Kliping artikel Tentang HPI di Harian Jogja

Hari ini ada artikel tentang keberadaan tour guide di Jogjakarta yang ditulis oleh wartawan dan diterbitkan oleh surat kabar Jogjakarta   ” Harian Jogja”  dengan  judul artikel ” Profesi Guide di tangan Travel biro”.  Kami sengaja mengkopi dan menampilkan artikel ini agar informasi tour guide Jogja selalu ada dalam genggaman anda.

Silakan baca dan pahami artiket tersebut di atas dan tuliskan opini real anda di komentar form, kami kan terbitkan opini anda !

hardi

3 thoughts on “Kliping artikel Tentang HPI di Harian Jogja

  1. Gendroyono

    Pernyataan mas Andi tentang guide yang tidak tergantung travel biro, jumlahnya terlalu banyak, harusnya kurang dari 3% dari jumlah tour guide di Yogyakarta sudah tidak tergantung lagi dari travel biro lokal, karena mereka sadar bahwa dirinya bukan pegawai, jongos ataupun buruh travel biro, dan menempatkan posisi tour guide segaris horizontal dengan travel biro.

    Kenyataan yang berlangsung pada saat ini adalah:
    1. Adalah lebih dari 95% guide di Yogyakarta yang lidahnya menjulur, njilat-njilat travel biro karena mereka tidak mau sadar dengan levelnya dia adalah selevel dengan travel biro pemakai.
    2. mengamba kepada travel biro, bahkan dia ngrendahke profesinya sendiri dengan cara menjadikan dirinya sendiri sebagai keset dan gedibal travel biro.
    3. menganggap travel biro sebagai majikannya , dewo penolong dan pelindung sehingga tour guide tekencing-kencing ketakutan dengan daftar hitam travel biro yang dianggap sebagai senjata andalan travel biro untuk ngidak sirah tour guide, sehingga guide akan nyembah sambil ngeplaki sirahe dewe untuk menunjukan loyalitasnya sambil berseru “pejah gesang, nderek njenegan mbak KRT apa R, bu TS, apa Pak Aj, apa dengan liyane ….!”

    Kebanyakan Tour guide sekitar 98% di Yogyakarta bukan pegawai bukan pula karyawan atau jongos, Tour Guide adalah mitra kerja yang bekerja tanpa surat perjanjian, dan Tour guide adalah profesional yang tahu persis tentang seluk beluk pariwisata di lapangan, sehingga tour guide berhak untuk berbuat apa saja dengan pariwisata, menjual service langsung ke user, atau menjual jasa sampingan lainnya seperti reservasi hotel, dan transport atau yang lain yang mendatangkan uang. Jadi kita perlu ditegaskan bahwa relasi guide dan trevel biro pemakai, bukan hubungan buruh dan majikan, tetapi partnership.

    Pada dasarnya bisnis pariwisata Indonesia adalah bukan milik travel biro, akan tetapi milik semua orang dari Guide, Driver, sampai dengan pedagang asongan bahkan pengemis, semua mempuyai hak yang sama untuk megambil manfaatnya. Travel menggarap pariwisata sebagai perusahaan, sedangkan Tour Guide berhak menggarap pariwisata sebagai seorang individu, sehingga tampak jelas adanya doktrin yang berbeda sama sekali.

    Untuk Pak Dhe Hardi, pernyataaanya anda terlambat, dulu ketika anda menjabat Ketua HPI, harusnya ngomong seperti itu dikoran dan sekaligus anda mandegani, mbotem mendel mawon, tapi normal karena anda punya transport yang dipake travel biro, sehingga kalau anda vocal menyuarakan suara hati guide, tagihan tak terbayar bisnis anda bangkrut, belum lagi nanti istri anda kena dampaknya, diblaklist travel biro, kan eman-eman, sebagai guide Jepang sekali tarik hasile dienggo nganggur berhari-hari.
    Anda juga melanggar omongan sendiri, di lain hari anda ngomong guide fee harus RP 250.000, tapi suatu waktu anda membawa clients milik Pacto Ltd, yang terkenal pada saat itu sebagai travel biro yang hanya mau membayar guide paling rendah di Yogyakarta. Bagaimana tuh !
    Pernyataan anda tentang harusnya guide punya website adalah pernyataan basi dan pernyataan yang tidak patut dilontarkan, karena 100% guide di Yogyakarta yang senior umurnya, termasuk sampeyan, jangankan membangun website, tentang e-mail saja tidak tahu-menahu apa itu, dan seperti kebanyakan tour guide di Yogyakarta lainnya, tidak tahu dan tidak mau memanfaatkan e-mail sebagai sarana komunikasi yang paling murah, mungkin ini disebabkan karena ketakutan dengan kutukan jahat dari tarvel biro akan menimpa, seperti yang terjadi dengan seorang guide di Yogyakarta yang bernama KBL, yang diblaklist karena kedapatan mempunyai kartu nama, atau seperti NGN Mhd yang mempunyai mesin telephone dan faximile.

    Perdasarkan pengamatan dan penulusuran, promosi pariwisata di Indonesia dalam dunia virtual, lebih dari 50% dikuasai oleh website yang dimiliki dan dibuat oleh tour guide yang mempunyai jiwa entrepreneur, 20% travel biro, dan 10 % birokrator, 20 % dimiliki oleh lain-lain orang dari luar negeri, termasuk driver. Tentang promosi guide internet saja anda juga ketinggalan jauh dengan tour yunior guide wingi sore di Yogyakarta Mr. Sapardi, yang telah berani memproklamirkan diri sendiri sebagai tour guide yang berani menjual dirinya sendiri langsung ke User di dunia maya dengan websitenya: http://guidejogja.wordpress.com dan kira -kira ada 10 buah domain iklan gratis yang mengiklankan Mr. Sapardi dimana-mana !

  2. Ecko

    Ribet banget kalo guide harus punya lisensi dulu baru bisa dianggap guide. Padahal banyak koq guide tanpa lisensi yang tidak kalah hebat dibanding guide berlisensi. Artinya, yg penting bukan lisensinya, tapi bagaimana meningkatkan kemampuan guide yang ada di lapangan.

  3. modin

    Yg disebut guide bisa “lisensi” tapi juga “substansi”. Satu karena lisensi sbg Surat Izin yg membolehkan anda beroperasi, kedua karena lisensi hanya syarat formal bukan ukuran hebat tdk seseorang menjadi guide. So, keduanya penting tak terpisahkan dan bukan soal mana lebih dulu antara keduanya. Lebih bijak memikirkan solusi cara agar guide memiliki daya tawar setara tugas tanggung jawabnya, dihormati sekaligus dihargai secara profesional.

    Faktanya banyak diantara teman Guide blm menyadari potensi dan harkat profesinya, hanya sedikit (5-10%) anggota yg punya email dan familiar dg IT.

    So, mgkin saatnya kita saling berbagi..
    salam…

    Mod – in

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s