-hari disana Borobudur tidak lagi monumen suci, dibutuhkan sekali upaya purifikasi, yaitu mensterilkan aktivitas selain yang berhubungan dengan candi. Sebaiknya kawasan dikembalikan kepada tujuan awal dibangun, yaitu fungsi beribadah, belajar dan bermasyarakat. Pemanduan wisata candi perlu ditata serius secara profesional, Peraturan Daerah mengakomodasi pelestarian benda purbakala, setiap pengunjung umum maupun wisatawan minat khusus dapat memaksimalkan tujuan kedatangan disana.

Di sisi pariwisata berarti sebagai monumen suci dengan tujuan belajar tentang sejarah dan budaya, bukan kegiatan hiburan dan permainan. Semestinya pengembangan jasa seperti; flyingfox, balon udara, kuda tunggang, sepeda sehat, gajah, pertunjukan musik atau menyusul usaha lain tidak perlu ada di kawasan Candi sebagai cagar budaya dunia. Jika dipertahankan sama saja Taman Wisata BPRB dengan tempat lain sebagai destinasi Borobudur-Prambanan Fun Park.

CANDI SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA

Permasalahannya Candi berada di tengah-tengah PT Taman yang sarat kepentingan dan berorientasi profit. Kita semua merindukan institusi dan kebijakan menyangkut Candi Borobudur, Mendut, Prambanan, Ratu Boko dan candi-candi lain masuk Kawasan Strategis Nasional yang memihak kepada kepentingan budaya dan masyarakat. Sebuah badan yang akan menyuburkan kegiatan pariwisata bukan dipenuhi kegiatan bisnis institusional, tujuan hiburan mendominasi menejemen serta melupakan pembangunan pendidikan budaya nasional.

Strategi kawasan ini amat berarti bagi kesejahteraan daerah dan warga masyarakat banyak, menumbuhkan kreativitas usaha lokal dan sebagai sarana mempelajari kebesaran peradaban masa lalu untuk kehidupan sekarang. Inilah muara pembangunan destinasi pariwisata yang sebenar-benarnya di komplek Borobudur. Dengan tragedi flying fox akan mengembalikan pengelolaan candi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat lokal. Selamat Jalan Kawan, semoga tragedi yang merenggut nyawa ini cukup sekali saja dan tidak terjadi lagi dimanapun..  ****

*) Andi Mudhi’uddin, Ketua DPD HPI DIY dan Anggota BP2KY. Artikel ini dikirim ke KR beberapa hari setelah kejadian.

3 thoughts on “IN MEMORIUM: BUDI BOROBUDUR

  1. rahman mduro

    Tempat -tempat di candi Borobudur yang sering memakan korban adalah:

    1. Tingkatan yang berada diatas … ditingkatan stupa perlu berhati-hati, dapat terjatuh.. sekitar 2 meter karena lengah ketika sedang berfoto atau ketika berusaha memegang tangan buddha, disekitar stupa tidak ada pengaman.

    2. Tempat Attraksi naik gajah .. diberitahukan telah terjadi kecelakaan seorang terijak gajah yang tiba-tiba gajah mengamuk menginjak orang. Sejinak-jinaknya binatang, gajah adalah binatang liar .. jadi haruslah tetap waspada .. .

    3. Lobang di Stupa candi Borobudur, terakhir diberitahukan bahwa ada kepala anak kecil yang masuk kedalam lobang segi empat stupa atas candi Borobudur..
    Tinjauan Spiritual Candi Borobudur

    Kalau kita lihat secara nalar semua tersebut diatas adalah hal yang biasa terjadi karena keteledoran orang namun secara spiritual akan ada pertanyaan lain.. yakni “mengapa semakin sering terjadi kecelakaan di candi Borobudur?”

    Sebenarnya secara kasat mata Candi Borobudur adalah tempat yang paling angker di pulau Jawa. Pemilihan lokasi dimana candi Borobudur tidak dilakukan dengan sembarangan, pemilihan pada abad 7 sampai 8 pada saat itu dilakukan dengan laku spiritual untuk menemukan sumber kekuatan spiritual yang paling kuat di Java. Semakin hari-semakin banyak korban yang berjatuhan di Candi Borobudur adalah bukti nyata bahwa penunggu Candi Borobudur, sudah mulai bereaksi mengambil tumbal manusia, dengan terusiknyaa ketenangan di sekitar candi Borobudur dengan banyaknya semakin bayaknya pengunjung, kebisingan dan kekotoran yang terjadi disekitar Candi Borobudur, yang merupakan sebuah hal yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan konsep dasar spiritual dan planning pembangunan candi, yang mengutamakan ketenangan, dan kebersihan jiwa dan raga dalam memahami perjalanan kehidupan.

