SAPTA PESONA & CITRA DESTINASI

Malioboro

Malioboro

Saat ini telah berkembang industri jasa pariwisata di Indonesia. Dengan dana promosi sejumlah 15 juta Dollar, angka kunjungan nasional naik dari target 6,5 juta wisatawan, dan sepanjang 2008 telah bisa menyumbang devisa sebesar 7,5 Miliar Dolar AS (± Rp 90 Triliun). Tetangga kita Malaysia, meraih 20 juta wisatawan dengan devisa ± Rp 100 triliun dari anggaran promosi sebesar 80 juta dollar AS. Sedang data kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1994 menurut sumber Disparda DIY berjumlah 963.995 orang meningkat jadi 1.792.000 orang (2004), dan 1,6 juta wisatawan (2005). Kenaikan angka-angka ini di tahun 2009 perlu ditingkatkan untuk kepentingan seluruh elemen wisata DIY terutama pemerintah, pelaku wisata dan warga masyarakat seluas-luasnya.

Untuk itu dapat dimengerti jika semua pihak perlu terus memahami karakter dasar industri pariwisata, baik menyangkut kesiapan sarana dan fasilitas kenyamanan, serta daya tarik Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata. Selain tradisi, atraksi seni budaya, kuliner, kerajinan lokal, peraturan dan aneka usaha jasa pariwisata, unsur pariwisata yang patut disebut adalah peran penting Pemandu Wisata dan Buku Panduan Wisata bagi keberhasilan, kemudahan dan kenyamanan wisatawan. Namun hal paling penting adalah kesiapan seluruh warga Kota Yogyakarta sebagai ‘penerima tamu’ yang baik atas kunjungan wisatawan yang datang.

ADA APA DENGAN POKDARWIS

Dahulu masyarakat mengenal Kelompok Sadar Wisata dan merasakan pentingnya program tersebut. Mengherankan, slogan Sapta Pesona Pariwisata era Menteri Soesilo Soedarman (1989) hilang begitu saja ketika periode kementrian berakhir, dan baru muncul 19 tahun kemudian yakni Permen no. PM 04/UM 001/MKP/2008 Tentang Sadar Wisata. Program ini menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi wilayah.

Pelaksanaan Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) bisa melalui ceramah, sarasehan, diskusi, kompetisi, percontohan dan perintisan. Ini bertujuan; (1) meningkatkan pemahaman segenap komponen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (2) Menggerakkan dan memotivasi kemampuan serta kesempatan masyarakat sebagai wisatawan untuk menggali dan mencintai tanah air.

Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) justru mampu menjalin Multi efek kegiatan pariwisata dan dapat meningkatkan harkat warga menjadi bangsa bermartabat. Kesadaran ini mendorong semua pihak agar mau berjalan berwisata di muka bumi tempat berpijak untuk melihat jejak peradaban manusia yang tergelar (QS. siiru fil ardhi…). Demi peningkatan pembangunan bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Yogyakarta, maka adanya Pok Darwis merupakan kebutuhan bagi keberhasilan pembangunan Kota. Sudah pasti dari sini akan muncul sinergi antara Pemerintah, Pelaku Usaha Pariwisata, Akademisi, Media dan Ormas setempat.

PENGERTIAN SAPTA PESONA

sapta_pesonaSapta Pesona merupakan jabaran konsep SADAR WISATA khususnya terkait dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah (host) dalam upaya menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata Kota Yogyakarta. Jabaran slogan adalah dengan mewujudkan unsur-unsur mantesih siraman:

  1. AMAN

  2. TERTIB

  3. BERSIH

  4. SEJUK

  5. INDAH

  6. RAMAH TAMAH

  7. KENANGAN

Uraian Sapta Pesona tersebut menyatu tak terpisahkan di dalam program-program pembangunan kepariwisataan sebagai sektor andalan devisa Nasional, pendidikan Kota, kebudayaan Bangsa, serta program kesejahteraan warga seperti berikut:

  1. AMAN

    • Suatu kondisi lingkungan destinasi wisata yang memberi rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan wisatawan.

    • Daerah tujuan wisata dengan lingkungan yang membuat nyaman wisatawan dalam melakukan kunjungan.

    • Menolong, melindungi, menjaga, memelihara, memberi dan meminimalkan resiko buruk bagi wisatawan yang berkunjung.

  1. TERTIB

  • Destinasi yang mencerminkan sikap disiplin, teratur dan profeional, sehingga memberi kenyamanan kunjungan wisatawan.

  • Ikut serta memelihara lingkungan

  • Mewujudkan Budaya Antri

  • Taat aturan/ tepat waktu

  • Teratur, rapi dan lancar

  1. BERSIH

  • Layanan destinasi yang mencerminkan keadaan bersih, sehat hingga memberi rasa nyaman bagi kunjungan wisatawan

  • Berpikiran positif pangkal hidup bersih

  • Tidak asal buang sampah/ limbah

  • Menjaga kebersihan Obyek Wisata

  • Menjaga lingkungan yang bebas polusi

  • Menyiapkan makanan yang higienis

  • Berpakaian yang bersih dan rapi

  1. SEJUK

  • Destinasi wisata yang sejuk dan teduh akan memberikan perasaan nyaman dan betah bagi kunjungan wisatawan.

