<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HPI JOGJA-Jogjakarta Tour Guide Association Official Blog</title>
	<atom:link href="http://hpijogja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hpijogja.wordpress.com</link>
	<description>We assist all tour guides in Jogjakarta to work on their own tourism field with the high grade profesionalism and performance to develope better tourism in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 11:04:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hpijogja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9d6f96ae917ed42d7e887e1bdd7798e0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>HPI JOGJA-Jogjakarta Tour Guide Association Official Blog</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hpijogja.wordpress.com/osd.xml" title="HPI JOGJA-Jogjakarta Tour Guide Association Official Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hpijogja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Risiko Tugas Guide</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2012/01/06/risiko-tugas-guide/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2012/01/06/risiko-tugas-guide/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 00:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[INSPIRASI TRAINING]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN GUIDE]]></category>
		<category><![CDATA[tour guide discussion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1859</guid>
		<description><![CDATA[Diantara tugas yang melekat pada profesi Pemandu Wisata antara lain; memberi informasi daya tarik wisata mengantar perjalanan wisatawan, memberi jasa layanan kepemanduan berupa bimbingan, penerangan dan petunjuk wisata, menjaga rasa aman perjalanan, menjelaskan tujuan kedatangan di Daerah Tujuan Wisata, menciptakan kesan positif pada wisatawan, memberi kenyamanan atas pengalaman wisata, memberi ‘nilai’ atas perjalanan wisata agar lebih bermakna serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1859&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Keseluruhan kegiatan yang terkait dengan dunia pariwisata adalah cakupan layanan kepariwisataan. Di sini membutuhkan beragam fasilitas pendukung, berupa sarana prasarana dan aneka layanan jasa pariwisata. Sedangkan aneka usaha jasa pariwisata dalam pasal 14 UU Kepariwisataan No 10 Tahun 2009 yakni: daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, jasa informasi pariwisata, konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi, pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan pameran, wisata tirta, dan usaha spa.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2012/01/10231_5unrise_d1eng_3061.jpg"><img class="alignleft" title="10231_5unrise_d1eng_3061" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2012/01/10231_5unrise_d1eng_3061.jpg?w=75&#038;h=111" alt="" width="75" height="111" /></a>Dengan demikian industri jasa pariwisata bersifat multidimensi usaha serta multidisiplin layanan dari kebutuhan setiap orang perorang atau bahkan intervensi negara. Di dalamnya terdapat wujud interaksi antara wisatawan dan calon investor di satu sisi dengan stakeholders yaitu seniman budayawan masyarakat setempat, pelaku jasa wisata tersebut di atas, perguruan tinggi, pemerintah, pemerintah paerah, dan pengusaha. Suatu posisi penting diemban oleh Jasa Pemandu Wisata yang menghubungkan wisatawan (calon investor) di satu sisi dengan pemangku kepentingan tersebut, dan itulah mengapa profesi ini disebut ujung tombak layanan pariwisata.</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara tugas yang melekat pada profesi Pemandu Wisata antara lain; memberi informasi daya tarik wisata mengantar perjalanan wisatawan, memberi jasa layanan kepemanduan berupa bimbingan, penerangan dan petunjuk wisata, menjaga rasa aman perjalanan, menjelaskan tujuan kedatangan di Daerah Tujuan Wisata, menciptakan kesan positif pada wisatawan, memberi kenyamanan atas pengalaman wisata, memberi ‘nilai’ atas perjalanan wisata agar lebih bermakna serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai gambaran tugas diatas, seseorang Pemandu bertanggung-jawab menjamin kepuasan berlibur wisatawan yakni tour terlaksana sesuai promosi yang dijanjikan. Untuk itu Pemandu Wisata harus melakukan rekonfirmasi komponen tour yang wajib selama bekerjasama dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW), memimpin rangkaian penjemputan (check-in) dan pengantaran (check out), menjual jenis tour optional yang diharapkan, melaksanakan rangkaian tour, mengurus masalah dasar tour dan menyempurnakan laporan &amp; data wisatawan kepada pihak kepentingan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka apakah ujung tombak layanan disini seorang Pemandu Wisata Umum, pemandu domestik atau mancanegara, seorang guide lokal atau minat khusus seharusnya memiliki sikap professional dan ketrampilan yang cukup, yaitu berupa: Pengetahuan ilmu bumi pariwisata, wasasan tentang posedur teknik layanan informasi ke pusat-pusat destinasi baik perjalanan wisata kota maupun perjalanan wisata dalam negeri, pengetahuan tentang sejarah, heritage kota, kependudukan, seni kerajinan, adat tradisi dan kebudayaan, tour planner, wisata kuliner dan pengetahuan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penjelasan seorang Guide disini amat penting, sebab dengan adanya jasa pemanduan di atas setiap wisatawan yang datang ke suatu obyek wisata berhak memperoleh: informasi yang akurat mengenai daya tarik wisata; pelayanan kepariwisataan sesuai dengan standar; perlindungan hukum dan keamanan; pelayanan kesehatan; perlindungan hak pribadi; dan perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata berisiko tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap wisatawan di dalam UU Kepariwisataan disebut berkewajiban: menjaga dan menghormati norma agama, adat   istiadat, budaya, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat setempat; memelihara dan melestarikan lingkungan; turut serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan; dan mencegah segala bentuk perbuatan yang melanggar kesusilaan dan kegiatan yang melanggar hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai risiko lain yang perlu disadari, bahwa seorang Pemandu Wisata saat ini harus menyiapkan Pengetahuan yang tentang ekowisata, yakni bangunan kesadaran kesehatan lingkungan, ikut menjaga konservasi alam agar tetap hijau sehingga bumi kita bisa terus mensejahterakan penghuninya keseluruh penduduk. Saat ini dimana-mana wisatawan menginginkan layanan terbaik demi mengenal lebih dari sekedar bacaan buku, maka persiapan dini bagi pekerja lapangan kepemanduan amatlah penting dilakukan sebaik-baiknya termasuk dengan aktif belajar dan mengikuti kegiatan KURSUS pembekalan, SEMINAR kepariwisataan dan semacamnya, sehingga pembangunan pariwisata bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya profesi layanan jasa pariwisata sendiri. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1859/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1859&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2012/01/06/risiko-tugas-guide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2012/01/10231_5unrise_d1eng_3061.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10231_5unrise_d1eng_3061</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Tour Guide Harus Pensiun</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/30/kapan-tour-guide-harus-pensiun/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/30/kapan-tour-guide-harus-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 20:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[mau jadi apa]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[tour guide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1849</guid>
		<description><![CDATA[Dengan  pensiun  sebagai tour guide akan mandapatkan waktu  akan terfokus untuk menciptakan aktivitas yang akan lebih mandapatkan banyak uang dengan tanpa berpanas-panasan diterik matahari, tanpa mengeluarkan air liur untuk berbicara didepan bus.., ngajak tamu berkunjung ke segitga emas  atau ke KKK<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1849&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ada tulisan mas Andi tentang enaknya menjadi tour guide dan juga ada lagi tulisan tentang mau kemana tour guide, semuanya adalah tulisan yang sangat menarik dan perlu dibaca, untuk dijadikan  sumber inspirisi kalau ingin menjadi tour guide yang sungguhan, diposting kali ini disuguhkan tentang kapan tour guide harus pensiun atau dengan kata lain kapan tour guide harus di-grounded ?</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar tahun 2006 setelah gempa bumi… selama tiga bulan sama sekali tidak ada jobs, dengan alasan situasi tidak aman, dunia pariwisata tergoncang, semua reservasi terkensel semua, semua kedatangan tertunda, effeknya masih terjadi tiga bulan kemudian, bahkan memerlukan bertahun-tahun untuk memulihkan image lagi sehingga orang akan merasa aman untuk datang lagi ke Yogyakarta, itulah masa yang teramat sulit bagi kehidupan tour guide</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa rapuhnya profesi tour guide hanya karena kaki lecet dia harus kehilangan 1 hari kerja, apalagi ada isu yang lebih mendunia misalnya  penyakit menular .. order langsung lepas, tourist kabur dan tak mau datang lagi,  ada isu teroris .. semua memindah liburan dari Indonesia ke negara lain yang lebih aman.., bencana alam apalagi .. turis tak lagi mau datang takut terken bancana..  Oleh karena bagaimananapun juga profesi tour guide adalah berhubungan langsung dengan turis , maka kehidupan tour dapat digambarkan dengan proverb “tourist datang,  ada uang,  itupun kalau ordernya tidak nyasar ke orang lain, tak ada tourist tak ada uang !!”</p>
<p style="text-align:justify;">Inflasi sangat mempengaruhi nilai pendapatan tour guide, semakin hari  nilai rupiah yang didapat tidak digunakan untuk memenuhi kehidupan keluarga,  semakin hari semakin sulit  dengan pendapatan sebagai tour guide.  Ingin meningkatkan pendapatan tidak mungkin , manusia ada titik lelah sehingga order yang didapat maksimal  4 order perbulan, itupun kalau tanggalnya tidak bertabrakan satu  order dengan order yang lain, sebagai contoh satu order terdiri dari itinerary seperti dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Day  1 check in.<br />
Day  2 Borobudur dan City Tour.<br />
Day  3 Prambanan tour .<br />
Day  4 transfer to Airport.</p>
<p style="text-align:justify;">Order yang  seperti di atas sangatlah  tidak menguntungkan  walau durasi kerja adalah 4 hari akan tetapi  fee dihitung berdasarkan jam kerja sehingga  4 hari kerja hanya mendapatkan 18 jam kerja.  Satu kali order mendapatkan fee dari hasil kerja adalah  sebesar RP 150.000  dan sebulan  hanya dapat mengerjakan x 4 order (Rp 150.000x 4 = Rp 600.00). Rp 600.000 nilai yang teramat tipis untuk memenuhi kebutuhan pokok sebulan.  Pendapatan yang tidak dapat diprediksi adalah dari hasil  komisi, tips tamu yang apabila dikumpulkan sebulan hanya berkisar RP 400.000. Jadi kalau ditotal semua satu bulan mendapatkan RP 1.000.000, sehingga untuk mendapatkan tambahan biasanya menjual tour optional, menjual  Ramayana Ballet, dan hasilnya masuk kantong sendiri setelah dibagi dengan driver dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan nilai sebanyak itu ketika harus di bagi-bagi sesuai kebutuhan ternyata hanya dapat memuhi sebagaian kebutuhan pokok minimal, untuk keperluan yang lain seperti jaminan social, kesehatan,  pengadaan kendaraan, tempat tinggal tidak pernah terpikirkan bagaimana caranya, karena memang tidak ada uang pendapatan yang tersisa untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti pada umumnya  tour guide akan bermimpi mendapatkan kehidupan yang sejahtera dan  lebih baik, mampu membeli pakaian baru buat anak dan istri, mempunyai rumah yang bagus, kendaraan yang nyaman, akan tetapi masa menjadi tour guide adalah masa dimana kita memenjarakan diri atau memaksakan diri dengan keadaan,  keadaan dimana  tour guide mau tidak mau, untuk sehari berkerja selama 10 jam hanya mendapatkan maximal RP 75.000. Ingin meminta tambah fee, tidak memungkinkan karena pasar mengatakan bahwa guide fee itu sehari hanya sampai Rp 75.000, apabila tour guide  meminta kenaikan tour guide  akan kalah oleh trik  teman seprofesi yang mengatakan “Mas &#8230;. (isilah titik ini) order kanggo aku wae, aku dibayar berapun mau, asal order itu buat aku  !”.</p>
