Musda DPD HPI Jogja Sukses

Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah atau disingkat Musda DPD HPI telah kita lewati tanggal 14 Februari 2009 di STP AMPTA dengan plus minus pengalaman. Banyak hal bisa kita petik sebagai turning point, arah berubahnya suatu wadah komunitas Guide Jogja yang dinamis.

Ketatnya persaingan antara kandidat satu Kang Totok dan Mas Andi di Musda prihatin ini terlewati dengan penyatuan idealisme keduanya saling berkeinginan “Membina Persatuan Demi Kesejahteraan Anggota”. Tekad ini membuat visi ketua terpilih dengan score 43 : 63 menjadi sah secara organisasi. Mari kita cermati visi pengurus DPD HPI tiga tahun ke depan, yaitu tatanan sistem yang adil dan benar sesuai aturan bagi profesi Pemandu Wisata di dalam jejaring kerjaglobal yang bermartabat. pariwisata

Pagi pertama kerja kita peroleh kabar gembira dengan dibukanya media komunikasi dan informasi milik bersama yakni www.hpijogja.wordpress.com yang merupakan wadah komunitas maya milik DPD Jogja. Semua dapat menulis di alamat email hpi01yk@gmail.com yang mulai diaktifkan, dengan harapan misi kepengurusan Periode 2009-2013 yang ideal namun perlu disosialisasi yakni tiga poin berikut:

Ø Meningkatkan profesionalitas dan kompetensi Pemandu Wisata di dalam tugas dan tanggung jawab keilmuan, kekaryaan serta kebangsaan.

Ø Menghimpun profesi Tour Guide ke dalam wadah organisasi HPI sebagai kebanggaan dan lahan prestasi ibadah, namun tetap memiliki nilai kejuangan regenerasi, kesemestaan dan kesejahteraan.

Ø Mendorong anggota HPI untuk berbuat yang terbaik di dalam fungsi, peran, tugas dan tanggung-jawab sebagai seorang Guide profesional.

PROGRAM KERJA

1. Menata fungsi kelembagaan dan kesekretariatan DPD HPI menjadi lebih berdaya-guna dan bermartabat, minimal memiliki sasaran kerja jelas melalui tugas-tugas kehumasan dan media TIC, sarana komunikasi ‘website’ yang representatif.

2. Meningkatkan kesejahteraan anggota melalui guiding atau karya setara lain.

3. Menemukan solusi terbaik seputar jaminan asuransi keselamatan kerja melalui iuran wajib anggota dan fungsi Koperasi Anggota HPI.

4. Memfasilitasi program pertemuan-pertemuan ‘silaturahim’ pemikiran, layanan kepemanduan, sarasehan pengalaman tour lapangan, peningkatan materi keilmuan, ‘teknik guiding’, serta lisensi Guide melalui Training HPI. Center

5. Meningkatkan kinerja dan peran Himpunan bagi kepentingan Anggota melalui intensitas pertemuan Divisi, kegiatan Koperasi dan atau fasilitasi keseluruhan program daiatas.

Demikian berat amanah periode kepengurusan dengan altar permasalahan yang ada, tetap harus optimis dengan gaya Jogja, bekerja secara guyub penuh tanggung jawab, menjunjung komitmen dasar bahwa menjadi Pengurus banyak meluangkan waktu untuk memperbaiki keadaan HPI Jogja. Maka strategi Ketua terpilih dalam menjalankan amanat Musda adalah Menyatukan potensi Pemandu Wisata sehingga sinergis memperoleh penghargaan dan kesejahteraan yang wajar dari peran serta reposisi profesi terutama di hadapan patner setara stakeholders pariwisata. Sedang strategi ke luar: Mengangkat citra Organisasi HPI dan seluruh potensi Anggota di dalam jaringan kepentingan pariwisata nasional dan kebudayaan dunia. Semua bertanggung jawab, mari berbuat terbaik untuk HPI, seperti diingatkan anggota Sidang Pleno bahwa menjadi Pengurus harus siap segalanya, demikian diamanatkan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga bahwa unsur Guide memiliki hak tanggung jawabnya, seperti yang wajib roda organisasi HPI akan berubah jalan jika Anggota membayar iuran, sedang job discripsi serta pemahaman visi-misi Ketua dijabarkan di dalam program kerja nyata.

