TRANSPARANSI dan AKUNTABILITAS

TRANSPARANSI dan AKUNTABILITAS

First of all , perkenankan saya mengucapkan Selamat tahun Baru Hijrah ,
kemarin, di sela sela RESES, low season, agak sepi tamu, utamanya Bule Eropa, sehingga saya banyak waktu luang , karena beberapa FIT yang datang berkunjung di tanah Jawa , cukup di handle Chief Transport , dan Kids Fruis lainnya ( maksudnya anak buah = inggris versi jowo -jadinya kids fruit, kalau ikut campur itu Follow Mix , kalau Bamboo Wall Face , itu maksudnya Rai gedhek). Jadi kemarin saya sempat menghadiri pengajian di Seturan , yg mana ustad yg berceramah adalah ustad ANAN, mantan ROCKER grup Casanova ( vokalist ), itu group rock yg menasional kepopuleranya di era akhir 80-an, juara 2 festival rock se Indonesia ( log zhaelebour project ), dan gudang garam , seangkatan Grass Rock dan Roland kalau dari Jogja,
nah ustad ANAN said : HIJRAH , artinya berpindah , dari sesuatu yg kurang baik menuju yg lebih baik, begitu aplikasi nyata dlm aktualisasi sekarang ini , bukan hanya berarti semata mata bpindahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Medinah.

Tour guide Jogja in Semarang Port

Dalam konteks per-TURIS -an, Hijrah bisa dimaknai, kalau dulu mau menerima BAGUB BENYEK alias 150 rb , sekarang mari kita berhijrah menjadi peningkatan utk kelayakan dan keswejahteraan bersama, menjadi 250 rb , sesuai amanat Musda . Berkaitan dgn Hijrah, lebih afdol, untuk win win solusion, kedua pihak, biar tidak terjadi INCONVINIENCE yg lebih luas di belakang hari, istilah Blantik sapi nya adalah; PADANG NENG NGAREP lan PADANG NENG MBURI, suka atau tidak suka, saat ini adalah era KETERBUKAAN / transparan dan Akuntabilitas, yg penulis maksud disini adalah, selama ini, sebagai Tour Guide, saat kita di-book, menerima reservasi, saya yakin hampir 100 % kawan kawan hanya menerima booking ala KALENDER, baik itu melalui telepon maupun sms, sekali lagi Booking ala Kalender,
misal :
BPW : mas Paimin apa bisa guiding ?
Paimin :kapan ya mbak ?
BPW : tgl 3 – 8 January
Paimin : sebentar saya lihat kalender dulu
BPW : baik saya tunggu.

setelah melihat kalendernya memang kosong, paimin dgn sangat senang hati bak mendapatkan kulit durian runtuh, menjawab, dgn antusias, semakin sering di tilpon, semakin akan penuh kalender dari day to day nya , sehingga dia akan menyandang GUIDE BEST SELLER ala novel Laskar Pelangi, best seller, juga best selling ( maksudnya mampu membuat tamu yg dipandunya, belanja di semua sektor, semua lini, gelandang bertahan sampai gelandang serang, taplak meja, suweng, bakpia, yangko, sampai patung di Muntilan , bisa terjual , sebagai penyandang guide Best Selling Tour Guide, mr paimin, yg sebetulnya juga belum llulus probation / Opspek dgn menu menu menantang seperti Jawa bali tour, yg harus pakai nyebrang segoro .
kembali ke Paimin, saking senangnya,sampai dia lupa, dan setiap kali emang lupa, ada hal substansial yg dia lupakan saat menerima order, dan ini yg selalu terjadi, sehingga banyak kawan kawan HPI yg menyesal di kemudian hari. Sebagai tenaga Free Lancer, kita selalu tidak tahu, bahwa bentuk tour yg dibeli tamu satu dan lainya, tour operator satu dan lainnya selalu berlainan, variatif dgn inovasi destinasi yg akseleratif dan komunikatif plus futuristik, tidak monoton konvensional, tidak banyak anggota HPI yg se beruntung mas Suryadi Jerman, yg punya grup seri, sehingga route tournya ya itu itu saja, bisa di baca, atau para punggawa staff GeVe, yg hampir pasti tournya, kalau jemput di Jakarta, berarti selalu palkai KA ke Jogja misal, atau seperti Mas Wawa Bela, yg setahun sebelum grup datang, udah di blok blok, sehingga tahu persis, menu dan content tour day by daynya, sehingga, utk keperluan kenyamanan bekerja, mas Wawan bahkan sudah PURCHASE tiket pesawat Jogja-Jakarta 4 bulan sebelum kedatangan grupnya (ben murah maksudnya), maka setiap kali saya bertemu mas Wawan, tiap hari Senin pagi, 2 X se bulan, pasti dia ada di airport Jogja jam 07.an pagi, utk terbang ke Jakarta, atau mas CIP Belanda, yg sudah nail pangkatnya menjadi Perwira Menengah sbg TL (bukan TANGEH LAMUN, tapi Tour Leader, bener bener TL, bukan hanya sitting guide), dibayar dgn fee TL dan fasilitas TL, gak kalah kayak mas Wawan tadi, mas Cip pun, selalu naik pesawat dari Jogja ke Medan, lalu Padang ke Jakarta, dan juga Denpasar – Kupang (kalau ada tour ke Komodo) mas Surya juga, kalau mengawal tamunya berkunjung ke penangkaran Orang Utan di Kaltim, wah kadang malah charter pesawat .
Nah mereka, kawan kawan kita tadi, juga diikuti Mr. Amri dgn seri Prancisnya, meski belakangan banyak yg CXL ( tenang ,brur, belum rezekinya, pasti nanti ada gantinya, 4 container meubel,amien ).
kembali ke Paimin, ya dia lupa, tgl 3 – 8 Januari itu, kemana saja, dan ngapain saja tournya???

