PAKET WISATA KOTA

Beli Batik di Jogjakarta

Beli Batik di Jogjakarta

Saat ini pariwisata DIY terus tumbuh mengikuti tren wisata nasional, diperkirakan sepanjang 2008 telah bisa menyumbang devisa sebesar $ AS 7,5 miliar (± Rp 90 Triliun). Total wisatawan ke DIY tahun 1994 berjumlah 963.995 orang meningkat jadi 1.792.000 orang (2004), 1,6 juta orang tahun 2005 dan 2juta lebih (2008). P.A.D. Kota Yogyakarta selama 2005 melebihi target, terealisasi sebesar 391,886 milyar rupiah (106,43%), apalagi tahun 2008 dengan dibukanya penerbangan langsung kesini.

Strategi kebudayaan sesuai cita-cita Pasal 32 UUD 1945 jika dimanfaatkan benar untuk kepentingan pariwisata, akan melahirkan sumber penghasilan dan perekat kebangsaan tiada habis. Warga masyarakat DIY harus kreatif menemukan cara terbaik dan bersinergi potensi menjual destinasi wisata.

Pekerja Pariwisata Kota Yogyakarta harus mencari format ’menarik’ sebagai Kota Tujuan Wisata, sesuai kebutuhan pasar namun tetap memiliki ciri dan harkat sebagai Kota Pendidikan yang berbudaya. Judul tertera diatas adalah penjelasan akan pentingnya sebuah Paket Wisata yang akan ditawarkan kepada Wisatawan di suatu destinasi tertentu dari perspektif Pemandu Wisata.

Difinisi paket wisata paling populer adalah program kegiatan wisata yang dikemas dalam satu paket khusus, sehingga peserta dan penyelenggara sama-sama mendapat keuntungan pengalaman wisata. Sedang wisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata atau segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata.

Jika difinisi ini digunakan untuk mengembangkan paket wisata di DIY, maupun membuat paket baru di wilayah Kota Yogyakarta dibutuhkan beberapa persiapan khusus, utamanya menyangkut pemahaman dasar untuk siapa paket wisata dibentuk dan bagaimana menyiapkannya. Maka elemen paket wisata berikut dapat menjelaskan.

Elemen Paket Wisata

  1. Obyek yang ditawarkan kepada wisatawan tentunya cukup bernilai dan unik, sehingga menjadi pilihan utama paket itu disajikan. Para wisatawan merasa perlu datang ke destinasi dimaksud. Contoh: Pasar Burung Ngasem, Opak Resto Prambanan.

  2. Masyarakat di sekitar obyek wisata setempat telah siap dengan kedatangan tamu dan akan merasa rugi jika mereka tidak puas atas kunjungan, karena sikap tuan rumah maupun lokasi tujuan yang tidak menyenangkan. Kebersihan sering berawal dari sikap mental masyarakat, bukan soal sarana kebersihan. Contoh: Malioboro dengan Kampung Sarkem dst yang satu paket lokasi.

  3. Sarana transportasi Kota yang cukup dan nyaman bagi wisatawan. Angka pertumbuhan sepeda motor mencapai diatas 10% pertahun. Kontributor emisi CO2 terbesar kedua (22 persen) setelah rumah tangga, membawa ancaman negatif terhadap lingkungan. Kasus parkir Kota dan Transportasi Becak hingga kini juga sering mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang. Biaya kesehatan dari transportasi Kota sekitar 8% pertahun dan terus naik; angka Bappenas mengindikasi total kerugian akibat kemacetan lalulintas Jakarta mencapai Rp 12,8 triliun pertahun.

  4. Tersedian Informasi pendukung yang cukup terhadap paket wisata yang ditawarkan. Bagi wisatawan keberadaan Paket Wisata masih selalu dibutuhkan, asalkan informasi yang dipromosikan sesuai fakta kunjungan. Pembuat Paket Wisata perlu mencontoh Pertunjukan Ramayana Purawisata.

  5. Pekerja di lokasi obyek pariwisata harus profesional bekerja untuk tujuan itu dan siap 24 jam melayani tamu-tamu yang datang.