<p style="text-align:justify;">Masa pakai tour guide digambarkan sebagai diagram hiperbola, yang manjelaskan bahwa fase  masa pakai seorang  tour guide, seperti berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Fase 1  seorang tour guide pemula setelah keluar dari  masa penggemblengan di kawah Candradimuka akan mengalami masa dimana dia harus mendapatkan existensi dengan cara mempromosikan dirinya ke mana saja dari pintu ke pintu agar dirinya dikenal sebagai pendatang baru yang realible.</p>
<p style="text-align:justify;">Fase 2  adalah fase di mana tour guide mampu mangatasi fase pertama dan pada fase ini tour guide dapat  bekerja full power, laris manis dipakai dimana-mana  banjir duit tips, komisi dan optional.</p>
<p style="text-align:justify;">Fase 3  adalah fase dimana tour guide menjadi low power karena  semakin aus, semakin lelah jiwa dan raga, jenuh dengan kegitan monotone dan  semakin dekat dengan banyak penyakit dan semakin tidak mendapatkan order, karena ditinggalkan oleh travel biro.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat fase diatas sangatlah penting bagi tour guide melihat berbagai kemungkinan yang terjadi dengan diri tour guide sendiri dimasa mendatang, masa tua adalah masa masa dimana tour guide sudah tidak kuat lagi memanjat candi Borobudur, tidak kuat lagi naik ke gunung  Bromo, melihat teman seprofesi yang terkena strok ,yang  mati terkena serangan pada saat berkerja, masa dimana anak-anak tour guide mulai memerlukan biaya yang sangat tinggi untuk melanjutkan sekolah.  Berprofesi sebagi tour guide, bukan  seperti buah kelapa semakin tua semakin banyak santannya, guide semakin tua, bukan semakin baik, akan tetapi semakin tua tour guide semakin tidak ada yang mau memberi order, dengan alasan semakin tua tour guide semakin beresiko mati saat sedang guiding, atau semakin tua semakin pikun , sedangkan  sang pemberi order tidak mau mananggung resiko itu kematian tour guide, atau dikomplain tamu karena mempekerjakan seorang yang sudah udzur.</p>
<p style="text-align:justify;">Keadaan semakin lama semakin tidak menguntungan, oleh  karena itu  tour guide harus memikirkan untuk segera menggantungkan seragam batik sebagai  tour guide, dan harus dipertimbangkan dan dikaji akibat buruk dan akibat baiknya terlebih dahulu, sehingga tidak manyesal dikemudian hari dengan keputusannya untuk menggantungkan seragam batiknya,  dan setelah itu  tour guide diharapkan segeralah berpamitan dari dunia perguide-an dan pensiun menjadi tour, adalah sebuah solusi yang terbaik… selagi ada waktu untuk bermanuver mengatasi waktu tua seorang tour guide.</p>
<p style="text-align:justify;">Loh kok pensiun bukannya nanti tidak ada pendapatan ?? Iya betul tidak ada pendapatan dari bekerja memandu, akan tetapi  sangat disaran untuk tour guide yang sudah tidak enjoy dengan profesi, atau lelah psikis dan fisik untuk segera mengakhiri profesinya sebagai tour guide,  karena dengan mamaksakan diri untuk bekerja dengan semangat yang tidak maksimal akan mengakibatkan hasil yang tidak maksimal sama sekali, dan dengan hasil yang tidak maksimal akan mengakibatkan  tour guide menjadi bahan pergunjingan. Oleh sebab itu untuk mengantisipasi masa tua yang  tidak sejahtera,  tour guide harus jauh-jauh hari memikirkan usaha lain di luar dunia perguidan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan  pensiun  sebagai tour guide akan mandapatkan waktu  akan terfokus untuk menciptakan aktivitas yang akan lebih mandapatkan banyak uang dengan tanpa berpanas-panasan diterik matahari, tanpa mengeluarkan air liur untuk berbicara didepan bus.., ngajak tamu berkunjung ke segitga emas  atau ke KKK, tanpa stress dengan pedagang asongan, tanpa makian karena tidak mendapatkan gratuity, tanpa kekecewaan dengan order yang terkensel, dan yang penting tanpa dering telephon… ah tidur nyenyak , dan bulan Agustus dapat berlibur bersama anak-anak………</p>
<p>Baca artikel yang berhubungan <a href="http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/15/kelelahan-psikis-seorang-tour-guide/">http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/15/kelelahan-psikis-seorang-tour-guide/</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/mau-jadi-apa/'>mau jadi apa</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/pensiun/'>pensiun</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/tour-guide/'>tour guide</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1849/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1849&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/30/kapan-tour-guide-harus-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batara Kala sang penguasa waktu</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/29/batara-kala-sang-penguasa-waktu/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/29/batara-kala-sang-penguasa-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 02:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[batara kala]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa waktu]]></category>
		<category><![CDATA[siwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[Orang Jawa memaknai dewa penguasa waktu, dengan sebutan BETORO KOLO. Kala berarti waktu, salah satu penjelmaan Dewa Perusak Alam, bernama Siva. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1835&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/batara-kala.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1855" title="batara-kala" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/batara-kala.jpg?w=510&#038;h=279" alt="" width="510" height="279" /></a>Orang Jawa memaknai dewa penguasa waktu, dengan sebutan BETORO KOLO. Kala berarti waktu, salah satu penjelmaan Dewa Perusak Alam, bernama Siva. Siwa, dalam kaitanya sebagai perusak (destroyer), bernama MAHADEWA, bukan kaitanya sbg Pencerah (Mahaguru) merusak, tidak selalu berarti negatif di saat terjadi gempa bumi, banjir, atau dalam skala lebih kecil, MACET di Sudirman, barangkali, bisa di kategorikan dalam kasus ini, terjadi hambatan aktivitas berkendara (yang berarti kita sedang dipermainkan oleh sang maha kala).</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak pernah menyadari, bahwa kamera kita, yang tergeletak di meja, selama 5 tahun, tanpa ada seorangpun yang menyentuh, kelak setelah 5 tahun, bisa dipastikan akan RUSAK. Tidak ada seorangpun yang memakai, dan menyebabkannya menjadi rusak. siapa yang merusak sebetulnya??? jawabannya adalah; WAKTU Ya, waktu, bersifat merusak, itulah mengapa orang Jawa mengenal dewa penguasa waktu, yang tiada lain adalah Dewa Kala Makara. Tiada seorangpun yang sanggup mengalahkan Kala makara, dilambangkan dengan figur yang galak, bertaring panjang, bermata besar, dan siap menerkam mangsa, itulah KALA, yang tanpa jeda sedetikpun, akan selalu memakan apa saja yang ditemuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlombaan mengalahkan sang waktu, RACING AGAINST THE TIME, akan berakhir dengan kekalahan, siapapun yang melawannya. Kala makara akan dipastikan menjadi pemenangnya. Kala tidak akan berhenti barang sejenakpun, Kala makara akan selalu berjalan, detik berganti jam, dan kemudian berganti hari, bulan dan tahun. Sebentar lagi, kita semua akan dikalahkan oleh parameter baru, pergantian tahun !! Kita akan semakin tua, kita akan semakin renta, pertahanan dan stamina kitapun akan semakin rapuh, metabolisme tubuh kita juga akan berkurang akurasinya, tekanan darah berubah, semakin tinggi, atau semakin rendah, begitu juga dengan keseimbangan kadar gula dalam ludira, dll. penyebab utamanya adalah: WAKTU !!!!!! marilah, kita manfaatkan, dan kita syukuri nikmat waktu yang masih tersisa!!</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Tahun Baru 2012 salam dari Jogja</p>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/batara-kala/'>batara kala</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/penguasa-waktu/'>penguasa waktu</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/siwa/'>siwa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1835/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1835&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/29/batara-kala-sang-penguasa-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/batara-kala.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batara-kala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reposisi dan Kompetisi sebuah renungan akhir tahun 2011</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/16/reposisi-dan-kompetisi-sebuah-renungan-akhir-tahun-2011/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/16/reposisi-dan-kompetisi-sebuah-renungan-akhir-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 00:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[tour guide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1826</guid>
		<description><![CDATA[Penulis ingin mengevaluasi perjalanan dunia tour guides, khususnya di Jogjakarta dan pulau Jawa pada umumnya, hari ke hari , dan tahun demi tahun yang berlalu, setidaknya dalam 20 (dua puluh tahun) terakhir ini, di akhir tahun 80an, awal sejarah berdirinya HPI, adalah tahun keemasan kawan kawan seprofesi, di awal tahun 90 an, masih di era ORBA, dengan stabilitas yang dipaksakan, membawa dampak sangat positif di dunia pariwisata.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1826&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/rotation-of-guide.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1832" title="Rotation of guide" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/rotation-of-guide.jpg?w=510&#038;h=182" alt="" width="510" height="182" /></a>SALAM PRAMUWISATA selamat pagi, rekan rekan semua<br />
Penulis ingin mengevaluasi perjalanan dunia tour guides, khususnya di Jogjakarta dan pulau Jawa pada umumnya, hari ke hari , dan tahun demi tahun yang berlalu, setidaknya dalam 20 (dua puluh tahun) terakhir ini, di akhir tahun 80an, awal sejarah berdirinya HPI, adalah tahun keemasan kawan kawan seprofesi, di awal tahun 90 an, masih di era ORBA, dengan stabilitas yang dipaksakan, membawa dampak sangat positif di dunia pariwisata. saat itu, peruntukan ijin memandu (baca Lisensi) juga murni pengakuan kualifikasi kualitas, sehingga pemberian lisensi berjenjang dengan kontrol dari Dirjen pariwisata, membuat koordinasi dan pembinaan yang tidak pernah tumpang tindih. Intinya, segala aspek, sangat kondusif, membuat keberadaan Tour Guide, sangat diperhitungkan, stabilitas keamanan nasional mantap, otomatis (walau dengan promosi yang tersendat), wisatawan mengalir deras, lembaga pendidikan yang fasih memproduksi SDM berbahasa asing, relatif juga belum menjamur, sehingga kebutuhan akan Tour Guide, selalu saja kurang dan kurang. Jaman berubah, keberadaan Tour Guide, dan asosiasinya, mulai mendapat gangguan dan ancaman, bukan ancaman terhadap eksistensi organisasi ini, tetapi yang penulis maksud adalah ancaman terhadap taraf kesejahteraan anggotanya sejak dulu, anggota hampir selalu, berjuang sendirian, karena asosiasi sebagai fasilitator justru malah digerogoti oleh anggotanya sendiri. kebijakan asosiasi berupa standarisasi FEE , tentunya akan berujung kepada kesejahteraan anggota, tetapi saat asosiasi mematok nominal tertentu, justru anggotanya sendiri yang ribut !! Lebih parah lagi, bahkan di akhir tahun 2011, dan sangat mungkin akan di aplikasikan pada tahun 2012 mendatang, 2 anggota asosiasi, dengan inisial Y dan B sudah merelesae statement resmi di biro yang kemungkinan akan menggunakan jasanya , untuk rela bekerja, terus menerus TANPA FEE sepeserpun, dengan satu syarat bahwa yang bersangkutan digelontor grup seri yang sambung menyambung sepanjang tahun. 2 anggota tadi, belum jelas apakah masih valid keanggotaannya atau sudah kadaluwarsa, sebenarnya sudah terdepak dari percaturan biro raksasa yang mempekerjakannya, mengapa itu terjadi ? pertama karena faktor umur, mereka sudah terlalu uzur di usis senjanya. yang berikutnya juga karena berbagai tindakan indisipliner dan short cut, seperti membuat laporan akhir tour (statement) sendiri, yang seharusnya di tada tangani oleh pihak tamu, statement tadi kemudian dilaporkan dengan evaluasi super excellent, seolah olah memang mereka Tour guide paling jempol !! Bagaimana mungkin Tour Guide bekerja tanpa harus dibayar ! Substansinya, adalah bahwa Tour Guide sebagai profesi hidup dari FEE ( lauak atau tidak ), kalau ada yang berani bekerja ( dengan medan overland berat ) tanpa dibayar, tentu karena ada imbalan lain yang lebih menggiurkan, dan hal hal seperti inilah, yang harus kita sadari justru menunjukkan keserakahan, dan ke tidakprofesionalitasan Tour Guide yang bersnagkutan Anggota semacam inilah, yang merusak eksistensi Tour Guide, tentunya pihak Biro juga sudah mempekerjakan Tour Guide lain sebelumnya, dengan agreement natural, dan mungkin konvensional, akhirnya mereka yang konvensional (walaupun lebih kompeten), justru malah tersingkir, oleh mereka yang tamak.