Jaringan Guide itu Disini

blangkon_maniaPariwisata adalah bagian tak terpisahkan dari manusia, lingkungan alam dan kebudayaan. Ia menghubungkan sejarah kemanusiaan, semesta alam seisinya dengan Tuhan pencipta. Sementara industri pariwisata yang terus berkembang dan menjadi andalan pemasukan devisa tiap negara kini telah terdesak oleh pengaruh banyak kepentingan manusia. Sisi lain pariwisata juga memiliki jaringan kepentingan (stakeholders) yang melintasi bidang spesifikasi keilmuan, birokrasi pemerintah, batas keyakinan keagamaan dan hasil-hasil budaya kemanusiaan dari waktu ke waktu.

Potensi Yogyakarta sebagai central exellent juga dalam bidang kepariwisataan Indonesia mau tak mau memposisikan para stakeholders di dalam dialektika wacana bisnis pariwisata global, yakni bagaimana mengangkat industri ini ke taraf yang bermartabat mensejahterakan semua pihak yang berkepentingan. Terlebih Pemandu Pariwisata sebagai ujung tombak gerak industri besar perlu memiliki wadah jaringan yang mampu mengangkat harkat profesi, keilmuan dan teknik kerja terbaik dalam rangka dialektika hubungan stakeholders diatas.

Dalam kenyataan das Sein, keberadaan ujung tombak ini dapat menyebabkan layanan jasa pariwisata menjadi optimal dan dirasakan fungsinya tapi direndahkan nilai jasanya karena kelemahan pemberdayaan internal pemandu, terutama yang dialami sebagian besar Guide berbahasa Jerman. Ternyata fakta ini menyebar ke Divisi lain, terlebih Asosiasi Guide idem dito tiada berkutik, lantas apakah kondisi HPI sama di tiap sudut Nusantara? Bukankah ia bagian dari komunitas Wolrd Federation of Tourist Guide Associations (WFTGA) yang beranggotakan 36 Negara.

Jogja Deutsche Reiseleiter telah berulangkali secara fisik bertemu dalam kerja dan kehidupan pertemanan, kini mulai dipertemukan dalam ide-ide besar  Jaringan Himpunan Guide Nasional atawa HPI untuk mampu memberdayakan profesi Guide seoptimal mungkin.  Merengkuh tujuan bersama demi satu kata sejahtera melalui jalan yang baik dan benar. Itulah altar munculnya obsesi diantara harapan Asosiasi Guide ini agar  terbangun lebih bermartabat, di tengah kungkungan sistem jaring kepentingan wisata yang sakit, membangun kepercayaan antar Pemandu dan bersinergi potensi.

Berawal dari hubungan pertemanan,  diharap terjadi pemberdayaan internal dalam wadah profesi kerja bersama untuk saling berkomunikasi, sosialisasi dan tukar pikiran menggali informasi yang berhubungan dengan jaringan kerja Pemandu Wisata  di Indonesia. Di masa datang akan dirasakan semua anasir jaringan kepentingan bahwa profesi Pemandu Wisata ini memiliki kemampuan yang berbeda seiring watak unggul client wisatawan rumpun Aria atau diantara bangsa-bangsa di dunia yang dilayani. Keteraturan budaya Jerman membutuhkan kreativitas warga Perancis dan dinamisme Italy juga kenikmatan Swiss! dst! Itulah makna Himpunan yang mengumpulkan aspirasi serta kumpulan keinginan.

Apakah Himpunan Pramuwisata Indonesia (Indonesian Tour Guide Associations) bisa keluar dari ketergantungan dan keterkungkungan profesi. Akankah peran yang dibawanya sebatas guiding atau tanpa batas menembus belantara bahasa, pelatihan, pendidikan, bisnis global dst? Hanya anda para Guide yang akan menjawabnya. Profesi ini layaknya diri-diri Pencari Jalan di Dalam Jejaring Laba-laba: Semua mencari tahu, hanya nuranimu sang penyelamat lika liki laku Sang Pemandu. Selamat mencari dan menemukannya kawan!

