GATHERING NATAL – TH BARU 2010

TUHAN itu Baik Kepada Semua Orang

Dalam acara Gathering Ujung Tombak Pariwisata DIY, hari Ahad malam 3/01 HimpunanPramuwisata Indonesia Yogyakarta bersama Insan Pariwisata Jogja mengadakan Renungan Natal 2009 sekaligus Perayaan Tahun Baru 2010 di Lintang Room Hotel Puri Artha Jln. Cendrawasih no. 36 Yogyakarta. Tema renungan seperti diatas, sungguh tepat diulas bagi Ujung Tombak Wisata Jogja, di tengah harapan perbaikan suasana kepariwisataan nasional keseluruhan, utamanya bagaimana HPI sebagai wadah mereka bekerja memiliki nilai tawar yang kian dipentingkan.

Dari hadirin sejumlah 120 Undangan, nampak sekitar 40an guide yang Christiani khidmat sejam mengawali acara perenungan Natal, hadir pula utusan Dinas Pariwisata Propinsi DIY,KetuaPHRI DIY Istijab, Manager Prambanan Resto dan beberapa perwakilan stakeholders

HPI seperti Walet dan Borobudur Silver. Usai perenungan dimulailah perayaan pada pk 20.05dengan makan-makan sambil diiringi lagu manis oleh organ tunggal guide senior

R. Dwi Jokohadi, dilanjut Sambutan Ketua Panitia Endro Sasmito yang memotivasi datangnya tahun baru 2010 bagi Pramuwisata, bahwa Tuhan itu Baik Kepada Semua Orang, kerjasama perlu ditingkatkan.

Maka resmilah perayaan, suasana kian mencair dengan lagu lama yang dibawakan Oom Dwi, lalu bergilir lima Divisi DPD HPI DIY menyemarakkan acara. Divisi Perancis berkesempatan keluar pertama dengan 6 guide menampilkan mini opera, isinya parodi seputar peran Guide di dalam menjalankan tugas lapangan. Sungguh menarik melihat permainan ini..

Semua guide tertawa dan ada juga yang janggal tapi menyadari bahwa itulah mereka sehari-hari dalam tour lapangan, melayani wisatawan sejak Check in di bandara dengan tujuan ke Candi Borobudur tapi membelok dulu ke Kabul bersama konflik yang dibangun dari mini opera ini. Riuh tawa hadirin berakhir sementara saat pembagian door prize pertama dari Spa Tamansari Hotel Sheraton dilanjut Coffee break di lantai 2 hotel di Demangan milik Pak Bagus Baliantoro ini.

Giliran peralatan musik dimainkan oleh divisi Jepang dan kelompok Diponegoro (Ing) yang menghangatkan suasana akrab dengan irama dangdut. Disini sebelumnya divisi Jerman menampilkan Puisi Albert Einstein (1879-1955) untuk Baruch Spinoza sang gurunya.

Catatan Penghormatan Einstein ini berasal dari buku Max Jammer, Einstein and Religion, Princeton University Press, 1999 yang diberinya judul: Zu Spinozas Ethik. Selengkapnya puisi mas Andi bisa dilihat di http://www.dtur88.wordpress.com sekaligus terjemah dan apresiasi isi curahan hati Einstein tersebut disamping yang tertera di bawah ini.

Penghormatan Einstein Baruch Spinoza (1632–1677), Albert Einstein dan Nietzsche adalah pengikut jejak Filsuf Qurtubah atau Cordoba bernama Musa bin Maimun (Moses Maimonides, 1135-1204).Ayah Musa –Maimun– adalah seorang Yahudi Andalusia ahli Astronomi dan Matematika. Ia adalah guru satu-satunya bagi Musa. Penggagas konsep Tuhan yang Non-anthropomorphic yang kelak menjadifondasi bagi filsafat dan teologi.

Filsuf Yahudi Baruch Spinoza lalu mengungsi ke Belanda. Saat berumur 24 tahun, ia termasukpemikir radikal di Eropa. Akibat dari hal ini dia dikucilkan. Pada tahun 1673 ia menolak/diangkat menjadi professor di Universitas Hiedelberg. Dia dikenal si alim sederhanayang berteman dengan maharajá. Dikucilkan Sinagoge, bersuratan dengan Leibnizdan Huyghens. Meski terpelajar dia bekerja dengan tenaganya. Dia meninggal20 Februari 1677 di usia 44 tahun oleh penyakit TBC.

Coretan hati Einstein berkabar lain. Spinoza guru umat manusia, baginya di dunia ini tak ada rahasia, semua terang dengan ratio. Tuhanpun dijelaskannya dengan ratio. Hanya satu substansi adalah Yang Esa, kekal tak terbatas, berdiri sendiri tak bergantung. Segala sesuatu mendekati keberadaan substansi. Berarti sama denganTuhan = alam semesta. Pengaruh Descartes ini menjadikan pikiran Spinoza pantheistik.Merangkum alam yang mencipta dan diciptakan. Einstein sangat menghormatinya.Mencintainya penuh hormat.

Ia bahkan menghawatirkan kesendiriannya. Budi dan keluasan alam mengandung segala tingkat ADA dan manusia menuju Yang Esa. Mencintai Tuhan dengan akaljuga mencinta nasib.Keyakinan amor dei (mahabbah = cinta Allah) meninggalkaSpinoza tanpa kehangatan teman.Padahal dengan lingkaran ’halo’ sinar cahaya itu terpancarkan. Kehidupan idealis menghelanya. Kuasa dan kemewahan tak menyilaukan Spinoza.Akal budi menyelamatkan posisinya di ketinggian.Hormat Einstein pada gurunya terlecut keras, terpikir seharusnyasemua menghormati Spinoza. Menganugerahkan moralitas luhur kepadagenerasi manusia. Ia keras berupaya merubah sikap orang agar sudi menerima pandangansang guru.Sahabat takkan menebar sinar yangmenyilaukan: maka Einstein berpendirian,demi kemuliaan orang mesti terlahir kembali.Sungguh perayaan awal tahun HPI yang bersentuhan langsung dengan kelahiran kembalike hakekat kesucian. Semua berharap nuansa natal-tahun baru kali ini membawa artimendalam bagi pekerja pariwisata di lapangan. Semoga. ***

One thought on “GATHERING NATAL – TH BARU 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s