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah menjadi hak setiap orang untuk bekerja se maksimal mungkin. dan sampai saat ini, belum ada batasan limit umur seseorang sampai umur berapa bisa dipekerjakan sebagai seorang Tour Guide. Tahun 2011 ini, Penulis masih menjumpai sosok energik, angkatan 45 yang masih tersisa, beliau adalah ibu I B R A H I M, salah satu Guide belanda terbaik yang dimiliki HPI Terbaik bukan versi ASITA, atau versi art shop, tetapi versi Tour Operator di Eropa, sebutlah : Holland International, Unitravel, Van Ginkel, ARke reisen, dll. beberapa nama Tour operatornya saja sudah almarhum, tetapi Guide terbaik mereka masih survive !! Luar Biasa !! saat ini, ibu Ibrahim berusia, sekitar 84 tahuan-an. Dan amsih sangat bugar !!!! Mungkin beliau adalah Guide yang tertua di negara kita tercinta, Republik Indonesia ! perlu dicatat, bu Ibrahim melakukannya bukan semata mata untuk mencari uang. ada 2 hal yang membuat beliau kembali turun ke lapangan: 1). Pihak biro yang sangat kekurangan SDM Guide Belanda (di peak season, Juli-Aug) 2). Bu Ibrahim memiliki waktu, dan ingin menikmati masa tuanya untuk jalan jalan bersama Tamu Belanda khususnya, mengisi waktu luang beliau Yang menjadi masalah adalah, saat kekurangan (faktor umur atau skill lainnya), ditutup dengan kong kalingkonk MURTAD tidak usah dibayar, begitu kurang lebihnya, dengan maksud menyingkirkan rival sesama tour guide itulah yang penulis perlu garis bawahi, bahwa saat ini, Tour guide mendapatkan ancaman, salah satunya justru dari sesama temannya sendiri. Lihatlah betapa setia dan ikhlas kawan kawan menengok kawan kita Edi Amplop, yang saat ini masih tergolek sakit, sakit yang menguras energi dan beaya tentunya. satu per satu, kawan kawan anggota HPI berkunjung ke Happy land, menunjukkan simpati dan perhatiannya untuk kesembuhan kawan kita Sementara di pihak lain, orang orang serakah yang Penulis sebut diatas, tentu akan sangat merasa senang apabila memiliki kawan yang sakit. Sedikit yang penulis ingin share dalam forum ini adalah, ketika Tour Guide hanya merupakan satu satunya profesi tempat mana kita menyandarkan periuk nasi kita, tentu akan sangat rentan kita mendapat tekanan eksploitasi, dari bermacam sumber. eksploitasi berupa FEE Murah/bahkan tanpa FEE, medan tempur tour yang semakin berat, obyek kebijakan penguasa yang justru tidak memihak Tour Guide, fitnah Jurnalis arogan yang tidak proporsional mewartakan kabar aktual, USER (biro travel) yang tidak koperatif, dll</p>
<p style="text-align:justify;">Kita perhatikan foto Tour Guide era tahun 90-an diatas (foto diambil saat berlangsungnya Tour Leader Course, pada bulan januari 1991 di Wisma joglo), mas DIDIK masih sangat ganteng, lebih ganteng dari Liem Swie King , pak CANDRA MULYADI ( guide mandarin &#8211; almarhum), masih sangat gagah, ada juga mas Joko Purwanggono yang mesam mesem, kemudian mas PUNTO ( yang belum mengenal check up rutin, dan masih merokok ala lokomotif ), mas SEDIAJI juga masih sangat walafiat waktu itu, ada Guide belanda sangat belia waktu itu, baru berusia 21 tahun, Wawan namanya ( foto kedua dari kiri atas ), MORIS (moris, juga masih sangat menikmati rokoknya), TONI juga masih sangat lebat rambut kribonya, dll</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, waktu bergulir, tanpa bisa berhenti sejenakpun, dan perlahan stamina kita menurun, daya tahan tubuh pun berkurang, saat terhempas badai gunung Bromo, dengan sendirinya kita akan masuk angin, atau bahkan yang lebih parah dari itu. sementara output finansial yang kita dapat dari pengantaran perjalanan overland, kadang bahkan hanya cukup untuk beli beras, tidak seperti masa masa dimana kawan kawan masih sangat gagah dulu, dimana income mengantar tamu transit cukup untuk menebus sebuah motor baru, lain dulu lain sekarang. Memang tidak semua kawan kawan kita bernasib seperti cerita diatas, ada yang masih sangat eksis dengan FEE lebih dari layak: US $ 100,- /day Ada juga yang sukses mengelola usaha transport seperti kawan kita YUWONO, atau mengelola usaha kost kost an seperti mas YUNI (Jerman), atau mengoperasikan restoran mandiri , seperti mas SURYADI (jerman), dll Tetapi, masih lebih banyak yang menderita dari pada yang sejahtera</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak banyak yang bisa kita lakukan, selain, menurut hemat Penulis, merapatkan barisan, sehingga posisi tawar seorang Tour Guide, yang diwakili asosiasi, akan semakin diperhitungkan, dan tidak ada salahnya, walaupun sangat terlambat, mencoba pengembangan network, untuk mengarahkan setiap tour guide sebagai salesman, setidaknya untuk dirinya sendiri</p>
<p style="text-align:justify;">Kita ucapkan selamat tinggal tahun 2011, dan mari kita sambut cerahnya asa kita di tahun mendatang 2012 Salam</p>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/tour-guide/'>tour guide</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1826/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1826&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/16/reposisi-dan-kompetisi-sebuah-renungan-akhir-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/rotation-of-guide.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rotation of guide</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelelahan Psikis Seorang Tour Guide</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/15/kelelahan-psikis-seorang-tour-guide/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/15/kelelahan-psikis-seorang-tour-guide/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 15:39:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kelelahan fisik]]></category>
		<category><![CDATA[kelelahan psikis]]></category>
		<category><![CDATA[tour guide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1816</guid>
		<description><![CDATA[Profesi sebagi tour guide adalah profesi didunia pariwisata yang langsung bersinggungan dengan konsument dan profesi yang menuntut pelakunya untuk bekerja secara perfect, on time, selalu sehat jasmani, mempunyai jiwa entertain, punya banyak akal  dan selalu pasang muka ceria bahagia walau kadang bertolak belakang dengan keadaaan yang sebenarnya, hal inilah yang menyebabkan tour guide mengalami kelelahanfisik atau mental. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1816&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/foto0161.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1824" title="Foto016" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/foto0161.jpg?w=144&#038;h=180" alt="" width="144" height="180" /></a>Profesi sebagi tour guide adalah profesi didunia pariwisata yang langsung bersinggungan dengan konsument dan profesi yang menuntut pelakunya untuk bekerja secara perfect, on time, selalu sehat jasmani, mempunyai jiwa entertain, punya banyak akal  dan selalu pasang muka ceria bahagia walau kadang bertolak belakang dengan keadaaan yang sebenarnya, hal inilah yang menyebabkan tour guide mengalami kelelahanfisik atau mental. Apabila tour guide mengalami kelelahan mental dapat dipulihkan dengan istirahat yang cukup, makan –makanan yang bergizi , akan tetapi apabila tour guide mengalami kelelahan psikis makan pemulihananya tidaklah mudah karena berhubungan dengan psikis, sesuatu yang ada yang tidak nyata tidak dapat diliha dan tidak dapat diraba. Dalam tulisan ini penulis hanya akan membahas masalah kelelahan  psikis orang yang bekerja sebagai tour guide.  Kelalhan psikis tour guide yang terus menerus dapat menyebabkan perubahan tingkah laku: melakukan hal-diluar kendali, ataupun terkena penyakit kronis yang mematikan seperti serangan jantung, diabetes, kolesteron, hal ini sangat mengancam kelanjutan seseorang untuk menjadi tour guide.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelalahan psikis tour guide  secara garis besar hal yang menyebabkan kelelahan psikis  tour guide terbagi menjadi dua</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li style="text-align:justify;">Factor yang berasal dari luar diri tour guide. Kemampuan berbicara dengan menggunakan bahasa asing didepan tourist sangatlah dapat dilakukan oleh setiap orang akan tetapi untuk menjadi tourguide yang baik sebenarnya tidak semua arang dapat melakukananya  disamping dituntut kemempuan bahasa yang berkembang dituntut juga mempunyai jiwa entertain, tindakan yang menghibur   sehingga konsument akan merasa puas dengan pelayanan. Pekerjaan regular yang monoton dan  tututan untuk selalu perfect inilah, yang sering membuat kelelahan fisik maupun mental tour guide.  Bagi orang yang tidak punya jiwa humorist untuk menjadi perfect adalah usaha yang sangat melelahkan.</li>
<li style="text-align:justify;">Facktor dari dalam diri tour guide sendiri. Tututan pemenuhan kebutuhan keluarga  sangat berkembang sangat cepat sedangkan pendapatan tour guide sepertinya hanya jalan ditempat, pendapatan  guide bukanlah seperti seorang bisnisman dimana pendapatan dapat  terjadi dalam jumlah yang sangat banyak dalam jumlah yang sesingkat-singkatnya, tetapi system pembayaran tour guide berdasarkan durasi berapa jam pekerjaan dilakukan jauh dari tutuhan kehidupan keluarga, sehingga tour guide akan selalu berusaha mendapatkan pendapatan tambahan dari tamu, baik berupa tips atau lainnya. Dan apabila itu tidak dapat terjadi maka itu akan mengakibatkan  kelelahan psikis tour guide.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Banyak sekali ciri-ciri kelelahan psikis tour guide namun berdasarkan catatan penulis  apabila tour guide mengalami kelelahan psikis  biasanya terdapat ciri-ciri seperti berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Tour guide memilih tamu memilih asal tamu, memilih total tamu , memilih  travel biro, padahal profesi tour guide adalah profesi yang harus ready setiap saat untuk memandu.</li>
<li style="text-align:justify;">Tour guide memaki tamu, mengometari tamu negative apabila menjumpai tamu yang  tidak seperrti yang diharapkan: sopan santun baik hati, suka mamberi tip, suka belanja, suka memneri tip.</li>
<li>Tour guide mulai merasa kecewa dengan hasil yang didapat baik berupa fees, tip dan lain sebagainya.</li>
<li>Tour guide mulai terteror dengan panggilan telepon , setiap dengar panggilan telephone tour guide akan mengira panggilan dari travel agent yang tidak disukainya atau merasa dia ada tanggungan penjemputan yang terlupakan .</li>
<li>Tour guide merasa berat hati ketika akan berangkat kerja  terutama untuk pemanduan overland merasa berat meninggalkan anak atau keluarga dirumah.</li>
<li>Membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan</li>
<li> Tour guide mulai merasakan bahwa profesianya tidak lagi berkembang, mengahasilkan banyak uang.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Level kelelahan psikis dapat terjadi mulai dari paling rendah adalah tour guide mengalami sakit kepada, diare, maag lebih tinggi lagi adalah perasaan yang tidak nyaman dengan pekerjaan dan yang paling tinggi adalah tour guide berbuatan sesuatu di luar kontrol. Kelelahan psikis yang dialami  tour guide antara yang satu tour guide yang satu  dengan yang lainnya sangat variatif berbeda tergantung dengan: pengalaman hidup  individu, kesadaran individu dan lingkungan individu tour guide.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara yang umum dapat digunakan untuk pemulihan kelelahan psikis tour guide antara lain sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Banyak berkumpul dengan keluarga, hal ini penting untuk member dukungan semangat bahwa tour guide harus tetapa semangat untuk mencarii nafkah.</li>
<li> Banyak bergaul dengan teman seprofesi ataupun tidak  untuk  lebih mendapatkan ide –ide segar .</li>
<li>Banyak berolah raga yang bersifat rekreakasi</li>
<li>Melakukan kegiatan yang sesaua dengan hobi</li>
<li>Berdoa untuk mendekatkan diri  dengan Tuhan  dan banyak-banyak merenung untuk menyedarkan diri tour guide bahwa rejeki dll datanganya dari Tuhan</li>
<li>Banyak menuliskan ide-ide atau pengalaman bekerja sebagai tour guide  dalam betuk tulisan di Koran atau di blog</li>