    Pada saat ini Candi Borobudur tidak lagi dianggap sebagai tempat sakral.. tetapi Candi Borobudur adalah Mall.. aksi-aksi yang negatif yang mengotori kesakralan Candi Boorobudur dan aksi-aksi bertentangan dengan konsep spiritual pembangunan candi Buddha yang dillakukan oleh generasi muda yang tidak mengenal sejarah, dari mas ke masa semakin menggila terjadi di sekitar Candi Borobudur, Candi Buddha terbesar yang disucikan oleh orang Java pada abad 9, sehingga menarik orang diseluruh Asia berziarah ke candi yang berada di pulau Java.

    Sedangkan hal yang bertentangan dengan konsep candi Borobudur misalnya

    1. Pendirian bangunan-bangunan baru yang tidak berguna …
    2. Pengunjung bukan orang yang ingin bermeditasi…
    3. Pengunjung berteriak.. memaki.. misuh..
    4. Berkata jorok, berlaku kotor, membuang sampah sembarangan… kencing .. di batu candi..
    5. Pasangan muda-mudi mengumbar nafsu birahi .. disela-sela batu candi…
    6. Pemaksaan pedagang asongan .. kepada paengunjung.
    7. Pemaksaan penggunaan lokal tour guide.
    8. Komersialisasi candi Borobudur.

    Dengan tercorengnya nilai-nilai spritual dan historis Candi Borobudur dengan aksi aksi yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Buddha maka, energi positip candi akan semakin meredup dan nilai-nilai negative candi akan semakin kuat sehingga di candi Borobudur yang pada masa lalu menjadi penyejuk hati pengunjung, dan pada masa sekarang semakin memakan banyak korban.

    Secara spiritual, candi Borobudur, sebelum terjamah oleh orang yang tidak suci, diselimuti aura yang berwarna hijau.. aura yang menebarkan kesejukkan, sekarang aura berwarna merah menyala-nyala, dan ini adalah pertanda bahwa siluman-siluman yang dulu diikat di tempat-tempat disekitar candi, sudah mulai terlepas sehingga hampir setiap saat dapat merenggut nyawa pengunjung. Kabut misteri yang menyelimuti sebuah candi yang megah dan keangkeran candi Borobudur semakin bertambah.

    Untuk menjaga kita dari energi negatif candi Borobudur kita disarakan untuk:

    1. Menjaga kesucian hati, omongan kita, hati kita, dan tindakan kita, tidak ada iri dan dengki.
    2. Menjaga Kebersihan lingkungan candi, sewaktu mengunjungi candi Borobudur.

    Dengan tindakan kita seperti tersebut diatas kita dari gangguan energi negative yang setiap saat mencari pengunjung yang melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh kaum pendeta Buddha di masa pemnbangunan Candi Borobudur, sesuai dengan konsep spiritual candi adalah hal yang diajurkan.

  2. wo2n

    Den Rahman,
    aura hijau damai berubah menjadi merah amarah membara sang penunggu. secara harafiah maknanya dulu yang hijau menyatu dgn alam sekarang berubah menjadi Tumpukan batu alam yang diperkosa untuk mendapatkan kertas warna merah alias ratusan ribu yang bertumpuk-tumpuk disetiap kepala para penunggu. pokoke duit. sjengkal hamparan rumput hijau kalo bisa jadi ladang duit. pokoke….pokoke harus…pokoke…..

  3. sang kelik

    menurut sumbernya klrg korban trima 15jt, perbulan 1.7jt slama 2 th dari FFOX, 25 jt asuransi.. smua diserahkan ke istri 1, sdg istri ke-2 hnya trima 400rb perbulan.. wah nyawa sahabat kita kok murah ya!

    yg jelas tmn2 hpi n msyrkat borobdur menuntut tggung jwb agar taman mengakui ksalahannya..

    termasuk bnyak kejadian yg aneh2..kt hrs mhn ampun pd ALLAH..awalnya candi yg berkurban, kini manusianya. Hilangnya mas Budi tak pernah tergantikan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s