Dua Golongan Tour guide

Tour guide dapat diklasifikasikan menjadi 2 golongan besar yakni

1. Tour Guide Pasif – 99% dari komunitas tour guide Tour guide pasif adalah tour guide yang menganggap dirinya sebagai lebah pekerja, yang menganggap bahwa profesi sebagai tour guide adalah takdir, seperti takdirnya lebah pekerja disarang tawon, yang tidak mungkin menjadi ratu, atau menganggap dirinya telah terlahir menjadi sapi perahan yang hanya dapat berkata “Mooooh……mooooooooooh…..Pejah gesang nderek panjenegan, mpun dinapak-napake kulo manut panjenegan mawon Mbak S… !” nggayem menggunyah order pahit dengan imbalan diangkat menjadi guide staff…yang diutamakan sang pemberi.

2. Tour Guide Dinamis – 1% dari komunitas tour guide Tour guide adalah tour guide yang sedikit tergantung atau tidak tergantung sama sekali dengan user pemeberi order, tour guide kreatif menganggap bahwa kemampuan yang dimilikinya layak dijual  dimana saja kepada siapa saja yang memerlukan jasanya, sehingga persepsi TABU seorang tour guide menawarkan jasanya langsung kepada konsumen, tidak pernah dapat menghentikan sepak terjangnya. Ibarat seorang prajurit, guide kreatif ini berbekal dengan segala macam peralatan modern seperti laptop, blackberry, ataupun dengan segala macam peralatan penunjang modern seperti kartu credit, modem, account paypal, serta berbagai website, blog  dan segala system modern yang digunakan untuk mempromosikan dirinya di dunia maya. Guide yang semacam ini sangat berperan dalan pengembangan pariwista di Indonesia menuju perkembangan yang lebih baik, sangat berperan usaha mengurangi pengangguran dan meningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia pada umumnya. Guide pada golongan ini tampaknya sedikit demi sedikit mulai berkembang, dengan ditandai dengan semakin banyaknya tour guide yang memiliki laptop dan penggunaannya bergeser dari sebagai alat penyimpanan gambar porno ke  penggunaan yang  bermanfaat yaitu untuk browser atau membuka Facebook, walaupun mereka pada saat ini malu-malu kucing untuk menggatakan bahwa mereka telah memiliki laptop karena ketakutan dengan diblaklist sang pemberi order ideot seperti mbak … Akan tetapi  dalam lima tahun mendatang hampir semua tour guide akan menggunakan peralatan canggih untuk mencari order langsung  atau menawarkan jasa pemanduan langsung ke konsumen. Itulah yang dinamakan golongan SOPHISTICATED TOUR GUIDE  atau golongan guide abad 21 yaitu  tour guide tidak hanya menjual jasa pemanduan akan tetapi guide juga menjual tamu kepada travel biro


Versi berikut , tentang klasifikasi Tour Guide, yang tidak mengelompokkan Tour Guide berdasar legalitas birokrasi yang berkaitan dgn bahasa hukum stake holder , tetapi lebih mengedepankan aplikasi di lapangan yg lebih aktual.

1.Tour Guide Konvensional Ortodoks. adalah tour guide, yang sangat mengagung agung kan sbg PENERIMA KERJA , sehingga fungsi Hand Phone, satu satunya sarana canggih yg dimilikinya, begitu dominan, dan di dewa dewakan,dalam tataran ini, tour guide sangat shopping oriented yg menjadikan SIDE INCOME ( komisi belanja,optional dan tips ) sbg TUJUAN utama kerja, justru melupakan Fee yg sangat hakiki, sbg konsekwensi basis substantif , relasi biro dan tour guide, sekali lagi, masih dalam taraf menjadikan side income sbg TARGET UTAMA ( tujuan ) , bukan akibat.seharusnya di balik, side income, semacam Komisi dll, adalah semata mata akibat logis yg kan timbul bersamaan dgn kualitas SDM si tour guide ybs, misal, kalau Guide nya berwawasan, bahasa ala Native Speaker, dan sangat hospitilized, tentu TIPS nya akan cukup buat beli beras satu kwintal ( US $ 50 ) walau hanya bawa tamu transit,