<li>Dan untuk yang terakhir tour guide harus pindah profesi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Tulisn ini dimaksudkan untuk memberi insiprasi tour guide untuk membahas sisi lain bahwa perkerjaaan sebagai tour guide yang penuh dengan resiko,  yang ternyata tidak semudah seperti persepsi   oleh kebanyakan orang diluar tour guide, bahwa tour guide bergelimang harta, dibayar dengan uang asing.  Mudah-mudah  tulisan ini bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Yogyakarta, Desember 2011</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis</p>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/kelelahan-fisik/'>kelelahan fisik</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/kelelahan-psikis/'>kelelahan psikis</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/tour-guide/'>tour guide</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1816/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1816&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/15/kelelahan-psikis-seorang-tour-guide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/foto0161.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">Foto016</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Kota Gede Kawasan Cagar Budaya</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/11/wisata-kota-gede-kawasan-cagar-budaya/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/11/wisata-kota-gede-kawasan-cagar-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 09:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[kota gede]]></category>
		<category><![CDATA[makam raja-raja]]></category>
		<category><![CDATA[paket]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kotagede]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1784</guid>
		<description><![CDATA[Kota Gede terletak sekitar 10 km arah tenggara Kota Yogyakarta, kawasan  cagar budaya yang kaya akan berbagai bangunan khas traditional Jawa sperti Joglo, Limasan, puing-puing Istana Kerajaan Mataram  peninggalan rumah tradisional seperti rumah Kalang yang merupakan perpaduan arsitektur antara Jawa dan Eropa, dan tapi juga yang terpenting adalah peninggalan keahlian membuat kerajinan perak buatan tangan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1784&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede19.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1785" title="kotagede19" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede19.jpg?w=150&#038;h=136" alt="" width="150" height="136" /></a><strong>Kota Gede</strong> terletak sekitar 10 km arah tenggara Kota Yogyakarta, kawasan  cagar budaya yang kaya akan berbagai bangunan khas traditional Jawa sperti Joglo, Limasan, puing-puing Istana Kerajaan Mataram  peninggalan rumah tradisional seperti rumah Kalang yang merupakan perpaduan arsitektur antara Jawa dan Eropa, dan tapi juga yang terpenting adalah peninggalan keahlian membuat kerajinan perak buatan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika gempa tahun 2006, banyak rumah tradisional peninggalan dari masa kerajaan Mataram rusak.  Namun sekarang dengan berkerjasama dengan berbagai pihak akhirnya  kawasan cagar budaya di Kota Gede direnovasi, sehingga dapat kita kunjungi sebagai  daerah tujuan wisata sejarah budaya di Jogjakarta.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede8.jpg"><img class="alignright  wp-image-1786" title="kotagede8" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede8.jpg?w=144&#038;h=180" alt="" width="144" height="180" /></a><strong>Kota Gede</strong> merupakan kota kuno bekas ibu kota Kerajaan Mataram yang awalnya dibuka oleh Ki Ageng Pemanahan di abad 16, yang dianggap sebagai cikal bakal kota Jogjakarta yang sekarang . Kota gede menyimpan banyak sekali peninggalan  budaya dan bangunan bersejarah yang berasal dari masa peralihan dari jaman Hindu Buddha ke jaman Islam dan ke Jaman penjajahan Belanda.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satua peninggalan  yang berasal dari masa periliran dari jaman Hindu Budda ke jaman Islam adalah kompleks masjid makam Panembahan Senopati beserta keluarga,  masih terdapat peninggalan Kerajaan Mataram berupa pintu gerbang masuk komplek makam Kota Gede yang berbentuk gapura paduraksa  yang dikenal  sebagai arsitek peninggalan jaman Hindu sejak zaman Majapahit.</p>
<p><img class="alignleft  wp-image-1791" style="border-color:initial;border-style:initial;border-width:0;" title="kotagede5" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede5.jpg?w=144&#038;h=180" alt="" width="144" height="180" /></p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat Kota Gede yang mayoritas beragama Islam telah dikenal sejak lama sebagai  pedagang dan membuat kerajinan tangan dari perak. Kemampuan berdagang mereka dapat secara turun temurun sehingga membetuk masyarakat yang dikenal sebagai mayarakat kalang.. Pada masa kejayaan Mataram di Kota Gede, orang Kalang menjadi konglomerat pribumi dan orang di masa kini masih bisa menyaksikan kehebatan orang Kalang melalui ukiran yang dipahatkan pada kerangka bangunan rumah mereka, yang mencerminkan kejayaan mereka pada masa itu, sampai dengan pekerjaan mereka sebagai pengerajin perak, dan emas yang masih dilanjutkan oleh generasi demi generasi sampai sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Terinspirasi dari istilah <strong>&#8220;jasmerah&#8221;</strong> istilah yang dilontarkan  Bung Karno dalam suatu pidatonya yang kepanjanganya adalah &#8220;Jangan Melupakan Sejarah&#8221;, Wisata Kota Gede sebuah kunjungan yang wajib dilakukan oleh orang Jawa untuk mengetahui betapa adiluhungnya warisan nenek moyang dan kunjungan yang</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright  wp-image-1797" style="float:right;border-color:initial;border-style:initial;border-width:0;" title="kotagede23" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede23.jpg?w=180&#038;h=144" alt="" width="180" height="144" />manyajikan sebuah petualangan sejarah yang mambawa kita ke kehidupan di masa lampau ke abad 16 jaman sebelelum berdirinya Kesultanan Yogyakarta, dengan mengunjungi rumah-rumah tradisional yang penuh dengan simbol-simbol philosophy asli budaya  dan tradisi masyarakat Jawa, komplek Makam Raja Kota Gede  yang penuh dengan peninggalan arsitektur campuran antara Hindu Budda dan Islam, serta dibawa ke aktivitas-aktivitas keseharian pada masa lampau. Kunjungan ke Kota Gede  Cagar Budaya lengkap dikemas dalam sebuah paket wisata dimana perserta berpakaian adat Jawa dan menggunakan alat angkut tradisional seperti sepeda onthel untuk individu dan menggunakan andong untuk group akan dipandu oleh penduduk lokal dan pecinta budaya  Kota Gede yang tergabung dalam komunitas <strong>The House of Kota Gede</strong> yang tidak saja menunjukan obyek-obyek bersejarah namun disertai dengan pemberian informasi-informasi sejarah yang akurat dengan obyek sejarah langsung di lokasi. Sebuah Paket Wisata Budaya yang sangat layak untuk wisatawan asing maupun domestik keluarga  sekolah ataupun instansi. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami</p>
<p><img class="size-full wp-image-1809 aligncenter" title="kotagede261" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede261.jpg?w=510&#038;h=397" alt="" width="510" height="397" /></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/kerajaan-mataram/'>kerajaan Mataram</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/kota-gede/'>kota gede</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/makam-raja-raja/'>makam raja-raja</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/paket/'>paket</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/wisata/'>wisata</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/wisata-kotagede/'>wisata kotagede</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1784/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1784&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/11/wisata-kota-gede-kawasan-cagar-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede19.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kotagede19</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede8.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">kotagede8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede5.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">kotagede5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede23.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kotagede23</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/kotagede261.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kotagede261</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hak Jawab HPI Soal Komisi Artshop</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/02/hak-jawab-hpi-soal-komisi/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/02/hak-jawab-hpi-soal-komisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 15:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[ASOSIASI HPI]]></category>
		<category><![CDATA[INSPIRASI TRAINING]]></category>
		<category><![CDATA[tour guide discussion]]></category>
		<category><![CDATA[TOURISM INFORMATION]]></category>
		<category><![CDATA[Devi]]></category>
		<category><![CDATA[edwin]]></category>
		<category><![CDATA[guide]]></category>
		<category><![CDATA[haria jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[ina]]></category>
		<category><![CDATA[Intan]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1761</guid>
		<description><![CDATA[Diperlukan klarifikasi disini jiwa besar Mas Edwin dan terutama kejujuran redaksi Harian Jogja. Mari kita tunggu apakah jiwa besar dan ketulusan itu muncul di pemeritaan Harian Jogja. Selanjutnya tentu pertemuan berkelanjutan yang menyentuh soal GUIDE FEE, Asuransi Keselamatan Kerja dan ketentuan penggunaan GUIDE Berlisensi. Terimakasih ikut menjaga harmoni kerjasama insan pariwisata Jogja yang terbangun baik selama ini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1761&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1762 aligncenter" style="border-color:initial;border-style:initial;" title="IMG03656-20111201-1115" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/img03656-20111201-1115.jpg?w=510&#038;h=382" alt="" width="510" height="382" /></p>
<p style="text-align:justify;">Berita <em>Harian Jogja </em>21/11 berjudul <em>Komisi Perantara Wisatawa</em><em>n Perlu Diatur</em> tidaklah bermasalah jika 3 wartawannya Devi, Intan dan Rina mengimbangi isi tulisan dengan kelengkapan informasi narasumber Wakil Guide sebagai <em>perantara </em>yang dimaksud Harjo tersebut. Toh, atas niat baik dan kepentingan lebih besar, kami (HPI-Asita DIY) bersepakat ‘mengklarifikasi’ untuk dimuat di berita <em>Harjo 2/11 </em>namun abai atas kepentingan redaksional.</p>
<div>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu mohon keempat <strong>isi hak jawab ini diperhatikan</strong> agar terhindar dari konsekwensi lebih luas ditanggung pihak-pihak pelaku <em>Bisnis Pariwisata Jogja, </em>sebagai ekses dari kelengahan fatal kinerja <em>Harian Jogja </em>dari narasumber sahabat kami Ketua DPD Asita DIY :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1 Judul dan isi berita <em>Harjo </em>21/11</strong> bersumber dari jawaban Ketua Asita DIY yang sudah diedit oleh mekanisme <em>redaksional Harjo, </em>sehingga menciptakan stigma negatif bahwa <strong>seluru</strong><strong>h</strong> <em>perantara wisatawan</em> yaitu <em>guide, supir </em>dan <em>tukang becak </em>membuat citra destinasi Jogja kurang nyaman dan dipertaruhkan bagi calon wisatawan. Sebagai narasumber, Sdr. Edwin Ismedi Himna TIDAK jujur bahwa <em>Biro Perjalanan Wisata </em>juga ‘minta’ jatah komisi tersebut bahkan beberapa BPW Anggota ASITA mencantumkannya sebagai TUGAS kunjungan resmi di <em>Guide Order </em>yang harus dipenuhi, artinya Guide yang tidak membawanya ke tempat2 dimaksud akan di <em>black list.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2 Peran wartawan sebagai penyaji FAKTA</strong> tidak maksimal dipenuhi, yaitu tanpa <em>cover both side, ferivikasi </em>dan <em>recheck </em>kebenaran siapa yang dimaksud dengan <em>perantara </em>di berita 21/11, meski ditutup bahwa <em>‘belum ada laporan khusus yang mengadukan kenakalan layanan pariwisata.’ </em>Guide <em>Himpunan Pramuwisata Indonesia </em>memiliki <strong>norma </strong>dan<strong> etika kerja</strong> tak bedanya dengan profesi <em>jurnalis, lawyer, akuntan dst.</em>, sehingga benarkah oknum dimaksud <em>perantara</em> adalah <em>tourist guide</em> atau <em>illegal guide.</em> Masalahnya, <em>st</em><em>igma negatif </em>kepada profesi ini akan kembali kepada Media sendiri, ternyata masih banyak <strong>wartawan pariwisata </strong>yang kurang mengerti bagaimana mengabarkan FAKTA tanpa menusuk pihak-pihak tertentu. Media tidak mengedukasi, malah mengesankan guide ya seperti tukang becak itu, publik harus tahu bahwa tugas fungsi profesi ujung tombak ini kompleks bukan sebatas urusan <strong>komisi </strong>dan tak lebih. Dalam hal ini berarti 300an guide HPI yang bagian dari <em>World Federation Tourist Guide Association </em>itu dinistakan oleh penyaji berita dari Media <em>Harian Jogja</em>.</p>