Sadar Wisata Penting

Rumusan strategis pencapaian pariwisata DIY 2020 adalah destinasi terkemuka di Asia Tenggara, salah satu difinisi ’terkemuka’ tersebut yakni penerapan Sapta Pesona menyeluruh untuk setiap aspek.

Permen Kebudayaan dan pariwisata No: PM.04/UM 001/MKP/2008 bahwa Sadar Wisata dimaksud untuk menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh kembangnya kepariwisataan di suatu destinasi wilayah.

Sedang tujuan Sadar Wisata, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sebagai tuan rumah yang baik bagi perkembangan wisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan menggerakkan, memotivasi kemampuan wisata masyarakat untuk mengenali dan mencintai tanah air.

Sadar Wisata Masyarakat sebagai unsur paling penting dalam usaha pengembangan pariwisata dimanapun, maka dasar-dasar pemahaman Paket Wisata harus dibangun diatas kesedaran aktif seluruh komponen masyarakat dimana paket wisata tersebut akan dikembangkan.

Sapta Pesona merupakan penjabaran teknis Sadar Wisata. Jargon ini meliputi :

  1. A m a n

  2. T e r t i b

  3. B e r s i h

  4. S e j u k

  5. I n d a h

  6. Ramah Tamah

  7. Kenangan.

Paket Wisata Macam Apa Yang Diinginkan & Apa Yang Disiapkan?

Pertanyaan diatas menjadi panduan persiapan penting agar sebuah paket Wisata yang akan dibangun memiliki kriteria yang diinginkan. Jika wujudnya saja tidak jelas, akan sulit menyiapkannya menjadi seru dan apalagi menjual kepada calon wisatawan yang akan datang.

Wisatawan sering memiliki logika sendiri di luar keinginan pekerja pariwisata. Jika dimaksud para wisatawan mau berkunjung ke suatu Obyek Wisata, tentu ukuran-ukuran syarat minimal seperti dijelaskan diatas telah diketahui, dipersiapkan namun juga dijalankan para pekerjanya disini.

Paket Wisata Macam Apa Yang Akan Dijual?

Sebetulnya imperatif ini dimaksud untuk memperjelas produk wisata anda, jika tidak memiliki ciri dan keunikan dipastikan jualan anda sulit diminati pembeli. Demikian calon wisatawan biasa mendatangi tempat-tempat yang memiliki kekhususan dan keunikan, seperti: pemandangan (Ngasem?), makanan (Omah Dhuwur?), obyek yang dililihat (Kali Code?), dialami wisatawan (Malioboro?), pengalaman membatik?

Becak di Jogjakarta

Becak di Jogjakarta

Kota Yogyakarta perlu membuat suasana malam lebih bergairah bagi paket-paket destinasi wisata. Sarana Taman Pintar, Taman Budaya, Taman Parkir BI dan Alun-alun Kota bisa dihubungkan dengan jenis-jenis seni dan pertunjukan yang bersifat tetap. Wisatawan masih membutuhkan Pertunjukan Malam yang berbasis kekuatan tradisi lokal atau sekaligus yang menampilkan seni kontemporer.

Penutup

Pengalaman lapangan membawa tamu mancanegara ke suatu destinasi wisata tertentu, mereka menghendaki suasana yang tenang, asri dan asli apa adanya serta jauh dari kosmetika paket wisata. Syarat ini menjadi mutlak adanya jika obyek wisata ingin tetap dikunjungi wisatawan asing.

Terakhir bahwa suatu Obyek Wisata tidak terlepas dari peran lima aspek guiding: (bahasa, materi, sikap, pengetahuan, tujuan) juga bisa menjelaskan, mengapa sebuah Paket Wisata harus mempersiapkan Pemandu Wisata yang menguasai hal-hal khusus di lokasi tujuan wisata.

Last but not least, para Pemandu Wisata tersebut harus memiliki moral etik yang baik serta berjiwa nasionalis. Hingga pada akhirnya bermanfaat bagi semua, ya wisatawan tapi juga masyarakat lokal. Nuwun. ****

*) Makalah disampaikan dalam Workshop Pengembangan Pariwisata Kota Yogyakarta bersama Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, di Hotel Ruba Graha Yogyakarta hari Selasa 19 Mei 2009 oleh penulis selaku Ketua DPD HPI DIY periode 2009 – 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s