  • Menanam pohon dan penghijauan

  • Memelihara penghijauan di lingkungan tempat tinggal terutama jalur wisata

  • Menjaga kondisi sejuk di area publik,restoran, penginapan dan sarana fasilitas wisata lain

  1. INDAH

  • Destinasi wisata yg mencerminkan keadaan indah menarik yang memberi rasa kagum dan kesan mendalam wisatawan.

  • Menjaga keindahan obyek dan daya tarik wisata dalam tatanan harmonis yang alami

  • Lingkungan tempat tinggal yang teratur, tertib dan serasi dengan karakter serta istiadat lokal

  • Keindahan vegetasi dan tanaman peneduh sebagai elemen estetika lingkungan

  1. RAMAH TAMAH

  • Sikap masyarakat yang mencerminkan suasana akrab, terbuka dan menerima hingga wisatawan betah atas kunjungannya

  • Jadi tuan rumah yang baik & rela membantu para wisatawan

  • Memberi informasi tentang adat istiadat secara spontan

  • Bersikap menghargai/toleran terhadap wisatawan yang datang

  • Menampilkan senyum dan keramah-tamahan yang tulus.

  • Tidak mengharapkan sesuatu atas jasa telah yang diberikan

  1. KENANGAN

  • Kesan pengalaman di suatu Destinasi wisata akan menyenangkan wisatawan dan membekas kenangan yang indah, hingga mendorong pasar kunjungan wisata ulang

  • Menggali dan mengangkat budaya lokal

  • Menyajikan makanan/ minuman khas yang unik, bersih dan sehat

  • Menyediakan cendera mata yang menarik

Maka mari memulai… perhatikan.. lakukan Program ini! OBYEK WISATA KOTA membutuhkan berfungsinya Kelompok SADAR WISATA!

Jika telah terbentuk Pok Darwis di wilayah Anda, berusahalah memanfaatkan Kelompok tersebut dengan mensosialisasikan program SAPTA PESONA…! Datangnya wisatawan hanyalah sarana untuk memberdayakan potensi masyarakat, dan ujungnya adalah meningkatnya ‘kesejahteraan’ warga demi hidup lebih berkualitas.

POKDARWIS KOTA MAU KEMANA

Patroli Pariwista Jogjakarta

Patroli Pariwista Jogjakarta

Mengintensifkan Slogan Sapta Pesona dengan variasi agenda kegiatan Sadar Wisata dari kreativitas masyarakat adalah langkah mendesak bagi segenap elemen pariwisata. Pemerintah perlu terus memfasilitasi Gerakan ini menjadi pertemuan kedasadaran baru masyarakat, bahwa Pok Darwis bisa mengantar mereka kepada tujuan kesejahteraan dan Citra Kota yang nyaman.

Revitalisasi Sadar Wisata Menuju Kesejahteraan Warga

Program Pokdarwis memiliki dua sasaran pokok yaitu bagaimana menjadi TUAN RUMAH yang baik dan ikut menikmati kunjungan wisatawan hingga mampu meningkatkan ‘nasionalisme’ bahkan bisa merasakan menjadi wisatawan. Realisasi pokdaswis adalah dengan melaksanakan SAPTA PESONA, hingga mendorong Destinasi menjadi lebih bersaing, meningkatkan jumlah wisatawan yang datang, mendorong pembangunan lokal dan peluang kerja warga masyarakat. Dengan demikian program ini bagi masyarakat adalah demi peningkatan kesejahteraan hidup.

(Sumber: Panduan Sadar Wisata, 2008)

PENUTUP

Sosialisasi dan revitalisasi yang efektif dipaparan makalh ini perlu diwujudkan diatas kesadaran, bahwa budaya Jawa akan tetap diminati warganya, sehingga wisatawan yang datang merasakan pengalaman kunjungan selama di Yogyakarta sebagai atraksi kebudayaan yang sebenarnya dengan lingkungan sejarah dan alam yang mempesona. Mungkinkah kesadaran masyarakat seiring dengan mitra pemerintah dan wisatawan yang datang? Mari buktikan bahwa kita bisa! ***[]

Sumber Tulisan:

1. Buku Panduan Sadar Wisata, Baparda Propinsi DIY, 2008.

2. Makalah Paket Wisata Seru Wisatawan Pasti Mau, disampaikan Penulis dalam Workshop

Pengembangan Pariwisata Kota Yogyakarta bersama Dinparbud Kota Yogyakarta, di Hotel Ruba

Graha hari Selasa 19 Mei 2009.

*) Disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY pada acara Re-Organisasi POKDARWIS Kota, Dinas Pariwisata Budaya Kota Yogyakarta hari Sabtu tanggal 20 dan 27 Juni 2009 di Ruang G Beteng Vredeburg Yogyakarta.

3 thoughts on “SAPTA PESONA & CITRA DESTINASI

  1. Kumala

    Apakah tiap wilayah sdh ada Kelompok Sadar Sapta Pesona?

    Bgmn caranya jika di tempat saya tidak ada Kelompok seperti itu…spertinya sangat bagus untuk pariwisata ya..mohon bantuannya

    Bisakah mendapatkan info lbh lanjut tentang Sadar Wisata atau Sapta Pesona sperti yg dijelaskan?

  2. Ping balik: 2010 in review « HPI JOGJA-Jogjakarta Tour Guide Association Official Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s