<div>
<div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.Atas inisiatif Mas Edwin sekitar satu jam</strong> kami akhirnya bertemu (1/12) di Hotel Sahid Raya di tengah workshop <em>Lembaga Sertifikasi Usaha</em>, kami berempat keluar dari acara demi menemui Mas Edwin bersama 3 Pengurus ASITA untuk menemukan solusi kesepakatan<em>. </em>Forum klarifikasi ini diikuti dan direkam <em>Sdri. Intaningrum</em> dari <em>Harian Jogja</em>,  berisikan ;</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Membuat berita kesefahaman berupa <em>komitmen</em> tekad &amp; dukungan ASITA turut meningkatkan kompetensi guide HPI, di ujung berita diselipkan <em>permintaan maaf Mas Edwin </em>kepada pihak2 pengantar wisatawan (guide) yang dirugikan Berita 21/11 serta dalamnya disebutkan bahwa semua pihak sebagaimana lazimnya termasuk Biro Travel Asita mendapatkan bagian dari komisi belanja <em>klien</em> wisatawan. Kemasan berita diserahkan kepada wartawan.</li>
<li>Solusi kesepakatan ini diikuti forum meeting berkelanjutan antara HPI-Asita, dimulai dengan menggelar <em>Dialog Akhir Tahun</em> <em>Pariwisata DIY </em>yang  melibatkan stakeholder luas terutama teman-teman Wartawan Pariwisata Jogja.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Jika saja <em>kebijakan redaksional Harjo </em></strong>sudi memuat tuntas dan membungkus berita 2/12 yang berjudul <em>Dibutuhkan Guide Berbahasa Rusia, </em>dengan komitmen yang telah dicatat sdri Intaningrum, bukan hanya memuat justru dari wawancara penutup dengan Ketua HPI dan tak satupun kata <em>klarifikasi Ketua Asita </em>diberitakan seperti dalam kesepakatan. Mari ikut memikirkan solusi, ataukah ini sudah diset sebagai <em>policy </em>redaksi. Bahwa <strong>posisi</strong> profesi guide perlu diindahkan setara <strong>sederajad </strong>dan berita tulisan media anda ikut menjaga harmoni Citra Pariwisata Jogja. Ataukah anda sengaja <em>(mau atur)</em> mempertemukan <em>sistem pembagian komisi </em>yang itu juga berlaku di dunia dan profesi manapun sejak doeloe, termasuk jurnalis, broker, jasa wisata dst dst.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Diperlukan <em>klarifikasi</em> disini <em>jiwa besar</em> Mas Edwin</strong> dan terutama <em>kejujuran</em> redaksi <em>Harian Jogja.</em> Mari kita tunggu apakah jiwa besar dan ketulusan itu muncul di pemeritaan Harian Jogja. Selanjutnya tentu pertemuan berkelanjutan yang menyentuh soal GUIDE FEE, Asuransi Keselamatan Kerja dan ketentuan penggunaan GUIDE Berlisensi. Terimakasih ikut menjaga harmoni kerjasama insan pariwisata Jogja yang terbangun baik selama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Yogyakarta, 2 Desember 2011</p>
<p style="text-align:justify;">Dewan Pimpinan Daerah</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Himpunan Pramuwisata Indonesia </em>Daerah Istimewa Yogyakarta</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/devi/'>Devi</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/edwin/'>edwin</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/guide/'>guide</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/haria-jogja/'>haria jogja</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/harian-jogja/'>Harian Jogja</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/ina/'>ina</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/intan/'>Intan</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/komisi/'>komisi</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/wartawan/'>wartawan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1761&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/12/02/hak-jawab-hpi-soal-komisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/12/img03656-20111201-1115.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG03656-20111201-1115</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komentar Tour Guide Tentang Amplop Artshop</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/27/komentar-tour-guide-tentang-amplop-artshop/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/27/komentar-tour-guide-tentang-amplop-artshop/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 02:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[asita]]></category>
		<category><![CDATA[edwin]]></category>
		<category><![CDATA[jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tour guide]]></category>
		<category><![CDATA[travel agent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1734</guid>
		<description><![CDATA[Selamat pagi Di hari Minggu ini, coba saya akan sedikit share terhadap apa yang anda sampaikan di email saya. Coba kita kembali lagi ke sejarah , barangkali benar apa yang pernah dikatakan oleh Proklamator kita, BK , JASMERAH , jangan melupakan sejarah Tokoh tokoh ASITA , memang sudah berganti generasi , satu proses alamiah yang memang harus terjadi. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1734&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/soekarno.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1740" title="soekarno" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/soekarno.jpg?w=510" alt=""   /></a>Selamat pagi Di hari Minggu ini, coba saya akan sedikit share terhadap apa yang anda sampaikan di email saya. Coba kita kembali lagi ke sejarah, barangkali benar apa yang pernah dikatakan oleh Proklamator kita, BK, JASMERAH, jangan melupakan sejarah Tokoh tokoh ASITA, memang sudah berganti generasi, satu proses alamiah yang memang harus terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Coba saya kembali ke era 25 tahun yang lalu, entah pimpinan ASITA saat ini, sudah bersentuhan dengan per TURIS an atau belum saat itu, dari sanalah kita berpijak, karena yang sekarang ini ada, bukankah hnaya meneruskan apa yang sudah ada. Saat itu, selebriti tenar selevel RAE SITA SUPIT pun, pernah menduduki pimpinan ASITA (DPP), penulis pernah berinteraksi face to face dengan beliau, tahun 1989 an, saat itu, beliau juga menduduki jabatan GM di SAHID Tours (di Jakarta). penulis mendapat kepercayaan membawa group kecil, 11 orang dari belanda, group tersebut, juga merupakan group SERIE, walaupun kedatangan serinya (berkala) hanya sekitar 10 an kali/tahun, belum apa apanya disbanding UNITRAVEL (Satriavi, yang 6 – 8 group/minggu), atau De Boer en Wendel (VISTA Express, yang sampai 10-11 kali minggu sepanjang tahun), atau juga Bhayangkara yang mengoperasikan Van Ginkel, sekitar 3 group/minngu, atau yang tournya lebih panjang seperti SOC, 38 hari tours 5 pulau, dsb Karena SAHID hanya mengoperasikan tour sedikit, dengan label HOLWERDA Reisen (dari Den Haag, belanda, sticket Holwerda , kalau belum terkelupas bias dilihat di Pesta perak)</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, saat itu, yang jadi pimpinan ASITA DPD DIY adalah Bp.SLAMET SUHARJO (pimpinan NITOUR Inc) Modal dana (uang) dan network kawan kawan senior itu, luar biasa, hanya 1 dari sangat sedikit biro perjalanan di tanah air yang memiliki cabang di Luar negeri. Travel besar, seperti PACTO pun (yang kepemilikan sahamnya sudah beredar di bursa efek) bahkan tidak memiliki kantor (bukan hanya perwakilan alias representative) tetapi KANTOR CABANG di Luar Negeri. Nah, yang namanya NITOUR , memiliki kantor cabang di Amsterdam  (penulis pernah berkunjung kesana , tahun 1991) , juga di Tokyo (tanyakan kepada kawan kita mbak SANTI, yang kakaknya mas Iwan Guide jepang, tahun lalu mbak Santi pamitan kepada saya , untuk hijrah ke USA bersama 2 anaknya, LUAR BIASA !!! sebentar lagi tentu mbak SANTI akan menjadi WNA (warga Negara Amerika), nah mbak SAnti adalah sedikit dari kawan kawan divisi Jepang yang pernah guiding di NITOUR (Nederlands Indische Tour) Masih ada lagi kantor Nitour di San Fransico, dan kalau tidak salah juga ada di Hong Kong. Begitu juga dengan NATRABU, kurang jelas apakah Natrabu memiliki kantor di Eropa, tetapi kalau di USA penulis pernah mendatanginya, yang dikelola Patricia atau Barbara (mempekerjakan bule Amerika), setidaknya penulis perna membeli tiket pesawat jalur LA – Jakarta, sekitar 15 tahun lalu, dan nama travel tersebut juga NATRABU (anak pemilik natrabu, aduh lupa namnya, siapa bung Amrizal, sopo jenenge ?? mas Amrizal tahu lah, sesame URANG AWAK, dari Padang )</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk tidak memperpanjang prolog, intinya perlu penulis sampaikan bahwa Travel biro pada jaman itu , tidak banyak, mungkin hanya 15 – 20 an biro (SRIRAMA, MILANG KORI, MUSI HOLIDAY, VAYATOUR, TUNAS INDONESIA (Mekar Wisata pun belum lahir), VISTA EXPRESS, BHAYANGKARA, SMAILING, PURI TOUR, INTAN PELANGI (Ayu mandiri, masih ayu banget, belum didirikan oleh pak Aji, karena pak Aji masih ngantor di Intan pelangi, kalau ada kawan kawan, termasuk pimpinan ASITA saat ini, yang belum tahu dimana itu INTAN PELANGI, kantornya di depan hotel Mutiara, menyatu dengan halaman parkir hotel, merangkap Money changer (MULIA juga belum lahir, apalagi Maya valas di Saphir), ada lagi NITOUR, PACTO, pecahan PACTO kelak jadi RAMA, lalu sudah ada DEWATA, KRISTAL nya pak BEI Abdulrahman (kongsi pak Prabowo Spektrum), dan UNIVERSAL. Biro besar lainnya seperti PANORAMA, waktu itu Darma belum lulus sekolah, pak ADI Tirta Wisata baru mampu kredit BUS, yang kemudian disewakan ke SOC, Red Ball, ROTEL, dan biro kecil lain yang tidak memiliki armada (dengan kata lain, panorama hanya perusahaan transport, tidak memiliki tamu sendiri Belum ada senyawa turunan seperti AYu Mandiri, MJ, Grand Java, Mekar wisata, apa lagi Happy Trail dan motor trail lainnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pelajaran dari pak SALET SUHARJO eks Nitour Inc yang member ceramah licensi (penatarannya 3 bulan dulu, gak Cuma pelatihan 2 hari ala era otonomi daerah sekarang ini), beliau mengatakan, dan masih penulis ingat sampai sekarang: <strong>BIRO PERJALANAN ADALAH USAHA YANG DIDIRIKAN UNTUK MENDAPATKAN KOMISI DARI UNSUR UNSUR PENDUKUNG OPERASIONAL WISATA, SEPERTI : HOTEL, TRANSPORT, JASA PAKET WISATA DAN ART SHOP Saya pertajam lagi: MAKSUD DARI DIDIRIKANNYA BIRO PERJALANAN ADALAH UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DARI PARTNER KERJANYA, DIANTARANYA ADALAH TRANSPORT, HOTEL DAN JUGA ART SHOP !!!!!!!!!!!!!!!</strong>.</p>
<p><a href="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/artshop2.jpg"><img class="size-full wp-image-1781 aligncenter" title="artshop2" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/artshop2.jpg?w=510&#038;h=349" alt="" width="510" height="349" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar biro travel anggota ASITA pada era sebelum tahun 1990 an, memiliki armada sendiri Satriavi memiliki 6 bus besar, Intan pelangi juga memiliki 5 bus besar (Mercedes OH Prima terbaru pada jamannya dengan pintu hidrolik) , Sri Rama pun memiliki bus sendiri (mikro dan armada kecil lainnya), juga SEMESTA (specialis Mandarin, walau tidak memiliki garasi tetapi juga punya bus besar), sampai sampai garasinya Cuma di pinggir jalan Solo (wetan cucian mobil jembatan Ngebruk-Kalasan), apalagi VISTA Express, wooooow bus nya puluhan, begitu juga NITOUR (memiliki bus Built Up, sopirnya mas ATHOK , masih sehat wal afiat – ayah mertuanya mas Panut, rumahnya belakang apotik lor prapatan gedong kuning), mas ATok dan NITOUR , mengendarai bus dengan AC pertama di Jogja, tahun 74-an. Begitu juga Paradise, juga memiliki bus besar 2, DEWATA apalagi, punya hotel, punya biro travel sak aramadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, bagi biro travel yang tidak memilki armada, ORA POPO , toh bias menyewa?? Kalau menyewa, coba kita kembali ke falsafah orang barat (amerika misalnya ) Saat saya menempuh studi di Paman Sam, untuk menghemat beaya, saya mesti share apartement dengan kawan kawan lainnya. istilah orang TIMUR, selalu saja dikatakan NUNUT (menumpang), tetapi pepatah jawa mengatakan: There is nothing such as a free lunch!! Alias tidak ada yang gratis di dunia ini. Jadi, tidak sekedar numpang tinggal, tetapi penulis juga ikut membayar , singkat cerita pola piker di USA akan menjadi: SHARING , bukan numpang tinggal di apartemen, missal harga sewa apartemen adalah US $ 500 / bulan, kalau dibayar sendiri, kalau kita tinggali berdua, jadi SITIK EDENG, menjadi ? US $ 250 / orang. Itu yang penulis maksud: meringankan uang sewa, atau membayar sebagian dari uang sewa, bukan lagi sekedar menumpang !!! Begitu juga dengan sewa menyewa armada .