Bro….Gawatt! / Posisi Guide dalam komunitas asesor dinyatakan / Bukan sebagai Pekerja Professional / layaknya Notaris, Wartawan, Pengacara dll / tetapi BURUH  Lepas!! / Ini sungguh pelecehan bagi para Guide! / Salam dari Kawah BROMO. / 13.05.2010  19:50

…Itulah tugas  ganda Guide, juga menerangkan harkat dirinya…!

Head diatas adalah SMS seorang guide yang sejak tahun 70an sepulang dari Amerika, guiding beragam bahasa dan telah mendatangkan banyak wisatawan ke Indonesia melebihi seorang guide, bahkan tour operator disini. Kemana-mana selalu membawa notebook, termasuk saat bertugas di lapangan. Ia resah dengan sebutan BURUH LEPAS yang disematkan bagi profesi guide, persis SMS yang diforward ke beberapa rekan Jogja.

Isi statemen diatas sebetulnya sering muncul di pertemuan Guide Jogja, dalam komunitas koperasi online, saat sharing pengalaman pemanduan, forum training guide, sentilan webblog hpijogja, bahkan di kalangan Pengurus HPI sendiri. Benarkah profesi Guide sejajar dengan Pekerja Profesional lain, atau karena fakta lapangan Guide hanya sebatas Pekerja Buruh Lepas?

Goal Setting – Unite – Identity – Development – Empowering adalah akronim GUIDE, bahwa profesi ini multi wajah sesuai cara pandang seseorang melihatnya. Dia bekerja dengan tujuan yang jelas berkenaan dengan aktifitas wisatawan dalam mempelajari keunikan daya tarik wisata. Profesi ini memiliki sistem standar kerja yang utuh dimanapun di dunia, yaitu standar dan etika pelayanan yang satu, bahwa etika kerja ini telah diratifikasi dunia. Tata kerja pemanduan wisata juga terlacak melalui identitas bahasa yang jelas dengan ragam topik, materi obyek dan keilmuan yang terukur. Profesi ini dapat tumbuh di dalam habitat yang dibutuhkan manusia untuk tetap belajar kapanpun dimanapun. Itulah mengapa profesi berhimpun di suatu asosiasi resmi Himpunan Pramuwisata Indonesia yang merupakan bagian dari World Federation of Tourists Guides Association.

Dalam makna paling umum menurut Undang-undang No 10/2009 Pramuwisata atau Pemandu Wisata adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan. Tidak mungkin Guide mampu membimbing dengan baik, apalagi memberi petunjuk dan menerangkan sebuah obyek daya tarik wisata tanpa teknik dan persiapan yang cukup. Bagai seorang Dokter, dia harus memiliki standar pelayanan kesehatan akan pengetahuan anatomi tubuh manusia sekaligus ketrampilan mengobati yang bisa dipertanggung-jawabkan. Minimal seorang Guide membutuhkan sikap profesional, bahasa yang baik, berpenampilan meyakinkan, wawasan pengetahuan dan ketrampilan teknik.

Telaah profesionalitas Guide pada dasarnya bisa diukur dari kebutuhan klien, produk pariwisata apa saja yang dibutuhkan wisatawan sejak meninggalkan rumah hingga tiba di tempat tujuan wisata hatta kembali lagi di asal. Posisi pekerjaan yang menjalani tugas-tugas buruh, teknisi hingga maha guru di puncak-puncak penelitian dan pencerahan kemanusiaan. Bukankah inspirasi Al-Qur’an mengajarkan agar manusia menjadi Turis sang Pejalan untuk melihat apa yang terjadi dengan sejarah kaum terdahhulu, mengapa istana ditinggikan atau benteng harus dibangun. So, guide tidak harus minder justru bangga dengan kehormatan profesi dan kewaskitaan kerja yang meleket melayani kemanusiaan itu…***

About these ads