Semua insan berharap , itinerary idaman, misal :
3 january : TRF IN dari airport Solo
4 january : City tour , kulakan gerabah di kasongan
5 January : berangkat ke Jepara , kulakan meubel, pesen 3 contaner high cube (32 feet)
6 january : meneruskan tour ke Prambanan, trus mampir kidul REL Gendeng, netel 4 meter
7 january : Free , possibility Oseng Oseng tour ke Pura Wisata , sambil nonton dangdut
8 January : TRF Out , wajib kasih tinggalan.

————————–

itu idealnya, tetapi kenyataan yg ada adalah :
january 3 : IN pakai KA Argolawu jam 03.15 pagi buta, bar RONDA, langsung ke Stasiun Tugu, padahal paimin rumahnya Srandakan, mertuanya rumahnya Delanggu, wah serba jauh dulu kalau high season, punya kamar kost di Sagan, tetapi low season, rakuat le mbayar,sementara di grounded.

january 4 : Berangkat ke Solo, langsung ke Candi Sukuh Trekking 8 km ke tawang mangu
january 5 : borobudur sunrise, pakai trekking di Suralaya
january 6 : Prambanan, plus soft trekking di Boko selatan
january 7 : taman Sari, plus naik becak ke Kasongan, dijemput sopir ,lalu pakai mobil nyekar ke Imogiri.
january 8 : Transfer out di Airport Solo
———————————

Paimin tidak menanyakan rincian satu per satu isi tour periode 3-8 january tsb, hari -H , paimin ke kantor BPW ybs, dia mendapat briefing sekilas, langsung dari si empunya BPW, alias Mr. OWNER , betapa terkejutnya si Paimin, walah kok komplit banget ya tournya, dan dia sementara ini, sadar sbg guide second liner, istilah kesebelasan PSS, yg jarang di pasang pada STARTER, hanya mengandalkan jurus, PEJAH GESANG NDEREK BPW, tanpa sadar mau meng update SDM dan kompetensi lainnya, utk mendapat posisi sejajar sbg BEST SELLER tadi, bermodal dgn Mr. NICE PAIMIN, alias Good Boy, yang tidak pernah rewel, dibayar piro piro wae manut. Syahdan, kala itu, Guide fee HOURLY hanya bertengger pada nominal Rp.6.500/jam.

Wah, cilaka 12 ini, anak istri Paimin, di desa nya sana, mengharap Paimin pulang dgn amplop tebal kanan kiri, plus 3 bungkus bakpia rasa coklat keju dan kacang ijo, komplimen dari sisa perang Diponegoro, 25 !! sementara dia dihadapkan pada tantangan sulit yg tidak mudah terpecahkan.

Ehm, Paimin mulai sadar bahwa, se marjinal apapun dia, dia toch masih terlibat langsung dlm dunia lelembut per-TURIS-an, misal dia tidak mau memandu, toch si TURIS juga akan kesasar di bukit bawah air terjun Tawang Mangu ???? iya kan? dan dia akan di hargai 6.500 / jam, agak keberatan dia, dgn SHY SHY CAT alias malu kucing, bertanya , TERUS MENIKO MANGKIH PUN ETANG PINTEN JAM ?
saya akan itung 13jam / hari….. kalau hukum perburuhan Eropa, 13 jam / day , berarti 8 jam awal itu standart plus yg 5 jam sisanya adalah Overtime , dimana , harus dihitung 1,5 kali lipatnya upah standart.
what happen , saudara saudara ???
13 jam X 6.500 = 85.000, wah kok gak banyak ya ?? urung cucuk karo le mruput ke stasiun?? lan 13 jam yg dimulai jam 7.00 , menurut hemat penulis , tentunya di bedakan kalau dimulai jam 03.00 pagi…leres mekaten???