</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis tidak memiliki sebuah armada pun !!! mengapa ? banyak yang mendasari kebijakan ini, pertama karena memang lagi banyak utang !! kedua, penulis ingin berbagi dengan pemilik usaha transport (yang juga kawan kawan anggota HPI , seprti mas ARief, Mas handoko, mas HERI, dll), karena penulis punya konsep sederhana dalam ikut serta meramaikan jagad wisata ini, yaitu: EVERY BODY HAPPY baca tulisan saya mengenai: DALANG ORA KURANG LAKON = EVERYBODY HAPPY)., yang ke-3 tentu untuk maksud maksud efisiensi lainnhya. Nah, apabila pemilik transport (armada kecil, sedang maupun besar) seperti mas WILDAN yang sudah memilki ASYACO (ikut senang mas sampaian meningkat jadi juragan, tidak seperti waktu sampaian di White Shark, sangat arogan, koyo mung sampean sing duwe bus dewe, mugo mugo, dengan meningkatnya status sampaian dadi juragan, pola piker sampaian juga berubah, nek ora berubah, wah iso disepatani konsumen sampaian engko, amien …)</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, si pemilik bus, memang memiliki belasan bus!! Apa artinya kepemilikan bus berates ratus , apabila hanya ngendon di garasi ???? dalam artian tidak ada yang menyewa????? Nah, pemilik bus, perlu konsumen, betul begitu ? Konsumen , bias langsung pemakai (rombongan arisan PKK, ikatan orang tua murid, member organisasi social, dll yang ingin bareng bareng darma wisata ke mana lah, ATAU bias juga PEMAIN professional (lebih sederhananya BLANTIK = broker yang bernama biro perjalanan) Biro perjalanan dengan kelihaian network dan marketing, memiliki tamu potensial, yang memerlukan bus, dan pemilik bus membutuhkan konsumen, bahasa Jawanya; K L O P !!!!! maksudnya itu bahasa belanda, brur ! ha ha ha Ok, jadi, tidak ada yang gratis, semua mengacu pada 2 hal: factor: NEED and WANT !!!! tidak ada istilah NYILIH bus, yang ada adalah: IKUT MEMBANTU MA- YOKNE bus, kalau gak ada yang jadi broker, bus ora payu !! mulo bagi pemilik bus, rasah kemaki !!!! nek ora tak sewo, busmu nganggur, dab ! dengar itu mas WIldan ????? Ok, seperti kesimpulan sewa partement di USA tadi lho, saling membutuhkan: simbiosis mutualisme. Nah, sewa menyewa bus, bias sudah dengan harta NETT, misalnya, misalnya saja Rp.2.000.000/hari untuk luar kota, dimana angka Rp.2 juta tadi sudah Nett, Berapapun konsumen membayar (apabila melalui perantra, alias MAKELAAR, kenapa orang selalu berpikiran negative dengan istilah makelaar ?????? ini satu KELIRUMOLOGI bahasa yang perlu saya luruskan. MAKELAAR diambilkan dari kosa kata Belanda. Yang artinya adalah: Perantara, atau pialang, mengapa Pialang di bursa saham, seolah menentukan bonafid tidaknya suatu perusahaan di lantai bursa efek?? Apa bedanya dengan blantik sapi di pasar gamping?? Podo wae dab, hanya istilah yang beda, makelaar adalah juga pialang.</p>
<p style="text-align:justify;">Mohon dipahami bersama. nah, bila memalui perantara, nettnya Rp.2.000.000, kemudian konsumen mendapat deal Rp.2.100.000, ada sisa angka Rp.100.000, sangat WAJAR menjadi HAK yang mencarikan tamu (dengan media apapun, pesan lewat telepon, sms, email, atau bahkan memalui proposal yang kelak akan di audit oleh BPK dan KPK, go ahead, podo wae) tetep SAH hukumnya, MENGACU pda pasal 1 ayat 1 yunto ! AAA grade A Plus, bahwa: BIRO PERJALANAN DIDIRIKAN DENGAN MAKSUD UNTUK MENDAPATKAN KOMISI DARI PARTNER KERJA, DIANTARANYA TRANSPORT Mas JOKO purwanggono, kawan kita, yang beberapa minggu lalu, diberi kesempatan beristirahat beberapa hari dip anti rapih (gimana, sir ?? sudah sehat lagi, jaga kondisi, dan gek waras, segera bergabung lagi dengan kawan kawan, tanggal 13 des, kita rncana jalan jalan nanti ya) Anyway, mas Joko P, tahun 1990an, pernah menyanggah ulasan wartawan salah satu harian di Jogja, bersamaan dengan kunjungan Dirjen JOOP AVE waktu itu, ada yang menulis; GUIDE JOGJA SUDAH DIBELI ART SHOP ! dengan gaya nya yang persuasive, tanpa ledakan emosi, mas Joko menjawab (di back up oleh mbak Komang pada jamannya) Suatu ketololan ngurusi amplop komisi !!!! opo urusane, dab !!! apakah wartawan mewakili wisatawan?? Lha wong sing tuku wae ora complain kok malah wartawane sing ribut !!</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka lupa, bahwa AD ART pendirian Biro travel adalah: salah satunya mendapat income dari Art Shop, what`s wrong with that, bro ???? dimana letak kesalahannya komisi, adalah hal yang tidak perlu di ekspose, apalagi yang meng ekspose, malah orang yang merasa member order, PIYE IKI ??? memercik air di dulang, terpersik muka sendiri !! Mengapa pihak pimpinan ASITA saat ini, suka memojokkan Guide ??? belum pernah jadi guide ya, mas ? sak ngertiku, pemilik biro travel, akan lebih hebat, pinter golek tamu dewe, rasah ngarep arep pemberian tamu dari agen atau sub agen atau sup sup buntut lainya, kalau pemilik biro tersebut, pernah jadi pemandu wisata, jadi merasakan dinginnya Bromo, panasnya Borobudur, capainya naik Kawah Ijen, dsb!. Dari pada memojokkan pihak lain, lebih bijak menyalahkan diri sendiri (SATU PELAJARAN BERHARGA YANG SAYA DAPATKAN SETELAH MEMBACA BUKU FENOMENAL BERJUDUL ILLEGAL ALIEN, ya, menyalahkan/menertawakan diri sendiri lebih bijak daripada menyalahkan orang lain) buku tersebut, bagi kawan kawan yang ingin membaca, bisa dibeli di Gramedia (harganya cuma  RP 42 rb kok)</p>
<p style="text-align:justify;">Coba, kita telusuri lagi kasus diatas: Guide bekerja untuk siapa ?????? memang akan semakin banyak guide mandiri, cari tamu sendiri, tidak mencuri tamu orang lain, punya armada sendiri, kalau perlu di sopiri sendiri, sangat ZELFSTANDIG !!!! tetapi konteks yang ditulis di <strong><span style="text-decoration:underline;">Harian Jogja</span></strong> adalah: guide tersebut membawa tamu milik biro!. Sepengetahuan penulis DEAL pembagian jatah komisi, ditanda tangani (tertulis maupun yang konvensional) antara pihak Art Shop dan pihak Biro Travel. Jadi, Guide hanya sekedar bekerja untuk biro travel, Guide mewakili travel yang bersangkutan. Lha kalau guide nya dapat komisi, tentu biro travelnya pun ikutan dapat juga !!</p>
<p style="text-align:justify;">Terus, mangapa harus diekspose di mass media segala ?? Buat apa, bro !!!! Penulis memiliki jam terbang yang lumayan bervariasi, dalam perjalanan per KOMISIAN !!! kalau kita ingin jual tanah, tidak laku laku, datang perantara, yang menawarkan jasa, kemudian dari pemilik tanah, setelah tanahnya laku, si perantara mendapat komisi (terserah berapa prosentasenya), tentu hal semacam ini, adalah hal yang sangat wajar !! KOMISI pada era tahun 80 – an, sangat WOOOOW !!!!!! fantastico !!, baru transfer in dari airport, padahal tamu mendarat dengan flight no GANJIL !!! ya waktu itu hanya ada penerbangan dengan Garuda, Merpati tidak melayani route panjang, Sempati belum lahir, Bouroq cuma ke pedalaman Kalimantan, LION MANDALA, Batavia sriwijaya, Air Asia, dll, semuanya belum lahir. Nah waktu itu flight arrival dengan GA, selalu dengan kepala 6, total tetep 3 digit, apabila berkahiran genap: GA 632 atau GA 634 atau GA 638, berarti berasal dari Jakarta bila berakhiran ganjil seperti GA 631 atau GA 633 atau GA 635 berarti dari BALI Nah, arrival ganjil dengan GA pun, dari Airport menuju Santika (satu satunya hotel terbaru, lainnya Ambarukmo, Garuda, Mutiara, semua hotel JADUL), tamu (group lagi, dab !!), bisa dibelokkan ke kiri setelah traffic light IAIN (sekarang UIN), bahkan tanpa diinstruksikan pun, sopirnya juga berinisiatif, RASAH PAKAI SIGN BELOK , pun BUS nya bias belok sendiri, ha hah Dan hampir bisa dipastikan TAMU NYA NETEL saat itu art shop kidul gre-REL, berada di sebelah barat jalan, pakai gedheg bamboo, sangat primitive, tetapi sirkulasi pembelian tamu sangat produktif. Di utara HEGAR, kulon airport, ada one stop shopping bernama Sambisari, nek ra kober kemana mana, bawa saja ke Sambisasri gallery, atau ke Sapto Hudoyo disamping art art shop lainnya, tingkat produktivitas tamu meng apresiasi art crafts masih sangat tinggi. Itu sebabnya, hanya transfer In pun, tamu bias diharapkan NETEL, sekarang?????????? paradigm bergeser, mas ! Tamu sekarang juga lebih pinter, dan efisien, gak suka belanja lagi wajar, orang meraka kesini mau menatap Borobudur dari dekat kok, satu hal yang harus kita sikapi dengan cerdas. Romo Mangun almarhum pernah berkata: guide jangan punya pamrih, selain apa yang menjadi hak guide. hak guide secara structural adalah: FEE tolong fee tersebut dibahas dengan lebih komprehensif, Penulis mohon maaf jarang melibatkan kawan kawan HPI, kenapa ?? alasanya hanya satu: KARENA TAMUNYA GAK KUAT BAYAR GUIDE DENGAN HARGA STANDART !! Sebelum Musda HPI, dengan amanat Rp.250.000/day, penulis sudah melaksanakan amanat itu, beberapa tahun sebelum 2009 malahan! pertanyaannya adalah: SIAPA YANG MEMBAYAR GUIDE ?? tentu tamu yang ingin menggunakan jasa panduan , bukan Travel biro kok yang membayar Guide. Jadi, penulis mematok US $ 30/day untuk tour guide Bila tournya 9 days, Overland, berarti penulis membayar Guide juga 9+1 days ( empty run ) padahal tamu hanya membayar 9 x US $ 30 = US $ 270 atau sekitar Rp.2400 rb, padahal penulis membayar tetep saja full 250.000 x 10 = Rp.2.500.000 Lha ?? malah tombok Rp.100.000? ya demi teman teman HPI, gak papalah, toch penulis juga sudah mendapat profit dari sumber yang lain. Apa artinya Rp.100.000 ?? apa kah hal semacam sudah dipikirkan ASITA ??? kayaknya amanat Musda pun, masih diaplikasikan di lapangan dengan tarik ulur!! Gimana mas Edwin, anggota sampean sudah bayar Rp.,250.000/hari kah???? Freddy, Java Traveller malah sudah membayar Rp.300.000/hari tahun ini, Penulis pun juga sudah mengupgrade, member upah kawan kawan overland Rp.300.000/day saat ini, at least Rp.275.000 lah kalau missal di Bromo Cottage atau Kalibaru sudah dapat room buat guide ybs.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class=" wp-image-1756 alignleft" title="batikpainting" src="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/batikpainting.jpg?w=229&#038;h=329" alt="" width="229" height="329" />Tetapi, ya penulis lebih berpola pikir seperti tokoh SAPTO dalam buku ILLEGAL ALIEN tadi, lebih suka menyalahkan diri sendiri dari pada menyalahkan orang lain Kalau ada Biro travel yang membayar di bawah Rp.250.000/day, sebetulnya toch bukan salah biro travel, namanya juga usaha, tentu selalu timbul efisiensi, termasuk menekan cost untuk guide fee !!! SETUJU wis , kalau dari situ muara berpikirnya !! jadi kalau biro travel membayar murah, BUKAN SALAH BIRONYA, TAPI ???? YA SALAH GUIDE NYA SENDIRI, kenapa dia mau dibayar Rp.175.000/day !! lha wong guide yang bersangkutan saja mau, kok kita mesti ribut !! Nah, guide tidak boleh memiliki pamrih, tunaikanlah tugas kita, dengan sebaik baiknya, kalaupun tamunya senangm kemudian member tinggalan yang stereo, itu hanya akibat Begitu juga dengan AMPLOP art shop, komisi belanja, mas Edwin, adalah bukan tujuan usaha pemanduan, tetapi hanya merupakan AKIBAT acara tour (yang susunannya juga ditentukan oleh pihak biro perjalanan) So?? Buat apa kita berpolemik dan saling menyerang !!! Piro tho komisine?? Piro, dab !! ora sepiro o, ora cucuk karo modal pendidikan guide (katanya guide harus kompeten, ikut penataran a – k , kursus macem macem, lha tuntutane oukeh salek, sementara entuk bagian amplop art shop ora sepiro wae, diributkan) Kalau mas Edwin merasa jatah kantore kurang, sekali kali dibawa saja sendiri tamu sampean, Jadi sampean akan dapat komisi double: sebagai pengantar tamu, sebagai pemilik biro, nek perlu di sopiri dewe sisan, nanti kan jumlah komisinya bias sampai 175 %</p>
<p style="text-align:justify;">Salam wisata TULISAN INI HANYA UNTUK KALANGAN SENDIRI</p>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/asita/'>asita</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/edwin/'>edwin</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/jogjakarta/'>jogjakarta</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/tour-guide/'>tour guide</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/travel-agent/'>travel agent</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1734&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/27/komentar-tour-guide-tentang-amplop-artshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/soekarno.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soekarno</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/artshop2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">artshop2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hpijogja.files.wordpress.com/2011/11/batikpainting.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batikpainting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak Astronomis di Candi Borobudur</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/24/jejak-astronomis-di-candi-borobudur/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/24/jejak-astronomis-di-candi-borobudur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 16:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1722</guid>