Yang menakjubkan dari rincian pertemuan seharian di Pendopo AMPTA dan Sidang-sidang Koimisi Musda tersebut melahirkan keputusan antara lain:

Hasil dan Rekomendasi usulan-usulan Sidang Komisi Organisasi:

1. Pembentukan wadah Guide di masing-masing Travel Agent untuk menghidupkan Divisi Bahasa dan konsolidasi antar anggota.

2. Reorganisasi: Perlu dibentuk Sub-sub DPD HPI di masing-masing Lokasi Wisata untuk memudahkan komunikasi dengan masa kerja disesuaikan sama dengan kepengurusan DPD HPI

3. Menghidupkan Forum silaturrahmi dan komunikasi di masing-masing Divisi dengan agenda rapat minimal dilaksanakan 4 bulan sekali atau 3x dalam setahun.

4. Identifikasi Anggota lebih jelas dan diwujudkan dengan penggunaan seragam, lisensi dst.

5. Peningkatan kompetensi Anggota HPI yang bekerja sama dengan Bidang Pendidikan DPD, Bidang Organisasi DPD, dan TC HPI maupun pihak lain yang dianggap mampu untuk mengadakan pendidikan latihan.

6. Semua perkembangan hasil-hasil rumusan Sidang Komisi Musda mohon disampaikan, pada rapat tahunan HPI.

7. Penertiban media komunikasi dan standardisasi informasi kepemanduan.

8. Mengadakan Lokakarya HPI dalam rangka peningkatan kualitas Rakerda DPD

9. Demi peningkatan layanan kepemanduan, mohon mengkaji ulang kebijakan soal keharusan transfer Guide di Borobudur.

10. Mengusahakan Kantor DPD HPI DIY yang representatif.

11. Iuran wajib anggota HPI per-bulan Rp 15.000,- (Sidang Pleno II menetapkan Rp 10.000,-).

12. Mengadakan tour internal Anggota setiap periode tertentu baik tujuan dalam dan luar negeri.

Hasil Rumusan Sidang Komisi Pendidikan

Permasalahan:

Satu, Peningkatan SDM Anggota HPI; dan kedua, Informasi materi guiding yang tidak standar.

Langkah-langkah

– Pemberdayaan Divisi.

– Mendokumnetasi materi-materi kepemanduan (guiding) sesuai minimal requirement untuk kepentingan Standart Operational Performance (SOP)

– Melatih Anggota HPI melalui training-traing seperti IT, jurnalistik dst.

– Mengadakan Workshop ataupun training bersama internal anggota HPI maupun bekerjasama dengan pihak lain.

– Memberdayakan HPI Training Center.

Rumusan Hasil Sidang Komisi Kesra:

  1. Membentuk dan atau Menata Kembali Koperasi DPD HPI DIY (Unit Simpan Pinjam, Unit Usaha Jasa dan Unit Transportasi).
  2. Iuran wajib anggota HPI, minimal Rp 10.000,- perbulan
  3. Asuransi Anggota (merecomendasi ke BPW untuk mencaouver premi Asuransi Guide)
  4. Dana sosial yang diberikan hanya untuk anggota.
  5. Kegiatan DPD HPI DIY yang mendatangkan dana untuk organisasi.
  6. HPI Training Center – Escourt Trainer
  7. Usaha Jasa Pramuwisata.
  8. Standart Guide Fee
  9. Memberdayakan Humas HPI

v Lampiran Standar Guide Fee Hasil Musda (2009) DPD HPI DIY bisa dilihat di kantor HPI.

v Special G-fee dan standart fee untuk Urusan Penlat TC HPI ditentukan kemudian.

Yogyakarta, 14 Februari 2009.

Ttd

Ketua-ketua Sidang
Komisi Organisasi – Pendidikan – Kesra

dan Ketua Sidang Pleno II
Musda ke-5 DPD HPI Jogja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s