ALFRED RUSSEL WALACE

Indonesia sungguh melimpah flora kaya pula jenis fauna, meski jumlah pulau yang berpenghuni enam ribuan dari 17.000 lebih. Kekayaan tanaman dan hewan tersebut mengundang ahli biogeograf dunia seperti Alfred Russel Wallace (1823-1913) menelusuri ditail perbedaan yang di timur dari spesies pulau-pulau wilayah barat nusantara. Bagi kita saat ini tersedia wilayah khusus yang dilindungi secara hukum, yakni Taman-taman Nasional sekaligus tempat ideal untuk berwisata mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Taman Nasional (TN) Wakatobi memiliki 750 dari 850 jenis terumbu karang kelas dunia, keragaman hayati kedua terluas setelah Brazil. Di Bawah Laut Wakatobi terdapat pula mangrove, sea grass, mamalia laut, pemijahan ikan, burung migrasi, penyu dan ikan pesisir. Nusantara juga memiliki Tulamben Bali, di Jawa terdapat Sukamade, TN Meru Betiri, Ujung Kulon dan Cibodas. Ada pula Komodo, Tanjung Putting, Lore Lindu, Gunung Leuser, Siberut atau TN Bukit Batu Bengkalis. Maka saat elemen masyarakat Nusantara (2/12/2008) melahirkan Deklarasi Wallace, hal ini mengingatkan kebesaran bangsa pelaut di zamrun khatulistiwa sejak ribuan tahun silam. Dari tanah air ini Wallace menginspirasi temuan Teori Evolusi dan Survival the Fitest.Untuk menghormati ahli biogeografi Alfred Russel Wallace (1823–1913) didirikanlah sebuah Tugu di Jalan Nuri Kota Ternate, dekat Pasar Gamalama, Maluku Utara. Tanda bahwa 6 Maret 1858, Wallace di usia 35 tahun telah mencetuskan “Surat Dari Ternate”kepada Charles Darwin di Inggris yang kelak melahirkan Teori Evolusi Darwin. Berisi catatan Wallace dari 1850–1860 menjelajah Nusantara, mengumpulkan 125.660 spesimen berjudul “On The Tendency of Varieties to Depart Indefinetely from The Original Type” yakni inti bagian Teori Evolusi hal kecenderungan proses seleksi alam, temuan ini menggoncang para ilmuan Inggris. Maka Darwin mengumumkan teori evolusinya 1 Juli 1958 kepada Linnean Society London, saat itu Wallace meneliti di Papua. Menurut LIPI pengungkapan spesies endemik di wilayah Indonesia timur yang dibatasi garis imajiner wallacea memisah jenis satwa Nusantara barat dan timur –dari Palung Sulawesi ke Selat Lombok– itu dapat menunjang ekotourisme dengan perintisan Kebun Raya Enrekang yang memiliki subduksi geologis pegunungan sangat indah. Sulawesi dan Maluku adalah tempat lahirnya teori geologi dan biologi yang ditulis Wallace berjudul On the Zoological Geography of the Malay Archipelago, karya dasar ilmu biogeografi yang menjadi cikal bakal garis wallacea. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s