Tour Guide dengan Hotel

Tour Guide dengan Hotel

Tour guide di dunia periwisata adalah komponen pariwisata yang penting dan tour guide mempunyai peranan yang tidak dapat dianggap sebelah mata, apalagi dengan dengan sebutan ujung tombak pariwisata. Melihat keterlibatan tour guide didunia pariwisata, hendaknya tour guide jangan terlena, jangan berbangga diri bahwa tour guide mempunyai peranan yang penting dalam dunia pariwisata, atau menganggap tour guide itu bagian dari dunia pariwisata, jangan dulu ..!!!!

Dengan melihat keadaan di lapangan, perlu digaris bawahi bahwa tour guide hanya berperan dalam perjalanan wisata, bukan berperan dalam management pariwisata. Dalam pariwisata tour guide berkedudukan sama dengan porter di hotel, berkedudukan sama pula dengan office boy. Jadi walaupun dianggap sebagai komponen pariwisata tour guide tidak selevel dengan director sebuah hotel atau sama dengan travel biro. Sebagai contoh adalah hubungan tour guide dengan hotel, dengan contoh kasus sebagai berikut:

Seorang guide akan tampak sebagai orang yang sangat penting ketika bersama dengan rombongan tamu yang dibawanya, ketika check in hotel duty manager hotel “Ngapuranca sambil berbicara , apa yang dapat saya bantu pak !” Namun ketika tour guide mempunyai client yang minta bantuan untuk mereservasi hotel, hotel memberikan harga … fantastic… lebih mahal daripada tamu reservasi langsung…! “. Sang Marketing Officer berdalih “Iya mas.. walau sampeyan tour guide Jogja, kita tidak dapat memberi special rate… karena personal, dan harus mengajukan permohanan dan nanti akan dievalusi .. apabila anda tidak dapat mendatangkan tamu sampai 30 rooms anda akan dianggap non profitable agent dan akan diskualifikasi “. Loh kok bisa seperti itu, kita ini kerja di dunia pariwista lebih 25 tahun loh mbak, kita orang Jogja Loh mbak, tinggal di Jogja,  masa harus reservasi hotel di Jogja juga lewat  agent yang di Amerika, bagaimana sampeyan itu ?? . ” Mohon maaf  saya hanya menjalankan policy perusahaan !”. Demikian juga dengan event  marketing hotel.. pernahkan ada cerita seorang tour guide yang diundang ketika ada event yang berhubungan dengan   sebuah hotel ?? Never !!.

Saran:
1. Sebaiknya bersihkan kantor HPI dari brosur-brosur hotel  di Jogja,  kantor HPI bukan tempat promosi tanpa timbal balik !
2. Ketika guide berbicara  dengan tamu yang dihandlenya tentang hotel, sebaiknya  tour guide diharamkan memuja-muja hotel “hotel ini bagus, terletak dekat ini dan itu.. dsb”. Apabila  ada pembicaraan tentang hotel sebaiknya dialihkan pembicaraan ke materi yang lebih bermanfaat, karena berbicara tentang hotel memang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi tour guide.