		<description><![CDATA[Penempatan stupa terawang maupun relief di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan alias astronomi, Penelitian selama 2,5 tahun yang dilakukan Tim Arkeo-astronomi Borobudur, Institut Teknologi Bandung, menunjukkan, stupa utama candi Buddha terbesar di dunia itu berfungsi sebagai gnomon (alat penanda waktu) yang memanfaatkan bayangan sinar Matahari.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1722&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jejak Astronomis di Candi Borobudur</p>
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img title="Borobudur, A UNESCO World Heritage Site, view from the northwest" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Borobudur-Nothwest-view.jpg/800px-Borobudur-Nothwest-view.jpg" alt="" width="618" height="243" /></dt>
</dl>
<div class="entry-content" style="text-align:justify;">
<p>Kemegahan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur" target="_blank">Candi Borobudur</a> (<a title="satellite view coordinate" href="http://www.wikimapia.org/#lat=-7.6078744&amp;lon=110.2037314&amp;z=17&amp;l=0&amp;m=b" target="_blank">satellite view coordinate 7°36’28″S 110°12’13″E</a>) tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangun nenek moyang bangsa Indonesia yang mengagumkan.</p>
<p>Penempatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stupa" target="_blank">stupa</a> terawang maupun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Relief" target="_blank">relief</a> di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan alias astronomi.</p>
<p>Penelitian selama 2,5 tahun yang dilakukan Tim Arkeo-astronomi Borobudur, Institut Teknologi Bandung, menunjukkan, stupa utama candi Buddha terbesar di dunia itu berfungsi sebagai <em>gnomon</em> (alat penanda waktu) yang memanfaatkan bayangan sinar Matahari.<a href="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_mandala-svg.png" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-911 alignright" title="Borobudur_Mandala.svg" src="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_mandala-svg.png?w=247&#038;h=280&#038;h=280" alt="" width="247" height="280" /></a></p>
<p>Stupa utama yang merupakan stupa terbesar terletak di pusat candi ada di tingkat sepuluh (tertinggi). Stupa utama dikelilingi 72 stupa terawang yang membentuk lintasan lingkaran di tingkat 7, 8, dan 9. Bentuk dasar ketiga tingkat itu plus tingkat 10 adalah lingkaran, bukan persegi empat sama sisi seperti bentuk dasar pada tingkat 1 hingga tingkat 6. Jumlah stupa terawang pada tingkat 7, 8, dan 9 secara berurutan adalah 32 stupa, 24 stupa, dan 16 stupa.Jarak antar stupa diketahui tidak persis sama. Pengaturan jumlah dan jarak antar stupa diduga memiliki tujuan atau makna tertentu.</p>
<p>“Jatuhnya bayangan stupa utama pada puncak stupa terawang tertentu pada tingkatan tertentu menunjukkan awal musim atau mangsa tertentu sesuai Pránatamangsa (sistem perhitungan musim Jawa),” kata Ketua Tim Arkeoastronomi ITB Irma Indriana Hariawang di Jakarta, Rabu (18/5/2011).</p>
<p style="text-align:left;">Tim beranggotakan satu dosen dan empat mahasiswa Astronomi ITB, satu mahasiswa Matematika ITB, dan seorang peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.</p>
<p style="text-align:left;">Temuan mereka dimuat dalam prosiding 7 International Conference on Oriental Astronomy di Tokyo, Jepang, pada September 2010.</p>
<p>Sebelum korelasi antara bayangan stupa utama dan stupa terawang diketahui, tim terlebih dahulu menentukan bayangan lurus stupa utama saat Matahari berada di garis khatulistiwa (garis nol pada grafik lintasan awal musim). Pada saat itu Matahari terbit tepat di titik timur garis dan terbenam tepat di titik barat garis.</p>
<p><a href="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_half_cross_section.png" target="_blank"><img class="wp-image-913 alignleft" title="Borobudur_Half_Cross_Section" src="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_half_cross_section.png?w=300&#038;h=176&#038;h=176" alt="" width="300" height="176" /></a>Hasil ini menunjukkan posisi Borobudur sesuai arah mata angin. Arah utara-selatan menunjuk posisi kutub utara Bumi dan kutub selatan Bumi, bukan utara-selatan kutub magnet Bumi. Posisi itu ditentukan tanpa bantuan alat penentu posisi global (GPS).</p>
<p>Dosen Astronomi ITB yang juga anggota Tim Arkeoastronomi Borobudur ITB, Ferry M Simatupang mengatakan, sekitar tahun 800 masehi saat Borobudur dibangun, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mampu menentukan arah utara-selatan dengan benar menggunakan teknik bayangan Matahari.</p>
<p>Cara paling sederhana menentukan arah utara-selatan secara benar adalah menandai bayang-bayang <em>gnomon</em> (jam matahari sederhana) pada lingkaran simetris. Jika bayang-bayang gnomon pada dua sisi lingkaran yang berseberangan dihubungkan, menunjukkan arah timur-barat dengan benar. Garis yang tegak lurus dengan garis timur-barat dengan benar adalah garis utara-selatan yang juga benar. ”Fakta bayangan stupa utama Borobudur sebagai penanda awal musim dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pranata_mangsa" target="_blank">Pránatamangsa</a> baru temuan awal penelitian, masih banyak penelitian-penelitian lanjutan yang harus dilakukan,” katanya.</p>
<p>Menurut Simatupang, tim akan meneliti hubungan bayangan stupa utama dengan stupa terawang dalam tiga dimensi. Hasil ini akan menajamkan garis awal musim yang sudah diperoleh dari citra dua dimensi. Saat ini citra tiga dimensi Borobudur sedang dikerjakan oleh pengelola Candi Borobudur. Tim juga berencana melihat apakah posisi stupa atau bayangan stupa memiliki hubungan dengan prediksi gerhana Matahari atau gerhana Bulan.</p>
<p>Konfigurasi situs <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megalitik" target="_blank">megalitik</a> umumnya memiliki kaitan dengan penentuan waktu, baik kalender maupun prediksi gerhana. Selain itu, tim juga berencana mengetahui tahun tepat Borobudur didirikan berdasarkan struktur asli Borobudur. Struktur Borobudur saat ini merupakan hasil rekonstruksi beberapa kali yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda maupun Pemerintah Indonesia atas bantuan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (Unesco).</p>
<p>Saat ditemukan tahun 1800 oleh tim yang dipimpin Sir Thomas Stamford Raffles dari Inggris, Borobudur hanya berupa puing-puing. Namun, penelitian ini tidak mudah. Penelitian arkeo-astronomi masih baru di Indonesia. Aspek astronomis dalam candi Buddha juga jarang ditemukan.Ahli dan literatur yang ada pun terbatas. Kerja sama antara astronom dan arkeolog perlu dilakukan untuk lebih memperlancar penelitian.</p>
<h3><strong>Pengetahuan astronomi</strong></h3>
<p>Sejumlah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Relief" target="_blank">relief</a> di Candi Borobudur juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam penguasaan ilmu perbintangan. Hal itu, menurut Irma, salah satunya ditunjukkan dengan gambar perahu-perahu pelaut berbagai ukuran di dinding candi.</p>
<p><a href="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_ship_relief-2.jpg" target="_blank"><img class=" wp-image-918" title="Borobudur_ship_relief-2" src="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_ship_relief-2.jpg?w=591&#038;h=224&#038;h=206" alt="" width="591" height="206" /></a></p>
<p>Gambar perahu itu menunjukkan mereka adalah bangsa pelaut. Untuk mampu mengarungi lautan, dibutuhkan kemampuan navigasi (menentukan arah) yang panduan utamanya bintang-bintang di langit.</p>
<p><a href="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_ship2.jpg" target="_blank"><img class=" wp-image-905 " title="Borobudur_ship2" src="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_ship2.jpg?w=606&#038;h=400&#038;h=402" alt="" width="606" height="402" /></a></p>
<p><em>Kapal Borobudur, Samudera Raksa sedang berlayar di Tanjung Priok, Jakarta (2003). dalam Ekspedisi Cinnamon. Dari Jawa hingga ke Accra, Ghana di pantai barat benua Afrika, membuktikan bahwa hal tersebut memang terjadi bagi kapal tradisional dengan cadik ganda persis seperti awal abad 8 Masehi yang tergambar pada relief di Candi Borobudur. Namun sebelumya terlebih dahulu akan berlayar ke Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) di Afrika Selatan kemudian barulah ke Accra di Afrika Barat. Beberapa saintis percaya kapal ini dibuat oleh orang Indo-Melayu kuno. </em><em>Replika modern kapal layar cadik ganda Samudera Raksa relief dari Borobudur tiba di Durban, Afrika Selatan pada tanggal 1 Desember 2003 sebelum melanjutkan perjalanan ke Accra, Ghana di Afrika timur (2003—2004). Kapal layar cadik ganda asal Indonesia abad ke-8 dahulunya memiliki misi menjalin hubungan dagangan antara Indonesia – Afrika melalui “Rute Cinnamon” yang ditempuh pedagang Indonesia dari dan ke Afrika. Kapal sepanjang 15m ini dibangun dengan metode tradisional yang didasarkan pada desain yang sama dari ukiran relief di Candi Borobudur.</em></p>
<p>Salah satu bintang yang menjadi penunjuk arah adalah bintang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polaris" target="_blank">Polaris (Ursae Minoris / Alpha Ursae Minoris)</a> kadang disebut juga sebagai Bintang Kutub Utara.</p>
<p>Polaris adalah bintang paling terang di rasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ursa_Minor" target="_blank">Ursa Minor</a>. Bintang ini terletak sangat dekat dengan kutub langit utara atau bintang yang terletak tepat di atas kutub utara Bumi hingga disebut sebagai Bintang Utara.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:center;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5f/Polaris_alpha_ursae_minoris.jpg" target="_blank"><img title="Polaris_alpha_ursae_minoris" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5f/Polaris_alpha_ursae_minoris.jpg" alt="" width="302" height="226" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Polaris alpha ursae minoris (Bintang utara)</dd>
</dl>
</div>
<p>Polaris menjadi acuan arah utara bangsa-bangsa di belahan Bumi utara. Nama bintang ini banyak disebut dalam sejumlah manuskrip umat Buddha.</p>
<p>Sebelum tahun 800, Polaris dapat dilihat dari Nusantara di sekitar Borobudur. Bintang terang ini mudah diamati karena hanya bergerak di sekitar horizon (ufuk langit).</p>
<p>Namun, sejak tahun 800 hingga kini, posisi Polaris semakin di bawah horizon akibat gerak presesi (gerak Bumi pada sumbunya sambil beredar mengelilingi Matahari) sehingga Bintang Utara tidak mungkin lagi dilihat dari Nusantara.</p>
<p>Karena Polaris tak bisa diamati, pelaut mencari bintang penanda utara lain, yaitu rasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ursa_Mayor" target="_blank">Ursa Mayor</a> (Beruang Besar). Jika dua bintang paling terang dalam rasi ini, yaitu Dubhe dan Merak, ditarik garis lurus, akan mengarah ke Polaris. Hal ini membuat Ursa Mayor menjadi penanda arah utara lain.</p>
<div id="attachment_916" class="wp-caption alignright" style="width:310px;">
<p><a href="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur-sun-moon.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-916" title="Borobudur-sun-moon" src="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur-sun-moon.jpg?w=300&#038;h=188&#038;h=188" alt="" width="300" height="188" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Tampak pada relief Borobudur diatas, bintang Ursa Mayor (7 buah bulatan ditengah bagian atas) diapit oleh bulan sabit (kiri) dan matahari (kanan)</p>
</div>
<p>Pentingnya rasi Ursa Mayor (koordinat <a href="http://www.wikisky.org/?ra=11.312777777778&amp;de=50.721111111111&amp;zoom=6&amp;show_grid=1&amp;show_constellation_lines=1&amp;show_constellation_boundaries=1&amp;show_const_names=1&amp;show_galaxies=1&amp;img_source=IMG_all" rel="nofollow" target="_blank">11<sup><small>j</small></sup> 18<sup><small>m</small></sup> 46<sup><small>d</small></sup>, +50° 43&#8242; 16?</a>) bagi masyarakat saat itu ditunjukkan oleh gambar relief bulatan-bulatan kecil pada tingkat ke-4 Borobudur di sisi utara. Tujuh bulatan kecil itu diapit oleh lingkaran besar yang diduga Matahari dan bulan sabit yang dipastikan simbol bulan.</p>