Kang Modin

3 thoughts on “Jaringan Guide itu Disini

  1. gombal amis

    Senang melihat aktivitas hpi JOGJA sekarang…jaya terus di udara mengemban nama
    “hpi promotion board” satu satunya setelah deklarasi dpp ttg itu melebihi TIC. DPD HPI JOGJA 09-13 yang kreatif memasak bumbu kemandirian. Suwun mang; gombal amis

  2. Gombal mukiyo

    Hpi JOGJA tidak akan pernah bisa jaya di udara karena hpi jogja bukan jaringan telepon celuler atau jaringan Radio. Yang lebih tepat adalah tingkatakan ukhuwah tali silahturami dalam bekerja dan berkarya krn guide saat ini tidak bisa di pandang sebelah mata, krn peranan guide paling strategis utk ikut membantu mempromosikan pariwisata indonesia, asal jangan jadi KAMBING CONGEK Oknum PEMERINTAH untuk ikut andil menghabiskan anggaran negara.

  3. Brahmana Sudra

    Makhluk yang bernama HPI ini memang sudah lama tidur atau tertidurkan, bahkan sejak sebelum jaman reformasi. Oleh karena itu mungkin pada saat republik ini sedang sibuk berupaya berbenah diri,dengan mengusung panji-panji reformasi pada saat itu, HPI sama sekali tak tanggap situasi. Bagaimana mau tanggap situasi wong tidurnya pulas sekali. Bagaimana mau tersentuh atau bahkan terbangunkan oleh situasi kalau tidurnya dipojokan bangunan besar yang bernama pariwisata, yang tak pernah dilewati oleh para penghuninya, maaf-maaf ditengokpun sering kali tidak. Sudah untung mungkin kalo ada satu dua penghuni bangunan pariwisata yang mampir lewat sekedar untuk kencing atau buang sampah disitu.
    Maka suatu hari ketika ia terbangun atau dibangunkan bertahun-tahun setelah reformasi, ia menjadi terkaget-kaget melihat situasi disekelilingnya. Bangunan besar pariwisata dan para penghuninya yang sangat dikenalnya dulu telah banyak berubah, tidak semuanya menjadi lebih baik memang. Ada yang menjadi lebih megah dan cantik, tapi ada juga yang jadi bonyok, bopeng dan kucel. Dan sesaat kemudian setelah menemukan segenang air sisa hujan untuk bercermin, iapun sadar bahwa ternyata ia menjadi bagian dari yang kedua. Kesadaran itu selalu penting kapanpun waktunya ia tiba. Dan waktu menjadi kurang begitu penting karena kemudian ada yang menjadi lebih penting, yaitu menjaga kesadaran. Dan saat ini makhluk yang bernama HPI itu sudah mulai tergagap-gagap sadar. Namun demikian ia harus mengumpulkan segenap nyawa dan tenaganya, menghidupkan seluruh sensor syaraf motoriknya, menghimpun segenap vitalitas, daya hidup, daya juang untuk membangun stamina dan endurance demi menjaga dan mempertahankan kualitas kesadaran itu. HPI memang harus dan harus segera membangunkan seluruh sistem penunjang hidupnya. Atau kalau memang ada satu, beberapa sistem yang tidak mungkin lagi difungsikan ya harus segera diganti dengan sistem yang baru, sebelum malfungsinya menular ke sistem yang lain. Dan bahkan kalo semua sistem penunjang hidup sudah macet ya harus dioperasi total dan diganti seluruhnya dengan sistem penunjang hidup yang baru.
    So friend sekiranya saya dan anda sekalian mempunyai kesadaran sebagai bagian dari tubuh makhluk yang bernama HPI ini marilah kita satukan rasa, cipta dan karsa kita menjadi satu jaringan sistem penunjang hidup HPI yang HIDUP. Dengan harmoni dari seluruh sistem penunjang hidup yang HIDUP ini kita baru akan bisa meniti luasnya satu jejaring besar dari apa yang kita namakan pasar pariwisata global. TOGETHER WE STAND DIVIDED WE FALL !!!
    Salam hangat untuk semua.

    Eyang Brahmana Sudra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s