Hotel Baru di Jogjakarta

Yogyakarta sebagai pusat pariwisata utama Indonesia belum juga pudar untuk memancarkan pesonanya, letaknya yang strategis yang dapat dijangkau dari mana saja sehingga   walaupun digoncang gempa bumi atau dihujani abu dari letusan Merapi ataupun dibanjiri lahar dingin dari merapi Jogjakarta masih memancarkan pesona sebagai daerah tujuan utama Jogjakarta. Daya tarik Jogjakarta ini mengundang banyak investor untuk berebut kue pariwisata yang sangat menjanjikan, sehingga tidak heran pada saat in banyak hotel berbintang yang sedang dalam tahap pembangunan, dan diperkirakan akan selesai,  dan segera dilaunching pada periode 2012. Akan ada  sekitar 5 hotel berbintang (dari 3 sd 5 star) termasuk hotel Ambarukmo, Temtrem yang sedang dalam tahap pembangunan, yang akan dapat menyediakan 2000 rooms, belum lagi hotel hotel kecil dan guest house segera akan menyusul,  sehingga ketersediaan room di musim tourist akan terpenuhi dan event-event besar atau convension akan dapat dilaksanankan di Jogja.

Pembangunan pariwisata Yogyakarta akan semakin pesat setelah dibangunnya Jogjakarta International airport yang  baru dan kemungkinan dibangun di Kulon Progo dan selesai diperkarikan pada tahun 2015, dengan landasan pacu yang lebih panjang sehingga pesawat-pesawat besar langsung dari luarnegeri akan dapat mendarat di Jogjakarta.

Pembagunan fasilitas accommodasi yang begitu pesat ada juga dampaknya, karena persaing harga hotel akan semakin kompetitif sehingga hotel-hotel yang pada saat ini jual mahal akan sangat kesulitan untuk mendapatkan konsumen apabila tetap mempertahankan policy yang hanya menguntungkan retailer besar dan tidak yang tidak menguntungkan terhadap “lokal retailer room hotel”.

Walaupun jumlah room hotel Jogjakarta akan meningkat dalam tahun 2012 tetapi dapat jadi  kurang menguntungkan bagi pemain lokal khususnya,  retailer room hotel yang kecil-kecil, karena hotel cenderung menjual room kepada whole saller besar saja  kurang memperhatikan usaha travel agent lokal atau retailer room kecil, sehingga bukannya tidak mungkin cerita tentang travel agent di Jogjakarta harus  membeli room ke travel agent yang berada di Singapura karena harga yang diberikan jauh lebih murah apabila travel lokal membeli langsung ke hotel.

Berikut ini adalah contoh-contoh polecy hotel yang  pada umumnya tidak menguntungkan pelaku pariwisata lokal.
1. Hotel-hotel yang berada ditempat strategis akan memasang harga yang sangat tinggi dengan harga yang setiap saat berganti tergantung tanggal merah.
2. Hotel-hotel menjual room di Agoda, Asia room dll merasa roomnya laku dengan sendirinya dengan tidak mau memberi peluang kepada retailer kecil seperti, pemberian harga yang tinggi,
3. Policy marketing hotel yang  mengharuskan retailer untuk dapat menjual minimal sebanyak 300 rooms pertahun untuk mendapatkan harga yang competitive adalah hanya menguntungkan retailer besar, bagaimanapun juga untuk mendapatkan 300 kamar dalam setahun adalah hal yang sulit karena keinginan jonsumen bervariasi.
4. Begitu pula hotel-hotel yang menerapkan policy yang memberikan harga room untuk tourist domestik lebih tinggi dari pada tourist asing, dengan alasan tamu domestik tidak mengambil makan di hotel,
6.  Pemberlakuan quota 20% untuk room yang dijual kepada pelaku lokal sangat tidak menguntungkan terutama di musim liburan karena pada saat itu hotel akan mengatakan fully booked kepada  pelaku lokal akan tetapi kan mengatakan ” room avilable” apabila reaservasi langsung.

Pada saat ini ada banyak Marketing hotel yang masih pilih kasih  dalam memasarkan hotelnya , contoh konkret adalah ketika pemulis meminta harga sepecial room  untuk dijual kembali  ke sebuah hotel kecil yang terletak di selatan kota Jogja, menagement hotel dengan tegas  menolak memberikan harga  karena dengan alasan karena penulis hanya anggota HPI bukan anggota sebuah assossiasi tertentu, sehingga tidak berhak menjual hotel room hotel.

About these ads

One thought on “Hotel Baru di Jogjakarta

  1. bertambahnya jumlah hotel di Jogja berarti impestor melihat Jogja ini punya prospek yang cerah kedepannya kalau dalam waktu dekat ya mungkin akan terjadi persaingan yang sangat ketat itu lumrah hukum pasar akan berlaku pasti itu.menurut hemat saya dengan adanya impestasi di sektor pariwisata di daerah jogja berarti ada peritungan khusus bagi para inpestor sudah melihat bahwa Jogja pasti akan berkembang parawisata kita oleh karenanya mereka mau menanamkan modalnya. setiap impestasi yang ditanamkan pasti ada alokasi dana yang akan digunakan untuk mempromosikan hotelnya itu berarti kita akan lebih mampu melakukan promosi ke luar untuk mendapatkan lebih banyak wisatawan yang akan mengisi kamar-kamar hotel baru itu.Yang perlu dipikirkan adalah langkah bagaimana supaya dengan tambahan dana dari hotel-hotel baru itu promosi kita lebih efektif dan tepat sasaran mungkin perlu meniru management Bali Tourism Board apa yang sudah mereka lakukan selama ini sehingga hotel mereka penuh terus berarti wisatawan ada terus kita yang dari komponen guide harus ikut mengembangkan citra bahwa Jogja ini adalah nestinasi yang harus dikunjungi oleh wisatawan….semoga impian dan harapan kita menjadi kenyataan semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s