<p>Dari Bumi, Ursa Mayor terlihat sebagai tujuh bintang terang. Nama Dubhe dan Merak berasal dari bahasa Arab.</p>
<p>Dubhe dari frasa <em>thahr al dubb al akbar</em> (punggung beruang besar), sedangkan Merak dari kata <em>al marakk</em> yang artinya pinggang karena posisinya di pinggang beruang.</p>
<p>Irma menambahkan, selain Ursa Mayor, tujuh bulatan itu diduga sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pleiades_%28gugus_bintang%29" target="_blank">Pleiades</a> (tujuh bidadari). Masyarakat Jawa mengenal kluster bintang terbuka ini sebagai Lintang Kartika. Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta krttikã yang menunjuk kluster bintang yang sama.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/ursa_major_constellation_map-svg.png" target="_blank"><img class=" wp-image-914 " title="Ursa_Major_constellation_map.svg" src="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/ursa_major_constellation_map-svg.png?w=278&#038;h=282&#038;h=261" alt="" width="278" height="261" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Peta rasi bintang Ursa Major</dd>
</dl>
</div>
<p>Kluster (kumpulan) bintang ini populer di Jawa karena kemunculannya menjadi penanda dimulainya waktu tanam.</p>
<p>Dugaan tujuh bulatan itu adalah Pleiades muncul karena hampir semua bangsa memiliki kesan mendalam dengan kluster bintang ini.</p>
<p>Bangsa Jepang menyebutnya sebagai Subaru, sedangkan masyarakat Timur Tengah menamainya Thuraya.</p>
<p>Namun, jika diamati dari Borobudur, posisi Tujuh Bidadari ini di dekat arah timur benar saat terbit dan di dekat arah barat benar saat terbenam. Posisi kluster ini tidak cocok dengan letak tujuh bulatan di dinding utara Borobudur.</p>
<p>”Kecil kemungkinan tujuh bulatan itu adalah Pleiades, melainkan Ursa Mayor karena posisinya menghadap penanda arah utara,” kata Irma.</p>
</div>
<p>Sumber: http://indocropcircles.wordpress.com/2011/05/25/jejak-astronomis-di-borobudur</p>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/astronomi/'>astronomi</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/borobudur/'>borobudur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1722&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/24/jejak-astronomis-di-candi-borobudur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Borobudur-Nothwest-view.jpg/800px-Borobudur-Nothwest-view.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Borobudur, A UNESCO World Heritage Site, view from the northwest</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_mandala-svg.png?w=247&#38;h=280" medium="image">
			<media:title type="html">Borobudur_Mandala.svg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_half_cross_section.png?w=300&#38;h=176" medium="image">
			<media:title type="html">Borobudur_Half_Cross_Section</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_ship_relief-2.jpg?w=640&#38;h=224" medium="image">
			<media:title type="html">Borobudur_ship_relief-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur_ship2.jpg?w=603&#38;h=400" medium="image">
			<media:title type="html">Borobudur_ship2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5f/Polaris_alpha_ursae_minoris.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Polaris_alpha_ursae_minoris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/borobudur-sun-moon.jpg?w=300&#38;h=188" medium="image">
			<media:title type="html">Borobudur-sun-moon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/05/ursa_major_constellation_map-svg.png?w=300&#38;h=282" medium="image">
			<media:title type="html">Ursa_Major_constellation_map.svg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YUK BELAJAR IKUT KURSUS GUIDE</title>
		<link>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/17/yuk-belajar-ikut-kursus-guide/</link>
		<comments>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/17/yuk-belajar-ikut-kursus-guide/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 05:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tour guide association</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASOSIASI HPI]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN GUIDE]]></category>
		<category><![CDATA[tour guide discussion]]></category>
		<category><![CDATA[guide]]></category>
		<category><![CDATA[jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kursus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hpijogja.wordpress.com/?p=1714</guid>
		<description><![CDATA[Visi Himpunan Pramuwisata Indonesia tentang profesi tourist guide perlu disatukan sesuai arti etimologis bahasa bukan lagi pemandu wisata melainkan pramuwisata sesuai Anggaran Dasar HPI dan bahkan UU Nomer 10 Tahun 2009 menyebut demikian. Makna istilah terminologis ini Pramuwisata yakni seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan di suatu wilayah tertentu dan atau di seluruh wilayah Indonesia. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1714&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Visi Himpunan Pramuwisata Indonesia tentang profesi <em>tourist guide</em> perlu disatukan sesuai arti etimologis bahasa bukan lagi <em>pemandu wisata </em>melainkan <em>pramuwisata </em>sesuai Anggaran Dasar HPI dan bahkan UU Nomer 10 Tahun 2009 menyebut demikian. Makna istilah terminologis ini Pramuwisata yakni seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan di suatu wilayah tertentu dan atau di seluruh wilayah Indonesia. <em></em></p>
<p style="text-align:justify;">Pramuwisata Indonesia terdiri dari <em>tourist guide &amp; tour leader</em> (seseorang yang bertugas mengatur, memimpin perjalanan rombongan wisatawan di suatu wilayah tertentu, nasional dan atau  internasional) memiliki kebanggaan  profesional yang dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan Standar Kompetensi Kerja Nasional indonesia. Oleh karena itu HPI memiliki concern bagaimana menjaga regenerasi profesi ini dengan menyiapkan tatanan sistem diklat melalui Training Center HPI yang langsung diampu oleh senior Guide yang kompeten untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Periode pembelajaran saat ini adalah kebutuhan akan tenaga Pramuwisata yang siap dengan multi ragam layanan termasuk  <strong>materi pemanduan, ketrampilan bahasa, etika layanan wisata, ilmu paket wisata da</strong>n seterusnya. Disinilah TC HPI bekerjasama dengan <em>Jogjakarta Tourism Training </em>Center <em>me</em>nawarkan paket Pelatihan Calon Guide Umum yang rincian materi Kursus  antara lain tertera dalam tulisan disini edisi lalu</p>
<p style="text-align:justify;">http://hpijogja.wordpress.com/2011/07/29/pelatihan-calon-pramuwisata-jogjakarta/ yang bisa dikombinasi dengan kepentingan kewilayahan masing-masing destinasi pariwisata dimana anda berada membutuhkan profesi Pramuwisata ini. Sebagai banding disinggung skim materi pelatihan berikut yang pernah dijalankan di Yogyakarta beberapa waktu lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Alternatif skim Materi Pelajaran &#8216;Training Center HPI&#8217; untuk calon guide:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="150">
<p align="center"><strong>Kategori</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center"><strong>No</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="321">
<p align="center"><strong>Mata Pelajaran</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center"><strong>Jam</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150">Pelajaran Umum</td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">1.</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Sejarah &amp; Kebudayaan</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">12</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">2.</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Prosedur check in &amp; check out</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">10</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">3</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Pengetahuan Umum (Flora Fauna, GBHN)</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">4</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Seni dan Kerajinan</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">8</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">5</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Lands &amp; People (Pemahaman Lintas Budaya)</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">8</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150">Pelajaran Khusus</td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">6</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Geografi Pariwisata</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">8</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">7</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Paket Wisata</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">8</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">8</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Guiding Technique</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">12</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">9</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Kepabeanan (Imigrasi, Bea Cukai, Karantina)</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">10</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Kepemimpinan dan Organisasi Pariwisata</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">11</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Dokumen Perjalanan Wisata</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150">Pelajaran Penunjang</td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">12</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Table Mannaer &amp; Kuliner</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">13</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Etiquettte &amp; Protokol</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">14</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Sitem Pengamanan Wisatawan (PPPK)</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">4</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42">
<p align="center">15</p>
</td>
<td valign="top" width="321">Pemanduan Minat Khusus (Muatan Lokal)</td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center">4</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="42"></td>
<td valign="top" width="321"></td>
<td valign="top" width="48">
<p align="center"><strong>110</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /> Tagged: <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/guide/'>guide</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/jogjakarta/'>jogjakarta</a>, <a href='http://hpijogja.wordpress.com/tag/kursus/'>kursus</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hpijogja.wordpress.com/1714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hpijogja.wordpress.com/1714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hpijogja.wordpress.com/1714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hpijogja.wordpress.com/1714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hpijogja.wordpress.com/1714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hpijogja.wordpress.com/1714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hpijogja.wordpress.com/1714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hpijogja.wordpress.com/1714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hpijogja.wordpress.com/1714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hpijogja.wordpress.com/1714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hpijogja.wordpress.com/1714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hpijogja.wordpress.com/1714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hpijogja.wordpress.com/1714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hpijogja.wordpress.com/1714/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hpijogja.wordpress.com&amp;blog=6597726&amp;post=1714&amp;subd=hpijogja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hpijogja.wordpress.com/2011/11/17/yuk-belajar-ikut-kursus-guide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b56c1f8dd4f9929ee6f5a3ad38e5909?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">hpi jogja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
