Tablanusu Sudut Samudra Pasifik

Tepua atau tepera adalah nama Suku, sedang Onusu artinya turunnya matahari. Dari dua akar kata tersebut pesona alam pantai Tablanusu memanggil manggil wisatawan untuk datang, merasakan terapi ‘batu alam hitam’ dekat dua pulau kecil (muncul oleh Tsunami) tanpa penghuni yang ditumbuhi tanaman Anggrek Nanas.

Hamparan teluk berbukit seluas 230 ha ini ditumbuhi ribuan pohon tinggi dengan kekayaan flora fauna tersimpanlah tanah Tablanusu, terletak di distrik Depapre, setengah jam dari Bandara Sentani. Kampung wisata ini berpenduduk 402 orang terdiri dari 10 Suku; Sumilena, Danya, Suwae, Serantow, Wambena, Somisu, Yakarimlena, Apaserai, Yufuwai dan suku Selli.

Awalnya masyarakat tinggal di Kampung Kewayo, setelah Tsunami lalu pindah ke Bitiayo, di tahun 1880 menjadi basis pemburu Burung dari Negeri China. Atas pengaruh pedagang asing ini, penduduk Tablanusu (1885) telah merantau ke Ambon dan Pulau Jawa. Tablanusu adalah juga saksi sejarah pendaratan tentara Sekutu Amerika pada perang Dunia II.

Seorang penginjil asal Ambon bernama Amos Pasal Besi (1911) membawa perubahan masyarakat Tablanusu, hingga hari ini menetap di Separi Boru. Selain itu terdapat Kampung Tukisi dan Bukisi yang berjarak 45 menit baik boat di seberang Samudra Pasifik. Keajaiban alam mewarnai bauran suku-suku di tanah Depapre, di seberang terdapat Bukit Siklop (www.tablanusu.visitpapua.net) juga di sekeliling muncul keajaiban lagon yang membiru maupun indahnya air tawar Sungai Amay bersebelahan dengan asinnya air samudra. Sungguh akan menjadi pengalaman wisata yang tak terkatakan***

Sumber: Brosur Tablanusu, Jayapura Tourism Consultant, 2008. Tour peserta Rakernas HPI 25 November 2009 ke Tablanusu dan http://www.putrapapuatours.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s