2.Tour Guide Sophisticated Futuristik. adalah Tour Guide, yang menguasai segala lini per pariwisataan, Tour Guide yg lebih dominan menempatkan dirinya sbg PEMBERI KERJA , di belakang Tour Guide seperti ini adalah : PERUSAHAAN Transport, yg merengek di beri tarikan, Pemilik Resto sekelas Pesta Perak, yg menilpon kapan dikirimi group lagi, dan tak lupa, GM hotel berbintang 5 yg lalu lalang ke rumah atau ke tempat kostnya bahkan, utk minta di kirimi Grup seri.Tour Guide seperti ini, ber -equipment sangat amat canggih, berpikiran sangat Revolusioner, dan ber tingkah polah sangat Efisien, semua komponen yg tidak ber akselerasi dgn insan semacam ini, akan ditinggalkan dgn sendirinya, karena tuntutan seleksi alam yg menuntut , High Speed, dalam segala tindakannya , Tour Guide semacam ini, punya segala macam faktor pendukung , diantaranya , utk menunjang services yang aktual, adalah mendiskusikan semua isu isu menarik di R & D yang dimilikinya, sbg unsur mutlak menjawab tuntutan kemajuan , baik bagi calon tamu maupun bagi staff staff nya, R&D dimaksud adalah Research and development, alias Lit bang, penelitian dan Pengembangan, destinasi baru lebih dulu di temukannya, jauh hari sebelum ASITA melakukan survey kelayakan, si Tour Guide sudah menjelajahinya, dan mengirim tamu ke destinasi tersebut, dgn sangat Efisien, seperti misal : PULAU SEMPU , CANDI SELOGRIYO , Kebun Teh TEMBi Wonosobo , Air terjun di lereng SLAMET ( yangdilihatnya dlm perjalanan udara , rute Jogja- jakarta ),dll. singkatnya tour guide level ini, akan sangat cepat berlari, meski dia belum mampu beli sepatu.karena efisiensi di letakkan dalam skala prioritas nomer satu, sementara sepatu belum terbeli, dia akan cekeran berlari cepat menuju puncak Semeru. Bahkan Tour Guide level ini, sudah melakukan diversifikasi produk, sangat futuristik pemikirannya, dalam diskusi dgn beberapa pelaku business pariwisata dari Eropa dan Asia, disimpulkan, bahwa, saat ini, fungsi Biro Perjalanan, ataupun Tour Opoerator sudah bergeser paradigmanya, suka atau tidak suka, fungsi nya di geser oleh pemilik akomodasi, yg terang terangan melakukan praktek n\business usaha perjalanan, semisal resort berkelas mewah, seperti AMAN JIWO, tamu akan melakukan kontak langsung, dgn si pemilik atau manajemen akomodasi, utk kemudian meminta di jemput di airport, sehingga , tidak akan lagi ditemui insan Biro Perjalanan yg terlibat, SANGAT EFISIEN, setelah itu, tentu transaksi Tour atau exursion akan terjadi di tempat mana tamu menginap.ini lah yang harus disikapi, dengan sombong, si Tour Guide kawakan, akan mengatakan kalimat arogannya : ITU MELANGGAR PERATURAN !!! pertanyaannya : Peraturan yang mana?? dosen UGM yg tidak tahu menahu tentang pariwisata pun akan menjemput tamu bule di bandara , peneliti atau pembicara di universitas, yg 4 hari kemudian setelah acara di kampus selesai, dosen UGm tadi juga akan guiding ke Borobudur..sah sah saja,apalagi manajemen resort terkemuka. hal ini di jawab oleh guide futuristik dan sophisticated, KITA JUGA HARUS MENDIRIKAN resort, dgn modal apapun, demikian, utk sekedar membuat kita introspeksi, JAMAN BERUBAH, kita harus menjemput bola, investasikan ilmu dan segala sumber dana yang ada, Revolusi belum selesai ! welcome to the globalism!

Di tulis untuk memotivasi kalangan sendiri

2 thoughts on “Dua Golongan Tour guide

  1. Ping balik: Tour Guide Futuristik (2) « HPI JOGJA Yogyakarta Tour Guide Association

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s