Inii yang sekali lagi, kemudian menghasilkan ke tidak nyamanan di kemudian hari, siapa yg salah???

Penulis lebih suka utk introspeksi, dgn tidak menyalahkan orang lain, lebih baik kita menyalahkkan diri kita sendiri. WHY??? karena, ya itu tadi, mau atau tidak mau, bukan BPW yg menentukan, tetapi berpulang kepada si Tour Guide yg bersangkutan, baik itu Paimin maupun Paijo !!

Nah, si Paimin, akhirnya memberanikan diri, utk pertama kali dlm karir ke pemanduannya yg sdh ganti 4 presiden : TIDAAAKKKKK !!!!! saya tidak mau di bayar 13 jam dgn nominal 85.000, saya harus dibayar layak !!
MENGAPA ? Agak memalukan reason nya : KARENA TAMUNYA TIDAK ADA TOUR KE BAKPIA PATUK dan TIDAK ADA ACARA BERDEBAR MENFHARAP 2 LUKISAN DI TETEL , dan juga tidak ada kemungkinan oseng-oseng di jalan Katamso !!!!   Kalau masih ada hal dan hil yg memungkinkan Paimin mendapat kesempatan mem-budidayakan tamu, dia masih akan menutup mata , mata indra penglihatan dan juga mata hatinya, melupakan profesionalitas semu yg di agung-agungkan, pengurus HPI.

Kesalahan ke-2, dia melakukan penolakan di hari-H, sehingga BPW merasa di khianati, di boikot , dan di lecehkan, dan saat itulah, dgn sangat resmi, diumumkan di Paguyuban sopir wisata, plus bolo dupakan and jongos pemilik BPW, si Paimin di laporkan ke ASITA dan HPI sekaligus, dgn satu pasal : PELANGGARAN ETIKA , nolak kok ndadak ! dianggap menelantarkan tamu yg dah book jauh hari sebelumnya.

Itu sebabnya, saudara saudara, ada baiknya, semua hal ihkwal tentang tugas pemanduan, di tanyakan di awal, saat di order, oleh BPW ybs, plus ditanyakan sisan, berapa Guide Fee nya, apabila TIDAK LAYAK, kita kan bisa dgn sopan, cari alasan lain, utk menolaknya !! , biar BPW cari Guide yg lain, dan saya berharap , guide yg lain pun akan menolaknya, sehingga , mau tidak mau akan terjadi peningkatan kelayakan upah yg kita idam idamkan.
Penolakan jangan di lakukan dgn cara ekstrim, itu namanya cari musuh, lakukanlah dgn cara yg ILMIAH, duduk bersama, ajukan proposal yg proporsional dan aktual, dll.

Saat kita di -sms, dgn isi sms order guiding, kadang kita kemudian menyalin di buku harian guiding kita, lalu menghapus sms yg terkirim sebelumnya.
Please, my friends, sms adalah bukti tertulis yg menjadi pegangan kita, kapan dan oleh siapa di order ,jangan di hapus, sebelum urusan selesai ( sampai guding rampung , fee di bayar ) karena, sekali lagi, itu adalah satu satunya bukti, bahwa kita di – order, misal kalau ada CXL mendadak di hari -H, kita bisa jadikan bukti hukum meminta refund, karena, diantara Paimin dan BPW, tidak pernah ada kontrak tertulis, ttg guide order, selain reservasi tilpun atau sms.
Lain lagi, dgn HIGH END SQUAD HPI Jogja, selevel mas Cip, mas Sur, mas Wawa, mas Amri, mbak Sora Je, yg mana, acara pemanduan, sudah di kirim by Fax, at least, dan email yg sewaktu waktu bisa diprint, dan (kalau perlu) di bawa ke pengadilan, bahkan yg lebih heboh, guide order (blocking group seri sepanjang tahun), di tanda tangani di sebuah resto tepi pantai Jimbaran, sembil makan siang, disaksikan perwakilan (representative) Tour Operator dari Eropa, nah begitu kan membanggakan kita semua….

OK, menutup coretan ini, jadi seperti kasus bank Century yg dituntut, utk di klarifikasi kepada khalayak dgn penuh TRANSPARAN dan AKUNTABLE , maka kita juga harus mengaplikasikan dua hal tsb dalam melakukan aktivitas kita, demi kemajuan dan masa depan bersama

TERUSKAN PERJUANGAN ..Merdeka!
NB :

1. untuk kalangan sendiri

2. Ustad Anan adalah pemberi ceramah waktu member kita mas BINTORO jerman mau berangkat naik haji bulan kemarin beliau yg ngaturi ucapan GUTE REIS NACH MEKAH, Herr Bintoro.  Vayas con Dio  Auf wiedersehen !

salam pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s