RELIEF KARMAVIBHANGGA

Alkisah bhiksu Suka Manava bertanya kepada Buddha Gotama,  perbuatan apa yang akan menyebabkan orang itu  menjelma di kehidupan selanjutnya. Sang Buddha lalu memberi Dharma yang dikenal sebagai  “Penggolongan Besar dari Perbuatan Perbuatan/ Mahakarmawibahangga”. Dharma itu terpahat di kaki tertutup candi Borobodur, memuat sekitar 50 penggolongan dari keseluruhan 80 perbuatan yang diuraikan dalam sutra tersebut. Hanya lima panil relief dari total 160 panil yang dibiarkan terbuka di sudut Barat daya. Diketemukan oleh insinyur J.W. Ijzerma (1883). Gambar foto diambil oleh Kasihan Cephas (1886-1895), reproduksinya dipamerkan di Museum Karmawibangga.

Kelima panil itu biasa dijadikan awal penjelasan Pemandu Wisata kepada tamunya dengan cerita bervariasi. Misalnya panil ke 19 -23 di museum Karmawibhangga, penjelasan foto berbeda dari buku BOROBUDUR, photography by Jean-Louis NOU, text by Louis FREDERICK. Isinya didasarkan pada catatan  tentang Mahakarmavibhangga oleh Slyvian Levi di Nepal pada tahun 1922, sesuai dengan relief dari Borobudur.  Tiap adegan 2-4 dibatasi bingkai relief pohon. Sebelah kanan dan kiri menggambarkan sebab sebuah perbuatan dan akibat dari perbuatan tersebut. Kita perlu berhati hati memberi penjelasan relief Karmawibhangga tersebut. Sering terdengar pemandu menjelaskan adegan aborsi, suasana mabuk dan kenistaan pada panil 20, karena tampak seorang tua sedang merangkul perut wanita dan brahmana pada berjoged ria. Sungguh relief itu melukiskan anugerah kesehatan (alpabadha)  bagi perawat orang sakit dan pengadopsi anak seperti diperlihatkan bidang sebelah kanan dari gambar pohon dan P19 yaitu sejumlah laki-laki merawat dan menyiapkan pengobatan. Mereka lalu dilahirkan kembali sebagai orang mulia yang sehat, makmur dan rupawan. Bukankah aborsi tidak tepat dilakukan dalam suasana suka cita. Adegan aborsi memang termuat di P3 yang tertutup pada sisi timur, yang dikriteriakan sebagai penyebab dari umur yang pendek (Alpaayus).

P21 berinskripsi “virupa” dan ke-22 berisi sekelompok  orang yang berbicara negatif terhadap keterbatasan fisik orang lain akan dilahirkan sebagai manusia yang  berparas buruk (durvana). P20 memperlihatkan beberapa jenis alat musik dan kuliner masa lalu,  sejumlah 12 panil pada Karmawibhangga ini memuat alat musik yang dimainkan oleh kinari atau mahluk kahyangan lainnya. Terdapat alat musik Vina yang unik dengan dua senar, bagian kotak suaranya ditempelkan di dada saat dipetik sehingga pemusik menikmati  resonansi dari alat kuno kalangan istana atau kahyangan. Alat musik tiup Chedi, terbuat dari buah labu yang dipasangi buluh bambu (P39) sebagai alat musik rakyat jalanan.  Seri relief ini menggambarkan dunia fana yang penuh hasrat, nafsu, kesenangan dan derita, perbuatan baik dan ilustrasi buruk yang ditonjolkan dengan gambar alam baka yang menakutkan dan surga yang penuh suka cita.

Sejumlah 35 panil memuat inskripsi berbahasa Dewa Nagari era pembuatan Borobudur. Beberapa bagian asli Karmawibhangga telah digubah, didistorsi, dibuang atau diimbuhi demi sebuah komposisi seni dan selera lokal abad VIII-IX. Karmawibangga bervisi moral etis ajaran Buddha Gotama untuk mengatur kehidupan manusia demi mencapai kebijaksanaan dan kebebasan. Sebab apapun akan hancur bila sebab itu dapat terurai. Dharma yang penting mendasar ini mengajak manusia  mengembangkan diri, menegakkan moral dengan menghindari kejahatan (akusala) dan menanam kebajikan.

Tentang mengapa kaki candi yang memuat dharma penting ini harus ditutup dengan 5000 M3 balok batu, banyak versi jawaban yang belum terungkap. Penambahan pada kaki bangunan itu dikarenakan ancaman bencana alam, tidak mengabaikan segi estetika seni bangunan, sebuah upaya konservasi  manusia Jawa kuno yang pantas diacungi jempol, dan bangunan Borobudur tetap menampilkan sebuah mahakarya.***

(Sumber: Tinjauan Seni dan Relief Borobudur, Trudy Jafar, 2009).

One thought on “RELIEF KARMAVIBHANGGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s